Saat seseorang mulai berinvestasi di pasar modal, perhatian biasanya langsung tertuju pada nama perusahaan yang sedang populer atau saham yang sedang naik. Padahal, memahami jenis investasi saham jauh lebih penting sebelum memutuskan membeli suatu emiten.
Tidak semua saham memiliki karakteristik yang sama. Ada saham yang cenderung stabil, ada yang menawarkan potensi pertumbuhan tinggi, ada pula yang rutin membagikan dividen. Perbedaan tersebut muncul karena saham dapat dikelompokkan berdasarkan berbagai aspek, mulai dari hak kepemilikan, ukuran perusahaan, hingga perilaku harga di pasar.
Dengan memahami klasifikasi saham, kamu tidak hanya membeli berdasarkan tren, tetapi juga berdasarkan tujuan investasi, toleransi risiko, dan jangka waktu yang dimiliki.
Apa yang Dimaksud dengan Jenis Investasi Saham?
Jenis investasi saham adalah pengelompokan saham berdasarkan karakteristik tertentu sehingga investor lebih mudah memahami profil risiko dan potensi imbal hasilnya.
Pengelompokan ini membantu investor menentukan strategi yang sesuai. Misalnya, seseorang yang menginginkan pendapatan rutin kemungkinan lebih tertarik pada saham pembagi dividen, sedangkan investor yang mengejar pertumbuhan modal mungkin memilih saham perusahaan berkembang.
Tidak ada satu jenis saham yang selalu lebih baik dibandingkan yang lain. Semua bergantung pada kebutuhan dan tujuan masing-masing investor.
Jenis Investasi Saham Berdasarkan Hak Kepemilikan
Salah satu klasifikasi yang paling mendasar adalah berdasarkan hak yang dimiliki pemegang saham.
1.Saham Biasa (Common Stock)
Saham biasa merupakan jenis saham yang paling banyak diperdagangkan di bursa.
Pemegang saham biasa memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta berhak memperoleh dividen apabila perusahaan memutuskan untuk membagikannya.
Namun, apabila perusahaan mengalami kebangkrutan, pemegang saham biasa berada pada urutan terakhir dalam pembagian aset setelah seluruh kewajiban kepada kreditur dan pemegang saham preferen diselesaikan.
Sebagian besar saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia termasuk dalam kategori ini.
2.Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham preferen memiliki karakteristik yang berada di antara saham dan obligasi.
Pemegang saham preferen biasanya memperoleh prioritas dalam pembagian dividen dibandingkan pemegang saham biasa. Dalam beberapa kasus, dividen yang diterima juga memiliki nilai tetap.
Selain itu, apabila perusahaan dilikuidasi, pemegang saham preferen memperoleh hak klaim lebih dahulu dibandingkan pemegang saham biasa.
Meski demikian, saham preferen umumnya tidak memberikan hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Jenis Investasi Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar
Kapitalisasi pasar menunjukkan total nilai perusahaan yang dihitung dari harga saham dikalikan jumlah saham yang beredar.
Semakin besar kapitalisasi pasar, biasanya semakin besar pula ukuran bisnis perusahaan tersebut.
1.Large Cap
Large cap merupakan saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Perusahaan dalam kategori ini umumnya memiliki bisnis yang matang, laporan keuangan stabil, serta likuiditas perdagangan yang tinggi.
Contohnya adalah perusahaan-perusahaan besar yang menjadi konstituen utama indeks seperti LQ45 atau IDX30.
Investor yang mengutamakan kestabilan sering menjadikan saham blue chip atau saham large cap sebagai fondasi portofolio karena umumnya berasal dari perusahaan dengan fundamental yang kuat dan likuiditas tinggi.
2.Mid Cap
Mid cap berada di antara perusahaan besar dan perusahaan kecil.
Perusahaan dalam kategori ini biasanya masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar, tetapi sudah memiliki model bisnis yang relatif mapan.
Potensi kenaikan harga sahamnya bisa lebih tinggi dibandingkan large cap, meskipun risikonya juga meningkat.
3.Small Cap
Small cap adalah perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil.
Banyak perusahaan pada kategori ini masih berada dalam tahap ekspansi sehingga peluang pertumbuhannya menarik.
