Customer Journey: Pengertian & Contoh di Kripto
icon search
icon search

Top Performers

Customer Journey: Pengertian & Contoh di Kripto

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Customer Journey: Pengertian & Contoh di Kripto

Customer Journey Pengertian & Contoh di Kripto

Daftar Isi

Kamu mungkin pernah mengalaminya. Awalnya cuma lihat harga aset kripto naik, lalu muncul rasa penasaran. Kamu buka media sosial, menemukan banyak opini, lalu mulai mencari artikel penjelasan. Setelah itu, kamu mulai membandingkan platform, membaca ulasan, bertanya ke teman, sampai akhirnya mengambil keputusan pertama.

Rangkaian kecil itu kelihatannya sederhana. Padahal, di baliknya ada pola yang rapi dan bisa dipetakan. Pola itulah yang dikenal sebagai customer journey.

Yang menarik, customer journey tidak hanya relevan untuk bisnis yang ingin menjual produk. Di kripto, customer journey juga bisa dipakai sebagai cara berpikir untuk memahami kenapa banyak orang masuk pasar terlalu cepat, panik terlalu mudah, atau merasa “ketinggalan” padahal baru saja mulai. Kalau kamu bisa mengenali pola perjalanan ini, kamu punya kontrol lebih baik atas keputusanmu sendiri.

 

Apa Itu Customer Journey?

Customer journey adalah rangkaian pengalaman dan interaksi yang dilalui seseorang sejak pertama kali mengenal sebuah brand, produk, atau layanan, sampai ia mengambil keputusan dan membentuk sikap setelahnya. Interaksi itu bisa terjadi lewat banyak titik kontak, misalnya konten media sosial, artikel, video, rekomendasi teman, komunitas, sampai pengalaman memakai layanan.

Intinya, customer journey bukan sekadar urutan langkah. Ia mencakup dua lapisan sekaligus.

Lapisan pertama adalah perilaku yang terlihat. Kamu mencari informasi, membandingkan, bertanya, lalu memutuskan. Lapisan kedua adalah yang sering lebih menentukan: emosi dan cara berpikir yang menyertai setiap langkah. Kamu bisa merasa penasaran, ragu, yakin, takut, atau malah terlalu percaya diri.

Di kripto, lapisan emosi ini sering lebih dominan daripada yang kamu sadari. Volatilitas harga, narasi yang cepat menyebar, dan tekanan sosial membuat perjalanan keputusan terasa seperti “dipaksa cepat”, apalagi jika kamu belum benar-benar memahami apa itu volatilitas kripto dan dampaknya terhadap pergerakan harga. Karena itu, memahami customer journey memberi kamu jarak. Kamu tidak lagi bereaksi spontan terhadap pemicu, tapi bisa mengenali kamu sedang berada di tahap mana.

 

5 Tahapan Customer Journey

Walau setiap orang bisa punya cerita yang berbeda, ada pola umum yang sering dipakai untuk merapikan customer journey. Pola ini membantu kamu membaca perjalanan seseorang dari awal sampai terbentuk loyalitas. Lima tahap yang paling sering dipakai adalah awareness, consideration, decision, retention, dan advocacy.

Agar tidak terasa seperti teori di atas kertas, kamu akan melihat juga bagaimana tiap tahap bekerja dalam ritme keputusan, termasuk ketika konteksnya kripto.

 

1. Awareness

Awareness adalah tahap ketika seseorang mulai menyadari adanya kebutuhan, masalah, atau peluang. Di tahap ini, orang belum benar-benar mencari solusi dengan serius. Ia baru “terbangun” oleh pemicu.

Dalam konteks umum, pemicunya bisa iklan, rekomendasi teman, atau melihat produk tertentu lewat konten. Dalam kripto, awareness sering muncul karena pergerakan harga, berita besar, atau potongan informasi yang terasa mendesak.

Yang penting, awareness itu belum sama dengan pemahaman. Awareness adalah momen ketika perhatian kamu tertarik, bukan saat kamu sudah mengerti.

