Pendiri Ethereum (ETH), Vitalik Buterin, menilai pendekatan lama Ethereum yang terlalu mengandalkan jaringan Layer-2 (L2) sebagai solusi utama skalabilitas sudah tidak relevan.
Menurutnya, perkembangan Ethereum di layer utama kini melaju lebih cepat dari perkiraan awal, sementara banyak L2 justru tertinggal dari target desentralisasi dan keamanan.
“Layer-1 (L1) Ethereum sendiri kini ikut menskalakan jaringan, biaya transaksi sangat rendah, dan batas gas diproyeksikan meningkat besar mulai 2026,” tulis Vitalik pada unggahan di akun X miliknya.
Pernyataan ini disampaikan Vitalik dalam tulisan terbarunya yang membahas ulang posisi L2 di dalam ekosistem Ethereum, di tengah penurunan biaya transaksi dan rencana peningkatan kapasitas jaringan utama mulai 2026.
Vitalik: Dua Hal Ini Mengubah Arah Scaling Ethereum
Vitalik menjelaskan ada dua perubahan besar yang membuat asumsi lama soal Layer-2 perlu ditinjau ulang.
Pertama, progres Layer-2 menuju desentralisasi penuh berjalan jauh lebih lambat dari ekspektasi. Sejumlah proyek L2 masih mengandalkan komite keamanan atau struktur terpusat, bahkan beberapa pengembang secara terbuka menyatakan tidak menargetkan desentralisasi penuh karena keterbatasan teknis maupun tuntutan regulasi.
Kedua, Ethereum layer utama justru berkembang pesat. Biaya transaksi di jaringan utama tercatat turun signifikan dibanding periode sebelumnya, sementara roadmap Ethereum menunjukkan peningkatan kapasitas besar dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini mengurangi ketergantungan Ethereum terhadap L2 sebagai “penopang” skalabilitas.
Vitalik menyebut, jika Layer-2 tidak lagi berfungsi sebagai ekstensi keamanan Ethereum, maka perannya memang tidak bisa disamakan dengan visi awal scaling jaringan.
Baca selanjutnya: Ethereum Ambles 21% Saat Aktivitas Naik, Tom Lee: Bukan Sinyal Bahaya
Dari “Branded Shards” ke Jaringan Independen
Pada roadmap awal, Ethereum membayangkan Layer-2 sebagai semacam “branded shards”, yakni jaringan yang terintegrasi ketat dengan Ethereum dan mewarisi sifat trustless serta censorship resistance dari layer utama.
Namun realitas di lapangan berbeda. Banyak L2 memilih jalur kompromi dengan mempertahankan kontrol tertentu demi stabilitas atau kepatuhan hukum.
Menurut Vitalik, pendekatan ini sah, tetapi tidak lagi bisa diklaim sebagai upaya langsung untuk menskalakan Ethereum.
Ia menegaskan, perubahan ini bukan masalah besar karena Ethereum kini mampu meningkatkan kapasitasnya sendiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada L2.
“L1 tidak lagi membutuhkan L2 sebagai “branded shards”, karena L1 sendiri kini sedang menskalakan jaringan. Di sisi lain, L2 juga tidak mampu atau tidak mau memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk benar-benar menjadi “branded shard”,” tegasnya.
Layer-2 Tak Ditinggalkan, Tapi Perannya Berubah
Vitalik menekankan bahwa Layer-2 tidak menjadi tidak relevan. Sebaliknya, L2 sebaiknya diposisikan sebagai spektrum jaringan dengan tingkat integrasi berbeda terhadap Ethereum.
Beberapa L2 mungkin tetap sangat terikat dengan keamanan Ethereum, sementara lainnya berkembang menjadi sistem yang lebih mandiri.
Pengguna pun diharapkan lebih sadar memilih jaringan sesuai tingkat kepercayaan dan kebutuhan, bukan menganggap semua L2 setara secara keamanan.
Ke depan, Vitalik mendorong proyek L2 untuk fokus pada nilai tambah spesifik, seperti privasi, kecepatan tinggi, aplikasi non-keuangan, hingga beban komputasi yang tidak efisien jika dijalankan di mainnet Ethereum.
Baca juga berita terkait: Bisakah XRP Salip Market Cap Ethereum? Ini Hitung-Hitungannya
Dorongan Integrasi Native di Ethereum
Dari sisi Ethereum, Vitalik mengungkap keyakinannya terhadap konsep native rollup precompile, yaitu fitur bawaan yang memungkinkan Ethereum memverifikasi bukti kriptografi Layer-2 secara langsung.
“Native rollup precompile akan membuat verifikasi EVM yang sepenuhnya trustless dan tanpa security council menjadi mudah diakses,” jelasnya
Jika diterapkan, mekanisme ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal, meningkatkan interoperabilitas trustless, dan memperjelas batas tanggung jawab antara Ethereum dan jaringan Layer-2.
Bila terjadi celah, perbaikannya akan ditangani langsung melalui upgrade protokol Ethereum.
Kesimpulan
Pernyataan Vitalik Buterin menandai pergeseran penting dalam strategi scaling Ethereum. Ethereum tidak lagi berada di posisi “butuh diselamatkan” oleh Layer-2, melainkan berkembang sebagai jaringan yang semakin kuat di layer utama.
Layer-2 tetap memiliki peran, tetapi bukan lagi sebagai penyangga utama, melainkan sebagai jaringan dengan fungsi dan karakter masing-masing.
FAQ
- Apakah Ethereum benar-benar tidak membutuhkan Layer-2 lagi?
Tidak. Ethereum masih memanfaatkan Layer-2, tetapi tidak lagi bergantung sepenuhnya. Layer-2 kini diposisikan sebagai pelengkap dengan peran yang lebih beragam. - Apa alasan utama Vitalik mengkritik model Layer-2 lama?
Karena banyak Layer-2 belum mencapai desentralisasi dan keamanan sesuai visi awal, sementara Ethereum layer utama justru berkembang lebih cepat dari perkiraan. - Apakah ini berdampak langsung pada proyek Layer-2?
Secara langsung tidak, tetapi pernyataan ini mendorong proyek Layer-2 untuk memperjelas nilai dan fungsinya, bukan hanya mengklaim sebagai ekstensi Ethereum. - Apa itu native rollup precompile yang disebut Vitalik?
Ini adalah proposal agar Ethereum dapat memverifikasi bukti Layer-2 secara langsung di protokol, sehingga mengurangi ketergantungan pada sistem keamanan eksternal. - Apakah perubahan ini memengaruhi biaya transaksi Ethereum?
Vitalik menyebut biaya transaksi Ethereum sudah menurun dan kapasitas jaringan akan terus meningkat, sehingga tekanan biaya tidak lagi sepenuhnya dibebankan pada Layer-2.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Ethereum, #Berita Vitalik Buterin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