Namun, volatilitas harga cenderung lebih tinggi karena likuiditas perdagangan sering kali lebih rendah dibandingkan saham berkapitalisasi besar.
Tidak sedikit investor yang menemukan peluang besar dari saham small cap, tetapi analisis terhadap fundamental perusahaan menjadi jauh lebih penting.
Jenis Investasi Saham Berdasarkan Karakteristik Pertumbuhan
Selain ukuran perusahaan, saham juga sering dikelompokkan berdasarkan cara perusahaan menghasilkan nilai bagi investornya.
1.Growth Stock
Growth stock merupakan saham perusahaan yang diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan dan laba secara konsisten di atas rata-rata industri.
Perusahaan jenis ini biasanya memilih menggunakan kembali keuntungan untuk ekspansi dibandingkan membagikan dividen.
Karena prospek pertumbuhannya tinggi, harga saham growth stock sering kali diperdagangkan dengan valuasi yang lebih mahal.
Sektor teknologi menjadi salah satu contoh yang sering menghasilkan growth stock.
2.Value Stock
Value stock adalah saham yang diperdagangkan di bawah nilai wajarnya menurut analisis fundamental.
Kondisi tersebut bisa terjadi karena sentimen pasar, perlambatan bisnis sementara, atau faktor eksternal lainnya.
Investor value biasanya mencari perusahaan yang memiliki fundamental kuat tetapi belum dihargai secara optimal oleh pasar.
Pendekatan ini dipopulerkan oleh Benjamin Graham dan Warren Buffett.
Jenis Investasi Saham Berdasarkan Dividen
Sebagian investor lebih mengutamakan arus kas dibandingkan pertumbuhan harga saham.
Untuk tujuan tersebut, terdapat kelompok saham yang dikenal sebagai dividend stock.
Perusahaan dalam kategori ini rutin membagikan sebagian laba kepada pemegang saham dalam bentuk dividen, sehingga banyak dipilih oleh investor yang menginginkan pendapatan pasif selain potensi kenaikan harga saham.
Perusahaan utilitas, perbankan, telekomunikasi, dan barang konsumsi sering menjadi contoh emiten yang konsisten membagikan dividen setiap tahun.
Strategi ini banyak dipilih oleh investor yang memiliki orientasi investasi jangka panjang dan menginginkan pendapatan pasif.
Jenis Investasi Saham Berdasarkan Siklus Ekonomi
Kinerja beberapa perusahaan sangat dipengaruhi kondisi ekonomi.
Karena itu, saham juga dibedakan berdasarkan sensitivitasnya terhadap perubahan siklus bisnis.
1.Cyclical Stock
Cyclical stock adalah saham perusahaan yang kinerjanya meningkat ketika ekonomi sedang tumbuh.
Contohnya berasal dari sektor otomotif, properti, pariwisata, dan barang mewah.
Ketika daya beli masyarakat meningkat, pendapatan perusahaan dalam sektor tersebut biasanya ikut naik.
Sebaliknya, ketika ekonomi melambat, harga saham cyclical cenderung lebih tertekan.
Defensive Stock
Defensive stock merupakan saham perusahaan yang produknya tetap dibutuhkan dalam berbagai kondisi ekonomi.
Misalnya perusahaan makanan, minuman, layanan kesehatan, hingga utilitas.
Permintaan terhadap produk tersebut relatif stabil sehingga pendapatan perusahaan biasanya tidak terlalu terpengaruh oleh perlambatan ekonomi.
Karena alasan tersebut, defensive stock sering dianggap lebih tahan terhadap gejolak pasar.
Mana Jenis Investasi Saham yang Paling Cocok?
Jawabannya bergantung pada tujuan investasimu.
Jika kamu masih berusia muda dan memiliki horizon investasi panjang, kombinasi growth stock dan beberapa saham mid cap dapat menjadi pilihan yang menarik karena memberikan peluang pertumbuhan lebih besar.
Sebaliknya, apabila kamu lebih mengutamakan stabilitas, saham large cap yang rutin membagikan dividen dapat menjadi fondasi portofolio.
Sementara itu, investor yang memiliki pengalaman lebih banyak sering mengombinasikan berbagai jenis saham agar risiko tersebar dengan lebih baik.
