Data ketenagakerjaan Amerika Serikat terbaru memicu tekanan baru ke pasar kripto.
Laporan menunjukkan ekonomi AS menambah 130.000 pekerjaan pada Januari, hampir dua kali lipat dari ekspektasi pasar.
US job growth unexpectedly accelerated in January and the unemployment rate fell to 4.3%, signs of labor-market stability that could give the Fed room to keep interest rates unchanged for some time while policymakers monitor inflation https://t.co/kFkiSxgylK pic.twitter.com/dHZX5mWOvr
— Reuters (@Reuters) February 11, 2026
Di saat yang sama, tingkat pengangguran turun ke 4,3%, menandakan pasar tenaga kerja masih solid. Bagi ekonomi umum, ini kabar baik, tetapi untuk Bitcoin, situasinya lebih rumit.
Data Kuat, Harapan Rate Cut Menyusut
Sebelum laporan dirilis, pelaku pasar berharap Federal Reserve segera memangkas suku bunga. Namun data tenaga kerja yang kuat membuat peluang rate cut dalam waktu dekat semakin kecil.
Ten year treasury yields jumped 8 bps to 4.20% (which has been a magnet for the market) on the jobs report. Given the mix of huge downward revisions and higher than expected Jan hiring – the direction is likely sideways until CPI report on Friday. pic.twitter.com/GOM1uNl19B
— Kathy Jones (@KathyJones) February 11, 2026
Pasar obligasi langsung bereaksi. Yield US Treasury 10 tahun melonjak mendekati 4,2%, sementara yield tenor dua tahun ikut naik, mencerminkan ekspektasi suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Kenaikan yield berarti biaya pinjaman lebih mahal dan likuiditas lebih ketat. Ketika suku bunga tinggi bertahan, aset berisiko seperti Bitcoin biasanya kehilangan momentum.
Kenapa Yield Naik Bisa Tekan Bitcoin?
Harga Bitcoin sangat sensitif terhadap kondisi likuiditas global. Saat yield obligasi pemerintah AS naik, investor cenderung memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman dan memberikan imbal hasil tetap.
Kenaikan yield juga sering diiringi penguatan dolar AS. Dolar yang kuat membuat aset spekulatif seperti kripto menjadi kurang menarik karena aliran dana global cenderung menyempit.
Sebelumnya, harga Bitcoin sempat stabil di sekitar $70.000, tetapi laporan ini meningkatkan risiko volatilitas baru. Tanpa sinyal pelonggaran kebijakan moneter, ruang kenaikan harga menjadi lebih terbatas.
Baca juga: CEO Canary Beberkan Prediksi Bitcoin (BTC) dan Potensi XRP di 2026
Level Kritis dan Risiko Volatilitas

Harga Bitcoin hari ini (12/02) | Sumber: TradingView
Menurut analisis yang dirujuk, level penting yang perlu diperhatikan berada di sekitar $65.000. Jika tekanan makro berlanjut, area ini bisa menjadi titik uji berikutnya bagi harga BTC.
Laporan ini memperkuat narasi higher-for-longer, artinya suku bunga tinggi bisa bertahan lebih lama dari perkiraan. Kondisi tersebut bukan berarti skenario bullish jangka panjang batal, tetapi momentum jangka pendek menjadi tertahan.
Jika data kuat ini hanya bersifat sementara dan The Fed memangkas suku bunga di akhir tahun, sentimen bisa berubah cepat. Namun untuk saat ini, pasar kripto menghadapi lingkungan yang lebih berhati-hati dibanding sebelumnya.
Kesimpulan
Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari ekspektasi menggeser sentimen pasar secara signifikan.
130.000 pekerjaan baru dan pengangguran 4,3% membuat peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat menipis, mendorong yield ke 4,2% dan memperketat likuiditas.
Bagi Bitcoin, tekanan ini bukan sinyal kehancuran, tetapi jelas menjadi penghambat reli. Selama kebijakan moneter belum melonggar dan yield tetap tinggi, arah pergerakan BTC cenderung defensif dengan risiko volatilitas meningkat.
FAQ
1. Kenapa data ketenagakerjaan AS memengaruhi harga Bitcoin?
Data tenaga kerja memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed. Jika ekonomi kuat, peluang rate cut mengecil, likuiditas mengetat, dan aset berisiko seperti Bitcoin tertekan.
2. Apa hubungan yield obligasi AS dengan pasar kripto?
Saat yield Treasury naik, investor cenderung memilih obligasi karena lebih stabil dan memberi imbal hasil tetap. Ini mengurangi aliran dana ke aset kripto.
3. Apa itu rate cut dan kenapa penting bagi Bitcoin?
Rate cut adalah penurunan suku bunga oleh bank sentral. Suku bunga lebih rendah biasanya meningkatkan likuiditas dan mendorong kenaikan harga aset berisiko termasuk BTC.
4. Apakah Bitcoin pasti turun jika data ekonomi AS kuat?
Tidak selalu. Namun data kuat dapat menunda pelonggaran kebijakan moneter, sehingga membatasi kenaikan harga dalam jangka pendek.
5. Level harga berapa yang penting untuk BTC saat ini?
Level sekitar $65.000 menjadi area yang diperhatikan analis sebagai batas penting jika tekanan makro terus berlanjut.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – Why the US Jobs Data Makes a Worrying Case for Bitcoin, diakses pada 12 Februari, diakses pada 12 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
