Aktivitas penipuan berbasis transaksi kecil di jaringan Ethereum (ETH) meningkat tajam. Peneliti keamanan memperingatkan lonjakan dust attack, terutama pada transfer stablecoin seperti USDT dan USDC, yang kini meningkat ratusan persen dalam beberapa bulan terakhir.

Sumber Gambar: X.com
Analisis terbaru menunjukkan jumlah transfer USDT bernilai di bawah $0,01 melonjak 612%, dari sekitar 4,2 juta transaksi menjadi hampir 29,9 juta transaksi. Data ini diungkap peneliti kripto Wise Crypto melalui analisis aktivitas jaringan Ethereum.
Lonjakan serupa juga terjadi pada USDC. Jumlah transaksi kecil stablecoin tersebut naik 473%, dari sekitar 2,6 juta menjadi 14,7 juta transaksi.
Selain stablecoin, aktivitas dust transfer juga meningkat pada aset lain di jaringan Ethereum. Transfer kecil dalam ETH naik sekitar 470%, sementara transaksi bernilai kecil pada DAI meningkat sekitar 62%.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa dust attack kini dilakukan dalam skala jauh lebih besar dibanding periode sebelumnya.
Teknik Address Poisoning di Balik Dust Attack
Dust attack biasanya digunakan untuk menjalankan skema address poisoning, yaitu upaya menipu pengguna dengan alamat wallet palsu.
Pelaku mengirim token dalam jumlah sangat kecil ke banyak wallet. Setelah transaksi tersebut muncul di riwayat wallet korban, penyerang memasukkan alamat yang dirancang menyerupai alamat asli, terutama pada karakter awal dan akhir.
Karena banyak aplikasi wallet hanya menampilkan sebagian alamat, pengguna yang menyalin alamat dari riwayat transaksi dapat terkecoh dan tanpa sadar mengirim dana ke alamat milik penyerang.
Baca juga berita terkait: Trader Ethereum Diduga Salah Swap, Dari US$50 Juta Tinggal Puluhan Ribu
Upgrade Ethereum Diduga Mempercepat Lonjakan
Analis dari Etherscan menilai lonjakan dust attack kemungkinan berkaitan dengan upgrade Fusaka di Ethereum pada 3 Desember 2025.
Pembaruan ini meningkatkan skalabilitas jaringan sekaligus menurunkan biaya transaksi. Biaya yang lebih murah memungkinkan pelaku mengirim jutaan transaksi bernilai kecil dengan biaya sangat rendah.
Kondisi tersebut membuat kampanye dust attack dapat dijalankan dalam volume yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
Strategi Penipuan Mengandalkan Skala
Peneliti keamanan menilai dust attack merupakan skema yang bergantung pada jumlah transaksi.
Dalam beberapa kasus, puluhan transaksi dust dapat muncul dalam hitungan menit setelah pengguna melakukan transfer stablecoin. Seorang pengguna di platform X bahkan melaporkan menerima 89 notifikasi transaksi dust hanya setelah dua transfer stablecoin.
Studi keamanan yang menganalisis periode Juli 2022 hingga Juni 2024 mencatat lebih dari 17 juta percobaan phishing yang menarget sekitar 1,3 juta pengguna Ethereum, dengan total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari $79 juta.
Menurut analisis Etherscan, tingkat keberhasilan serangan ini sangat kecil, hanya sekitar satu dari setiap 10.000 transaksi. Namun dengan mengirim jutaan transaksi, satu keberhasilan saja dapat menutup biaya ribuan percobaan yang gagal.
Kerugian Besar Pernah Terjadi

Sumber Gambar: X.com
Serangan address poisoning telah menyebabkan beberapa kerugian besar di jaringan Ethereum.
Pada akhir Desember 2025, investigator on-chain Specter melaporkan kasus korban yang kehilangan sekitar $50 juta akibat address poisoning.
Kasus lain menunjukkan satu alamat wallet kehilangan lebih dari $388.000 setelah tertipu alamat wallet palsu yang muncul di riwayat transaksi.
Insiden tersebut menunjukkan bagaimana kesalahan kecil dalam menyalin alamat wallet dapat berujung pada kerugian besar.
Baca berikutnya: Bitcoin, Ethereum, dan XRP Diprediksi Naik, Ini Target Harganya
Cara Menghindari Dust Attack
Peneliti keamanan menyarankan beberapa langkah dasar untuk menghindari penipuan ini:
- Periksa alamat wallet secara lengkap sebelum mengirim dana
- Hindari menyalin alamat dari riwayat transaksi
- Gunakan daftar alamat terpercaya di wallet jika tersedia
Langkah sederhana tersebut dapat mengurangi risiko address poisoning secara signifikan.
Kesimpulan
Lonjakan dust attack di Ethereum memperlihatkan bagaimana perubahan teknis pada jaringan dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital.
Dengan biaya transaksi yang semakin rendah, penyerang mampu menjalankan kampanye dust transfer dalam skala jutaan transaksi untuk mencari korban.
Di tengah aktivitas blockchain yang terus meningkat, kehati-hatian pengguna tetap menjadi perlindungan utama terhadap penipuan berbasis wallet.
FAQ
- Apa itu dust attack dalam kripto?
Dust attack adalah teknik penipuan di blockchain di mana pelaku mengirim token bernilai sangat kecil ke banyak alamat wallet. Tujuannya untuk memasukkan alamat palsu ke riwayat transaksi agar korban salah menyalin alamat saat mengirim dana. - Apa yang dimaksud dengan address poisoning?
Address poisoning adalah metode penipuan yang memanfaatkan riwayat transaksi wallet. Penyerang membuat alamat yang sangat mirip dengan alamat asli agar korban keliru menyalinnya ketika melakukan transfer kripto. - Mengapa dust attack sering terjadi pada stablecoin seperti USDT?
Stablecoin seperti USDT dan USDC memiliki volume transaksi tinggi di jaringan Ethereum. Hal ini membuatnya menjadi target ideal bagi pelaku yang ingin menyebarkan transaksi dust ke banyak wallet. - Apakah menerima dust transfer berarti wallet diretas?
Tidak. Menerima transaksi dust tidak berarti wallet diretas atau aset bisa langsung dicuri. Serangan ini hanya mencoba memanipulasi riwayat transaksi agar korban melakukan kesalahan saat mengirim dana. - Bagaimana cara aman menyalin alamat wallet kripto?
Cara paling aman adalah menyalin alamat langsung dari sumber resmi atau address book di wallet. Hindari menyalin alamat dari riwayat transaksi karena bisa saja alamat tersebut dibuat menyerupai alamat asli oleh pelaku penipuan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CryptoPotato – Ethereum Users Warned as USDT Dust Attacks Jump 612%, diakses pada 16 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Ethereum, #Berita Scam Crypto, #Berita USDT






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