Di tahap ini, emosi yang sering muncul adalah penasaran dan rasa takut tertinggal. Kalau kamu pernah merasa ingin segera ikut karena takut telat, itu bukan tanda kamu siap. Itu tanda kamu baru masuk awareness.

Saat awareness sudah terjadi, langkah berikutnya biasanya bukan langsung membeli. Banyak orang masuk ke fase pertimbangan terlebih dahulu, meskipun durasinya bisa cepat.

 

2. Consideration

Consideration adalah tahap ketika seseorang mulai aktif mencari informasi dan menimbang opsi. Ia belum mengambil keputusan, tapi sudah mengalokasikan waktu dan energi untuk memahami.

Di tahap ini, kamu biasanya mulai bertanya hal-hal seperti: ini sebenarnya apa, bagaimana cara kerjanya, aman atau tidak, masuk akal atau tidak. Kamu juga mulai membandingkan, baik membandingkan produk, brand, fitur, maupun pengalaman orang lain.

Dalam kripto, consideration bisa berupa membaca artikel edukasi, menonton video analisis, mempelajari istilah dasar, sampai membandingkan biaya transaksi dan kemudahan penggunaan.

Di sinilah jebakan klasik sering terjadi. Saat consideration, orang merasa sudah riset, lalu menganggap keputusan yang akan diambil pasti rasional. Padahal, sering kali yang terjadi adalah bias konfirmasi. Kamu cenderung mencari informasi yang menguatkan keinginan awal, bukan yang menantangnya. Kalau kamu sedang sangat ingin membeli, kamu akan lebih mudah percaya konten yang mendukung keputusan beli.

Kalau kamu bisa menahan diri sedikit lebih lama di tahap ini, kualitas keputusan biasanya jauh lebih baik. Setelah cukup informasi terkumpul, perjalanan biasanya mengerucut ke fase keputusan.

 

3. Decision

Decision adalah tahap ketika kamu memilih opsi dan melakukan tindakan. Dalam bisnis, ini bisa berarti membeli produk atau mendaftar layanan. Dalam kripto, ini bisa berarti membuat akun, melakukan verifikasi, deposit, dan membeli aset pertama.

Tahap ini sering terlihat seperti garis finis, padahal baru titik awal pengalaman nyata. Banyak orang mengira “yang penting sudah masuk dulu”, lalu menyesal karena tidak menyiapkan skenario setelahnya.

Emosi yang sering muncul di tahap decision adalah campuran. Ada excited karena merasa akhirnya ikut, tetapi ada juga tegang karena uang sudah dipakai dan harga bisa bergerak cepat.

Kualitas decision jarang ditentukan oleh satu informasi besar. Ia ditentukan oleh akumulasi kecil dari tahap sebelumnya. Karena itu, kalau kamu merasa keputusanmu seperti spontan, kemungkinan besar kamu terlalu cepat melompat dari awareness ke decision tanpa memberi waktu untuk consideration yang matang.

Begitu keputusan terjadi, cerita tidak berhenti. Justru tahap berikutnya menentukan apakah perjalananmu akan sehat atau penuh drama.

 

4. Retention

Retention adalah tahap ketika seseorang bertahan, kembali, atau melanjutkan penggunaan setelah keputusan awal. Dalam bisnis, retention berkaitan dengan kepuasan dan kebiasaan. Dalam kripto, retention terlihat dari apakah kamu tetap belajar, tetap disiplin, dan tetap memakai pendekatan yang masuk akal setelah membeli.

Banyak investor ritel gagal bukan karena salah memilih aset, tetapi karena gagal bertahan di fase ini. Begitu harga bergerak berlawanan, muncul panic selling. Begitu harga naik sedikit, muncul euforia dan overtrade.

Retention bukan tentang selalu untung. Retention adalah tentang tetap waras dan konsisten dalam keputusan berikutnya. Kamu mulai mengevaluasi strategi, memperbaiki cara riset, dan menyusun kebiasaan yang membuat perjalananmu lebih stabil.

