Menjual saham umumnya dilakukan melalui pasar reguler dengan memasukkan order jual ke aplikasi sekuritas, lalu menunggu sistem mempertemukannya dengan order beli. Namun, mekanisme tersebut tidak selalu sesuai untuk setiap kondisi transaksi.
Investor yang ingin menjual saham dalam jumlah tertentu, melakukan transaksi berdasarkan kesepakatan langsung, atau memperdagangkan saham dengan satuan yang tidak dapat diproses seperti order reguler dapat menggunakan pasar negosiasi atau pasar nego.
Cara jual saham di pasar nego berbeda dari transaksi biasa. Penjual dan pembeli harus menyepakati saham, jumlah, harga, serta waktu penyelesaiannya. Transaksi tersebut tetap dilakukan melalui perusahaan sekuritas sebagai perantara perdagangan efek, bukan dengan memindahkan saham secara langsung di luar sistem pasar modal. Perusahaan efek yang menjalankan kegiatan sebagai perantara pedagang efek wajib memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan.
Lantas, bagaimana cara menjual saham di pasar nego, apakah bisa dilakukan melalui aplikasi, dan apa saja risikonya? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.
Cara Jual Saham di Pasar Nego secara Singkat
Sebelum membahas mekanismenya lebih dalam, berikut gambaran umum cara jual saham di pasar nego:
- Pastikan perusahaan sekuritas melayani transaksi pasar negosiasi.
- Tentukan kode saham dan jumlah lembar yang ingin dijual.
- Tentukan harga yang akan ditawarkan kepada calon pembeli.
- Hubungi broker, dealer, customer service, atau kanal khusus yang disediakan sekuritas.
- Cari atau tentukan pihak pembeli saham.
- Lakukan negosiasi harga, jumlah saham, dan waktu penyelesaian.
- Berikan instruksi transaksi kepada perusahaan sekuritas.
- Tunggu broker memasukkan dan mempertemukan order di pasar negosiasi.
- Pastikan saham dan dana tersedia sesuai jadwal penyelesaian.
- Periksa portofolio dan saldo setelah transaksi selesai.
Urutan tersebut dapat berbeda pada setiap perusahaan sekuritas. Ada sekuritas yang menyediakan pasar negosiasi di aplikasi, sedangkan sekuritas lain meminta nasabah menghubungi broker atau mengisi formulir instruksi transaksi.
Karena itu, langkah awal yang paling aman bukan langsung memasukkan order, melainkan memastikan prosedur yang berlaku di sekuritas tempat kamu membuka rekening efek.
Apa Itu Pasar Nego Saham?
Pasar nego adalah bagian dari perdagangan efek yang mempertemukan transaksi berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Istilah resminya adalah pasar negosiasi, sedangkan sebutan pasar nego lebih sering digunakan dalam percakapan investor.
Pada pasar reguler, order beli dan jual dipertemukan berdasarkan prioritas harga dan waktu melalui sistem perdagangan bursa. Jika kamu belum memahami mekanismenya, sebaiknya pahami terlebih dahulu cara kerja pasar reguler saham sebelum membandingkannya dengan pasar negosiasi. Seorang penjual tidak harus mengetahui siapa pembelinya karena sistem akan melakukan pencocokan order secara otomatis.
Mekanismenya berbeda di pasar negosiasi. Penjual dan pembeli lebih dahulu menentukan unsur transaksi, termasuk:
- saham yang diperdagangkan;
- jumlah lembar saham;
- harga per lembar;
- nilai keseluruhan transaksi;
- pihak penjual dan pembeli;
- serta waktu penyelesaian transaksi.
Harga di pasar negosiasi tidak semata-mata terbentuk dari antrean order seperti di pasar reguler. Harga tersebut muncul melalui proses tawar-menawar atau kesepakatan kedua pihak.
Walaupun didasarkan pada kesepakatan, transaksi tidak dilakukan dengan menyerahkan uang dan saham secara pribadi. Investor tetap memberikan instruksi melalui perusahaan sekuritas agar transaksi diproses dalam mekanisme resmi pasar modal.
Dengan demikian, pasar nego bukan pasar informal yang berjalan di luar bursa. Perbedaannya terletak pada cara pembentukan harga dan pencocokan transaksi, bukan pada kebebasan melakukan pemindahan saham tanpa perantara.
Setelah memahami pengertiannya, pertanyaan berikutnya adalah mengapa investor perlu menggunakan pasar tersebut jika saham sudah bisa diperdagangkan di pasar reguler.
Kapan Saham Dijual di Pasar Nego?
Pasar negosiasi biasanya digunakan ketika kebutuhan transaksi tidak dapat dipenuhi secara efektif melalui mekanisme reguler. Namun, penggunaan pasar ini tidak otomatis membuat sebuah saham lebih mudah dijual karena transaksi tetap membutuhkan pembeli yang bersedia menerima penawaran.
