ETF Bitcoin dan Ethereum spot di AS kembali mencatat arus keluar. Dalam beberapa pekan terakhir, total aset ETF Bitcoin turun dari sekitar $115 miliar menjadi $83 miliar.
ETF Ethereum mengalami tekanan lebih dalam. Aset kelolaannya menyusut dari sekitar $18 miliar menjadi mendekati $11 miliar.

Sumber: SoSoValue
Sepanjang 2026, kedua ETF kripto ini hanya mencatat dua minggu arus masuk positif. Data tersebut menunjukkan bukan sekadar fluktuasi jangka pendek, melainkan pergeseran alokasi modal.
Modal Mengalir ke Pasar Internasional
Dilansir dari Be(in)crypto, di saat ETF kripto melemah, dana saham internasional justru mencatat arus masuk terkuat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Januari, terjadi alokasi rekor ke dana global di luar AS, menyerap sekitar sepertiga dari total arus masuk ETF meskipun proporsinya terhadap total aset jauh lebih kecil.
This is incredible:
At least 115 S&P 500 stocks have dropped -7% or more in a single day over the last 8 trading sessions.
And yet, the S&P 500 is down just -2% from its all-time high.
In the past, when at least 115 stocks saw a decline of -7% or more in an 8-day trading… pic.twitter.com/lY1oSKypkl
— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) February 13, 2026
Pergerakan ini mengindikasikan rotasi besar. Investor institusi tampaknya mengurangi eksposur pada aset pertumbuhan AS, termasuk kripto, dan beralih ke pasar luar negeri yang dinilai lebih murah di tengah perbaikan kondisi ekonomi global.
Baca juga: Market Masih Lesu, 4 Aset Crypto Ini Justru Naik Radar
Yield Naik, Likuiditas Mengetat
Data ketenagakerjaan AS yang masih kuat mendorong yield Treasury naik. Yield yang lebih tinggi membuat obligasi semakin menarik dibanding aset berisiko.
Bitcoin dan Ethereum sering diperdagangkan sebagai aset ber-beta tinggi, artinya sensitif terhadap perubahan likuiditas.
Ketika imbal hasil obligasi meningkat, sebagian modal biasanya berpindah dari aset spekulatif ke instrumen berpendapatan tetap.
Kombinasi faktor makro ini menciptakan hambatan struktural bagi ETF kripto. Jika pada 2024 arus masuk ETF menjadi pendorong utama reli harga, kini mekanismenya berbalik.
ETF Bukan Lagi Mesin Penggerak Reli?
Pada periode sebelumnya, arus masuk ETF berperan sebagai mesin permintaan baru. Saat dana mengalir konsisten, harga cenderung menguat.
Kini, arus keluar justru berfungsi sebagai saluran distribusi. Ketika investor menarik dana, tekanan jual meningkat dan memperlemah momentum harga.
Fenomena ini tidak membatalkan tesis jangka panjang kripto. Namun dalam jangka pendek, kondisi likuiditas terlihat lebih lemah dibanding tahun sebelumnya.
Kesimpulan
Penurunan aset ETF Bitcoin dari $115 miliar ke $83 miliar dan ETF Ethereum dari $18 miliar ke $11 miliar menunjukkan rotasi modal nyata.
Investor AS tampaknya memindahkan dana ke pasar internasional di tengah kenaikan yield dan perubahan kondisi makro.
Selama arus keluar berlanjut dan likuiditas tetap ketat, ETF kripto kemungkinan masih menghadapi tekanan. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah rotasi modal ini bersifat sementara atau menjadi tren yang lebih panjang.
FAQ
1. Mengapa ETF Bitcoin mengalami arus keluar?
Karena investor memindahkan modal ke pasar internasional dan obligasi di tengah kenaikan yield Treasury.
2. Apa arti rotasi pasar dalam konteks ETF?
Rotasi pasar adalah perpindahan dana dari satu kelas aset ke kelas aset lain, misalnya dari ETF kripto ke saham global.
3. Mengapa yield Treasury memengaruhi kripto?
Yield yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik obligasi, sehingga mengurangi minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum.
4. Apakah arus keluar ETF berarti harga kripto akan terus turun?
Tidak selalu, tetapi arus keluar dapat menciptakan tekanan jual tambahan dalam jangka pendek.
5. Apakah tren ini bersifat permanen?
Belum tentu. Jika kondisi makro berubah atau likuiditas membaik, arus dana bisa kembali masuk ke ETF kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – US Investors Might Be Leaving Bitcoin and Ethereum ETFs for International Markets, diakses pada 14 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto,#Berita Bitcoin, #Berita Ethereum, #Crypto ETF






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
