Rangkuman: ChatGPT Perplexity
Jumlah pemegang XRP mencetak rekor baru. Data on-chain menunjukkan XRP Ledger kini telah melampaui 7,7 juta holder, tertinggi sejak jaringan ini diluncurkan lebih dari satu dekade lalu.

Sumber Gambar: Santiment
“XRP Ledger kini memiliki lebih dari 7,7 juta holder (wallet non-kosong) untuk pertama kalinya dalam lebih dari 13 tahun sejarahnya, seiring penggunaan jaringan yang terus meningkat,” tulis Santiment.
Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan aktivitas jaringan dan pergerakan harga yang sempat menguat dalam sepekan terakhir.
Namun di balik pertumbuhan tersebut, sejumlah analis justru mengingatkan bahwa kenaikan jumlah pengguna belum tentu berbanding lurus dengan potensi harga jangka panjang.
Adopsi XRP Naik, Aktivitas Jaringan Ikut Menguat
Data dari Santiment mencatat jumlah wallet XRP non-kosong mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah. Dalam waktu yang sama, alamat aktif harian menyentuh 46.767, level tertinggi dalam lima minggu terakhir.
Kombinasi dua indikator ini biasanya menunjukkan peningkatan partisipasi yang lebih luas, bukan sekadar pergerakan dari whale. Artinya, semakin banyak pengguna baru masuk dan aktivitas transaksi meningkat.
Kondisi ini turut mendorong sentimen positif di pasar. Harga XRP bahkan sempat naik lebih dari 7% dalam sepekan, memperkuat narasi bahwa minat terhadap aset ini kembali tumbuh.
Baca juga berita terkait: Prediksi Orang Terpintar di Dunia: Bitcoin Cuma Meme Coin, XRP Tembus $100
Tapi Kenaikan Holder Belum Jamin Harga Naik
Meski data jaringan terlihat solid, analis menilai ada masalah mendasar yang bisa menahan laju harga XRP dalam jangka panjang.
Johnny Rice, analis dari Motley Fool, menyoroti bahwa pertumbuhan Ripple sebagai perusahaan tidak selalu berdampak langsung pada nilai token XRP. Salah satu alasannya adalah banyak produk utama Ripple yang tidak secara langsung menggunakan XRP.
“Masalahnya bukan terletak pada satu katalis tertentu, melainkan bersifat struktural,” tulis Rice
Artinya, meskipun teknologi dan adopsi Ripple berkembang, permintaan terhadap tokennya belum tentu ikut terdorong secara signifikan.
Hal ini terlihat dari kondisi pasar saat ini. Meskipun ETF berbasis XRP berhasil menarik dana lebih dari 1,3 miliar dolar dalam 50 hari pertama, harga XRP belum menunjukkan kenaikan yang konsisten mendekati level tertingginya.
Institusi Mulai Masuk, Tapi Dampaknya Terbatas
Dari sisi institusional, minat terhadap XRP memang mulai terlihat. Goldman Sachs tercatat memiliki lebih dari 150 juta dolar dalam produk ETF XRP, sementara total kepemilikan institusi mencapai sekitar 211 juta dolar per akhir 2025.

Sumber Gambar: X.com/JSeyff
Namun angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan total aset yang dikelola dalam produk ETF XRP yang mencapai sekitar 1,2 miliar dolar.
Selain itu, analis Bloomberg menyebut kepemilikan institusi masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu, bukan partisipasi luas dari berbagai pemain besar. Ini menunjukkan adopsi institusional belum cukup kuat untuk mendorong harga secara signifikan.
“ETF XRP sebenarnya masih cukup kuat bertahan meskipun harga mengalami koreksi besar. Sejak diluncurkan, produk ini telah mencatat total arus masuk sekitar $1,4 miliar. Lalu siapa saja pembeli atau pemegangnya? Faktanya, hanya sebagian kecil yang diketahui karena mayoritas investor tidak diwajibkan mengajukan laporan 13F,” tulis analis Bloomberg.