Berikut beberapa kondisi yang dapat mendorong investor menggunakan pasar nego.
1. Menjual Saham Kurang dari Satu Lot
Satu lot saham di Bursa Efek Indonesia berisi 100 lembar. Apabila investor memiliki jumlah saham yang tidak genap satu lot, sisa tersebut sering disebut odd lot atau saham pecahan. Sebelum melakukan transaksi, penting juga memahami pengertian lot saham agar tidak keliru menentukan jumlah saham yang akan dijual.
Sebagai contoh, kamu memiliki 275 lembar saham. Sebanyak 200 lembar dapat membentuk dua lot, sedangkan 75 lembar sisanya tidak memenuhi satuan satu lot untuk dijual sebagai order biasa di pasar reguler.
Dalam kondisi tersebut, pasar negosiasi dapat digunakan untuk menawarkan 75 lembar saham kepada pihak yang bersedia membelinya. Namun, ketersediaan fasilitas dan prosedurnya tetap bergantung pada perusahaan sekuritas.
Odd lot dapat muncul akibat aksi korporasi, pembagian saham, warisan, konversi efek, atau perubahan jumlah kepemilikan yang membuat saldo saham tidak lagi berjumlah genap dalam satuan lot.
Meski bisa ditawarkan di pasar nego, investor perlu mempertimbangkan nilai transaksinya. Nilai saham pecahan yang kecil dapat menjadi kurang ekonomis apabila biaya transaksi atau prosedur administrasinya tidak sebanding dengan hasil penjualan.
2. Melakukan Transaksi Saham dalam Jumlah Besar
Transaksi berukuran besar dapat memengaruhi antrean harga di pasar reguler. Jika investor menjual saham dalam jumlah sangat banyak sekaligus, order tersebut berpotensi menyerap permintaan beli pada beberapa tingkat harga dan menekan harga pasar.
Melalui pasar negosiasi, penjual dapat mencari pembeli tertentu dan menyepakati harga tanpa menggantungkan seluruh transaksi pada antrean reguler.
Mekanisme ini sering relevan bagi:
- investor institusi;
- pemegang saham besar;
- pemilik saham strategis;
- perusahaan dalam proses akuisisi;
- atau pihak yang melakukan pengalihan kepemilikan dalam jumlah material.
Transaksi bernilai besar di pasar negosiasi juga dapat digunakan dalam pengalihan kepemilikan atau transaksi tutup sendiri ketika pihak-pihak yang bertransaksi telah ditentukan. Dokumen keterbukaan perusahaan tercatat menunjukkan bahwa pengalihan saham dalam proses perubahan pengendali dapat dilaksanakan melalui transaksi di pasar negosiasi.
Walaupun tidak langsung masuk ke antrean reguler, transaksi besar tetap dapat diperhatikan pelaku pasar karena nilainya dapat mencerminkan perubahan kepemilikan atau kepentingan strategis tertentu.
3. Penjual dan Pembeli Sudah Saling Mengetahui
Pasar nego dapat digunakan saat penjual telah menemukan pembeli yang bersedia membeli saham dengan jumlah dan harga tertentu.
Sebagai contoh, investor A memiliki 50 lembar saham hasil aksi korporasi. Investor B bersedia membeli seluruh saham tersebut dengan harga Rp1.000 per lembar. Setelah mencapai kesepakatan, keduanya menghubungi perusahaan sekuritas masing-masing untuk memberikan instruksi transaksi yang sesuai.
Namun, kesepakatan pribadi saja belum memindahkan kepemilikan. Transaksi baru dianggap diproses setelah instruksi diterima, order dimasukkan, dan ketentuan penyelesaian dipenuhi melalui perusahaan sekuritas.
Identitas pihak lawan transaksi juga harus disampaikan secara tepat. Kesalahan kode saham, jumlah, harga, perusahaan sekuritas, atau identitas rekening dapat menghambat pencocokan order.
4. Memerlukan Harga Berdasarkan Kesepakatan Khusus
Harga di pasar negosiasi dapat berbeda dari harga yang sedang terlihat di pasar reguler. Perbedaan tersebut bisa terjadi karena jumlah saham, likuiditas, kebutuhan penjual, posisi tawar pembeli, atau sifat khusus transaksi.
Penjual yang membutuhkan pembeli dengan cepat mungkin menerima harga lebih rendah. Sebaliknya, pembeli dapat bersedia memberikan harga berbeda jika saham yang ditawarkan memiliki jumlah atau tujuan strategis tertentu.
Akan tetapi, fleksibilitas harga tidak berarti investor boleh mengabaikan kewajaran transaksi. Harga tetap perlu dipertimbangkan secara rasional dengan melihat harga pasar, likuiditas, kondisi emiten, dan alasan transaksi.
Setelah mengetahui kapan pasar ini digunakan, pembahasan berikutnya masuk ke bagian terpenting, yaitu langkah nyata menjual saham melalui pasar negosiasi.