Pendekatan diversifikasi seperti ini membantu mengurangi dampak apabila salah satu sektor mengalami tekanan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor Pemula
Banyak investor baru membeli saham hanya karena sedang ramai diperbincangkan tanpa memahami karakteristiknya.
Sebagai contoh, seseorang yang memiliki profil risiko konservatif membeli saham small cap dengan volatilitas tinggi karena melihat kenaikan harga dalam waktu singkat. Ketika harga mengalami koreksi tajam, keputusan menjual sering dilakukan karena panik.
Kesalahan lain adalah menganggap semua saham memiliki peluang dan risiko yang sama. Padahal, saham perusahaan besar yang sudah mapan tentu memiliki karakteristik berbeda dengan perusahaan yang masih berada dalam tahap ekspansi.
Memahami klasifikasi saham sebelum membeli jauh lebih bermanfaat dibandingkan hanya mengikuti rekomendasi orang lain.
Jenis Investasi Saham Kini Semakin Berkembang dengan Tokenized Stock
Perkembangan teknologi blockchain menghadirkan cara baru untuk mendapatkan eksposur terhadap saham melalui tokenized stock.
Berbeda dengan saham konvensional yang diperdagangkan di bursa efek, tokenized stock merupakan representasi digital dari saham yang diterbitkan dalam bentuk token di atas teknologi blockchain.
Konsep ini memberikan alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap saham global melalui aset digital. Meskipun demikian, penting untuk dipahami bahwa mekanisme, hak kepemilikan, serta penyedia tokenized stock dapat berbeda dengan kepemilikan saham secara langsung di bursa.
Di INDODAX market, investor kini dapat memperdagangkan beberapa tokenized stock yang merepresentasikan saham perusahaan global melalui pasar aset digital. Saat artikel ini ditulis, tersedia beberapa aset tokenized stock, antara lain:
- CRCLX – Circle Tokenized Stock
- COINX – Coinbase Tokenized Stock
- AAPLX – Apple Tokenized Stock
- TSLAX – Tesla Tokenized Stock
- NVDAX – NVIDIA Tokenized Stock
- GOOGLX – Alphabet (Google) Tokenized Stock
- AMZNX – Amazon Tokenized Stock
Kehadiran tokenized stock menunjukkan bahwa akses terhadap berbagai instrumen investasi terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Bagi investor, memahami karakteristik masing-masing instrumen tetap menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi, baik pada saham konvensional maupun aset digital berbasis blockchain.
Kesimpulan
Jenis investasi saham dapat dibedakan berdasarkan hak kepemilikan, kapitalisasi pasar, karakteristik pertumbuhan, pembagian dividen, hingga sensitivitas terhadap kondisi ekonomi.
Setiap kategori memiliki kelebihan dan risiko yang berbeda sehingga tidak ada satu jenis yang cocok untuk semua orang.
Semakin baik kamu memahami karakter masing-masing saham, semakin mudah pula menyusun portofolio yang sesuai dengan tujuan finansial dan profil risiko.
Investasi yang baik bukan hanya soal memilih perusahaan yang tepat, tetapi juga memahami mengapa saham tersebut layak menjadi bagian dari strategi investasimu.
Itulah informasi menarik tentang Jenis Investasi Saham yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Apa saja jenis investasi saham yang paling umum?
Jenis yang paling umum meliputi saham biasa, saham preferen, saham large cap, mid cap, small cap, growth stock, value stock, dividend stock, cyclical stock, dan defensive stock.
- Apa perbedaan growth stock dan value stock?
Growth stock berfokus pada pertumbuhan bisnis yang tinggi, sedangkan value stock merupakan saham yang dinilai diperdagangkan di bawah nilai wajarnya berdasarkan analisis fundamental.
- Apakah saham large cap selalu lebih aman?
Tidak selalu, tetapi saham large cap umumnya memiliki volatilitas lebih rendah dibandingkan saham small cap karena berasal dari perusahaan yang lebih besar dan mapan.
- Saham mana yang cocok untuk investor pemula?
Banyak investor pemula memulai dengan saham large cap yang memiliki fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan riwayat bisnis yang lebih stabil.
- Mengapa memahami jenis investasi saham itu penting?
Karena setiap jenis saham memiliki karakteristik risiko dan potensi keuntungan yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing investor.
Author: Rz






Polkadot 2.25%
BNB 0.30%
Solana 4.19%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
