JPMorgan, CEO Ripple Brad Garlinghouse, dan CEO Coinbase Brian Armstrong kompak menyebut RUU struktur pasar kripto Amerika Serikat, CLARITY Act, berpeluang disahkan pada pertengahan 2026.
Ripple CEO Brad Garlinghouse said he believes there is roughly an 80% likelihood that the CLARITY Act will pass Congress by April, signaling optimism about upcoming crypto legislation.
He emphasized that the bill could establish a clearer legal framework for digital asset… pic.twitter.com/nCgn581Hv0
— CryptoSensei (@Crypt0Senseii) February 19, 2026
Sejumlah pihak bahkan memperkirakan peluang lolosnya regulasi ini mencapai 80%–90% pada April 2026.
Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi bahwa kepastian hukum di AS bisa menjadi katalis besar bagi pasar kripto pada paruh kedua 2026.
Regulasi yang Ditunggu Pasar
CLARITY Act dirancang untuk mengakhiri ketidakpastian regulasi yang selama ini membayangi industri kripto di Amerika Serikat. Inti dari RUU ini adalah pembagian kewenangan yang tegas antara SEC dan CFTC.
Selama beberapa tahun terakhir, banyak proyek kripto menghadapi gugatan hukum tanpa kerangka aturan yang benar-benar jelas.
Praktik ini sering disebut sebagai “regulation by enforcement”, yakni penegakan hukum yang berjalan lebih cepat daripada kejelasan regulasinya.
Dengan CLARITY Act, aset digital tertentu berpotensi diklasifikasikan secara lebih pasti sebagai komoditas di bawah pengawasan CFTC, bukan sekuritas di bawah SEC. Kepastian ini dinilai krusial bagi pelaku industri dan investor institusi.
Baca selanjutnya: 5 Data Ekonomi AS Ini Siap Tentukan Nasib Bitcoin di Pekan Awal Maret 2026
Potensi Aliran Dana Institusi
Dalam laporan terbarunya, JPMorgan menyebut RUU ini bisa menjadi pendorong utama pasar kripto pada semester kedua 2026 apabila benar disahkan.
Bank tersebut menilai kejelasan aturan akan membuka pintu bagi dana institusi yang selama ini memilih menunggu di pinggir lapangan.
Dana pensiun, manajer aset besar, hingga perusahaan publik cenderung menahan diri karena risiko hukum yang belum pasti. Jika CLARITY Act resmi berlaku, hambatan kepatuhan dan risiko litigasi dapat berkurang signifikan.
Dampaknya bukan hanya pada perdagangan aset kripto, tetapi juga pada pengembangan kustodian kripto institusional, tokenisasi aset, serta integrasi produk berbasis blockchain ke sistem keuangan tradisional.
Dampak ke XRP, Solana, hingga Dogecoin
RUU ini juga disebut-sebut berpotensi memuat klausul yang memberi ruang lebih longgar bagi sejumlah token lama.
Token seperti XRP, Solana (SOL), Litecoin (LTC), Hedera (HBAR), Dogecoin (DOGE), hingga Chainlink (LINK) bisa mendapatkan kejelasan status hukum apabila masuk kategori komoditas.
Bagi proyek yang sebelumnya berada di bawah tekanan regulator, perubahan ini dapat mengurangi risiko hukum dan memperbaiki sentimen pasar.
Tidak heran jika pelaku industri memandang CLARITY Act sebagai titik balik penting dalam sejarah regulasi kripto AS.
Baca berikutnya: Altcoin Season Bisa Terjadi di Maret 2026? Ini Sinyalnya
Sinyal ke Harga Bitcoin
Ekspektasi terhadap regulasi ini ikut dikaitkan dengan potensi pergerakan harga Bitcoin. Investor Kevin O’Leary menyebut bahwa kepastian aturan dapat mendorong Bitcoin menuju US$200.000 dalam jangka panjang.
? BREAKING
Billionaire Kevin O’Leary says the Clarity Act will pass and send Bitcoin to $200,000. pic.twitter.com/DM6au6GIKM
— BitPass (@aw1765958) March 2, 2026
Standard Chartered bahkan memprediksi Bitcoin bisa mencapai US$150.000 pada 2026, didorong permintaan ETF dan partisipasi institusi yang lebih luas.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$66.580, setelah pulih hampir 3% dari tekanan akibat ketegangan geopolitik terbaru antara AS dan Israel terhadap Iran.
Meski demikian, pengesahan CLARITY Act masih berada di ranah legislatif. Pasar tetap harus menunggu proses politik di Kongres sebelum dampak riilnya benar-benar terasa.
Kesimpulan
CLARITY Act bukan sekadar RUU teknis, melainkan upaya membangun fondasi regulasi yang lebih tegas bagi industri kripto di Amerika Serikat.
Dukungan dari JPMorgan, Ripple, dan Coinbase menunjukkan bahwa isu ini sudah berada di level strategis, bukan lagi wacana pinggiran.
Jika benar disahkan pada pertengahan 2026, regulasi ini berpotensi mengubah lanskap investasi kripto secara signifikan. Namun hingga keputusan resmi keluar, pasar masih akan bergerak di antara ekspektasi dan realisasi kebijakan.
FAQ
- Apa itu CLARITY Act dalam regulasi kripto AS?
CLARITY Act adalah RUU di Amerika Serikat yang bertujuan membagi kewenangan pengawasan aset digital antara SEC dan CFTC. RUU ini dirancang untuk memberikan kepastian hukum terhadap klasifikasi token kripto. - Mengapa CLARITY Act penting bagi investor institusi?
Investor institusi seperti dana pensiun dan manajer aset besar membutuhkan kepastian regulasi sebelum masuk ke pasar kripto. Aturan yang jelas dapat menurunkan risiko hukum dan meningkatkan kepercayaan terhadap aset digital. - Apa dampak CLARITY Act terhadap XRP dan altcoin lain?
Jika disahkan, beberapa token seperti XRP, Solana, atau Litecoin berpotensi mendapat status hukum yang lebih jelas sebagai komoditas. Hal ini dapat mengurangi tekanan regulasi dan memperbaiki sentimen pasar. - Kapan CLARITY Act diperkirakan disahkan?
Menurut JPMorgan dan sejumlah pelaku industri, RUU ini berpeluang disahkan pada pertengahan 2026, dengan kemungkinan tinggi sekitar April 2026 berdasarkan pernyataan beberapa pihak. - Apakah CLARITY Act bisa membuat harga Bitcoin naik?
Kepastian regulasi berpotensi mendorong partisipasi institusi dan memperbesar arus modal ke pasar kripto. Beberapa analis memperkirakan Bitcoin dapat mencapai 150.000 hingga 200.000 dolar AS dalam beberapa tahun jika regulasi mendukung. - Apa beda pengawasan SEC dan CFTC terhadap kripto?
SEC biasanya mengawasi sekuritas, sementara CFTC mengawasi komoditas. Perbedaan klasifikasi ini menentukan standar kepatuhan, kewajiban pelaporan, serta risiko hukum bagi proyek kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – CLARITY Act Could Pass by Mid-Year, Say JPMorgan, Ripple & Coinbase CEO, diakses pada 2 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