Kalau retention kuat, ada peluang tahap berikutnya muncul secara alami: kamu mulai berbagi.

 

5. Advocacy

Advocacy adalah tahap ketika seseorang yang puas mulai merekomendasikan kepada orang lain. Dalam bisnis, ini bisa berupa ulasan positif, rekomendasi, atau konten buatan pengguna. Dalam kripto, advocacy sering muncul ketika seseorang merasa menemukan sesuatu yang “bernilai” lalu ingin membagikannya, baik ke teman, keluarga, atau komunitas.

Namun, ada catatan penting. Advocacy yang sehat lahir dari pemahaman dan pengalaman yang stabil. Advocacy yang terburu-buru sering lahir dari euforia. Ini bedanya besar.

Kalau kamu baru masuk pasar dan langsung mengajak orang lain tanpa paham risikonya, itu bukan advocacy yang matang. Itu biasanya bagian dari siklus emosi. Karena itu, memahami customer journey membantu kamu membedakan kapan berbagi itu bagian dari kedewasaan, dan kapan itu bagian dari euforia.

Lima tahap ini menjadi lebih mudah dipahami kalau kamu bisa melihatnya dalam bentuk peta. Di sinilah customer journey map berperan.

 

Apa Itu Customer Journey Map?

Customer journey map adalah cara untuk memvisualisasikan perjalanan pelanggan atau pengguna dari awal sampai akhir. Ia biasanya disusun sebagai peta yang menunjukkan tahap demi tahap, lalu di setiap tahap kamu menuliskan:

Siapa orangnya, apa tujuan mereka, apa yang mereka lakukan, di mana mereka berinteraksi, apa emosi yang dirasakan, apa hambatan yang muncul, dan apa yang bisa membantu mereka melanjutkan perjalanan dengan lebih baik.

Kalau kamu membayangkan customer journey sebagai cerita, customer journey map adalah storyboard-nya. Ia membuat perjalanan yang semula abstrak jadi konkret.

Dalam praktiknya, customer journey map sering memuat komponen inti berikut.

Pertama, persona. Ini bukan sekadar demografi. Persona adalah gambaran karakter, motivasi, dan kebiasaan. Di kripto, persona investor pemula berbeda jauh dengan trader aktif, dan keduanya punya perjalanan yang berbeda.

Kedua, tahapan. Kamu memilih kerangka tahap yang dipakai, misalnya awareness sampai advocacy.

Ketiga, touchpoints. Ini adalah titik kontak, tempat kamu berinteraksi dengan informasi atau layanan. Di kripto, touchpoints bisa berupa media sosial, grup komunitas, artikel edukasi, aplikasi, hingga pengalaman deposit dan transaksi.

Keempat, emosi. Ini sering diabaikan, padahal justru pengarah keputusan. Kamu bisa tahu di tahap mana orang merasa takut, bingung, atau terlalu percaya diri.

Kelima, pain points dan kebutuhan. Pain points adalah hambatan yang membuat orang ragu atau berhenti. Di kripto, pain points bisa berupa takut tertipu, bingung istilah, takut salah beli, atau trauma karena pernah rugi.

Kalau kamu bisa memetakan komponen ini, kamu tidak hanya paham teori. Kamu paham perilaku manusia di lapangan. Lalu, peta ini bisa dipakai untuk memahami satu hal yang sangat relevan buat kripto: kenapa keputusan sering terlalu emosional.

 

Customer Journey dalam Kripto

Kripto punya dinamika yang unik. Informasi bergerak cepat. Narasi berubah cepat. Harga bisa memicu emosi lebih cepat daripada kemampuan manusia mencerna data. Akibatnya, customer journey di kripto sering terasa seperti roller coaster.

Agar lebih terasa nyata, bayangkan satu contoh sederhana. Misalnya kamu adalah orang yang baru mulai.

 

Awareness dalam kripto

Awareness kamu mungkin muncul karena melihat aset tertentu naik tajam, atau melihat topik kripto ramai. Bisa juga karena berita yang membuat kamu merasa “kok semua orang bahas ini”.

