Rangkuman: ChatGPT Perplexity
Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan menjelang awal quartal 2 2026. Hingga saat ini, harga BTC berada di kisaran $66.000–$69.000, dengan performa bulanan yang nyaris memperpanjang tren negatif menjadi enam bulan berturut-turut.
Data dari CoinGlass menunjukkan Bitcoin telah mencatat lima bulan berturut-turut ditutup di zona merah, sejak Oktober 2025 hingga Februari 2026, dengan penurunan yang konsisten.

Sumber Gambar: Coinglass
Jika Maret berakhir negatif, maka ini akan menjadi periode tekanan terpanjang dalam beberapa tahun terakhir. Namun di tengah tren bearish ini, data on-chain justru mulai menunjukkan sinyal yang berbeda.
Tekanan Harga Masih Berlanjut, Sentimen Pasar Melemah
Dalam tujuh hari terakhir, Bitcoin tercatat turun sekitar 6,29%. Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang belum stabil, di mana pelaku pasar masih cenderung berhati-hati.
Penurunan beruntun selama beberapa bulan juga memperkuat narasi bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi yang belum selesai.
Meski demikian, fokus utama pelaku pasar saat ini bukan hanya pada harga, melainkan pada indikator makro yang lebih dalam.
Baca juga berita terkait: Bagaimana Arah Harga Bitcoin (BTC) di Bulan April 2026?
Long-Term Holder Mulai Jual Rugi, Sinyal Kapitulasi Muncul
Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah Long-Term Holder Spent Output Profit Ratio (SOPR), yang kini turun di bawah angka 1,0.
Artinya, investor yang telah memegang Bitcoin lebih dari 155 hari mulai menjual dalam kondisi rugi. Dalam siklus pasar kripto, kondisi ini sering disebut sebagai fase kapitulasi, yaitu momen ketika tekanan psikologis memuncak dan pelaku pasar mulai menyerah.
Fenomena ini bukan hal baru. Data historis menunjukkan pola serupa terjadi pada 2015, 2019, dan 2022
Pada ketiga periode tersebut, penurunan SOPR di bawah 1 justru menjadi indikator awal terbentuknya dasar harga (market bottom), yang kemudian diikuti oleh fase kenaikan signifikan.
Sinyal Bottom Mulai Terbentuk, Tapi Risiko Masih Ada
Meski indikator on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah, analis masih melihat kemungkinan penurunan lanjutan dalam jangka pendek.

Sumber Gambar: X.com/CryptoMichNL
Analis kripto Michaël van de Poppe menyebut bahwa pasar kemungkinan masih akan mengalami liquidity sweep, dengan potensi penurunan ke area $53.000 hingga $60.000 sebelum terjadi pemulihan.
“Saat ini terlihat cukup jelas bahwa setiap kenaikan harga langsung ditekan kembali. Trennya juga masih bergerak turun, sehingga ada kemungkinan di awal April harga akan menyapu level terendah untuk mengumpulkan likuiditas, sebelum akhirnya berbalik naik setelah itu,” tulisnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa fase pembentukan bottom tidak selalu terjadi secara instan, melainkan melalui proses yang bisa disertai volatilitas tinggi.
Di sisi lain, kemunculan sinyal kapitulasi dari long-term holder tetap menjadi perhatian karena secara historis sering menandai fase akhir dari tren turun.
Baca berikutnya: Bitcoin Diprediksi Tidak Akan ATH Hingga 2027, Ini Kata Trader Senior
April Biasanya Kuat, Tapi Tahun Ini Berbeda
Secara historis, April dikenal sebagai salah satu bulan terbaik bagi Bitcoin.
Data CoinGlass mencatat:
- Rata-rata return April: +13,06%
- Median return: +7,27%
Namun, pergerakan sepanjang 2026 menunjukkan bahwa pola historis tidak selalu terulang. Bitcoin telah beberapa kali menyimpang dari tren musiman yang biasanya menjadi acuan investor.
Hal ini membuat pelaku pasar kini lebih mengandalkan kombinasi data on-chain dan kondisi makro dibanding sekadar pola historis.
Kesimpulan
Bitcoin saat ini berada dalam posisi yang menarik: tekanan harga masih berlanjut, tetapi sinyal fundamental mulai menunjukkan perubahan arah.
Penurunan beruntun selama lima bulan memperlihatkan lemahnya sentimen pasar. Namun di sisi lain, munculnya fase kapitulasi dari long-term holder menjadi indikator yang secara historis sering muncul di titik terendah.
Jika pola sebelumnya kembali terulang, kondisi ini bisa menjadi fase awal sebelum terbentuknya tren naik berikutnya. Meski begitu, risiko penurunan jangka pendek masih terbuka, sehingga pergerakan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu arah selanjutnya.
FAQ
- Apa arti Bitcoin mengalami 5 atau 6 bulan rugi berturut-turut?
Kondisi ini menunjukkan tren penurunan yang konsisten dalam jangka menengah. Biasanya mencerminkan lemahnya sentimen pasar dan tekanan jual yang belum mereda. - Apa itu Long-Term Holder SOPR dalam Bitcoin?
SOPR adalah indikator on-chain yang mengukur apakah investor menjual aset dalam kondisi untung atau rugi. Jika di bawah 1, berarti mayoritas menjual dalam kondisi rugi. - Kenapa SOPR di bawah 1 dianggap sinyal penting?
Karena ini menunjukkan fase kapitulasi, di mana investor mulai menyerah. Secara historis, kondisi ini sering muncul di dekat titik terendah harga Bitcoin. - Apakah sinyal ini berarti bull run Bitcoin pasti akan terjadi?
Tidak selalu. Sinyal ini hanya menunjukkan potensi pembalikan arah, tetapi tetap perlu dikonfirmasi oleh pergerakan harga dan faktor lain seperti kondisi makro ekonomi. - Kenapa bulan April sering dianggap bullish untuk Bitcoin?
Berdasarkan data historis, April memiliki rata-rata return positif yang cukup tinggi. Namun, pola ini tidak selalu berlaku di setiap tahun, termasuk pada kondisi pasar saat ini. - Apa yang dimaksud dengan liquidity sweep dalam analisis Bitcoin?
Liquidity sweep adalah pergerakan harga untuk “menyapu” area likuiditas, biasanya dengan turun ke level tertentu sebelum berbalik arah. Ini sering terjadi sebelum tren besar dimulai.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – Bitcoin Monthly Close: 5 Months In the Red, But Bulls Are Watching THIS Signal, diakses pada 1 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


