Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sama-sama bangkit setelah pasar crypto sempat terpukul pada Maret 2026. Namun di balik kenaikan harga tersebut, data on-chain terbaru menunjukkan ada perbedaan besar antara kekuatan Bitcoin dan Ethereum saat ini.
Laporan terbaru dari CryptoQuant yang dikutip dari AMBCrypto memperlihatkan bahwa Bitcoin kini lebih dominan dalam menarik minat investor besar dibanding Ethereum.
Kondisi ini membuat banyak analis mulai mempertanyakan apakah Ethereum masih mampu mengejar dominasi BTC sepanjang kuartal kedua 2026.
Bitcoin sendiri sempat turun hingga area US$65 ribu pada Maret sebelum akhirnya kembali menembus US$70 ribu di April. Memasuki Mei 2026, harga BTC bahkan berhasil melampaui US$80 ribu.
Sementara itu, Ethereum sempat jatuh ke level US$1.943 sebelum pulih ke area US$2.421 pada April. Saat artikel ini ditulis, ETH diperdagangkan di kisaran US$2.388.
Baca berita lainnya: Ethereum (ETH) Terlihat Lemah? Fase “Tenang” Ini Bikin Whale Mulai Borong
Bitcoin Naik karena Akumulasi, Ethereum Dinilai Masih Reaktif
Meski grafik harga keduanya terlihat mirip, struktur pasar di balik kenaikan Bitcoin dan Ethereum ternyata berbeda.
CryptoQuant menemukan bahwa rally Bitcoin didorong oleh kombinasi demand yang kuat dan berkurangnya suplai di market. Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah Exchange Netflow Bitcoin yang menunjukkan lebih banyak BTC keluar dari exchange.

Sumber Gambar: CryptoQuant
Kondisi ini biasanya menandakan investor memilih menyimpan aset mereka dibanding menjualnya dalam waktu dekat. Semakin sedikit Bitcoin yang tersedia di exchange, tekanan jual ikut menurun dan harga menjadi lebih mudah naik.
Selain itu, Coinbase Premium Index juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pembelian dari institusi. Indikator ini sering digunakan untuk melihat apakah investor besar di Amerika Serikat sedang melakukan akumulasi.
Platform manajemen aset DeFi asal Jepang, XWIN, menyebut rally Bitcoin kali ini didukung oleh permintaan yang solid dan suplai yang semakin terbatas.
Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum justru dinilai masih bergerak lebih reaktif terhadap perubahan suplai jangka pendek.

Sumber Gambar: CryptoQuant
CryptoQuant mencatat Exchange Netflow ETH cenderung lebih fluktuatif. Ini menunjukkan pergerakan harga Ethereum belum sepenuhnya didorong oleh permintaan spot yang kuat seperti Bitcoin.

Sumber Gambar: CryptoQuant
Dengan kata lain, kenaikan ETH saat ini dianggap belum memiliki fondasi demand yang sekuat BTC.
Investor Institusi Dinilai Lebih Memilih Bitcoin
Perbedaan lain terlihat dari arah aliran modal institusi sepanjang 2026.
Walaupun Ethereum masih mendapatkan dukungan investor besar, porsi alokasi modal disebut lebih banyak mengarah ke Bitcoin. Hal ini membuat dominasi BTC terus meningkat di tengah pemulihan pasar crypto.
Fenomena tersebut juga tercermin dari melemahnya rasio ETH/BTC yang turun ke level 0.02934 setelah terkoreksi sekitar 4,37% dalam sebulan terakhir.

Sumber Gambar: TradingView via AMBCrypto
Penurunan rasio ETH/BTC biasanya menjadi sinyal bahwa performa Ethereum mulai tertinggal dibanding Bitcoin. Dalam kondisi seperti ini, market cenderung menganggap BTC sebagai aset yang lebih kuat dan lebih aman.
Tidak sedikit analis menilai situasi tersebut membuat altcoin season masih sulit terjadi dalam waktu dekat.
Baca juga berita terbaru: Daftar Blockchain dengan User Terbanyak Bulan Ini, BNB dan Ethereum Memimpin
Bitcoin Masih Jadi Aset Favorit Market 2026?
Jika melihat tren beberapa bulan terakhir, market tampaknya mulai memperlakukan Bitcoin dan Ethereum secara berbeda.
Bitcoin kini lebih dipandang sebagai aset penyimpan nilai dan instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian market. Sementara Ethereum masih lebih sering dinilai dari sisi utilitas jaringan dan perkembangan ekosistem blockchain-nya.
Narasi ini membuat Bitcoin terlihat lebih unggul dalam menarik arus modal besar saat market belum sepenuhnya stabil.
Bitcoin bahkan berpotensi tetap mengungguli Ethereum sepanjang Q2 2026 jika tren akumulasi dan dominasi institusi terus berlanjut.
Meski begitu, beberapa analis menilai Ethereum masih memiliki peluang untuk bangkit apabila demand spot mulai meningkat dan aktivitas ekosistem kembali ramai dalam beberapa bulan ke depan.
Kesimpulan
Pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum memang sama-sama pulih setelah tekanan besar pada Maret 2026. Namun data on-chain memperlihatkan cerita yang berbeda di balik kenaikan tersebut.
Bitcoin saat ini terlihat lebih kuat karena didukung akumulasi investor besar, suplai exchange yang menurun, dan meningkatnya dominasi market. Di sisi lain, Ethereum masih dianggap bergerak lebih reaktif dan belum menunjukkan demand sekuat BTC.
Selama arus modal institusi masih berfokus pada Bitcoin, dominasi BTC kemungkinan tetap sulit digeser dalam waktu dekat.
FAQ
- Kenapa Bitcoin dianggap lebih kuat daripada Ethereum di 2026?
Karena data on-chain menunjukkan Bitcoin mendapat akumulasi lebih besar dari investor institusi. Selain itu, suplai BTC di exchange terus menurun sehingga tekanan jual ikut berkurang. - Apa arti rasio ETH/BTC turun?
Turunnya rasio ETH/BTC berarti performa Ethereum lebih lemah dibanding Bitcoin. Kondisi ini biasanya menunjukkan market lebih memilih BTC daripada ETH. - Apa itu Coinbase Premium Index?
Coinbase Premium Index adalah indikator yang digunakan untuk melihat aktivitas pembelian investor Amerika Serikat, terutama institusi besar, terhadap aset crypto seperti Bitcoin dan Ethereum. - Kenapa altcoin season disebut belum dimulai?
Karena dominasi Bitcoin masih sangat kuat. Selama modal investor lebih banyak masuk ke BTC dibanding altcoin, peluang terjadinya altcoin season cenderung lebih kecil. - Apakah Ethereum masih bisa mengejar Bitcoin?
Masih bisa. Namun Ethereum perlu menunjukkan peningkatan demand spot, aktivitas jaringan yang kuat, dan aliran modal institusi yang lebih besar agar mampu mengejar dominasi Bitcoin. - Apa perbedaan utama Bitcoin dan Ethereum di market crypto?
Bitcoin lebih sering dipandang sebagai aset penyimpan nilai seperti emas digital. Sementara Ethereum dikenal sebagai blockchain yang mendukung smart contract, aplikasi DeFi, dan berbagai proyek Web3.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