Di fase ini, banyak orang belum bertanya “apakah ini cocok buatku”. Mereka bertanya “apa ini bisa bikin untung cepat”. Itu normal, karena awareness sering dipicu rasa ingin cepat.

Kalau kamu sadar ini baru tahap awal, kamu bisa menahan diri. Kamu bisa mengganti pertanyaan dari “kapan masuk” menjadi “apa yang sebenarnya terjadi”.

 

Consideration dalam kripto

Di tahap ini, kamu mulai mencari jawaban. Kamu baca pengertian dasar, memahami istilah, membandingkan platform, dan melihat risiko. Kamu mulai menemukan bahwa kripto bukan hanya soal harga naik, tetapi juga soal volatilitas, manajemen risiko, dan disiplin.

Ini fase penting. Kalau kamu meluangkan waktu untuk memahami dasar, kamu tidak mudah terpancing satu narasi.

Namun, kamu juga perlu waspada pada jebakan. Banyak orang merasa sudah riset karena menonton beberapa video atau membaca beberapa thread. Padahal, informasi itu bisa bias. Di kripto, sumber informasi sering membawa kepentingan, baik secara sadar maupun tidak.

Salah satu cara paling aman adalah membiasakan diri mencari sudut pandang berbeda. Kalau semua yang kamu baca bilang “naik”, sengaja cari argumen yang bilang “turun”. Tujuannya bukan supaya kamu jadi pesimis, tapi supaya keputusanmu tidak rapuh.

 

Decision dalam kripto

Keputusan di kripto biasanya berarti aksi pertama: daftar, deposit, lalu membeli. Di momen ini, banyak orang merasa ini adalah langkah besar. Padahal, yang menentukan bukan besar kecilnya nominal, tetapi cara kamu membingkai keputusan itu.

Kalau kamu membeli karena takut tertinggal, kamu lebih rentan panik. Kalau kamu membeli karena sudah punya rencana, kamu lebih tenang.

Rencana di sini tidak perlu rumit. Kamu hanya perlu tahu tiga hal: tujuan, batas risiko, dan skenario jika harga bergerak berlawanan. Tanpa itu, keputusan terasa seperti lompat tanpa tali.

 

Retention dalam kripto

Inilah fase yang paling menentukan. Setelah membeli, kamu akan menghadapi realitas. Harga tidak bergerak sesuai harapanmu. Kadang naik, kadang turun, kadang sideways lama.

Retention yang sehat bukan berarti kamu harus sering trading. Retention yang sehat berarti kamu terus membangun cara berpikir yang stabil.

Di fase ini, kamu belajar membedakan noise dan sinyal. Kamu belajar bahwa satu candle bukan takdir. Kamu belajar bahwa keputusan yang baik itu bisa berujung rugi, dan keputusan yang buruk itu bisa kebetulan untung. Kamu mulai menilai proses, bukan cuma hasil.

Kalau retention kamu kuat, kamu mulai punya kebiasaan. Kamu belajar rutin, mengevaluasi, dan tidak mudah terpancing. Dari sinilah banyak orang mulai benar-benar naik level.

 

Advocacy dalam kripto

Ketika kamu sudah melewati fase emosi awal dan punya fondasi yang lebih stabil, kamu cenderung berbagi dengan cara yang lebih bertanggung jawab. Kamu bisa membahas risiko, menjelaskan cara berpikir, dan tidak menjanjikan hasil.

Advocacy yang sehat biasanya tidak heboh. Ia lebih tenang, lebih jujur, dan lebih peduli pada pemahaman orang lain.

Kalau kamu melihat perjalanan ini, kamu akan sadar bahwa banyak masalah investor pemula sebenarnya bukan masalah “kurang info”, tetapi masalah “salah fase”. Mereka mengambil keputusan besar ketika masih berada di fase awareness, lalu panik ketika retention menuntut kedewasaan.

Itulah alasan utama kenapa customer journey relevan untuk kamu, bukan hanya untuk bisnis.

 

Kenapa Memahami Customer Journey Penting di Kripto?

