BitMine Immersion Technologies mencatat kerugian kertas (paper loss) lebih dari US$6 miliar setelah harga Ethereum (ETH to IDR) turun tajam.
Namun, Chairman BitMine Tom Lee menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan kesalahan strategi, melainkan konsekuensi yang memang sudah diperhitungkan sejak awal.
Dalam pernyataannya, Lee menyebut struktur neraca BitMine memang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga Ethereum dan mengunggulinya dalam satu siklus pasar penuh, bukan untuk menghindari volatilitas jangka pendek.
Kerugian Besar yang Tidak Dianggap Gagal
Penurunan harga Ethereum membuat nilai kepemilikan BitMine menyusut signifikan.
Perusahaan saat ini memegang sekitar 4,24 juta ETH, dengan valuasi turun menjadi sekitar US$9,6 miliar, dari hampir US$14 miliar pada Oktober 2025. Selisih nilai inilah yang memicu kerugian kertas lebih dari US$6 miliar.
Meski angka tersebut terlihat besar, BitMine menegaskan bahwa kerugian tersebut belum direalisasikan karena perusahaan tidak menjual asetnya. ETH tetap disimpan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Baca selanjutnya: Vitalik Buterin: Ethereum (ETH) Tak Lagi Bergantung pada Layer-2
Strategi Treasury Ethereum, Bukan Trading Jangka Pendek

Sumber Gambar: X.com
Tom Lee menegaskan bahwa BitMine memposisikan diri sebagai perusahaan treasury Ethereum, bukan pelaku trading oportunistik. Model ini mirip dengan pendekatan indeks, di mana kinerja perusahaan akan naik turun seiring pergerakan aset utama yang dipegang.
“Jika pasar kripto sedang turun, maka ETH juga turun. Paper loss bukan bug, tapi bagian dari desain,” ujar Lee dalam unggahannya di X.
Pendekatan ini membuat BitMine tetap menambah kepemilikan ETH, bahkan mengakumulasi lebih dari 40.000 ETH sebelum penurunan harga terbaru. Langkah tersebut justru memperbesar eksposur neraca perusahaan saat volatilitas meningkat.
Tom Lee juga mengingatkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase deleveraging, yang berpotensi menekan harga aset digital hingga awal 2026. Meski begitu, perusahaan menegaskan tidak mengubah tesis utamanya.
“Ethereum adalah masa depan sistem keuangan,” tulis BitMine dikutip dari Coindesk, menegaskan komitmen mereka terhadap strategi jangka panjang meski harus menanggung volatilitas ekstrem dalam jangka pendek.
Staking Memberi Pendapatan, Tapi Tak Menutup Drawdown
Selain mengandalkan apresiasi harga, BitMine memperoleh pendapatan dari staking Ethereum, yang sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar US$164 juta per tahun.
Namun, pendapatan tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan dampak penurunan harga ETH dalam periode koreksi tajam.
Dengan skala kepemilikan yang besar, setiap pergerakan harga Ethereum memberikan dampak langsung dan signifikan terhadap laporan keuangan BitMine, terutama di tengah likuiditas pasar yang menipis dan tekanan jual di pasar derivatif.
Baca berita berikutnya: Ethereum Ambles 21% Saat Aktivitas Naik, Tom Lee: Bukan Sinyal Bahaya
Kesimpulan
Kasus BitMine menunjukkan bagaimana strategi treasury kripto berisiko tinggi dapat menghasilkan fluktuasi laporan keuangan yang ekstrem saat pasar berbalik arah.
Alih-alih menghindari kerugian kertas, perusahaan memilih bertahan dengan keyakinan bahwa eksposur jangka panjang terhadap Ethereum akan terbayar dalam satu siklus pasar penuh.
Pendekatan ini menempatkan BitMine di posisi yang solid saat pasar pulih, sekaligus rentan saat volatilitas meningkat.
FAQ
- Apa yang dimaksud paper loss dalam kripto?
Paper loss adalah kerugian di atas kertas akibat turunnya harga aset kripto, tanpa adanya penjualan aset tersebut. Kerugian ini belum bersifat final selama aset masih dipegang. - Kenapa BitMine tetap menyimpan Ethereum meski rugi besar?
BitMine menerapkan strategi treasury jangka panjang. Perusahaan menilai volatilitas sebagai konsekuensi dari eksposur jangka panjang terhadap Ethereum, bukan alasan untuk keluar dari posisi. - Apakah BitMine berisiko bangkrut karena kerugian ini?
Kerugian yang terjadi bersifat unrealized. Selama perusahaan memiliki likuiditas operasional dan tidak menjual ETH-nya, risiko kebangkrutan tidak otomatis muncul dari paper loss. - Apa bedanya strategi treasury Ethereum dan trading kripto?
Strategi treasury fokus pada akumulasi dan penyimpanan aset dalam jangka panjang, sementara trading kripto mengejar keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek. - Apakah staking Ethereum cukup untuk menutupi kerugian harga?
Pendapatan staking membantu arus kas, tetapi umumnya tidak cukup besar untuk menutup dampak penurunan harga Ethereum dalam periode koreksi tajam. - Mengapa pergerakan harga ETH sangat memengaruhi BitMine?
Karena skala kepemilikan ETH BitMine sangat besar. Setiap perubahan harga Ethereum langsung tercermin dalam valuasi neraca perusahaan.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
