China dilaporkan berada di ambang menyalip Amerika Serikat sebagai negara pemegang Bitcoin (BTC) terbesar.
Data terbaru menunjukkan jarak kepemilikan BTC antara kedua negara kini semakin tipis, meskipun China selama bertahun-tahun dikenal memiliki kebijakan keras terhadap aset kripto.
Laporan terbaru menyebutkan Amerika Serikat saat ini menguasai sekitar 198.000 BTC, sementara China disebut telah memegang lebih dari 194.000 BTC.

Sumber Gambar: X.com
Dengan selisih yang semakin kecil, posisi AS sebagai pemegang Bitcoin terbesar berpotensi tergeser dalam waktu dekat.
Baca juga berita berikutnya: Hold Rp8,38 Triliun di Kripto, Keluarga Trump Investasi ke Mana Saja?
Kepemilikan Bitcoin China Terus Mendekat
Perkembangan ini menarik perhatian pasar karena China secara resmi masih membatasi aktivitas kripto di dalam negeri.
Mining dan perdagangan aset digital sempat ditekan ketat sebagai bagian dari kebijakan pengendalian risiko keuangan dan arus modal.
Namun di balik sikap tersebut, China justru tercatat mengamankan Bitcoin dalam jumlah besar. Kepemilikan ini diyakini berasal dari hasil penyitaan pemerintah atas berbagai kasus kejahatan finansial, termasuk penipuan dan aktivitas ilegal berbasis kripto.
Situasi ini memunculkan paradoks kebijakan. Di satu sisi, kripto dianggap berisiko bagi stabilitas ekonomi domestik. Di sisi lain, Bitcoin tetap disimpan sebagai aset strategis negara.
Persaingan AS dan China Masuk Babak Baru
Upaya Amerika Serikat untuk menjadi pemegang Bitcoin terbesar sejak 2024 kini menghadapi tantangan serius. China, meski tidak mempromosikan kripto secara terbuka, justru semakin dekat dari sisi kepemilikan.
Persaingan ini menegaskan bahwa Bitcoin tidak lagi sekadar aset spekulatif, melainkan telah masuk dalam perhitungan strategis negara-negara besar.
Arah kebijakan ke depan akan sangat menentukan bagaimana peran Bitcoin dalam peta keuangan global.
Baca selanjutnya: Trump Tak Khawatir Dolar Melemah, Bitcoin (BTC) Langsung Naik Tajam
Kesimpulan
Pergerakan kepemilikan Bitcoin oleh China menunjukkan perubahan arah yang tidak bisa diabaikan.
Meski kebijakan domestiknya masih membatasi kripto, data terbaru memperlihatkan bahwa Bitcoin telah menjadi bagian dari kalkulasi strategis negara, sejajar dengan emas dan aset cadangan lainnya.
Persaingan antara China dan Amerika Serikat bukan sekadar soal jumlah BTC, tetapi mencerminkan pergeseran cara negara besar memandang Bitcoin dalam dinamika keuangan global.
Dengan tekanan makro seperti suku bunga, energi, dan arus likuiditas yang masih dominan, posisi Bitcoin ke depan akan semakin dipengaruhi keputusan negara, bukan hanya sentimen pasar ritel.
FAQ
- Dari mana asal kepemilikan Bitcoin China?
Sebagian besar Bitcoin yang dikuasai China diyakini berasal dari hasil penyitaan pemerintah atas kasus penipuan dan aktivitas ilegal berbasis kripto, bukan dari pembelian di pasar terbuka. - Mengapa China menyimpan Bitcoin meski melarang kripto?
China menilai kripto berisiko bagi stabilitas ekonomi domestik, tetapi tetap mengamankan Bitcoin sebagai aset sitaan negara yang bernilai strategis. - Apakah China bisa menjadi pemegang Bitcoin terbesar dalam waktu dekat?
Dengan selisih kepemilikan yang sangat tipis dibanding AS, China berpeluang menempati posisi teratas jika terjadi penambahan atau pengelolaan ulang cadangan BTC. - Apakah kepemilikan Bitcoin negara memengaruhi harga BTC?
Secara langsung tidak selalu, namun data kepemilikan negara sering memengaruhi sentimen pasar dan persepsi investor terhadap legitimasi Bitcoin. - Mengapa pergerakan Bitcoin sering dikaitkan dengan emas?
Keduanya sama-sama dipandang sebagai aset lindung nilai. Saat dana keluar dari emas atau masuk ke aset berisiko, Bitcoin kerap menjadi salah satu tujuan pergeseran likuiditas.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- TheCoinRepublic – Crypto News: China On Track To Surpass US as the Biggest Bitcoin holder, diaksees pada 28 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


