Harga Bitcoin (BTC) turun sekitar 5% dalam 24 jam terakhir (23/2) dan sempat menyentuh level US$64.700, tercatat turun dari kisaran US$67.000 yang dicapai pada akhir pekan.
Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya aksi jual serta tekanan dari investor jangka pendek yang masih merealisasikan kerugian.
Data on-chain dari Glassnode dan CryptoQuant menunjukkan pasar belum sepenuhnya pulih dari fase kapitulasi awal Februari.
Investor Baru Masih Lepas Aset dalam Kondisi Rugi
Tekanan signifikan datang dari kelompok short-term holder, yakni investor baru yang membeli dalam beberapa bulan terakhir.
Glassnode mencatat pada 6 Februari, realisasi kerugian investor jangka pendek sempat mencapai minus US$1,24 miliar per hari dalam rata-rata tujuh hari. Artinya, secara kolektif mereka melepas Bitcoin dengan kerugian lebih dari US$1 miliar setiap hari.
“Sejak awal Februari, setiap upaya Bitcoin untuk kembali menembus US$70.000 selalu berakhir dengan kehabisan tenaga beli. Bahkan ketika realisasi keuntungan bersih sempat menembus lebih dari US$5 juta per jam, harga tetap gagal bertahan dan langsung mengalami penolakan,” tulis Glassnode.

Sumber Gambar: Glassnode
Angka tersebut kini membaik ke sekitar minus US$480 juta per hari. Ini menunjukkan panic selling mulai mereda. Namun secara agregat, investor baru masih menjual dalam posisi rugi.
“Rata-rata pergerakan 7 hari (7D-EMA) dari Net Realized Profit & Loss investor baru sempat anjlok ke minus US$1,24 miliar per hari pada 6 Februari, sebelum mereda ke sekitar minus US$480 juta per hari saat ini. Meski tekanan sudah tidak seintens sebelumnya, kondisi secara keseluruhan masih menunjukkan pasar berada dalam tekanan, dengan pelaku pasar memasuki fase pembentukan dasar harga,” lanjut Glassnode.
Kondisi seperti ini umumnya muncul dalam fase pembentukan dasar harga setelah koreksi tajam, bukan dalam tren naik yang kuat.
Baca berita terbaru lainnya: Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini Turun Tajam Usai Trump Naikkan Tarif Global
Whale Dominasi Arus Masuk ke Bursa
Walau total arus masuk Bitcoin ke exchange mulai menurun, peran pemegang besar justru semakin dominan.
Melansir dari CoinDesk, CryptoQuant melaporkan arus Bitcoin ke bursa sempat melonjak hingga sekitar 60.000 BTC per hari saat harga turun ke kisaran US$60.000 di awal Februari.
Saat ini, angka tersebut turun menjadi sekitar 23.000 BTC per hari berdasarkan rata-rata tujuh hari.
Namun indikator exchange whale ratio naik ke 0,64, level tertinggi sejak 2015. Ini berarti hampir dua pertiga Bitcoin yang masuk ke exchange berasal dari 10 transaksi terbesar setiap hari.
Rata-rata ukuran deposit Bitcoin juga naik ke level yang terakhir terlihat pada pertengahan 2022. Artinya, aktivitas jual saat ini lebih banyak digerakkan oleh pemegang besar dibanding investor ritel.
Altcoin Ikut Tertekan, Likuiditas Menyusut
Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Rata-rata deposit altcoin ke exchange naik menjadi sekitar 49.000 per hari sepanjang 2026, meningkat dari sekitar 40.000 per hari pada kuartal IV 2025.
Kenaikan arus masuk altcoin ke bursa sering dikaitkan dengan distribusi aset dan potensi volatilitas yang lebih tinggi.
Di sisi lain, likuiditas pasar terlihat menipis. Net inflow USDT ke exchange turun drastis dari puncak satu tahun sebesar US$616 juta pada November menjadi sekitar US$27 juta, bahkan sempat negatif pada akhir Januari.
Biasanya, inflow stablecoin meningkat saat pasar bersiap reli karena dana siap beli bertambah. Penyusutan inflow ini menunjukkan daya beli baru belum kembali kuat.
Baca berikutnya: Grayscale: XRP Jadi Aset Kripto Terpopuler Setelah Bitcoin (BTC)
Level US$65.000 Jadi Area Penentu
Dengan kombinasi tekanan dari whale, investor baru yang masih rugi, dan likuiditas yang belum pulih, Bitcoin kini menguji area US$65.000 sebagai level psikologis sekaligus teknikal jangka pendek.
Jika area ini mampu bertahan dan arus stablecoin kembali meningkat, peluang stabilisasi harga bisa terbuka.
Namun jika tekanan jual berlanjut dan likuiditas tetap terbatas, volatilitas berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Kesimpulan
Penurunan Bitcoin ke bawah US$65.000 mencerminkan pasar yang masih dalam fase penyesuaian setelah koreksi tajam.
Panic selling memang mereda dibanding awal Februari, tetapi struktur permintaan belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan yang solid.
Dominasi suplai dari pemegang besar serta lemahnya arus masuk stablecoin membuat pergerakan harga tetap rentan.
Untuk saat ini, keseimbangan antara tekanan jual dan munculnya pembeli baru akan menjadi faktor utama yang menentukan arah Bitcoin selanjutnya.
FAQ
- Mengapa Bitcoin turun di bawah US$65.000?
Penurunan dipicu oleh kombinasi aksi jual dari pemegang besar dan investor jangka pendek yang masih merealisasikan kerugian. Data on-chain menunjukkan suplai yang masuk ke exchange masih cukup tinggi. - Apa itu short-term holder dalam analisis Bitcoin?
Short-term holder adalah investor yang memegang Bitcoin dalam periode relatif singkat, biasanya kurang dari 155 hari. Kelompok ini cenderung lebih sensitif terhadap fluktuasi harga dan sering menjadi sumber tekanan jual saat pasar terkoreksi. - Apa arti exchange whale ratio yang tinggi?
Exchange whale ratio mengukur proporsi Bitcoin yang dikirim ke exchange oleh transaksi terbesar. Jika nilainya tinggi, artinya pemegang besar mendominasi arus masuk ke bursa, yang dapat meningkatkan tekanan jual. - Mengapa arus masuk stablecoin memengaruhi harga kripto?
Stablecoin seperti USDT sering digunakan sebagai dana untuk membeli kripto. Jika inflow stablecoin ke exchange meningkat, itu menandakan potensi permintaan baru. Sebaliknya, inflow yang menurun menunjukkan daya beli melemah. - Apakah penurunan ini tanda tren bearish jangka panjang?
Belum tentu. Fase saat ini lebih menggambarkan proses konsolidasi setelah koreksi. Untuk mengonfirmasi tren jangka panjang, pasar biasanya membutuhkan peningkatan volume beli, stabilitas harga, dan perbaikan sentimen risiko. - Apa yang biasanya terjadi setelah fase kapitulasi pasar kripto?
Setelah kapitulasi, pasar sering memasuki periode konsolidasi sebelum menentukan arah baru. Durasi dan arahnya bergantung pada likuiditas, sentimen global, serta aktivitas pemegang besar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Whale Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


