Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua The Fed ke-17 pada 22 Mei 2026, menggantikan Jerome Powell setelah lolos lewat voting ketat di Senat AS.
Pergantian ini langsung menarik perhatian market karena Warsh dikenal punya pendekatan berbeda terhadap inflasi, suku bunga, hingga Bitcoin (BTC).
Di tengah kondisi inflasi AS yang masih tinggi dan market crypto yang sensitif terhadap kebijakan The Fed, nama Kevin Warsh mulai ramai dibahas trader dan investor global.
Menariknya, sosok baru di kursi Federal Reserve ini justru disebut memiliki pandangan yang lebih ramah terhadap crypto dibanding pendahulunya.
1. Kevin Warsh Dikenal Hawkish dan Keras Soal Inflasi
Kevin Warsh selama ini dikenal sebagai tokoh yang mendukung kebijakan moneter ketat atau hawkish. Ia pernah mengkritik langkah The Fed yang terlalu agresif mencetak uang setelah krisis 2008.
Bahkan, Warsh memutuskan mundur dari jabatan gubernur The Fed pada 2011 karena tidak setuju dengan tambahan stimulus quantitative easing (QE).
Kini, saat resmi memimpin Federal Reserve, ia mewarisi kondisi ekonomi yang tidak mudah. Inflasi AS tercatat naik ke level 3,3% pada Maret 2026 akibat lonjakan harga minyak yang dipicu konflik Iran. Sementara itu, suku bunga The Fed masih berada di kisaran 3,50% sampai 3,75%.
Dalam sidang konfirmasi Senat, Warsh menyebut kesalahan terbesar The Fed beberapa tahun terakhir adalah membiarkan inflasi tumbuh terlalu lama.
Ia juga menegaskan bahwa bank sentral membutuhkan “regime change” atau perubahan besar dalam cara menjalankan kebijakan moneter.
Pernyataan ini langsung dibaca market sebagai sinyal bahwa Warsh kemungkinan lebih memilih quantitative tightening (QT) dibanding buru-buru memangkas suku bunga.
Bagi market crypto, kondisi seperti ini biasanya kurang positif dalam jangka pendek karena likuiditas menjadi lebih ketat.
Baca juga berita terkait: Ketua Baru The Fed Tak Akan Ubah Arah? Rate Cut Juni Diperkirakan Gagal
2. Punya Eksposur Crypto Lebih dari US$100 Juta
Di balik sikap hawkish-nya, Kevin Warsh justru memiliki rekam jejak yang cukup menarik di industri crypto.
Berdasarkan laporan keuangan yang diungkap ke publik, Warsh diketahui memiliki eksposur aset digital lebih dari US$100 juta. Portofolionya mencakup Bitcoin, proyek Layer-1, sektor decentralized finance (DeFi), hingga infrastruktur pembayaran berbasis crypto.
Tidak hanya itu, Warsh juga pernah menyebut Bitcoin sebagai “sustainable store of value” atau penyimpan nilai yang berkelanjutan.
Pandangan ini cukup berbeda dibanding beberapa pejabat The Fed sebelumnya yang cenderung skeptis terhadap aset crypto.
Ia juga diketahui menolak ide retail central bank digital currency (CBDC), yakni mata uang digital bank sentral yang digunakan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, sebagian pelaku pasar melihat Warsh sebagai Ketua The Fed paling “pro-crypto” yang pernah dimiliki Amerika Serikat sejauh ini.
3. Warsh Ingin Cara The Fed Berbicara ke Market Berubah
Fakta lain yang cukup mengejutkan adalah Kevin Warsh ingin mengubah cara komunikasi The Fed terhadap investor.
Selama era Jerome Powell, market terbiasa mendapatkan banyak petunjuk melalui konferensi pers, dot plot, hingga forward guidance.
Namun Warsh justru ingin mengurangi pendekatan tersebut.
Ia dikabarkan ingin:
- Mengurangi ritme konferensi pers pasca rapat FOMC
- Menghapus forward guidance
- Membuat framework inflasi baru
- Mengurangi sinyal terbuka ke market
Artinya, investor kemungkinan akan lebih sulit membaca arah kebijakan The Fed ke depan. Pendekatan seperti ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar, termasuk Bitcoin dan aset crypto lainnya.
Warsh beralasan bahwa terlalu banyak sinyal dari bank sentral justru membuat market terlalu bergantung pada ekspektasi kebijakan.
Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak akan menjadi “sock puppet” atau boneka politik pihak tertentu terkait tekanan penurunan suku bunga.
Baca berikutnya: Rahasia Investasi Anti Bokek Warren Buffet, Ini 3 Saham yang Di-hold Keras
Kesimpulan
Kevin Warsh membawa arah baru untuk The Fed. Ia dikenal hawkish terhadap inflasi, tetapi punya pandangan yang lebih positif terhadap Bitcoin dibanding pendahulunya.
Kombinasi ini membuat market crypto berada di persimpangan. Kebijakan suku bunga ketat bisa menekan Bitcoin dalam jangka pendek, tetapi sikap Warsh yang lebih terbuka terhadap aset digital juga berpotensi memperkuat sentimen crypto dalam jangka panjang.
FAQ
- Siapa Kevin Warsh?
Kevin Warsh adalah Ketua The Fed baru yang resmi menggantikan Jerome Powell pada Mei 2026. Ia sebelumnya dikenal sebagai mantan gubernur Federal Reserve dan penasihat ekonomi era Presiden George W. Bush. - Kenapa Kevin Warsh dianggap pro-crypto?
Kevin Warsh dianggap lebih ramah terhadap crypto karena pernah menyebut Bitcoin sebagai sustainable store of value dan memiliki eksposur aset digital lebih dari US$100 juta. - Apa dampak Ketua The Fed baru terhadap Bitcoin?
Kebijakan Ketua The Fed sangat memengaruhi likuiditas dolar dan suku bunga AS. Jika kebijakan lebih hawkish, Bitcoin biasanya mengalami tekanan dalam jangka pendek. - Apa itu hawkish dalam kebijakan The Fed?
Hawkish adalah istilah untuk kebijakan bank sentral yang fokus menekan inflasi, biasanya lewat suku bunga tinggi dan pengetatan likuiditas. - Apa itu quantitative tightening atau QT?
Quantitative tightening (QT) adalah kebijakan The Fed untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di pasar dengan memperkecil neraca bank sentral. - Kenapa market crypto sensitif terhadap The Fed?
Market crypto sangat dipengaruhi kondisi likuiditas global. Saat suku bunga naik dan dolar menguat, investor biasanya mengurangi aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin. - Apa perbedaan Kevin Warsh dan Jerome Powell?
Jerome Powell dikenal lebih komunikatif terhadap market lewat forward guidance dan konferensi pers rutin. Sementara Kevin Warsh disebut lebih tertutup dan ingin mengurangi sinyal kebijakan ke investor.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Kevin Warsh, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


