CPI AS Masih Tinggi, The Fed Diprediksi Tahan Sikap Sepanjang 2026
icon search
icon search

Top Performers

CPI AS Masih Tinggi, The Fed Diprediksi Tahan Sikap Sepanjang 2026

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

CPI AS Masih Tinggi, The Fed Diprediksi Tahan Sikap Sepanjang 2026

CPI AS Masih Tinggi, The Fed Diprediksi Tahan Sikap Sepanjang 2026

Daftar Isi

Data inflasi Amerika Serikat diperkirakan masih berada di level yang belum sepenuhnya nyaman bagi bank sentral. 

Laporan Consumer Price Index (CPI) AS untuk Desember 2025 diproyeksikan menunjukkan inflasi tahunan sebesar 2,7%, tidak berubah dari bulan sebelumnya. Angka ini tetap berada di atas target inflasi The Federal Reserve sebesar 2%.

Data CPI Desember dijadwalkan rilis oleh Bureau of Labor Statistics pada Selasa (13/1) pukul 13.30 GMT atau 20.30 WIB.

Meski tidak diperkirakan memicu kejutan besar, laporan ini tetap menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter AS dalam beberapa bulan ke depan.

 

Inflasi Melambat, Tapi Belum Cukup Jinak

Secara rinci, CPI inti yang mengecualikan komponen makanan dan energi diperkirakan naik tipis menjadi 2,7% secara tahunan, dari 2,6% pada bulan sebelumnya. Secara bulanan, baik CPI utama maupun CPI inti diproyeksikan tumbuh stabil di kisaran 0,3%.

“Setelah mempertimbangkan dampak penutupan pemerintahan, kami memperkirakan inflasi inti akan mencapai puncaknya di level 3% pada kuartal kedua. Selanjutnya, tren penurunan inflasi secara bertahap diperkirakan mulai terlihat pada paruh kedua 2026, dengan inflasi inti diproyeksikan berakhir di kisaran 2,6% pada akhir tahun,” jelas analis di TD Securities dikutip dari Be(in)crypto.

Kondisi ini mencerminkan inflasi yang memang sudah melambat dibandingkan puncaknya, namun belum menunjukkan penurunan yang cukup tajam. 

Inflasi yang cenderung stagnan ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di AS masih bersifat persisten, terutama pada sektor jasa.

 

Baca juga berita terkait: Rate Cut The Fed Tuai Kritik: 5 Hal Penting soal Bitcoin Pekan Ini

 

The Fed Belum Punya Alasan Ubah Arah Kebijakan

Ekspektasi pasar saat ini masih mengarah pada pemangkasan suku bunga sekitar 50 basis poin sepanjang 2026. Namun, data inflasi yang bertahan di level 2,7% membuat ruang gerak The Fed menjadi terbatas.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis akhir Desember menunjukkan perpecahan pandangan di internal bank sentral. 

Sejumlah pejabat menilai keputusan pemangkasan suku bunga kala itu berada di titik yang sangat tipis, bahkan opsi untuk menahan suku bunga sepenuhnya sempat menjadi pertimbangan serius.

Dalam konteks tersebut, data CPI Desember diperkirakan belum cukup kuat untuk mengubah sikap kebijakan The Fed secara signifikan, kecuali terjadi deviasi besar dari proyeksi.

 

Fokus The Fed Masih ke Pasar Tenaga Kerja

Meski inflasi tetap menjadi perhatian utama, The Fed saat ini dinilai lebih menaruh fokus pada kondisi pasar tenaga kerja domestik. 

Selama indikator ketenagakerjaan masih solid, tekanan bagi bank sentral untuk segera melonggarkan kebijakan moneter cenderung terbatas.

Hal ini membuat data inflasi bulanan seperti CPI lebih berperan sebagai penguat arah kebijakan, bukan penentu utama perubahan sikap dalam jangka pendek.

 

Baca berikutnya: CoinGecko Rilis 9 Tren Kripto yang Bakal Jadi Sorotan Sepanjang 2026

 

Apa Artinya untuk Pasar Global dan Aset Berisiko?

