Kabar soal cadangan XRP milik Ripple yang tersimpan dalam escrow kembali memicu perdebatan di pasar kripto.
Sejumlah analis menilai, meski XRP dirancang sebagai aset deflationary, kondisi saat ini justru menunjukkan supply masih bertambah dan belum mengarah pada kelangkaan dalam waktu dekat.
Narasi bahwa XRP akan menjadi sulit dibeli pun dinilai terlalu dini, mengingat Ripple masih rutin mendistribusikan token ke pasar.
XRP Deflationary, Tapi Dampaknya Belum Terasa
CTO Ripple, David Schwartz, menyebut XRP sebagai salah satu aset kripto dengan karakter deflationary. Setiap transaksi di jaringan XRP membakar sebagian kecil token, yang secara teori akan mengurangi total supply seiring waktu.
Berbeda dengan aset lain yang menambah supply untuk menjaga jaringan tetap berjalan, XRP tidak memiliki mekanisme inflasi tambahan.
Namun, skala burning yang terjadi masih sangat kecil. Dalam praktiknya, mekanisme ini belum cukup kuat untuk menciptakan tekanan kelangkaan dalam jangka pendek.
Baca juga berita lainnya: Jangan Jual XRP Dulu! Top Trader Sebut Momen Besar Ini Segera Datang
Escrow Ripple Masih Jadi Penentu Supply
Di tengah narasi deflasi tersebut, faktor utama yang memengaruhi supply XRP saat ini tetap berasal dari escrow Ripple.
Pengacara kripto Bill Morgan menegaskan bahwa XRP belum memasuki fase scarcity. Ripple masih memegang sebagian besar token dalam escrow dan terus melepasnya ke pasar secara bertahap.
“Kapan? Dalam 10 tahun, ketika Ripple sudah menjual XRP yang mereka simpan di escrow. Saya justru berharap Ripple menjualnya dengan lebih cepat. Semakin banyak yang mereka jual, semakin kecil persentase kepemilikan mereka dibandingkan dengan supply yang beredar,” tulisnya.
Distribusi ini membuat jumlah XRP yang beredar justru terus bertambah. Artinya, potensi kelangkaan belum menjadi faktor dominan dalam pergerakan harga saat ini.
Distribusi XRP Ubah Struktur Kepemilikan
Analis kripto Mickle menyoroti bahwa pelepasan XRP dari escrow tidak hanya soal tekanan jual, tetapi juga mengubah struktur kepemilikan aset tersebut.
Seiring distribusi berjalan, dominasi Ripple terhadap total supply perlahan menurun. Kepemilikan XRP menjadi lebih tersebar di pasar.
Kondisi ini dinilai dapat memperkuat kepercayaan investor dan mendorong XRP menuju struktur yang lebih terdesentralisasi dalam jangka panjang.
Kenapa XRP Belum Akan Langka?
Meski isu kelangkaan terus beredar, analis melihat beberapa faktor yang menahan skenario tersebut terjadi dalam waktu dekat.
Ripple masih memiliki cadangan besar di escrow dan distribusi token masih berlangsung. Di saat yang sama, efek deflationary dari burning belum signifikan.
Kombinasi ini membuat supply XRP tetap berada dalam fase ekspansi, bukan penyusutan.
Baca berita selanjutnya: Bikin Heboh! Eks Goldman Sachs Prediksi XRP Bisa Tembus $1.000
Dampaknya ke Harga XRP
Dalam jangka pendek, kondisi supply yang masih bertambah membuat pergerakan harga XRP belum terdorong oleh faktor kelangkaan.
Harga lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar, perkembangan regulasi, serta tingkat adopsi teknologi XRP di industri.
Namun, dalam jangka panjang, situasi bisa berubah. Ketika cadangan escrow semakin berkurang dan aktivitas jaringan meningkat, mekanisme deflasi berpotensi mulai memberikan dampak terhadap harga.
Kesimpulan
Isu bahwa XRP akan segera menjadi langka belum sejalan dengan kondisi pasar saat ini. Supply masih bertambah melalui distribusi escrow, sementara efek deflasi berjalan perlahan.
Perubahan yang terjadi lebih bersifat struktural, yaitu pergeseran kepemilikan dari Ripple ke pasar. Dampak kelangkaan, jika terjadi, kemungkinan baru akan terasa dalam jangka panjang.
FAQ
- Apa itu escrow Ripple XRP?
Escrow Ripple adalah sistem penyimpanan XRP milik Ripple yang dikunci dan dilepas secara berkala ke pasar untuk mengontrol distribusi supply. - Apakah XRP benar-benar akan menjadi langka?
Tidak dalam waktu dekat. XRP masih memiliki supply besar di escrow dan distribusi masih berjalan, sehingga belum terjadi kelangkaan. - Kenapa XRP disebut deflationary?
Karena setiap transaksi di jaringan XRP membakar sebagian kecil token, sehingga total supply berkurang secara bertahap. - Apakah pelepasan escrow memengaruhi harga XRP?
Ya, karena menambah supply di pasar. Jika tidak diimbangi permintaan, hal ini bisa menahan kenaikan harga. - Kapan efek kelangkaan XRP mulai terasa?
Kemungkinan dalam jangka panjang, saat cadangan escrow berkurang dan aktivitas transaksi meningkat. - Apa faktor utama yang memengaruhi harga XRP saat ini?
Harga XRP saat ini lebih dipengaruhi sentimen pasar, regulasi, dan adopsi, bukan oleh kelangkaan supply.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – What Happens to XRP Price When Ripple Runs Out of Escrow Tokens? Analysts Break It Down, diakses pada 24 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


