Analis on-chain Willy Woo menyebut Bitcoin seharusnya bernilai jauh lebih tinggi dibanding emas. Namun tren kenaikan relatif Bitcoin terhadap emas selama 12 tahun kini resmi patah.
Woo membagikan grafik performa Bitcoin vs gold sejak 2010 yang menunjukkan kenaikan konsisten selama lebih dari satu dekade. Tren tersebut berubah setelah isu risiko quantum computing mulai masuk dalam diskusi publik dan komunitas pengembang.
“BTC should be valued a LOT HIGHER relative to gold. Should be. IT’S NOT,” tulis Woo di X.
Risiko Quantum dan 4 Juta BTC yang Hilang
12 YR TREND BROKEN.
BTC should be a valued a LOT HIGHER relative to gold.
Should be. IT’S NOT.
The valuation trend broke down once QUANTUM came into awareness.
Don’t read this post if you want to stay high on hopium instead of seeing things as they are. pic.twitter.com/Qa2YKDlRMp
— Willy Woo (@willywoo) February 16, 2026
Menurut Woo, potensi ancaman komputasi kuantum bisa membuka kembali akses terhadap sekitar 4 juta BTC yang saat ini dianggap hilang permanen.
Jumlah tersebut signifikan. Sejak gelombang akumulasi korporasi dimulai pada 2020, total pembelian oleh perusahaan dan ETF spot diperkirakan sekitar 2,8 juta BTC. Artinya, potensi 4 juta koin yang kembali beredar lebih besar dari delapan tahun akumulasi institusi.
Woo memperkirakan peluang jaringan Bitcoin melakukan hard fork untuk membekukan koin-koin tersebut hanya sekitar 25%.
Ia menyebut pasar mulai memperhitungkan skenario tersebut jauh sebelum teknologi kuantum benar-benar matang.
Ia memperkirakan momen yang disebut Q-Day, ketika komputasi kuantum menjadi ancaman nyata, masih berjarak 5 hingga 15 tahun. Namun pasar cenderung mendiskon risiko lebih awal.
Baca juga: Sejarah Imlek Tunjukkan Bitcoin (BTC) Akan Turun Dulu, Lalu Melonjak
Bitcoin vs Emas di Siklus Utang
Woo juga menyoroti konteks makro. Menurutnya, saat ini berada di fase akhir siklus utang jangka panjang, periode di mana investor global dan negara cenderung masuk ke aset keras seperti emas.
Artinya, emas mendapat arus dana lebih cepat dibanding Bitcoin dalam fase ini. Hal tersebut turut menjelaskan mengapa rasio BTC terhadap emas tidak lagi mencetak kenaikan seperti sebelumnya.
Confusing technical discourse with market causation is a fundamental analytical error. The Bitcoin Gold ratio is driven by global liquidity cycles and risk appetite, not by theoretical vulnerabilities in future computing. Price action reflects capital flows, and the current…
— Jean Michel Libera (@LiberaInvest) February 16, 2026
Namun tidak semua sepakat. Investor kripto Jean Michel Libera menilai pelemahan rasio BTC/Gold lebih terkait siklus likuiditas dan fase konsolidasi teknikal, bukan kepanikan quantum computing.
Woo membalas dengan menunjuk aktivitas distribusi dari whale era awal Bitcoin dalam 12 bulan terakhir sebagai bukti adanya perubahan aliran modal.
Kesimpulan
Patahannya tren 12 tahun Bitcoin terhadap emas memicu perdebatan baru. Willy Woo menilai risiko quantum dan potensi 4 juta BTC yang hilang kembali ke pasar telah mengubah persepsi valuasi.
Sementara emas terus menguat dalam siklus makro saat ini, Bitcoin menghadapi kombinasi tekanan teknikal dan narasi risiko jangka panjang. Apakah ini hanya fase sementara atau perubahan struktural, masih menjadi tanda tanya besar.
FAQ
1. Apa itu rasio Bitcoin vs emas?
Rasio ini mengukur performa relatif harga Bitcoin dibanding emas dalam periode tertentu.
2. Mengapa risiko quantum memengaruhi harga Bitcoin?
Karena komputer kuantum berpotensi memecahkan kunci kriptografi lama, termasuk wallet lama yang tidak aktif.
3. Apa benar 4 juta BTC bisa kembali beredar?
Menurut Woo, secara teoritis mungkin terjadi jika teknologi quantum cukup kuat di masa depan.
4. Apa itu Q-Day?
Q-Day adalah istilah untuk momen ketika komputasi kuantum menjadi cukup kuat untuk mengancam sistem kriptografi saat ini.
5. Mengapa emas menguat lebih dulu dibanding Bitcoin?
Dalam fase akhir siklus utang, investor besar biasanya memilih aset keras yang sudah mapan seperti emas sebelum aset alternatif.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CoinPedia – Willy Woo: Bitcoin vs Gold 12-Year Trend Broken, Quantum Risk to Blame, diakses pada 16 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
