Pasar decentralized finance (DeFi) mulai kehilangan daya tariknya setelah imbal hasil atau yield yang ditawarkan semakin turun dalam beberapa tahun terakhir.
Di saat yang sama, investor crypto kini mulai melirik Real World Asset (RWA) sebagai sumber yield baru yang dianggap lebih stabil dan realistis.
Laporan terbaru Tiger Research berjudul “DeFi’s Dopamine Hit Is Over. RWA Offers Something Real” menyebut era DeFi dengan APY fantastis perlahan mulai berakhir. Model lama yang mengandalkan token insentif kini dianggap tidak lagi berkelanjutan.
Sebagai gambaran, suku bunga deposito USDC di Aave V3 saat ini hanya berada di kisaran 2,7%. Angka itu bahkan lebih rendah dibanding imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun yang mencapai 4,3%.

Sumber Gambar: Tiger Research
Kondisi ini membuat banyak investor mulai mempertanyakan apakah risiko di DeFi masih sepadan dengan hasil yang didapat.
Yield DeFi Tak Lagi Semenarik Dulu
Pada masa DeFi Summer 2020 hingga 2021, banyak investor masuk ke pasar crypto karena tergiur APY tinggi dari berbagai protokol lending dan farming.
Compound, Curve, hingga OlympusDAO pernah menjadi simbol euforia tersebut. Beberapa protokol bahkan menawarkan imbal hasil ribuan persen per tahun melalui token insentif.
Namun model itu perlahan runtuh ketika aliran modal baru mulai berhenti masuk.
Tiger Research menilai sebagian besar yield tinggi di era tersebut sebenarnya bukan berasal dari aktivitas ekonomi nyata, melainkan dari distribusi token baru yang terus dicetak oleh protokol.
Akibatnya, ketika harga token jatuh dan likuiditas keluar, banyak ekosistem kehilangan daya tahannya.
“Ketika sumber yield berasal dari token milik protokol itu sendiri, struktur tersebut tidak akan bertahan lama,” tulis Tiger Research dalam laporannya.
Fenomena ini terlihat jelas pada OlympusDAO. Protokol tersebut sempat menawarkan APY lebih dari 200.000% pada masa awal peluncurannya. Namun ketika permintaan melambat, harga token OHM anjlok lebih dari 90%.
Baca berita lainnya: Web3 Darurat Keamanan, 12 Hack Terjadi Hanya dalam April 2026
Investor Kini Cari Yield yang Lebih Nyata
Di tengah melemahnya daya tarik DeFi tradisional, pasar justru bergerak ke arah baru. Alih-alih mengejar farming token, investor mulai mencari aset crypto yang memiliki underlying asset atau sumber pendapatan nyata. Dari sinilah narasi RWA mulai berkembang pesat.
RWA memungkinkan aset dunia nyata seperti obligasi pemerintah, emas, real estate, hingga private credit diubah menjadi token blockchain yang bisa diperdagangkan secara on-chain.
Menurut Tiger Research, pendekatan ini membuat DeFi tidak lagi hanya berputar di dalam ekosistem crypto itu sendiri.
Laporan tersebut mengibaratkan DeFi lama seperti colokan listrik yang saling tersambung satu sama lain tanpa sumber daya utama. Selama ada modal baru masuk, sistem tetap berjalan. Namun ketika arus modal berhenti, seluruh struktur mulai runtuh.
RWA dianggap menjadi “sumber listrik asli” karena yield berasal dari ekonomi nyata, seperti bunga obligasi atau pendapatan aset riil.
Institusi Besar Mulai Masuk ke RWA
Perubahan arah pasar ini juga mulai menarik perhatian institusi besar. Sejak 2024, sejumlah perusahaan keuangan tradisional seperti BlackRock, Franklin Templeton, JPMorgan, Apollo, hingga KKR mulai aktif masuk ke pasar tokenisasi aset.
Produk seperti BlackRock BUIDL dan Franklin BENJI kini menjadi contoh bagaimana obligasi pemerintah dan money market fund mulai dipindahkan ke blockchain.