Cara Jual Saham di Pasar Nego
Cara jual saham di pasar nego melibatkan lebih banyak komunikasi dibandingkan order biasa. Kamu perlu memastikan saham tersedia, memahami prosedur sekuritas, menentukan harga, dan menemukan lawan transaksi.
Berikut tahapan yang perlu dilakukan.
1. Pastikan Sekuritas Mendukung Transaksi Pasar Negosiasi
Tidak semua perusahaan sekuritas menyediakan alur transaksi pasar nego dengan tampilan yang sama. Sebagian menyediakan menu khusus pada aplikasi, sedangkan sebagian lainnya memproses permintaan melalui broker, dealer, customer service, email, atau formulir instruksi.
Karena itu, periksa terlebih dahulu:
- apakah sekuritas melayani transaksi pasar negosiasi;
- kanal yang harus digunakan;
- batas waktu penyampaian instruksi;
- dokumen yang dibutuhkan;
- biaya transaksi;
- ketentuan dana atau saham;
- serta waktu penyelesaian yang dapat dipilih.
Kamu juga perlu memastikan rekening efek dan Rekening Dana Nasabah masih aktif. Jika rekening sedang dibatasi, terdapat kewajiban yang belum diselesaikan, atau data nasabah belum diperbarui, sekuritas dapat meminta penyelesaian administrasi terlebih dahulu.
Pada tahap ini, jangan berasumsi bahwa prosedur broker lain berlaku sama di sekuritasmu. Fitur kode berakhiran tertentu, formulir, atau layanan khusus yang tersedia pada satu platform belum tentu tersedia pada platform lainnya.
Setelah prosedurnya jelas, kamu dapat memeriksa saham yang akan ditawarkan.
2. Periksa Kode dan Jumlah Saham yang Akan Dijual
Pastikan kode saham dan jumlah lembar yang tercatat dalam portofolio sesuai dengan rencana transaksi. Jangan hanya melihat jumlah lot karena pasar nego dapat menggunakan jumlah lembar sebagai dasar instruksi.
Misalnya, portofoliomu menunjukkan kepemilikan 375 lembar saham ABCD. Jika kamu hanya ingin menjual sisa odd lot, jumlah yang ditawarkan dapat berupa 75 lembar, bukan seluruh 375 lembar.
Periksa juga apakah saham tersebut:
- tersedia dan tidak sedang menjadi jaminan;
- belum digunakan untuk order lain;
- tidak sedang dalam proses penyelesaian transaksi;
- tidak terkena pembatasan tertentu;
- serta dapat diperdagangkan sesuai status saham saat itu.
Status penghentian sementara perdagangan atau suspensi perlu diperhatikan secara khusus. Investor tidak boleh menyimpulkan bahwa saham yang dihentikan di pasar reguler pasti dapat dijual di pasar nego. Ruang lingkup suspensi ditentukan melalui pengumuman bursa dan dapat berlaku pada satu atau beberapa pasar.
Dengan memastikan posisi saham sejak awal, kamu dapat menghindari kegagalan transaksi akibat jumlah saham tidak mencukupi.
3. Tentukan Harga Penawaran
Langkah berikutnya adalah menentukan harga jual yang akan diajukan kepada calon pembeli. Harga tersebut sebaiknya tidak ditentukan secara sembarangan.
Kamu dapat mempertimbangkan:
- harga terakhir di pasar reguler;
- harga bid dan offer;
- rata-rata harga transaksi;
- volume perdagangan;
- likuiditas saham;
- jumlah saham yang dijual;
- kondisi fundamental emiten;
- serta tingkat urgensi penjualan.
Jika saham sangat likuid, selisih harga pasar negosiasi dan reguler mungkin menjadi perhatian utama pembeli. Jika saham tidak likuid atau jumlahnya hanya berupa odd lot, pembeli mungkin meminta diskon sebagai kompensasi atas keterbatasan likuiditas dan proses transaksi.
Sebagai contoh, saham ABCD diperdagangkan di pasar reguler pada harga sekitar Rp1.000. Penjual menawarkan 75 lembar di pasar nego pada harga yang sama. Pembeli dapat menerima harga tersebut, menawar ke Rp950, atau tidak mengajukan penawaran sama sekali.
Harga Rp950 bukan ketentuan wajib. Angka tersebut hanya hasil negosiasi. Penjual berhak menolak, sedangkan pembeli juga tidak berkewajiban menerima harga awal.
Karena itu, tentukan tiga batas sebelum bernegosiasi:
- harga penawaran awal;
- harga yang masih dapat dipertimbangkan;
- harga terendah yang tidak akan kamu lewati.
Batas tersebut membantu kamu mengambil keputusan tanpa terburu-buru ketika menerima penawaran.
4. Cari Calon Pembeli
Order di pasar negosiasi tidak selalu langsung menemukan lawan transaksi. Dalam banyak kasus, investor perlu mencari calon pembeli terlebih dahulu atau meminta bantuan broker.
