Harga Bitcoin (BTC) melonjak ke $70.000 pada Senin (02/03) malam sebelum kembali turun ke area $68.000. Reli ini terjadi saat konflik yang diluncurkan AS dan Israel terhadap Iran memasuki hari ketiga.
Sebelumnya, BTC sempat jatuh ke $63.100 pada Sabtu pagi setelah kabar awal pemboman di Iran. Pergerakan tajam ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap dinamika geopolitik.
Dari Panic Sell ke Rebound Cepat
Penurunan ke $63.100 mencerminkan fase risk-off, yaitu kondisi ketika investor menghindari aset berisiko dan memilih instrumen yang dianggap lebih aman. Namun sentimen berubah cepat pada Senin.

Sumber: TradingView
Seiring pasar saham AS pulih, Bitcoin ikut menguat dan bahkan sempat menembus harga di sekitar $70.000 di beberapa sebelum terkoreksi ringan.
Ethereum juga naik 3,2% ke $2.032, sementara Solana dan XRP masing-masing menguat 3,5% ke $87 dan 1,3% ke $1.39. Kenaikan ini menunjukkan pemulihan tidak hanya terjadi pada BTC, tetapi juga altcoin utama.
Indeks Nasdaq yang sempat dibuka melemah berbalik naik 0,39% pada tengah hari, sedangkan S&P 500 relatif datar dan Dow Jones bergerak tipis. Korelasi ini memperlihatkan bahwa kripto kembali bergerak seiring aset berisiko lainnya.
Baca juga: Perang AS-Iran Meluas ke Irak & Lebanon, Market Cap Kripto Berdarah
Trump Tegaskan Operasi Militer Berlanjut
Dilansir dari Decrypt, dari Gedung Putih, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa militer AS terus menjalankan operasi tempur skala besar di Iran. Pernyataan ini bertepatan kenaikan harga Bitcoin, menegaskan konflik belum mereda.
Analis Chris Beauchamp dan Axel Rudolph mengungkap bahwa kekuatan Amerika Serikat kemungkinan dianggap sebagai investor sebagai “semacam tempat berlindung”.
Selain faktor geopolitik, ekspektasi inflasi di AS ikut meningkat. Ketika inflasi diperkirakan naik sementara suku bunga deposito tetap, daya beli uang tunai berpotensi tergerus.
Jika suku bunga berada di 3% sementara inflasi 5%, nilai riil uang akan menyusut. Dalam kondisi seperti ini, aset langka seperti Bitcoin menjadi alternatif lindung nilai.
Emas dan Perak Bergerak Berbeda
Menariknya, penguatan Bitcoin terjadi saat logam mulia tidak bergerak seragam. Emas naik 1,3% ke $5.300 per ounce, tetapi perak justru anjlok 7% ke $88.
Pergerakan ini memperkuat narasi bahwa sebagian investor mulai melihat Bitcoin sebagai aset alternatif dibanding logam mulia, terutama ketika volatilitas meningkat.
Meski reli mendekati $70.000 terlihat impresif, BTC masih berada di bawah level tertinggi historisnya. Pasar kini menunggu apakah momentum ini berlanjut atau hanya pantulan jangka pendek.
Kesimpulan
Lonjakan Bitcoin ke $70.000 menunjukkan pasar mampu berbalik cepat dari kepanikan ke optimisme dalam hitungan hari.
Konflik Timur Tengah, inflasi yang meningkat, dan pemulihan saham AS menjadi kombinasi pemicu reli. Namun selama ketidakpastian geopolitik belum reda, volatilitas tinggi tetap menjadi risiko utama.
FAQ
1. Mengapa Bitcoin naik saat konflik Timur Tengah memanas?
Pasar sering bereaksi cepat terhadap ketidakpastian. Setelah panic sell awal, investor kembali masuk ketika saham AS pulih dan ekspektasi inflasi meningkat.
2. Apa arti level psikologis $70.000 bagi Bitcoin?
Level psikologis adalah angka bulat yang sering menjadi area perhatian trader. Tembus atau gagal bertahan di level ini bisa memicu volatilitas tambahan.
3. Apa itu fase risk-off dalam pasar keuangan?
Risk-off adalah kondisi ketika investor mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham dan kripto, lalu beralih ke aset yang dianggap lebih aman.
4. Mengapa inflasi bisa mendukung harga Bitcoin?
Jika inflasi lebih tinggi dari suku bunga, daya beli uang tunai turun. Aset dengan suplai terbatas seperti Bitcoin sering dilihat sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai uang.
5. Bagaimana hubungan Bitcoin dengan Nasdaq?
Bitcoin sering berkorelasi dengan saham teknologi. Saat Nasdaq pulih, BTC juga cenderung ikut menguat karena sama-sama dianggap aset berisiko.
6. Apakah reli ini menandakan tren bullish baru?
Belum tentu. Kenaikan harga dalam sehari bisa dipicu sentimen jangka pendek. Konfirmasi tren memerlukan stabilitas harga dan dukungan volume berkelanjutan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Donald Trump





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
