Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah pemerintah Amerika Serikat berupaya meredakan kekhawatiran pasar terkait lonjakan harga minyak global.
Sentimen makro yang membaik langsung tercermin pada pergerakan pasar kripto, dengan BTC bergerak naik dan mempertahankan momentum positif dalam 24 jam terakhir.

Sumber Gambar: TradingView
Bitcoin sempat diperdagangkan mendekati level $72.000, sekaligus mempertahankan area psikologis $70.000 yang sebelumnya menjadi perhatian pelaku pasar.
Dalam periode 24 jam, BTC tercatat naik sekitar 2,2%, menunjukkan respons cepat investor terhadap perubahan sentimen ekonomi global.
Baca selanjutnya: 3 Penyebab Harga Bitcoin Seperti “Diam di Tempat” Selama Sebulan Ini
Pernyataan Pemerintah AS Tenangkan Pasar Energi
Pemicu utama pergerakan Bitcoin kali ini berasal dari pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mencoba menenangkan pasar terkait lonjakan harga minyak.
Dalam unggahan di platform X, Bessent menyatakan bahwa pemerintah AS akan memberikan otorisasi sementara bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini berada di laut dan belum memiliki pembeli.
“Untuk memperluas jangkauan pasokan energi yang sudah ada, Departemen Keuangan AS memberikan otorisasi sementara yang memungkinkan negara-negara membeli minyak Rusia yang saat ini masih berada di laut dan belum terserap pasar. Kebijakan ini bersifat terbatas dan jangka pendek, hanya berlaku untuk minyak yang sudah dalam perjalanan,” tulis Bessent.

Sumber Gambar: X.com
Kebijakan ini dimaksudkan untuk memperluas pasokan energi global dan meredam tekanan harga. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk menjaga stabilitas pasar energi, terutama setelah harga minyak melonjak tajam dalam waktu singkat.
Menurut Bessent, kenaikan harga minyak yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara dan tidak akan berdampak jangka panjang terhadap perekonomian.
Harga Minyak Sempat Melonjak Hampir 10%
Sebelum pernyataan tersebut muncul, pasar global sempat diguncang oleh lonjakan harga minyak yang signifikan.
Harga minyak mentah sempat naik hampir 10% hingga mendekati $100 per barel, memicu kekhawatiran bahwa lonjakan energi dapat memperburuk inflasi dan menekan aktivitas ekonomi global.
Lonjakan tersebut turut menyeret pasar saham AS ke zona merah karena investor khawatir biaya energi yang tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Namun setelah pernyataan dari pemerintah AS dirilis, harga minyak WTI turun sekitar $2 per barel dan diperdagangkan di sekitar $96.

Sumber Gambar: CNBC
Penurunan ini menjadi sinyal bahwa kekhawatiran pasar mulai mereda. Perubahan sentimen ini langsung berdampak pada aset berisiko seperti kripto.
Baca juga berita terkait: Ric Edelman: Bitcoin Berpotensi Reli Besar Menuju $500.000
Sentimen Makro Mendorong Bitcoin Kembali Menguat
Kondisi pasar energi sering kali memiliki pengaruh terhadap aset keuangan global, termasuk Bitcoin. Ketika harga minyak melonjak tajam, investor biasanya khawatir terhadap risiko inflasi dan perlambatan ekonomi.
Sebaliknya, ketika tekanan tersebut mulai mereda, minat terhadap aset berisiko cenderung kembali meningkat.
Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin juga menunjukkan ketahanan yang relatif kuat meskipun terjadi gejolak di pasar energi.
Beberapa analis bahkan menilai bahwa stabilitas BTC di tengah lonjakan minyak menjadi indikasi bahwa pasar kripto masih memiliki dukungan permintaan yang solid.
Faktor makro seperti inflasi, geopolitik, dan harga energi kini semakin sering menjadi pendorong utama volatilitas Bitcoin.
Kesimpulan
Pergerakan Bitcoin dalam beberapa jam terakhir menunjukkan bagaimana sentimen pasar global dapat memengaruhi arah aset kripto.
Ketika kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak mulai mereda setelah pernyataan dari pemerintah AS, tekanan di pasar keuangan ikut berkurang dan mendorong minat investor kembali ke aset berisiko seperti Bitcoin.
Situasi ini menegaskan bahwa pasar kripto kini semakin terhubung dengan perkembangan ekonomi yang lebih luas. Perubahan pada sektor energi, kebijakan pemerintah, maupun dinamika geopolitik dapat dengan cepat tercermin pada pergerakan harga Bitcoin di pasar.
FAQ
- Mengapa harga Bitcoin bisa dipengaruhi oleh harga minyak?
Harga minyak berkaitan dengan inflasi dan kondisi ekonomi global. Ketika harga energi melonjak, pasar khawatir biaya produksi meningkat dan ekonomi melambat. Hal ini dapat memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. - Apa hubungan kebijakan energi AS dengan pasar kripto?
Kebijakan energi dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global. Jika kebijakan pemerintah berhasil menenangkan pasar energi, investor cenderung kembali masuk ke aset berisiko seperti saham dan kripto. - Apakah Bitcoin selalu naik ketika harga minyak turun?
Tidak selalu. Namun perubahan harga minyak sering memengaruhi sentimen pasar secara luas. Jika penurunan harga minyak menenangkan kekhawatiran inflasi atau resesi, Bitcoin dapat ikut terdorong naik. - Mengapa level $70.000 penting bagi Bitcoin?
Level tersebut dianggap sebagai area psikologis penting di pasar kripto. Ketika harga Bitcoin mampu bertahan di atas level tertentu, trader sering melihatnya sebagai tanda kekuatan tren. - Faktor apa saja yang memengaruhi harga Bitcoin saat ini?
Selain harga minyak, pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi oleh faktor seperti kebijakan suku bunga, inflasi global, kondisi geopolitik, arus dana institusional, serta sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Coindesk – Bitcoin climbs to near $72,000 after Treasury Secretary Bessent attempts to calm oil fears, diakses pada 13 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