Calon pembeli dapat berasal dari:
- nasabah lain pada perusahaan sekuritas yang sama;
- nasabah perusahaan sekuritas berbeda;
- investor yang sudah berkomunikasi dengan penjual;
- pihak institusi;
- atau investor yang dihubungi melalui jaringan broker.
Jika kamu belum memiliki calon pembeli, sampaikan kepada broker bahwa kamu ingin menawarkan saham di pasar nego. Broker dapat meneruskan minat jual kepada jaringan internal atau pihak lain yang dinilai relevan, tetapi tidak ada jaminan pembeli akan langsung ditemukan.
Pada saham yang likuid dan jumlah besar, pencarian lawan transaksi dapat lebih menarik bagi pihak institusi. Sebaliknya, odd lot bernilai kecil bisa membutuhkan waktu karena potensi keuntungan pembeli juga terbatas.
Kamu perlu berhati-hati ketika mencari pembeli melalui forum atau media sosial. Hindari membagikan kata sandi, PIN, kode OTP, nomor kartu identitas, atau akses rekening. Komunikasi awal boleh dilakukan antar pihak, tetapi instruksi dan penyelesaian transaksi harus tetap melalui sekuritas.
Setelah calon pembeli tersedia, kedua pihak dapat menyepakati detail transaksinya.
5. Negosiasikan Harga, Jumlah, dan Waktu Penyelesaian
Negosiasi tidak hanya membahas harga. Penjual dan pembeli perlu menyamakan seluruh data agar order dapat dicocokkan.
Informasi yang biasanya perlu disepakati mencakup:
- kode saham;
- jumlah lembar;
- harga per lembar;
- nilai transaksi;
- tanggal transaksi;
- tanggal penyelesaian;
- perusahaan sekuritas penjual;
- perusahaan sekuritas pembeli;
- serta identitas atau informasi rekening yang diminta broker.
Misalnya, kedua pihak menyepakati transaksi sebagai berikut:
- saham: ABCD;
- jumlah: 75 lembar;
- harga: Rp950 per lembar;
- nilai bruto: Rp71.250;
- tanggal transaksi: sesuai kesepakatan;
- penyelesaian: mengikuti instruksi dan persetujuan sekuritas.
Nilai bruto belum tentu sama dengan dana bersih yang diterima penjual karena masih dapat dipengaruhi biaya broker, pajak, atau biaya lain berdasarkan kebijakan sekuritas dan ketentuan yang berlaku.
Pastikan seluruh angka dikonfirmasi secara tertulis melalui kanal resmi. Kesalahan satu digit pada harga atau jumlah saham dapat menghasilkan nilai transaksi yang berbeda.
Setelah semua unsur disetujui, masing-masing pihak harus memberikan instruksi kepada sekuritasnya.
6. Kirim Instruksi Transaksi kepada Sekuritas
Instruksi dapat disampaikan melalui fitur aplikasi, broker, customer service, email resmi, atau formulir. Ikuti kanal yang ditentukan oleh sekuritas agar permintaan dapat diverifikasi.
Dalam formulir atau instruksi, kamu mungkin diminta mengisi:
- nama pemilik rekening;
- nomor rekening efek;
- kode saham;
- posisi jual atau beli;
- jumlah lembar;
- harga;
- tanggal transaksi;
- informasi pihak lawan;
- tanda tangan;
- serta dokumen pendukung.
Jika penjual dan pembeli memakai sekuritas berbeda, kedua broker perlu berkoordinasi agar order dimasukkan dengan informasi yang sama. Jika salah satu pihak terlambat memberikan instruksi, order mungkin tidak dapat dipertemukan pada jadwal yang direncanakan.
Beberapa sekuritas menetapkan batas waktu sebelum sesi perdagangan atau meminta formulir dikirim pada hari sebelumnya. Oleh sebab itu, jangan menunggu sampai menit terakhir.
Sebelum instruksi dikirim, periksa kembali:
- kode saham tidak salah;
- jumlah lembar sesuai;
- posisi transaksi adalah jual;
- harga sesuai kesepakatan;
- data pembeli benar;
- saham tersedia;
- serta jadwal penyelesaian telah dipahami.
Instruksi yang lengkap membantu broker memproses order tanpa perlu meminta koreksi berulang.
7. Broker Memasukkan dan Mencocokkan Order
Setelah menerima instruksi, perusahaan sekuritas akan menjalankan proses sesuai mekanisme pasar negosiasi. Broker penjual memasukkan order jual, sedangkan broker pembeli memasukkan order beli dengan detail yang telah disepakati.
Agar order dapat dipertemukan, unsur utama dari kedua sisi harus sesuai. Jika penjual memasukkan harga Rp950 tetapi pembeli memasukkan Rp945, transaksi belum dapat dicocokkan sampai salah satu pihak memperbaiki instruksi atau mencapai kesepakatan baru.