Kripto sering membuat orang merasa harus cepat. Padahal, kecepatan jarang berkorelasi dengan kualitas keputusan. Customer journey membantu kamu melambat dengan cara yang tepat.

Pertama, kamu jadi bisa mengenali pemicu. Ketika kamu tahu kamu sedang di awareness, kamu tidak mudah menganggap semua dorongan sebagai sinyal.

Kedua, kamu bisa memperkuat fase consideration. Banyak orang melewati fase ini terlalu cepat. Padahal, kualitas riset kecil di awal bisa menyelamatkan kamu dari keputusan impulsif yang besar.

Ketiga, kamu lebih siap menghadapi fase retention. Banyak orang kaget setelah membeli karena tidak punya ekspektasi realistis. Padahal, fase ini adalah tempat kamu membangun kebiasaan yang benar.

Keempat, kamu bisa mengelola emosi. Customer journey membuat emosi tidak lagi misterius. Kamu bisa menyadari bahwa rasa panik atau euforia itu bagian dari fase tertentu, bukan perintah untuk bertindak.

Kalau kamu memakai customer journey seperti peta, kamu tidak lagi bergerak karena dorongan. Kamu bergerak karena memahami konteks.

 

Cara Mengoptimalkan Customer Journey Agar Keputusanmu Lebih Stabil

Kalau kamu ingin customer journey membantu kamu secara nyata, kamu perlu mengubahnya dari teori menjadi kebiasaan. Caranya bukan dengan membuat rumus rumit, tapi dengan membangun disiplin kecil di tiap fase.

Mulailah dari awareness. Saat kamu merasa tertarik karena sesuatu viral, beri jeda. Tanyakan pada diri kamu: apa pemicunya informasi atau emosi. Jeda sederhana ini sering menyelamatkan kamu dari keputusan cepat.

Masuk ke consideration dengan cara yang rapi. Buat daftar pertanyaan yang selalu kamu jawab sebelum membeli, misalnya: aset ini dipengaruhi narasi apa, risiko utama apa, apa skenario buruknya, dan apa yang akan kamu lakukan kalau harga turun. Pertanyaan itu membuat riset kamu lebih objektif.

Saat kamu berada di decision, kecilkan ego dan besarkan rencana. Keputusan pertama tidak perlu jadi keputusan terbesar. Kamu bisa menguji proses, menguji psikologi kamu sendiri, lalu memperbaiki pendekatan.

Di fase retention, fokus pada konsistensi. Banyak orang ingin cepat mahir, lalu kecewa karena realitas tidak seindah konten. Retention yang baik dibangun oleh rutinitas belajar, evaluasi, dan manajemen risiko, bukan oleh tebakan sekali benar.

Dan kalau kamu sudah sampai pada fase advocacy, bagikan pengalaman dengan cara yang membuat orang lain lebih paham, bukan lebih tergesa. Semakin kamu bisa menjelaskan risiko dengan jujur, semakin matang cara berpikir kamu sendiri.

Perjalanan seperti ini memang tidak secepat janji yang sering kamu lihat di luar sana. Namun, ia membuat keputusan kamu lebih tahan banting. Itu yang paling berharga di pasar yang bergerak cepat.

 

Kesimpulan

Banyak orang mengira masalah terbesar di kripto adalah salah pilih aset. Padahal, sering kali yang bermasalah bukan asetnya, melainkan fase berpikir saat keputusan itu diambil. Ketika kamu masuk pasar karena dorongan sesaat, keputusan akan terasa berat sejak awal. Sebaliknya, ketika kamu sadar sedang berada di tahap mana dalam perjalananmu, keputusan menjadi lebih tenang, bahkan saat pasar bergerak liar.

Customer journey bukan sekadar istilah bisnis. Ia adalah cara membaca diri sendiri. Ia membantu kamu memahami kenapa rasa takut muncul, kenapa euforia terasa meyakinkan, dan kenapa penyesalan sering datang setelah harga bergerak berlawanan. Dengan mengenali pola ini, kamu tidak lagi bereaksi terhadap pasar, tetapi belajar meresponsnya.

