Block Size War Bitcoin: Konflik yang Ubah Arah Kripto
icon search
icon search

Top Performers

Block Size War Bitcoin: Sejarah, Dampak Hard Fork, dan Pelajaran Penting

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Block Size War Bitcoin: Sejarah, Dampak Hard Fork, dan Pelajaran Penting

Block Size War

Daftar Isi

Perdebatan mengenai ukuran blok di jaringan Bitcoin yang dikenal sebagai Block Size War bukan sekadar isu teknis. Ia adalah pertempuran ideologi tentang masa depan Bitcoin: apakah akan menjadi “emas digital” atau “uang digital sehari-hari”. 

Konflik ini tak hanya mengguncang komunitas, tetapi juga menghasilkan cabang baru seperti Bitcoin Cash. Mari kita bahas bagaimana semuanya bermula, bagaimana perang ini berakhir, dan apa pelajarannya untuk pengembangan blockchain di masa depan.

 

Awal Mula Block Size War

Ketika Satoshi Nakamoto merancang Bitcoin pada 2009, ukuran blok dibatasi hanya 1 MB. Tujuannya sederhana: mencegah spam dan menjaga desentralisasi dengan memastikan siapa pun bisa menjalankan node tanpa memerlukan perangkat mahal.

Namun seiring adopsi Bitcoin meningkat, transaksi melonjak dan blok 1 MB mulai terasa sempit — fenomena ini juga menjadi bukti bagaimana konsep halving Bitcoin berperan dalam menjaga kelangkaan dan dinamika jaringan Transaksi tertunda, biaya meningkat, dan komunitas mulai berdebat: apakah ukuran blok perlu diperbesar agar jaringan bisa menampung lebih banyak transaksi?

Dua kubu pun muncul. Kubu “big blockers” ingin menaikkan ukuran blok untuk mempercepat transaksi dan menurunkan biaya. Sedangkan kubu “small blockers” berpendapat bahwa peningkatan ukuran blok justru akan mengorbankan desentralisasi, karena hanya node besar yang mampu menyimpan blok berukuran besar.

 

Meningkatnya Ketegangan di Komunitas Bitcoin

Perdebatan ini mencapai puncaknya antara 2015 hingga 2017. Berbagai proposal muncul untuk memperbaiki kapasitas jaringan.

  • Bitcoin XT dan Bitcoin Classic mengusulkan peningkatan ukuran blok menjadi 8 MB atau lebih.

  • Segregated Witness (SegWit) menjadi alternatif yang lebih konservatif, meningkatkan efisiensi transaksi tanpa memperbesar ukuran blok secara langsung.

Sayangnya, konsensus tidak tercapai. Komunitas terbelah: sebagian mendukung SegWit, sebagian lain menginginkan peningkatan blok secara drastis. Para penambang, pengembang, dan pengguna saling berdebat di forum hingga media sosial.

 

Terjadinya Hard Fork: Lahirnya Bitcoin Cash

Pada 1 Agustus 2017, perbedaan pandangan ini berujung pada perpecahan permanen. Kelompok yang menginginkan blok lebih besar memutuskan untuk membuat versi baru dari Bitcoin dengan ukuran blok yang diperbesar. Inilah kelahiran Bitcoin Cash (BCH).

Bitcoin Cash menaikkan ukuran blok menjadi 8 MB (kemudian 32 MB), dengan tujuan memproses lebih banyak transaksi per detik. Sementara Bitcoin tetap mempertahankan batas dasar 1 MB namun menggunakan SegWit dan pengembangan layer-2 seperti Lightning Network untuk mengatasi skalabilitas.

Hasilnya, dua blockchain berjalan secara paralel:

  • Bitcoin (BTC) mempertahankan prinsip desentralisasi tinggi dan menjadi “store of value”.

  • Bitcoin Cash (BCH) berfokus pada transaksi cepat dengan biaya rendah, menyerupai uang digital untuk penggunaan harian.

 

Dampak Block Size War terhadap Dunia Kripto

Perang ukuran blok tidak hanya berdampak pada Bitcoin, tetapi juga pada dunia kripto secara keseluruhan.

  1. Munculnya banyak hard fork. Keberhasilan Bitcoin Cash memicu munculnya turunan lain seperti Bitcoin SV (Bitcoin Satoshi Vision).

  2. Kesadaran akan pentingnya konsensus. Block Size War menunjukkan bahwa tanpa kesepakatan komunitas, blockchain dapat terpecah.

  3. Mendorong inovasi di layer-2. Karena peningkatan blok dianggap berisiko, banyak pengembang beralih ke solusi off-chain seperti Lightning Network.

  4. Membentuk arah filosofi Bitcoin. Bitcoin kini lebih difokuskan sebagai aset penyimpan nilai (store of value), bukan alat transaksi mikro.