Hal serupa berlaku untuk jumlah saham. Order jual 75 lembar tidak otomatis sesuai dengan order beli 70 lembar jika instruksi awal mensyaratkan seluruh saham ditransaksikan sekaligus.
Proses ini menjelaskan mengapa pasar nego tidak sama dengan mentransfer saham secara langsung kepada kenalan. Broker dan sistem perdagangan tetap memiliki peran dalam memasukkan, mencocokkan, dan mencatat transaksi.
Setelah terjadi pencocokan, investor perlu memastikan kewajiban penyelesaiannya terpenuhi.
8. Pastikan Penyelesaian Transaksi Berjalan
Penyelesaian transaksi adalah proses penyerahan saham dari penjual dan pembayaran dana dari pembeli. Jadwalnya perlu dikonfirmasi sejak awal karena transaksi pasar negosiasi dapat memiliki ketentuan penyelesaian berdasarkan kesepakatan dan prosedur yang berlaku.
Untuk transaksi bursa saham secara umum, Indonesia telah menerapkan siklus penyelesaian T+2 sejak perubahan dari T+3. Namun, detail pasar negosiasi perlu merujuk pada instruksi transaksi dan konfirmasi perusahaan sekuritas karena kondisi penyelesaiannya dapat disepakati secara khusus.
Sebagai penjual, pastikan saham tersedia sampai proses penyelesaian selesai. Jangan menggunakan saham yang sama untuk transaksi lain jika sudah dialokasikan untuk instruksi pasar nego.
Pembeli juga harus menyediakan dana yang cukup. Kekurangan dana pada sisi pembeli atau kekurangan saham pada sisi penjual dapat menyebabkan kegagalan penyelesaian dan konsekuensi sesuai perjanjian nasabah serta ketentuan sekuritas.
Setelah tanggal penyelesaian terlewati, periksa dua hal:
- jumlah saham dalam portofolio sudah berkurang;
- dana hasil penjualan sudah tercatat pada saldo atau rekening yang sesuai.
Jika ada perbedaan, segera hubungi sekuritas dengan menyertakan konfirmasi transaksi dan nomor instruksi.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa cara jual saham di pasar nego membutuhkan koordinasi lebih banyak daripada transaksi reguler, terutama ketika penjual dan pembeli menggunakan broker berbeda.
Apakah Jual Saham di Pasar Nego Bisa Lewat Aplikasi?
Jual saham di pasar nego bisa dilakukan melalui aplikasi apabila perusahaan sekuritas menyediakan fitur tersebut. Namun, fitur pasar reguler yang tersedia di aplikasi tidak otomatis berarti aplikasi tersebut mendukung transaksi negosiasi secara mandiri.
Pada sekuritas yang menyediakan fitur khusus, investor mungkin melihat papan, menu, atau kode yang membedakan pasar negosiasi dari pasar reguler. Kamu dapat memasukkan jumlah lembar dan harga sesuai instruksi aplikasi.
Meski demikian, memasukkan order belum menjamin saham langsung terjual. Order tetap membutuhkan pembeli dengan detail yang cocok.
Pada sekuritas yang tidak menyediakan fitur tersebut, kamu perlu menghubungi:
- broker atau sales;
- dealer;
- customer service;
- layanan bantuan aplikasi;
- atau alamat email resmi.
Sekuritas kemudian dapat memberikan petunjuk, meminta formulir, atau membantu mencari lawan transaksi.
Oleh sebab itu, jawaban paling tepat bukan bahwa semua transaksi pasar nego bisa dilakukan sendiri melalui aplikasi, melainkan bergantung pada layanan masing-masing perusahaan sekuritas.
Perbedaan kanal transaksi ini menjadi salah satu ciri yang membedakan pasar nego dari pasar reguler.
Perbedaan Pasar Reguler dan Pasar Nego
Pasar reguler dan pasar negosiasi sama-sama menjadi bagian dari perdagangan saham, tetapi keduanya melayani kebutuhan yang berbeda.
| Aspek | Pasar Reguler | Pasar Nego |
| Pembentukan harga | Berdasarkan antrean beli dan jual | Berdasarkan kesepakatan penjual dan pembeli |
| Pencocokan order | Dilakukan otomatis menurut prioritas sistem | Detail transaksi disepakati sebelum atau selama proses negosiasi |
| Lawan transaksi | Tidak perlu diketahui investor | Biasanya telah ditentukan atau dicari melalui broker |
| Satuan transaksi | Mengikuti satuan lot | Dapat menggunakan jumlah lembar sesuai mekanisme yang berlaku |
| Penggunaan umum | Transaksi saham harian | Odd lot, transaksi besar, atau kebutuhan khusus |
| Kecepatan transaksi | Bisa cepat jika likuiditas tersedia | Bergantung pada tersedianya pembeli dan kesepakatan |
| Fleksibilitas harga | Mengikuti antrean dan fraksi harga | Lebih bergantung pada hasil negosiasi |
| Prosedur | Umumnya dapat dilakukan mandiri di aplikasi | Dapat memerlukan broker atau formulir |
| Likuiditas | Terlihat melalui antrean pasar | Tidak selalu tersedia setiap saat |
| Penyelesaian | Mengikuti siklus pasar reguler | Mengikuti ketentuan dan kesepakatan transaksi |
Pasar reguler lebih praktis untuk transaksi harian karena investor cukup memasukkan order. Pasar nego memberi ruang lebih luas untuk menyusun transaksi tertentu, tetapi membutuhkan komunikasi dan lawan transaksi yang jelas.