Bagi pasar keuangan, inflasi yang bertahan tinggi namun stabil menandakan bahwa kebijakan suku bunga ketat berpotensi berlangsung lebih lama. 

Kondisi ini umumnya menahan reli agresif pada aset berisiko dan membuat pelaku pasar lebih selektif dalam mengambil posisi.

Selama inflasi AS belum menunjukkan penurunan yang lebih meyakinkan menuju target, ekspektasi pelonggaran moneter akan terus bergerak hati hati, seiring pelaku pasar menunggu kepastian arah kebijakan The Fed sepanjang 2026.

 

Kesimpulan

Proyeksi CPI AS yang masih bertahan di level 2,7% memperkuat pandangan bahwa inflasi belum sepenuhnya terkendali. 

Dengan kondisi tersebut, The Fed diperkirakan akan mempertahankan sikap kebijakan yang hati hati dan tidak terburu buru melonggarkan suku bunga. 

Bagi pasar global, sinyal ini menjadi pengingat bahwa era suku bunga tinggi kemungkinan belum benar benar berakhir.

 

FAQ

  1. Apa itu CPI AS dan mengapa penting bagi pasar?
    CPI AS adalah indikator inflasi yang mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Data ini penting karena menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
  2. Mengapa inflasi 2,7% masih dianggap tinggi?
    Target inflasi The Fed berada di level 2%. Selama inflasi berada di atas angka tersebut, bank sentral cenderung berhati hati dalam melonggarkan kebijakan moneter.
  3. Apa dampak CPI AS terhadap kebijakan suku bunga The Fed?
    CPI yang tinggi dan stabil mengurangi urgensi The Fed untuk memangkas suku bunga secara agresif, karena risiko inflasi kembali meningkat masih ada.
  4. Apakah CPI AS selalu memengaruhi pasar keuangan?
    Ya, data CPI sering memicu pergerakan jangka pendek di pasar karena memengaruhi ekspektasi suku bunga, nilai dolar AS, dan sentimen risiko secara global.
  5. Mengapa The Fed lebih memperhatikan pasar tenaga kerja?
    The Fed memiliki mandat ganda, yaitu menjaga stabilitas harga dan mencapai lapangan kerja maksimal. Saat inflasi melambat, kondisi tenaga kerja menjadi faktor penentu arah kebijakan selanjutnya.
  6. Apa arti sikap The Fed yang ditahan bagi investor?
    Sikap kebijakan yang ditahan menandakan suku bunga berpotensi tetap tinggi lebih lama, sehingga investor cenderung lebih selektif dan defensif dalam mengelola risiko.

 

Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.

Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita The Fed

Lebih Banyak dari Berita

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
ZKWASM/IDR
ZKWASM
60
62.16%
DEXE/IDR
DeXe
419.909
27.71%
BEAT/IDR
Audiera
38.032
27.03%
FLOKI/USDT
Floki
0
21.23%
POPCAT/IDR
Popcat
925
20.44%
Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
1
-50%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
UB/IDR
Unibase
1.320
-34%
TAIKO/IDR
Taiko
5.203
-31.04%
COLLAT/IDR
Collateriz
25
-26.88%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

5 Faktor Utama yang Bikin Bitcoin (BTC) dan Crypto Lain Crash Hari Ini (23/6)

Pasar crypto kembali mengalami tekanan tajam pada perdagangan hari ini.

All-in Long HYPE Pakai Leverage, Whale Kripto Ini Cetak Profit Rp683 Miliar
23/06/2026
All-in Long HYPE Pakai Leverage, Whale Kripto Ini Cetak Profit Rp683 Miliar

Sebuah whale kripto terpantau membuka posisi long besar pada token

23/06/2026
Pantau! 3 Meme Coin Ini Lagi Jadi Incaran Whale Jelang Akhir Juni 2026
23/06/2026
Pantau! 3 Meme Coin Ini Lagi Jadi Incaran Whale Jelang Akhir Juni 2026

Pasar meme coin mencatat pergeseran aktivitas menjelang akhir Juni 2026,

23/06/2026