Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menyentuh level US$97.000 pada sesi pembukaan pasar Wall Street, Kamis (15/1).
Kenaikan ini terjadi di tengah rilis data inflasi produsen Amerika Serikat atau Producer Price Index (PPI) yang lebih tinggi dari perkiraan, sebuah kondisi yang biasanya menekan aset berisiko.
Data TradingView menunjukkan Bitcoin mencatat level tertinggi dalam delapan pekan terakhir, menandai pemulihan lanjutan setelah konsolidasi harga dalam beberapa hari sebelumnya.

Sumber Gambar: TradingView
Penguatan ini juga terjadi saat pasar saham AS bergerak lebih hati-hati menyikapi kondisi makro.
Data PPI AS Lebih Tinggi dari Perkiraan

Sumber Gambar: BLS
Berdasarkan laporan Bureau of Labor Statistics (BLS), inflasi produsen AS untuk November tercatat naik 3% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar di kisaran 2,7%.
Kenaikan terutama didorong oleh lonjakan harga barang final, sementara sektor jasa relatif stagnan.
Secara teori, inflasi produsen yang tinggi berpotensi memicu kebijakan moneter lebih ketat dari bank sentral AS.
Kondisi tersebut biasanya berdampak negatif pada aset berisiko, termasuk kripto, karena berkurangnya likuiditas di pasar keuangan.
Namun, reaksi pasar kripto kali ini berbeda. Bitcoin justru menunjukkan ketahanan dan melanjutkan tren kenaikan, menandakan bahwa pelaku pasar telah mengantisipasi data tersebut sebelumnya.
Baca selanjutnya: 3 Altcoin yang Wajib Masuk Radar Saat Bitcoin Menguat di Atas US$95.000
Pasar Kripto Dinilai Sudah Mengantisipasi Risiko Makro

Sumber Gambar: CME FedWatch
Sejumlah pelaku pasar menilai bahwa ekspektasi jeda pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan 28 Januari mendatang sudah tercermin dalam pergerakan harga. Dengan kata lain, tekanan dari data inflasi tidak lagi menjadi kejutan besar bagi pasar kripto.
Situasi ini membuat Bitcoin bergerak tidak sejalan dengan pasar saham AS, yang cenderung lebih sensitif terhadap data ekonomi terbaru.
Divergensi tersebut memperkuat pandangan bahwa permintaan Bitcoin saat ini didorong oleh faktor internal pasar kripto.
Ketidakpastian Tarif AS Tak Guncang Bitcoin
Selain data inflasi, perhatian pasar juga tertuju pada isu tarif perdagangan internasional AS.
Mahkamah Agung AS sebelumnya dijadwalkan mempertimbangkan sejumlah perkara terkait kebijakan tarif, namun tidak mengeluarkan keputusan pada hari yang dinantikan pasar.
Ketiadaan putusan tersebut menghilangkan potensi kejutan kebijakan dalam jangka pendek. Kondisi ini turut membantu menjaga sentimen pasar tetap stabil, termasuk di pasar kripto.
Baca berikutnya: 5 Kebijakan Tarif Trump yang Bisa Tentukan Arah Harga Bitcoin di 2026
Level US$93.500 Jadi Perhatian Pelaku Pasar

Sumber Gambar: X.com/rektcapital
Dari sisi teknikal, analis kripto menyoroti level US$93.500 sebagai area penting.
“Bitcoin perlu bertahan di atas level US$93.500 menjelang penutupan mingguan. Secara historis, harga juga berpotensi menguji kembali area US$93.500 sebagai level support baru,” tulis RektCapital.
Penutupan mingguan di atas level tersebut dinilai berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan, mengingat pola historis yang pernah terjadi pada periode sebelumnya.
Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati dinamika data makro dan kebijakan moneter AS yang masih menjadi faktor utama dalam pergerakan harga Bitcoin ke depan.
Kesimpulan
Penguatan Bitcoin ke level US$97.000 menunjukkan ketahanan pasar kripto di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian kebijakan global.
Respons pasar yang relatif tenang terhadap data PPI AS mengindikasikan bahwa risiko makro jangka pendek telah diperhitungkan, dengan fokus kini bergeser ke level teknikal dan arah kebijakan moneter selanjutnya.
FAQ
- Apa itu inflasi produsen (PPI) dan kenapa berpengaruh ke Bitcoin?
Inflasi produsen atau PPI mengukur perubahan harga di tingkat produsen. Jika PPI tinggi, biaya produksi meningkat dan berpotensi memicu kebijakan moneter lebih ketat, yang biasanya berdampak pada aset berisiko seperti Bitcoin. - Kenapa Bitcoin bisa naik meski inflasi AS tinggi?
Pasar menilai data inflasi tersebut sudah diantisipasi sebelumnya. Selain itu, ekspektasi jeda kebijakan suku bunga The Fed membuat tekanan inflasi tidak langsung menekan harga Bitcoin. - Apa dampak kebijakan tarif AS terhadap pasar kripto?
Kebijakan tarif dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global dan sentimen risiko. Ketidakpastian atau perubahan kebijakan bisa berdampak pada pasar keuangan, termasuk kripto, meski tidak selalu langsung. - Apakah kenaikan Bitcoin ke US$97.000 menandakan tren bullish baru?
Kenaikan ini menunjukkan momentum positif, namun keberlanjutan tren tetap bergantung pada faktor makro, kebijakan moneter, serta level teknikal penting seperti area support mingguan. - Faktor apa yang perlu diperhatikan investor setelah kenaikan ini?
Investor umumnya mencermati data ekonomi lanjutan dari AS, keputusan bank sentral, serta pergerakan harga Bitcoin di level teknikal kunci untuk menilai arah pasar berikutnya.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Bitcoin price tags $97K despite high producer price inflation, no US tariff ruling, diakses pada 15 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


