Bitcoin diuji ketika konflik geopolitik Iran dan Amerika Serikat memanas.
Laporan Tiger Research menunjukkan setelah serangan ke Iran, harga Bitcoin sempat anjlok hingga $63.000 dalam satu hari, sementara emas kala itu justru naik pada Februari 2026 lalu.
Data Tunjukkan Pola Berulang Saat Krisis

Sumber: Tiger Research
Peristiwa ini bukan yang pertama. Dalam beberapa konflik besar, Bitcoin menunjukkan pola yang sama: turun tajam di awal sebelum akhirnya pulih.
Saat konflik Iran-Israel, penurunan intraday Bitcoin mencapai sekitar -9,3%, sementara saat invasi Ukraina turun sekitar -7,6%.
Di sisi lain, emas justru menguat dalam kondisi yang sama. Perbedaan ini memperkuat pertanyaan apakah Bitcoin benar-benar bisa disebut sebagai “emas digital”.
Baca juga: Harga Emas Bisa Terjun Bebas ke $3.100! Ini Tandanya Menurut Analis
Bitcoin Belum Diperlakukan Seperti Emas

Sumber: Tiger Research
Secara teori, Bitcoin sering dianggap sebagai penyimpan nilai seperti emas. Namun dalam praktiknya, perilaku pasar menunjukkan hal berbeda.
Bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas setiap tahun. Sebaliknya, Bitcoin belum menjadi bagian utama cadangan negara.
Bahkan kebijakan seperti cadangan Bitcoin di Amerika Serikat hanya berasal dari aset sitaan, bukan pembelian aktif.
Di sisi investor, Bitcoin juga menunjukkan karakter unik. Aset ini sering turun bersama saham saat pasar melemah, tetapi tidak selalu ikut naik saat pasar menguat.
Kondisi ini membuat posisinya sebagai safe haven masih diperdebatkan.
Tiga Faktor Utama yang Jadi Penghambat
Ada tiga faktor yang membuat Bitcoin belum bisa menyamai emas.
- Struktur pasar: volume derivatif Bitcoin sekitar 6,5 kali lebih besar dari pasar spot, membuat harga mudah tertekan saat terjadi likuidasi.
- Komposisi pelaku pasar: Bitcoin didominasi trader dengan leverage, sementara emas lebih banyak dipegang institusi jangka panjang.
- Faktor kebiasaan: emas telah digunakan sebagai aset lindung nilai selama puluhan tahun, sedangkan Bitcoin masih dalam tahap pembentukan kepercayaan.
Tidak Stabil, Tapi Tetap Berguna Saat Krisis

Sumber: Tiger Research
Meski tidak stabil sebagai penyimpan nilai, Bitcoin tetap memiliki fungsi penting. Dalam situasi ekstrem seperti perang, ketika sistem perbankan terganggu, Bitcoin masih bisa digunakan untuk transfer nilai.
Contohnya terjadi saat konflik Ukraina, di mana sebagian orang menggunakan Bitcoin untuk memindahkan aset lintas negara.
Kasus lain menunjukkan lonjakan aktivitas hingga 700% di platform kripto Iran saat konflik terjadi.
Artinya, Bitcoin mungkin bukan safe haven dari sisi harga, tetapi tetap relevan sebagai alat keuangan saat krisis.
Kesimpulan
Bitcoin belum sepenuhnya memenuhi kriteria sebagai emas digital, terutama dalam situasi krisis.
Harga masih cenderung turun di awal gejolak, berbeda dengan emas yang justru menguat.
Namun, perannya sebagai aset fungsional tetap tidak bisa diabaikan.
Jika struktur pasar dan perilaku investor berubah, Bitcoin berpotensi berkembang menjadi kategori aset baru yang berbeda dari emas.

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
1. Kenapa Bitcoin turun saat perang?
Karena banyak posisi leverage yang dilikuidasi, sehingga memicu tekanan jual besar.
2. Apakah Bitcoin masih bisa disebut emas digital?
Saat ini belum sepenuhnya, karena belum menunjukkan pola yang konsisten saat krisis.
3. Kenapa emas justru naik saat konflik?
Karena emas sudah lama dianggap sebagai aset lindung nilai oleh investor global.
4. Apa kelebihan Bitcoin saat krisis?
Bitcoin tetap bisa digunakan untuk transfer nilai meski sistem keuangan terganggu.
5. Apakah Bitcoin bisa menjadi emas digital di masa depan?
Masih mungkin, jika struktur pasar dan perilaku investor berubah.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
