Franklin Templeton menilai perkembangan Agentic AI berpotensi menjadi pendorong baru bagi pasar altcoin.
Menurut perusahaan manajemen aset global tersebut, teknologi AI generasi berikutnya diperkirakan akan membutuhkan blockchain dan aset kripto untuk menjalankan transaksi secara otomatis.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Sandy Kaul, Head of Digital Assets Franklin Templeton. Ia menyebut Agentic AI berpotensi menjadi killer use case, yaitu aplikasi yang mampu mendorong adopsi blockchain secara lebih luas.
Mengapa Agentic AI Membutuhkan Blockchain?
Berbeda dengan chatbot AI biasa, Agentic AI merupakan sistem yang dapat mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara mandiri. Misalnya membeli data, menyewa daya komputasi, atau membayar layanan digital tanpa campur tangan manusia.
Menurut Kaul, aktivitas tersebut membutuhkan sistem pembayaran yang cepat dan berbiaya rendah.
Jaringan pembayaran konvensional umumnya mengenakan biaya sekitar 2% – 3% ditambah biaya tetap per transaksi, sehingga kurang efisien untuk transaksi bernilai sangat kecil.
Kaul menjelaskan bahwa blockchain memiliki karakteristik yang paling sesuai untuk mendukung aktivitas AI yang berjalan secara mandiri.
“Agentic AI kemungkinan akan mengandalkan teknologi kripto dan blockchain untuk menjalankan aktivitasnya, karena infrastruktur ini paling sesuai untuk kebutuhan tersebut, ujarnya.
Pandangan tersebut juga didukung oleh berkembangnya standar pembayaran berbasis blockchain. Salah satunya adalah protokol x402 yang kini berada di bawah Linux Foundation.
Baca juga: Harga DeXe (DEXE) Anjlok Hampir 90%, Ada Apa dengan Altcoin Ini?
Mengapa Altcoin Berpotensi Diuntungkan?
Franklin Templeton menjelaskan bahwa setiap aktivitas AI di blockchain memerlukan token asli untuk membayar biaya transaksi jaringan.
Artinya, semakin banyak AI agent yang beroperasi di suatu blockchain, semakin besar pula potensi permintaan terhadap token yang digunakan jaringan tersebut.
Sebagai contoh, Kaul menyinggung Solana (SOL) sebagai salah satu blockchain yang dapat memperoleh manfaat apabila aktivitas Agentic AI meningkat.
Peluang Keuntungan Tak Terbatas pada Satu Jaringan
Namun, ia menekankan bahwa peluang tersebut tidak hanya terbatas pada satu jaringan, melainkan juga dapat dirasakan oleh berbagai proyek blockchain yang mendukung aplikasi AI.
Kaul juga menilai strategi investasi terhadap AI perlu berkembang seiring kemajuan teknologi.
Menurut proyeksi McKinsey, agentic commerce berpotensi menghasilkan pendapatan $3 triliun hingga $5 triliun pada 2030.
Jika sebagian transaksi tersebut berjalan di atas blockchain, permintaan terhadap aset kripto yang menopang jaringan tersebut juga berpotensi meningkat.
Kesimpulan
Franklin Templeton melihat hubungan antara Agentic AI dan blockchain semakin erat karena AI diperkirakan membutuhkan sistem pembayaran yang cepat, murah, dan otomatis.
Dalam skenario tersebut, altcoin yang menjadi token asli suatu jaringan berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas transaksi AI.
Meski masih berupa proyeksi, pandangan ini menunjukkan bahwa blockchain tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur aset digital, tetapi juga berpotensi menjadi fondasi transaksi ekonomi berbasis AI.
Jika adopsi Agentic AI terus berkembang, permintaan terhadap altcoin yang mendukung ekosistem tersebut dapat ikut meningkat.
FAQ
1. Apa itu Agentic AI?
Agentic AI adalah sistem kecerdasan buatan yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara mandiri, termasuk melakukan transaksi digital tanpa instruksi manusia secara terus-menerus.
2. Mengapa Agentic AI membutuhkan blockchain?
Blockchain memungkinkan transaksi dilakukan lebih cepat, transparan, dan berbiaya rendah. Hal ini penting karena AI agent diperkirakan akan sering melakukan transaksi bernilai kecil (micropayment).
3. Apa hubungan Agentic AI dengan altcoin?
Saat AI melakukan transaksi di blockchain, biaya jaringan umumnya dibayarkan menggunakan native token. Jika penggunaan blockchain meningkat, permintaan terhadap altcoin yang menjadi token jaringan tersebut juga berpotensi ikut naik.
4. Apa yang dimaksud native token?
Native token adalah aset kripto utama yang digunakan dalam suatu blockchain untuk membayar biaya transaksi, menjalankan aplikasi, atau mendukung aktivitas di dalam ekosistem jaringan tersebut.
5. Mengapa Franklin Templeton melihat peluang pada altcoin?
Menurut Franklin Templeton, apabila Agentic AI berkembang sesuai proyeksi, blockchain dapat menjadi infrastruktur utama untuk mendukung transaksi AI. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan penggunaan dan permintaan terhadap altcoin yang menopang jaringan blockchain.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – Franklin Templeton Suggests Altcoins Could Be the Missing Piece of the Agentic AI Trade, diakses pada 22 Juli 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Pergerakan Harga Crypto, #Berita Artificial intelligence (AI), #Berita Altcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.30%
Solana 4.19%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