 

Pelajaran Penting dari Block Size War

Peristiwa ini memberikan banyak pelajaran yang berharga bagi masa depan blockchain:

  1. Desentralisasi butuh keseimbangan. Skalabilitas tidak boleh mengorbankan kemampuan siapa pun untuk berpartisipasi dalam jaringan.

  2. Perubahan memerlukan konsensus luas. Blockchain bukan sekadar kode, tetapi juga komunitas. Setiap perubahan besar perlu dukungan dari berbagai pihak: pengguna, penambang, dan pengembang.

  3. Solusi bertahap lebih aman. Alih-alih mengubah parameter inti secara drastis, solusi seperti soft fork atau pengembangan layer-2 terbukti lebih stabil.

  4. Transparansi komunikasi penting. Sebagian besar kekacauan muncul karena kurangnya komunikasi yang terbuka antara pihak pengembang dan komunitas.

  5. Hard fork bukan kegagalan. Ia adalah bagian alami dari evolusi blockchain yang memberi ruang bagi ide berbeda untuk tumbuh.

 

Kesimpulan

Block Size War menjadi salah satu bab paling penting dalam sejarah Bitcoin. Dari konflik ini, komunitas belajar bahwa blockchain bukan hanya tentang efisiensi teknis, tetapi juga tentang nilai, filosofi, dan konsensus sosial.

Perpecahan antara Bitcoin dan Bitcoin Cash menandai bahwa setiap inovasi besar pasti datang dengan risiko perbedaan arah. Namun, justru dari perbedaan itulah muncul kemajuan — baik melalui solusi skalabilitas, eksperimen teknologi, maupun kesadaran bahwa desentralisasi adalah hal yang harus dijaga dengan hati-hati.

 

Itulah informasi menarik tentang Block Size War Bitcoin: Konflik yang Ubah Arah Kripto  yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

 

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

  1. Apa itu Block Size War di Bitcoin?
    Block Size War adalah perdebatan besar di komunitas Bitcoin tentang apakah ukuran blok perlu diperbesar untuk meningkatkan kapasitas transaksi.

  2. Mengapa ukuran blok penting?
    Ukuran blok menentukan berapa banyak transaksi yang dapat dimasukkan ke dalam satu blok. Semakin besar blok, semakin banyak transaksi yang bisa diproses.

  3. Apa hasil dari Block Size War?
    Perang ini menghasilkan hard fork yang memisahkan Bitcoin menjadi dua jaringan utama: Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH).

  4. Mengapa Bitcoin tidak menaikkan ukuran blok secara besar-besaran?
    Karena peningkatan ukuran blok berpotensi mengurangi desentralisasi dengan meningkatkan kebutuhan sumber daya untuk menjalankan node.

  5. Apa pelajaran utama dari konflik ini?
    Bahwa inovasi blockchain membutuhkan keseimbangan antara efisiensi, desentralisasi, dan konsensus sosial dalam komunitasnya.

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Author:  EH

Lebih Banyak dari Bitcoin,Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 8.90%
bnb BNB 0.34%
sol Solana 4.83%
eth Ethereum 2.37%
ada Cardano 1.35%
pol Polygon Ecosystem Token 2.13%
trx Tron 2.85%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
VSYS/IDR
v.systems
14
55.56%
PIPPIN/IDR
Pippin
2.325
40.91%
GRIFFAIN/IDR
GRIFFAIN
368
30.22%
VRA/IDR
Verasity
5
25%
LSK/IDR
Lisk
4.433
24.8%
Nama Harga 24H Chg
IOTA/IDR
IOTA
2.970
-26.88%
LADYS/IDR
Milady Mem
0
-25.17%
CHT/IDR
CyberHarbo
11
-21.43%
ZKWASM/IDR
ZKWASM
157
-19.07%
CNG/IDR
CoinNaviga
216.859
-18.76%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Ide & Teknologi: Relevansi Teori Paul Romer dengan Blockchain
30/11/2025
Ide & Teknologi: Relevansi Teori Paul Romer dengan Blockchain

Paul Paul M. Romer sering disebut bapak dari “pertumbuhan endogen”

30/11/2025
Profil Sergey Brin: Innovator Google yang Membentuk Era Teknologi
30/11/2025
Profil Sergey Brin: Innovator Google yang Membentuk Era Teknologi

Kamu mungkin sudah akrab dengan Google, sebuah pintu gerbang informasi

30/11/2025
Evolusi Marketing 1.0 hingga 4.0 & Dampaknya bagi Industri Blockchain
30/11/2025
Evolusi Marketing 1.0 hingga 4.0 & Dampaknya bagi Industri Blockchain

Pemasaran terus berkembang mengikuti perubahan teknologi, perilaku konsumen, dan kebutuhan

30/11/2025