Pasar kripto kembali mengalami tekanan akibat dari kombinasi faktor global yang memicu ketidakpastian.
Beberapa isu yang akan terjadi diprediksi akan menentukan arah harga dalam beberapa hari ke depan.
Kapitalisasi pasar kripto bahkan turun sekitar $70 miliar dan berada di bawah $2,5 triliun, menandakan tekanan jual yang cukup signifikan sejak akhir pekan.
1. Konflik Iran dan Lonjakan Harga Minyak
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah negosiasi gagal pada akhir pekan waktu setempat. Presiden Donald Trump bahkan mempertimbangkan serangan militer terbatas, memicu kekhawatiran pasar global.

Sumber: Tradingeconomics
Dampaknya langsung terasa di sektor energi, di mana harga minyak melonjak sekitar 7% ke level $104 per barel per Senin (13/4) pagi. Lonjakan ini penting karena harga energi sangat mempengaruhi inflasi global.
Ketika biaya energi naik, biaya produksi ikut terdorong, dan ini bisa memperburuk tekanan ekonomi. Bagi pasar kripto, kondisi seperti ini biasanya memicu risk-off, di mana investor cenderung menghindari aset berisiko.
Baca juga: Analis: Bitcoin Sulit Reli, Perang AS-Iran Bakal Bayangi Market Sepanjang 2026
2. Data Inflasi AS dan Kebijakan Suku Bunga

Sumber: bls.gov
Fokus berikutnya ada pada rilis data PPI (Producer Price Index) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Selasa, 15 April 2026 waktu setempat. Data ini mengukur inflasi dari sisi produsen, yang sering menjadi indikator awal kenaikan harga di tingkat konsumen.
Sebelumnya, inflasi sudah menunjukkan kenaikan tajam akibat lonjakan harga energi. Jika tren ini berlanjut, tekanan terhadap bank sentral untuk menaikkan suku bunga akan semakin besar.
Kenaikan suku bunga biasanya berdampak negatif bagi kripto karena likuiditas di pasar berkurang dan investor beralih ke aset yang lebih stabil.
Selain itu, terdapat sekitar 10 agenda pidato pejabat Federal Reserve sepanjang pekan ini yang berpotensi menggerakkan pasar dalam waktu singkat.
3. Laporan Keuangan Bank Besar
Sejumlah bank besar Wall Street (Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Wells Fargo, dan Citigroup) dijadwalkan akan merilis laporan keuangan pada 13 – 17 April 2026. Hasil laporan ini akan menjadi indikator kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Jika kinerja keuangan melemah, pasar bisa mengartikan adanya perlambatan ekonomi. Sebaliknya, hasil yang kuat bisa memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Kedua skenario ini sama-sama penting karena akan mempengaruhi arah investasi global, termasuk aliran dana ke kripto.
Pasar Kripto Masih Tertekan

Sumber: TradingView
Bitcoin sempat turun ke $70.500 pada Senin (13/4) pagi nenandakan tekanan masih belum mereda. Risiko penurunan ke area $60.000-an mulai terbuka jika sentimen negatif berlanjut.
Ethereum juga turun lebih dari 3% di bawah $2.200, sementara altcoin menghapus sebagian besar kenaikan minggu sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih sensitif terhadap sentimen makro.
Kesimpulan
Tiga faktor utama pada minggu ini menunjukkan satu pola yang jelas: pasar kripto sedang berada di bawah tekanan eksternal yang kuat.
Konflik geopolitik meningkatkan ketidakpastian, inflasi menekan kebijakan moneter, dan data ekonomi menjadi penentu arah selanjutnya.
Dalam situasi seperti ini, pergerakan harga tidak lagi hanya dipengaruhi faktor internal kripto, tetapi sangat bergantung pada dinamika global. Investor perlu lebih waspada karena perubahan sentimen bisa terjadi sangat cepat.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan sentimen pasar kripto minggu ini?
Sentimen pasar kripto minggu ini merujuk pada pengaruh faktor global seperti konflik geopolitik, inflasi, dan kebijakan suku bunga terhadap pergerakan harga aset digital.
2. Kenapa konflik Iran bisa mempengaruhi harga kripto?
Konflik meningkatkan ketidakpastian global, sehingga investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto dan beralih ke instrumen yang lebih aman.
3. Apa itu data PPI dan kenapa penting untuk kripto?
PPI adalah indikator inflasi dari sisi produsen. Jika naik, bisa memicu kenaikan suku bunga yang biasanya berdampak negatif pada pasar kripto.
4. Bagaimana pengaruh suku bunga terhadap Bitcoin dan altcoin?
Suku bunga tinggi membuat likuiditas berkurang dan investor lebih memilih aset stabil, sehingga harga Bitcoin dan altcoin bisa tertekan.
5. Apakah pasar kripto masih bisa turun minggu ini?
Selama tekanan dari faktor global masih kuat, potensi penurunan tetap terbuka, terutama jika sentimen negatif terus berlanjut.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Crypto Potato – Inflation, Earnings, and Airstrikes: 3 Things That Could Impact Crypto This Week, diakses pada 13 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