Perbedaan tersebut juga memengaruhi keuntungan dan risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih pasar nego.
Keuntungan Menjual Saham di Pasar Nego
Pasar negosiasi bukan sekadar jalur alternatif ketika saham sulit dijual. Dalam kondisi tertentu, mekanisme ini memberikan beberapa keuntungan.
Bisa Menjual Saham dalam Satuan Lembar
Investor yang memiliki odd lot dapat menawarkan jumlah lembar yang tidak membentuk satu lot. Fasilitas ini membantu merapikan portofolio yang menyisakan pecahan saham.
Tanpa pasar negosiasi, sisa saham tersebut mungkin tetap tercatat dalam portofolio dan tidak dapat dimasukkan sebagai order reguler dengan jumlah yang sama.
Harga Bisa Dinegosiasikan
Penjual dan pembeli dapat membicarakan harga berdasarkan kebutuhan transaksi. Fleksibilitas ini berguna ketika nilai atau ukuran transaksi tidak cocok diproses melalui antrean pasar reguler.
Namun, harga hasil negosiasi tidak selalu lebih menguntungkan. Fleksibilitas berarti kedua pihak memiliki ruang untuk menawar, bukan jaminan penjual mendapatkan harga tinggi.
Mendukung Transaksi dalam Jumlah Besar
Investor besar dapat memindahkan kepemilikan saham tanpa harus menjual seluruhnya ke antrean reguler. Hal ini dapat mengurangi risiko order besar menghabiskan antrean beli pada beberapa tingkat harga.
Cocok untuk Transaksi dengan Pihak Tertentu
Jika penjual dan pembeli telah ditentukan, pasar nego memungkinkan transaksi dicatat melalui mekanisme resmi dengan rincian yang telah disepakati.
Keuntungan tersebut tetap perlu dibandingkan dengan risikonya karena proses negosiasi dapat berlangsung lebih lama dan hasilnya tidak selalu sesuai harga awal penjual.
Risiko Menjual Saham di Pasar Nego
Pasar nego memberikan fleksibilitas, tetapi tidak menjamin kemudahan transaksi. Berikut risiko yang perlu kamu pahami.
Pembeli Tidak Selalu Tersedia
Tidak ada jaminan order akan memperoleh lawan transaksi. Risiko ini lebih tinggi pada saham tidak likuid, odd lot bernilai kecil, atau harga penawaran yang terlalu tinggi.
Kamu mungkin harus menunggu, menyesuaikan harga, atau membatalkan rencana penjualan apabila pembeli tidak ditemukan.
Harga Bisa Lebih Rendah dari Pasar Reguler
Pembeli dapat meminta harga lebih rendah karena jumlah saham tidak standar, likuiditas rendah, atau posisi tawar penjual lebih lemah.
Selisih kecil mungkin tidak terlalu terasa pada jumlah saham sedikit. Namun, pada transaksi besar, perbedaan beberapa rupiah per lembar dapat menghasilkan selisih nilai yang signifikan.
Proses Lebih Panjang
Transaksi dapat melibatkan komunikasi antara nasabah, broker penjual, broker pembeli, dan bagian operasional. Dokumen yang tidak lengkap atau informasi yang berbeda dapat memperlambat proses.
Kesalahan Instruksi
Kesalahan jumlah, harga, kode saham, atau identitas lawan transaksi dapat menyebabkan order tidak cocok. Karena itu, konfirmasi tertulis menjadi penting.
Biaya Mengurangi Hasil Penjualan
Penjualan dapat dikenakan biaya broker, pajak, atau biaya lain. Pada transaksi bernilai kecil, biaya tersebut dapat mengurangi hasil bersih secara proporsional lebih besar.
Risiko Gagal Menyelesaikan Kewajiban
Transaksi dapat menghadapi masalah jika saham penjual atau dana pembeli tidak tersedia pada waktu penyelesaian. Kedua pihak perlu menjaga ketersediaan aset sesuai instruksi.
Risiko-risiko tersebut bukan alasan untuk selalu menghindari pasar nego, tetapi menjadi dasar agar keputusan tidak hanya didorong oleh keinginan menjual saham secepat mungkin.
Contoh Cara Jual Saham di Pasar Nego
Agar mekanismenya lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana.