Sumber Gambar: X.com/JSeyff
Sinyal Bullish Masih Terlihat di Jangka Pendek
Di sisi lain, data derivatif menunjukkan momentum jangka pendek yang cukup positif.
Dalam 12 jam menjelang 13 Maret, likuidasi posisi short XRP mencapai sekitar 1 juta dolar, jauh lebih besar dibanding likuidasi long sebesar 119 ribu dolar. Ketimpangan ini mengindikasikan banyak trader bearish yang terjebak saat harga naik.
Selain itu, rasio leverage di Binance juga meningkat, menandakan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pergerakan harga.
Rasio pembelian juga berada di atas angka 1, yang berarti tekanan beli lebih dominan dibanding jual. Kondisi ini membuka peluang bahwa tren bullish masih bisa berlanjut dalam waktu dekat.
Baca selanjutnya: Viral Klaim Punya 1.000 XRP Bisa Ubah Masa Depan, Benarkah?
Kesenjangan Antara Adopsi dan Harga Jadi Sorotan
Meski aktivitas jaringan dan minat pasar meningkat, ada satu benang merah yang mulai terlihat. Pertumbuhan jumlah pengguna dan peningkatan teknologi belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi permintaan kuat terhadap token XRP.
Inilah yang menjadi perhatian utama analis. Tanpa dorongan permintaan yang berkelanjutan, harga XRP berpotensi bergerak terbatas meskipun ekosistemnya terus berkembang.
Situasi ini menciptakan kontras yang cukup tajam antara performa jaringan dan kinerja harga, terutama jika dilihat dalam jangka panjang menuju 2030.
Kesimpulan
Lonjakan jumlah holder hingga 7,7 juta menunjukkan bahwa XRP masih memiliki daya tarik dan basis pengguna yang terus berkembang. Aktivitas jaringan yang meningkat juga menjadi sinyal bahwa ekosistemnya tetap hidup.
Namun, pasar mulai menyadari bahwa pertumbuhan adopsi saja belum cukup. Tanpa mekanisme yang mendorong permintaan langsung terhadap token, kenaikan harga bisa tertahan.
Dalam jangka pendek, momentum bullish masih terlihat. Tapi untuk jangka panjang, arah harga XRP akan sangat ditentukan oleh seberapa kuat hubungan antara penggunaan teknologi dan kebutuhan terhadap token itu sendiri.
FAQ
- Apa arti jumlah holder XRP mencapai 7,7 juta?
Artinya jumlah wallet yang menyimpan XRP terus bertambah, menunjukkan peningkatan adopsi dan partisipasi pengguna di jaringan XRP Ledger. - Apakah kenaikan holder XRP pasti membuat harga naik?
Tidak selalu. Jumlah holder yang naik belum tentu diikuti permintaan kuat terhadap token, terutama jika penggunaan teknologi tidak membutuhkan XRP secara langsung. - Kenapa analis memprediksi harga XRP bisa mandek?
Karena ada masalah fundamental, yaitu produk Ripple tidak selalu menggunakan XRP, sehingga pertumbuhan ekosistem tidak otomatis mendorong harga token. - Bagaimana pengaruh ETF XRP terhadap harga?
ETF XRP berhasil menarik dana besar, tetapi sejauh ini belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan harga secara signifikan dan berkelanjutan. - Apakah XRP masih punya potensi bullish?
Dalam jangka pendek, iya. Data derivatif menunjukkan tekanan beli meningkat dan banyak posisi short yang terlikuidasi, yang bisa mendorong kenaikan harga sementara. - Apa indikator penting selain jumlah holder XRP?
Selain holder, investor biasanya melihat active address, volume transaksi, likuidasi derivatif, dan rasio leverage untuk menilai kekuatan pasar XRP.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CCN – XRP Ledger Tops 7.7M Holders for First Time Ever — But Analysts Warn Price May Struggle by 2030, diakses 30 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