Sumber Gambar: Tiger Research
Tiger Research mencatat pasar RWA on-chain telah berkembang dari hanya beberapa miliar dolar pada 2022 menjadi puluhan miliar dolar pada 2026.
Tidak hanya itu, stablecoin berbasis yield atau yield-bearing stablecoin (YBS) juga mulai berkembang pesat. Produk seperti Ethena sUSDe, Ondo USDY, Sky sUSDS, dan BlackRock BUIDL menawarkan imbal hasil langsung kepada pemegang token.

Sumber Gambar: Tiger Research
Artinya, investor cukup menyimpan stablecoin tersebut untuk mendapatkan yield dari underlying asset yang mendukungnya.
Baca berita selanjutnya: Kenapa Banyak Protokol Crypto Mulai Pakai BUIDL BlackRock? Ini Jawabannya
DeFi Mulai Berubah Jadi Infrastruktur Keuangan Baru
Meski banyak pihak menilai DeFi mulai kehilangan popularitas, Tiger Research justru melihat pasar sedang memasuki fase yang lebih matang.
Fokus pasar kini bergeser dari sekadar APY tinggi menjadi:
- pendapatan berbasis aset nyata,
- kesiapan regulasi,
- transparansi risiko,
- serta infrastruktur keuangan yang lebih stabil.
Perubahan ini juga terlihat dari berkembangnya protokol seperti EigenLayer, Pendle, Morpho, hingga Plume yang mulai fokus pada restaking, on-chain credit, dan integrasi aset institusional.
Istilah “DeFi” sendiri mulai terpecah menjadi sektor yang lebih spesifik seperti:
- lending,
- stablecoin,
- RWA,
- restaking,
- dan on-chain credit.
Dengan kata lain, pasar crypto kini tidak lagi hanya mengejar hype farming dan token insentif, tetapi mulai membangun sistem keuangan berbasis aset produktif yang memiliki nilai ekonomi nyata.
Kesimpulan
Era DeFi dengan janji APY fantastis tampaknya mulai ditinggalkan pasar. Investor kini semakin kritis terhadap sumber yield dan risiko yang ada di balik sebuah protokol.
Di tengah perubahan itu, RWA muncul sebagai narasi baru yang dinilai lebih realistis karena menghubungkan blockchain dengan aset dan cash flow dari ekonomi nyata.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pasar crypto sedang bergerak dari fase eksperimen menuju fase infrastruktur keuangan yang lebih matang dan berkelanjutan.

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
- Apa itu RWA dalam crypto?
RWA atau Real World Asset adalah aset dunia nyata yang ditokenisasi ke blockchain. Contohnya meliputi obligasi pemerintah, emas, real estate, hingga private credit. - Kenapa yield DeFi mulai turun?
Yield DeFi turun karena model insentif token mulai kehilangan efektivitas. Banyak protokol tidak lagi mampu memberikan APY tinggi tanpa aliran modal baru yang terus masuk. - Apa bedanya DeFi lama dengan RWA?
DeFi lama banyak mengandalkan token insentif sebagai sumber yield. Sementara RWA menggunakan pendapatan dari aset nyata seperti bunga obligasi atau pendapatan properti. - Kenapa institusi tertarik ke RWA crypto?
Institusi lebih tertarik pada aset yang memiliki underlying asset jelas, cash flow stabil, serta struktur risiko yang lebih mudah diukur dibanding farming token tradisional. - Apakah RWA bisa jadi masa depan DeFi?
Banyak analis menilai RWA berpotensi menjadi fondasi baru DeFi karena menghadirkan likuiditas dan pendapatan dari ekonomi nyata ke ekosistem blockchain. - Apa contoh proyek RWA yang populer saat ini?
Beberapa proyek RWA yang banyak dibahas saat ini antara lain BlackRock BUIDL, Ondo Finance, Ethena, Plume, dan Securitize. - Apakah yield-bearing stablecoin aman?
Yield-bearing stablecoin tetap memiliki risiko seperti smart contract, regulasi, hingga kualitas underlying asset. Namun produk ini mulai diminati karena menawarkan yield yang lebih realistis dibanding farming token biasa.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita RWA, #Berita Blockchain





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