Pada akhirnya, keberhasilan di kripto jarang ditentukan oleh siapa yang paling cepat masuk. Ia lebih sering ditentukan oleh siapa yang paling sadar terhadap prosesnya sendiri. Ketika kamu memahami perjalananmu, kamu tidak sekadar menjadi peserta pasar. Kamu menjadi pengambil keputusan yang lebih matang.

 

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan customer journey dalam konteks kripto?

Customer journey dalam kripto adalah rangkaian proses yang kamu lalui sejak pertama kali mengenal aset digital, mempertimbangkan untuk masuk, melakukan transaksi pertama, hingga membentuk kebiasaan dan sikap terhadap investasi tersebut. Perjalanan ini bukan hanya tentang tindakan membeli, tetapi juga melibatkan emosi, bias kognitif, serta cara kamu merespons volatilitas pasar.

2. Apa perbedaan customer journey dan sales funnel?

Customer journey berfokus pada sudut pandang pengguna atau investor, termasuk pengalaman dan emosi yang dirasakan di setiap tahap. Sales funnel berfokus pada perspektif bisnis dalam mengonversi audiens menjadi pelanggan. Dalam kripto, memahami journey membantu kamu mengambil keputusan lebih rasional, sedangkan funnel digunakan platform untuk mengoptimalkan konversi.

3. Mengapa banyak investor kripto gagal di tahap awal customer journey?

Banyak investor gagal karena melompat dari awareness langsung ke decision tanpa melalui consideration yang matang. Mereka masuk pasar karena dorongan FOMO, bukan karena pemahaman risiko. Akibatnya, saat harga berfluktuasi, mereka tidak siap secara mental maupun strategi.

4. Apa saja contoh touchpoints dalam customer journey kripto?

Touchpoints dalam kripto bisa berupa media sosial, artikel edukasi, komunitas online, aplikasi exchange, notifikasi harga, hingga pengalaman saat melakukan deposit dan transaksi. Setiap titik kontak ini membentuk persepsi dan mempengaruhi keputusan kamu secara bertahap.

5. Bagaimana cara mengoptimalkan customer journey agar tidak terjebak keputusan emosional?

Kamu bisa mengoptimalkan perjalananmu dengan menetapkan tujuan investasi yang jelas, membatasi risiko sebelum membeli, membangun kebiasaan evaluasi berkala, serta tidak membuat keputusan saat emosi sedang tinggi. Kesadaran terhadap fase yang sedang kamu jalani adalah kunci untuk menjaga stabilitas keputusan.

 

Itulah informasi menarik tentang Customer Journey yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
BICO/IDR
Biconomy
583
64.23%
STRM/IDR
StreamCoin
8
33.33%
SUPER/IDR
SuperVerse
1.860
23.67%
WCT/IDR
WalletConn
941
20.49%
Nama Harga 24H Chg
TLM/IDR
Alien Worl
18
-68.42%
DODO/IDR
DODO
290
-63.15%
RVM/IDR
Realvirm
4
-33.33%
DVI/IDR
Dvision Ne
2
-33.33%
EPIC/IDR
Epic Chain
6.503
-31.91%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Monad vs Solana: Mana Lebih Kuat di Dunia Crypto?
19/06/2026
Monad vs Solana: Mana Lebih Kuat di Dunia Crypto?

Dinamika blockchain Layer-1 dalam beberapa tahun terakhir berkembang sangat cepat.

19/06/2026
Duel Maut S&P 500 vs Bitcoin, Mana Lebih Untung?
19/06/2026
Duel Maut S&P 500 vs Bitcoin, Mana Lebih Untung?

Dunia investasi modern punya dua kubu yang sama-sama yakin bahwa

19/06/2026
Cara Cek Tipe HP dan Kelayakan untuk Trading
19/06/2026
Cara Cek Tipe HP dan Kelayakan untuk Trading

Banyak orang memakai HP setiap hari tanpa benar-benar memahami perangkat

19/06/2026