Ketegangan antara Iran dan AS kembali memicu kekhawatiran pasar global, terutama setelah muncul proyeksi harga minyak bisa melonjak hingga $200 per barel. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Saat ini, Bitcoin bergerak di kisaran $74.000 – $75.000, setelah sebelumnya sempat mengalami fluktuasi akibat sentimen geopolitik dan pasar energi.
Lonjakan Minyak Bisa Serap Likuiditas dari Kripto
JUST IN: ???? Iran tells the US it will not be able to artificially lower the price of oil and energy.
“Prepare for $200 per barrel.” pic.twitter.com/sFM01a7N8q
— BRICS News (@BRICSinfo) March 11, 2026
Jika harga minyak benar-benar naik ke $200, dampak pertama yang muncul adalah pergeseran likuiditas global.
Dikutip dari Usethebitcoin, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang sedang mengalami kenaikan tajam. Dalam skenario ini, minyak berpotensi menjadi pusat perhatian, sehingga aliran dana ke pasar kripto bisa berkurang.
Selain itu, kenaikan minyak biasanya memicu inflasi global. Ketika inflasi meningkat, kebijakan moneter cenderung lebih ketat, yang berujung pada tekanan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Kondisi Bitcoin Hari Ini

Sumber: TradingView
Di tengah konflik yang berlangsung, Bitcoin masih menunjukkan ketahanan bahkan berhasil naik ke kisaran $74.000 – $75.000.
Namun, jika harga minyak terus naik, analis memperkirakan Bitcoin berpotensi masuk fase konsolidasi.
Artinya, harga bisa bergerak dalam rentang terbatas tanpa tren naik yang jelas. Dalam skenario terburuk, tekanan likuiditas dan sentimen global dapat membuat Bitcoin kembali turun ke area support yang lebih rendah.
Hal ini terutama terjadi jika investor global lebih memilih eksposur ke komoditas energi dibanding aset digital.
Baca juga: Whale Bitcoin Kembali Aktif, Rasio BTC di Exchange Tertinggi dalam 6 Tahun
Ketidakpastian Global Bisa Perbesar Volatilitas
Faktor tambahan datang dari ketidakpastian geopolitik yang semakin kompleks.
Penutupan jalur distribusi minyak strategis serta perubahan mekanisme pembayaran energi global berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi.
Situasi ini biasanya membuat pelaku pasar lebih defensif. Dalam kondisi seperti ini, aset seperti Bitcoin bisa mengalami volatilitas tinggi, karena sensitif terhadap perubahan sentimen dan arus dana global.
Kesimpulan
Jika harga minyak benar-benar menembus $200, dampaknya diprediksi tidak hanya dirasakan sektor energi, tetapi juga pasar kripto.
Bitcoin berpotensi menghadapi tekanan dari sisi likuiditas, inflasi, dan perubahan preferensi investor global.
Dalam skenario ekstrem, Bitcoin bisa tertahan dalam fase konsolidasi atau mengalami tekanan jangka pendek sebelum menemukan arah baru.
FAQ
1. Apakah harga minyak mempengaruhi Bitcoin?
Ya. Kenaikan minyak dapat meningkatkan inflasi dan mengalihkan likuiditas, sehingga berdampak pada pergerakan Bitcoin.
2. Kenapa minyak $200 bisa jadi masalah untuk kripto?
Harga minyak tinggi menarik perhatian investor dan bisa mengurangi dana yang masuk ke aset kripto.
3. Apa yang dimaksud fase konsolidasi Bitcoin?
Konsolidasi adalah kondisi saat harga bergerak dalam rentang tertentu tanpa tren naik atau turun yang kuat.
4. Apakah Bitcoin bisa tetap naik saat krisis energi?
Bisa, tetapi biasanya tergantung pada likuiditas global dan sentimen investor terhadap risiko.
5. Level penting Bitcoin saat ini di mana?
Saat ini Bitcoin berada di kisaran $74.000 – $75.000, dengan area ini menjadi zona penting untuk menentukan arah berikutnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto,#Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
