Peneliti keamanan siber menemukan situs presale “Google Coin” palsu yang menggunakan chatbot Gemini AI tiruan untuk meyakinkan korban.
Bot tersebut menampilkan proyeksi keuntungan detail dan mendesak pengguna mengirim pembayaran kripto yang tidak dapat dibatalkan.
Firma keamanan Malwarebytes melaporkan bahwa chatbot itu memperkenalkan diri sebagai “Gemini — asisten AI untuk platform Google Coin.” Padahal, Google tidak memiliki mata uang kripto resmi.
Modus Presale dan Janji Profit 7x
? On This Week’s Newsletter of https://t.co/NNSt0SlDwq: ?
Scammers use fake “Gemini” AI chatbot to sell fake “Google Coin”
? Latest Tech News:
– Hackers double pace of laundering crypto loot from exploits
– Hacker Changes Heart, Returns $21M Bitcoin to South Korean… pic.twitter.com/B4mw9fAqeL— Cyberscope, a TAC Security Company (@Cyberscope_io) February 22, 2026
Dikutip dari Techrepublic, situs tersebut menampilkan elemen visual menyerupai branding Gemini, termasuk ikon berkilau dan status “online” berwarna hijau agar tampak resmi.
Saat ditanya soal potensi keuntungan, chatbot mengklaim investasi $395 pada harga $3,95 per token bisa menjadi $2.755 saat listing, atau sekitar 7x lipat.
Bot juga menyebut roadmap 2026, enkripsi “military-grade”, integrasi AI, serta komunitas investor yang terus berkembang. Namun ketika diminta informasi legal seperti entitas terdaftar, regulator, atau nomor lisensi, chatbot menolak memberikan detail yang bisa diverifikasi.
Dalam beberapa kasus, pertanyaan sulit dialihkan ke “manajer”, yang mengindikasikan kemungkinan adanya operator manusia untuk menutup transaksi bernilai besar.
Ketika pengguna menekan tombol beli, sistem menghasilkan permintaan pembayaran Bitcoin ke alamat dompet tertentu, tanpa adanya token atau listing resmi.
Baca juga: Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini Turun Tajam Usai Trump Naikkan Tarif Global
AI Digunakan untuk Meniru dan Menekan Korban
Para peneliti menyebut chatbot ini berfungsi layaknya tenaga penjual penuh. Ia menjawab pertanyaan investasi secara real time, menciptakan urgensi lewat klaim tahap presale terakhir, listing segera, dan bonus terbatas waktu.
Modus ini mencerminkan tren baru dalam penipuan kripto. Berdasarkan laporan Chainalysis 2026 Crypto Crime Report, sekitar $17 miliar kripto hilang akibat penipuan sepanjang 2025.
Laporan tersebut juga mencatat lonjakan 1.400% dalam kasus impersonation scam secara tahunan. Bahkan, skema berbasis AI disebut 4,5 kali lebih menguntungkan dibanding metode penipuan tradisional.
ConsumerAffairs mengutip data Federal Trade Commission bahwa warga Amerika Serikat kehilangan $5,7 miliar akibat penipuan investasi pada 2024, naik 24% dibanding tahun sebelumnya. Kripto menjadi metode pembayaran kedua paling umum karena transaksinya cepat dan sulit dibatalkan.
Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Malwarebytes memperingatkan bahwa chatbot AI palsu kemungkinan akan semakin sering digunakan. Investor perlu waspada jika:
- Chatbot mengaku sebagai AI resmi di situs pihak ketiga
- Menawarkan proyeksi keuntungan spesifik atau dijamin
- Menggunakan hitung mundur dan tekanan waktu
- Tidak dapat memberikan informasi perusahaan yang terverifikasi
Dalam kasus ini, kombinasi desain profesional, dashboard palsu, dan logo perusahaan besar digunakan untuk menciptakan kesan kredibel.
Kesimpulan
Kasus chatbot Gemini AI palsu menunjukkan bagaimana penipu memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan efektivitas manipulasi.
Dengan skrip otomatis, mereka dapat menjangkau banyak korban sekaligus dan menjaga narasi tetap konsisten.
Lonjakan nilai kerugian hingga $17 miliar pada 2025 memperlihatkan bahwa ancaman ini bukan insiden terisolasi. Investor perlu lebih kritis terhadap klaim presale, terutama yang menjanjikan imbal hasil tinggi dengan tekanan waktu dan pembayaran kripto langsung.
FAQ
- Apa itu Gemini AI palsu dalam kasus ini?
Ini adalah chatbot tiruan yang mengaku sebagai asisten resmi Gemini untuk mempromosikan token fiktif bernama Google Coin. - Apakah Google memiliki mata uang kripto resmi?
Tidak. Google tidak meluncurkan cryptocurrency atau token bernama Google Coin. - Mengapa pembayaran kripto sering digunakan dalam scam?
Karena transaksi kripto cepat dan tidak dapat dibatalkan, sehingga sulit dilacak atau dikembalikan. - Apa itu impersonation scam dalam kripto?
Impersonation scam adalah penipuan yang meniru identitas perusahaan atau figur terkenal untuk mendapatkan kepercayaan korban. - Bagaimana cara mengenali presale kripto palsu?
Periksa legalitas perusahaan, hindari janji keuntungan pasti, dan waspadai tekanan waktu atau permintaan pembayaran langsung ke dompet pribadi. - Mengapa penipuan berbasis AI lebih berbahaya?
Karena AI dapat merespons cepat, menjaga konsistensi narasi, dan meniru merek terkenal secara meyakinkan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
TechRepublic – Scammers Use Fake Gemini AI Chatbot for Crypto Scam, diakses pada 23 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Artificial intelligence (AI), #Berita Scam Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
