Harga emas melonjak menembus $5.100 per ounce di tengah eskalasi krisis Iran dan ketegangan perdagangan global.
Di saat yang sama, Bitcoin (BTC) justru tertekan di $65.000, memperpanjang fase koreksi yang sudah berlangsung sejak akhir tahun lalu.
Pergerakan berlawanan ini memicu pertanyaan besar di pasar: mengapa dana mengalir ke emas, sementara kripto justru dilepas?
Emas Tembus $5.100 di Tengah Krisis Iran

Harga emas hari ini (23/02) | Sumber: TradingView
Lonjakan emas terjadi setelah meningkatnya kekhawatiran geopolitik terkait Iran, termasuk risiko gangguan jalur energi strategis seperti Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 21% pasokan minyak global.
Dalam situasi krisis, emas kembali berfungsi sebagai safe haven asset. Investor global mencari perlindungan dari ketidakpastian, inflasi energi, dan potensi gangguan ekonomi yang lebih luas.
Secara historis, emas memang menguat saat terjadi eskalasi geopolitik besar. Pada invasi Ukraina 2022, emas sempat menyentuh $2.070. Kini, dengan kombinasi risiko energi dan ketegangan regional, harga bahkan melonjak hingga $5.143.
Baca juga: Pasar Crypto Loyo, Smart Money Malah Asyik Buy The Dip Bitcoin
Bitcoin Turun ke Sekitar $65.000

Sumber: TradingView
Berbanding terbalik dengan emas, Bitcoin justru turun lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir ke kisaran $65.000, bahkan sempat menyentuh $64.773 pagi ini.
Tekanan ini muncul setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif global menjadi 15%. Kebijakan tersebut menambah ketidakpastian arah perdagangan internasional dan memperpanjang tren koreksi Bitcoin.
Secara year-to-date, BTC telah turun sekitar 26%. Jika dibandingkan dengan puncaknya di atas $125.000 pada Oktober tahun lalu, koreksi kini mencapai lebih dari 47%.
Pelemahan ini menunjukkan bahwa Bitcoin saat ini masih diperlakukan sebagai aset berisiko, bukan lindung nilai utama saat gejolak makro meningkat.
Menariknya, ketika emas naik lebih dari 2%, Bitcoin justru bergerak sebaliknya. Perbedaan ini kembali memunculkan perdebatan mengenai status BTC sebagai “digital gold”.
Pergeseran Dana ke Aset Defensif
Lonjakan emas dan pelemahan Bitcoin mencerminkan perubahan preferensi investor. Dalam kondisi ketidakpastian tinggi, dana cenderung berpindah ke aset yang memiliki sejarah panjang sebagai penyimpan nilai.
Krisis Iran memperkuat risiko inflasi energi, sementara kebijakan tarif AS menambah tekanan pada perdagangan global. Kombinasi ini menciptakan sentimen risk-off.
Selain faktor geopolitik, sebagian analis menilai koreksi Bitcoin juga masih berada dalam pola siklus empat tahunan. Namun, tanpa katalis positif baru, tekanan makro tetap menjadi beban utama.
Kesimpulan
Lonjakan emas di atas $5.100 menunjukkan pasar sedang mencari perlindungan dari risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan global.
Sementara itu, Bitcoin yang turun ke $65.000 mencerminkan pergeseran dana dari aset berisiko ke instrumen defensif.
Pergerakan ini menegaskan bahwa dalam kondisi krisis, emas masih menjadi pilihan utama sebagai lindung nilai. Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh perkembangan konflik Iran dan stabilitas kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
FAQ
- Mengapa emas naik saat krisis geopolitik?
Karena emas dianggap aset lindung nilai yang relatif stabil saat terjadi ketidakpastian ekonomi dan politik. - Kenapa Bitcoin tidak ikut naik seperti emas?
Saat ini Bitcoin masih dipandang sebagai aset berisiko sehingga cenderung tertekan ketika sentimen makro memburuk. - Apa dampak tarif 15% terhadap pasar kripto?
Kebijakan tarif meningkatkan ketidakpastian global dan mendorong investor mengurangi eksposur pada aset volatil seperti kripto. - Apakah koreksi 47% Bitcoin masih wajar?
Dalam sejarahnya, Bitcoin beberapa kali mengalami koreksi dalam sebelum kembali memasuki fase pemulihan. - Apakah emas bisa terus naik di atas $5.100?
Kenaikan selanjutnya bergantung pada eskalasi krisis Iran, harga energi, dan respons kebijakan moneter global. - Apakah ini akhir dari narasi digital gold untuk Bitcoin?
Belum tentu, tetapi pergerakan terbaru menunjukkan emas fisik masih menjadi pilihan utama saat gejolak besar terjadi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Discovery Alert – Iran Crisis Drives Gold Above $5,000 Unprecedented Surge, diakses pada 23 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