Rina memiliki 250 lembar saham ABCD. Ia menjual 200 lembar melalui pasar reguler dan masih memiliki 50 lembar. Karena jumlah tersebut kurang dari satu lot, Rina menghubungi perusahaan sekuritas untuk menanyakan transaksi pasar negosiasi.
Harga saham ABCD di pasar reguler berada di sekitar Rp1.000 per lembar. Rina menawarkan 50 lembar dengan harga Rp1.000, tetapi belum mendapatkan pembeli.
Broker kemudian menemukan calon pembeli yang bersedia membeli pada harga Rp970 per lembar. Setelah mempertimbangkan nilai transaksi dan biaya, Rina menyetujui harga tersebut.
Rincian transaksi menjadi:
- jumlah saham: 50 lembar;
- harga jual: Rp970 per lembar;
- nilai bruto: Rp48.500.
Rina dan pembeli kemudian memberikan instruksi kepada sekuritas masing-masing. Setelah detail order cocok dan penyelesaian selesai, 50 lembar saham keluar dari portofolio Rina dan dana hasil penjualan masuk ke saldonya setelah dikurangi biaya yang berlaku.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa menjual odd lot memang memungkinkan, tetapi penjual tetap perlu mempertimbangkan apakah nilai bersih transaksinya sebanding dengan waktu dan biaya yang dibutuhkan.
Tips Sebelum Menjual Saham di Pasar Nego
Keputusan yang matang dapat membantu kamu mengurangi kesalahan dan memperoleh hasil transaksi yang lebih rasional.
Bandingkan dengan Harga Pasar Reguler
Gunakan harga pasar reguler sebagai referensi awal, bukan sebagai harga mutlak. Perhatikan harga terakhir, bid, offer, volume, dan tren pergerakannya. Untuk membantu menentukan harga yang lebih rasional, kamu juga dapat memanfaatkan analisis teknikal saham sebagai bahan pertimbangan sebelum bernegosiasi.
Jika pembeli menawarkan harga jauh lebih rendah, tanyakan alasan selisih tersebut dan hitung dampaknya terhadap nilai transaksi.
Hitung Dana Bersih
Jangan hanya menghitung harga dikalikan jumlah saham. Tanyakan estimasi biaya transaksi, pajak, atau biaya administrasi.
Rumus sederhananya:
Dana bersih = Nilai penjualan bruto ? biaya transaksi ? pajak dan biaya lain
Perhitungan tersebut penting terutama ketika kamu menjual saham pecahan dengan nilai kecil.
Gunakan Kanal Resmi
Sampaikan instruksi melalui aplikasi, email, broker, atau customer service resmi. Jangan menyerahkan akses akun kepada calon pembeli atau pihak lain.
Simpan Bukti Kesepakatan
Simpan konfirmasi harga, jumlah, tanggal, dan identitas broker. Bukti tersebut membantu ketika ada perbedaan instruksi atau keterlambatan penyelesaian.
Jangan Terburu-buru Menerima Harga
Pasar nego dapat memberi posisi tawar lebih besar kepada pembeli, terutama saat penjual terlihat membutuhkan dana dengan cepat. Tentukan batas harga sebelum mulai bernegosiasi.
Periksa Status Saham
Pastikan perdagangan saham tidak sedang terkena pembatasan yang menghalangi transaksi pada pasar terkait. Baca pengumuman resmi bursa dan tanyakan kepada sekuritas jika statusnya belum jelas.
Langkah-langkah tersebut membantu kamu menjalankan transaksi secara lebih terukur sekaligus menghindari beberapa kesalahan yang sering terjadi.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menjual Saham di Pasar Nego
Investor pemula dapat menganggap pasar nego bekerja sama seperti pasar reguler. Anggapan ini sering menimbulkan ekspektasi yang tidak sesuai.
Kesalahan pertama adalah memasukkan harga tanpa memiliki pembeli. Order pasar negosiasi tidak selalu mendapatkan lawan transaksi hanya karena harga sudah ditampilkan.
Kesalahan kedua adalah menganggap harga pasar reguler wajib diterima pembeli. Harga reguler memang menjadi referensi, tetapi transaksi pasar nego tetap bergantung pada kesepakatan.
Kesalahan ketiga adalah tidak menghitung biaya. Penjualan odd lot dapat menghasilkan nilai bruto kecil sehingga biaya menjadi faktor penting.
Kesalahan keempat adalah tidak mengonfirmasi jadwal penyelesaian. Investor bisa mengira dana langsung tersedia setelah order cocok, padahal transaksi masih harus melalui proses penyelesaian.
Kesalahan kelima adalah mengikuti prosedur sekuritas lain. Setiap sekuritas dapat memiliki alur, formulir, fitur, dan batas waktu yang berbeda.
Kesalahan terakhir adalah mempercayakan akun kepada pihak lain. Calon pembeli tidak membutuhkan kata sandi, PIN, atau kode OTP untuk melakukan transaksi pasar nego.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, pasar negosiasi dapat digunakan sesuai tujuan awalnya sebagai mekanisme transaksi berdasarkan kesepakatan yang tetap diproses melalui perantara resmi.
Kesimpulan
Cara jual saham di pasar nego dimulai dengan memastikan layanan sekuritas, menentukan saham dan jumlah lembar, menetapkan harga, mencari pembeli, lalu memberikan instruksi transaksi kepada broker atau perusahaan sekuritas.
Berbeda dari pasar reguler, transaksi tidak hanya bergantung pada antrean beli dan jual. Penjual dan pembeli perlu menyepakati harga, jumlah saham, serta waktu penyelesaiannya.
Pasar nego dapat membantu investor menjual odd lot, menjalankan transaksi besar, atau bertransaksi dengan pihak tertentu. Namun, kamu tetap menghadapi risiko berupa keterbatasan pembeli, proses yang lebih panjang, biaya, serta harga yang mungkin lebih rendah dari pasar reguler.
Sebelum memberikan instruksi, bandingkan harga, hitung dana bersih, periksa status saham, dan gunakan kanal resmi perusahaan sekuritas. Dengan langkah tersebut, kamu dapat menentukan apakah pasar negosiasi memang sesuai dengan kebutuhan transaksimu.
FAQ
1. Apa yang dimaksud pasar nego dalam saham?
Pasar nego atau pasar negosiasi adalah mekanisme perdagangan saham berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli mengenai harga, jumlah saham, pihak yang bertransaksi, serta waktu penyelesaian. Transaksi tetap diproses melalui perusahaan sekuritas.
2. Bagaimana cara jual saham di pasar nego?
Kamu perlu memastikan sekuritas mendukung pasar negosiasi, menentukan kode dan jumlah saham, menetapkan harga, mencari pembeli, menyepakati detail transaksi, lalu memberikan instruksi kepada broker atau sekuritas.
3. Apakah semua investor bisa menjual saham di pasar nego?
Investor ritel maupun institusi dapat menggunakan pasar negosiasi selama memiliki rekening efek aktif, saham tersedia, perusahaan sekuritas menyediakan layanan, dan transaksi memenuhi ketentuan yang berlaku.
4. Apakah jual saham di pasar nego bisa dilakukan melalui aplikasi?
Bisa jika aplikasi sekuritas menyediakan fitur pasar negosiasi. Jika tidak tersedia, investor perlu menghubungi broker, dealer, customer service, atau mengisi formulir instruksi.
5. Apakah saham kurang dari satu lot bisa dijual di pasar nego?
Saham kurang dari satu lot atau odd lot dapat ditawarkan melalui pasar negosiasi apabila perusahaan sekuritas memfasilitasinya dan terdapat pembeli yang bersedia menerima jumlah tersebut.
6. Apakah harga saham di pasar nego selalu lebih murah?
Tidak selalu. Harga ditentukan berdasarkan kesepakatan penjual dan pembeli. Harga dapat lebih rendah, sama, atau berbeda dari pasar reguler tergantung jumlah saham, likuiditas, dan posisi tawar kedua pihak.
7. Apakah penjual harus mencari pembeli sendiri?
Tidak selalu. Penjual dapat mencari pembeli sendiri atau meminta bantuan broker. Namun, broker tidak dapat menjamin calon pembeli akan segera tersedia.
8. Apakah transaksi pasar nego dikenakan biaya?
Transaksi dapat dikenakan biaya broker, pajak, atau biaya lain sesuai ketentuan perusahaan sekuritas. Tanyakan estimasi biaya sebelum menyetujui transaksi.
9. Berapa lama saham terjual di pasar nego?
Tidak ada waktu pasti karena transaksi bergantung pada tersedianya pembeli dan tercapainya kesepakatan. Proses dapat berlangsung cepat jika pembeli telah tersedia atau lebih lama jika saham tidak likuid.
10. Apakah saham suspend bisa dijual di pasar nego?
Belum tentu. Investor harus memeriksa cakupan suspensi dalam pengumuman bursa. Suspensi dapat berlaku pada pasar tertentu atau seluruh pasar sehingga konfirmasi kepada perusahaan sekuritas tetap diperlukan.
11. Apa perbedaan pasar nego dan pasar reguler?
Pasar reguler menggunakan antrean order dan pencocokan otomatis berdasarkan prioritas sistem. Pasar nego menggunakan detail transaksi yang disepakati penjual dan pembeli sebelum order dicocokkan melalui sekuritas.
12. Apakah transaksi pasar nego aman?
Transaksi relatif aman apabila dilakukan melalui perusahaan sekuritas resmi, menggunakan kanal yang benar, dan seluruh kewajiban dipenuhi. Hindari transaksi pribadi di luar mekanisme resmi atau memberikan akses akun kepada pihak lain.
Itulah informasi menarik tentang Cara Jual Saham di Pasar Nego yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.
Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.
Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram





Polkadot 2.25%
BNB 0.30%
Solana 4.19%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
