Amerika Serikat (AS) mengubah cara memandang kripto. Dalam satu tahun terakhir sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat, industri aset digital di Negeri Paman Sam bergerak dari fase penuh tekanan menuju tahap integrasi ke sistem keuangan resmi.
Perubahan ini tidak datang dalam bentuk wacana, melainkan lewat kebijakan konkret yang melibatkan regulator utama, lembaga perbankan, hingga legislasi federal.
Sepanjang 2025, pemerintah AS menunjukkan kripto tidak lagi diperlakukan sebagai ancaman yang harus ditekan, tetapi sebagai industri yang perlu dirapikan dan dimasukkan ke dalam kerangka keuangan yang sudah ada.
Dari Penegakan Hukum ke Kejelasan Aturan
Selama bertahun-tahun, pendekatan regulator AS terhadap kripto identik dengan gugatan hukum.

Sumber Gambar: Tiger Research
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) kerap menindak perusahaan kripto melalui jalur penegakan, tanpa memberikan standar yang jelas soal status hukum token atau aktivitas yang diperbolehkan.
Akibatnya, pelaku industri lebih sibuk mengelola risiko hukum ketimbang mengembangkan bisnis.
Situasi ini mulai berubah setelah pergantian kepemimpinan di SEC. Di bawah ketua baru, Paul Atkins, regulator tersebut beralih dari pendekatan berbasis gugatan menuju penyusunan aturan dasar.
Melalui inisiatif yang dikenal sebagai Project Crypto, SEC menyatakan niatnya untuk menetapkan kriteria yang jelas dalam menentukan apakah sebuah token termasuk sekuritas atau bukan.
Langkah ini menandai pergeseran penting. SEC tidak lagi berdiri sebagai institusi yang reaktif, melainkan mulai membangun kerangka regulasi yang memberi kepastian bagi industri kripto.
Baca selanjutnya: Kongres AS Desak SEC Izinkan Bitcoin (BTC) Masuk Dana Pensiun 401(k)
CFTC Mulai Mengakui Kripto sebagai Aset Keuangan

Sumber Gambar: Tiger Research
Perubahan sikap juga terlihat di Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Jika sebelumnya keterlibatan CFTC terbatas pada pasar derivatif kripto, pada 2025 lembaga ini mengambil peran lebih aktif.
CFTC secara resmi mengakui Bitcoin dan Ethereum sebagai komoditas. Lebih dari itu, keduanya bersama USDC disetujui sebagai aset jaminan dalam Digital Asset Collateral Pilot Program.
Dalam skema ini, aset kripto diperlakukan setara dengan jaminan keuangan tradisional, lengkap dengan haircut dan standar manajemen risiko.
Pengakuan ini membawa pesan kuat ke pasar. Kripto tidak lagi dipandang semata sebagai instrumen spekulatif, melainkan sebagai aset yang memiliki fungsi nyata dalam infrastruktur keuangan.
OCC Membuka Pintu Bank untuk Industri Kripto

Sumber Gambar: Tiger Research
Perubahan paling struktural datang dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC), regulator perbankan nasional AS.
Selama ini, perusahaan kripto menghadapi hambatan besar untuk masuk ke sistem perbankan federal dan harus mengurus izin secara terpisah di tiap negara bagian.
Pada 2025, pendekatan tersebut dibalik. Melalui serangkaian interpretive letters, OCC memperluas aktivitas perbankan yang diperbolehkan terkait kripto.
Bank kini diizinkan melakukan kustodi aset digital, perdagangan kripto, hingga pembayaran biaya transaksi blockchain.
Puncaknya terjadi pada Desember, ketika OCC secara kondisional menyetujui status national trust bank bagi perusahaan seperti Circle dan Ripple.
Dengan status ini, perusahaan kripto bisa beroperasi secara nasional di bawah satu regulator federal, setara dengan bank konvensional.
Stablecoin Diakui sebagai Dolar Digital
Aspek penting lain dalam perubahan kebijakan ini adalah hadirnya GENIUS Act. Undang-undang ini menjawab kekosongan regulasi stablecoin yang selama bertahun-tahun menimbulkan kekhawatiran soal transparansi cadangan.
Melalui GENIUS Act, penerbit stablecoin diwajibkan memiliki cadangan 100 persen dari nilai yang diterbitkan.
Penggunaan ulang cadangan dilarang, dan pengawasan ditempatkan di bawah regulator keuangan federal.
Dengan aturan ini, stablecoin memperoleh pengakuan hukum sebagai dolar digital dengan kemampuan pembayaran yang terjamin.
Bagi pasar, kejelasan ini mengurangi risiko sistemik sekaligus membuka jalan bagi adopsi stablecoin yang lebih luas di sektor keuangan.
Baca berikutnya: Calon Kuat Ketua The Fed Tegaskan Trump Tak Punya Kendali atas Suku Bunga
Integrasi dengan Tetap Menjaga Perbedaan Pandangan
Meski arah kebijakan terlihat jelas, proses integrasi kripto ke sistem keuangan AS tidak berjalan tanpa gesekan.
Perbedaan pandangan antar lembaga masih muncul, salah satunya dalam perdebatan terkait layanan privasi seperti Tornado Cash.
Di satu sisi, pemerintah menekankan penegakan hukum untuk mencegah aliran dana ilegal. Di sisi lain, pimpinan SEC secara terbuka mengingatkan risiko pendekatan yang terlalu menekan inovasi dan privasi. Namun, perbedaan ini tidak menghentikan proses regulasi.
Sebaliknya, dinamika tersebut mencerminkan sistem pengambilan keputusan AS yang berbasis checks and balances.
Ketegangan antar lembaga justru memperjelas batas aturan dari waktu ke waktu, bukan membekukannya.
Kesimpulan
Dalam satu tahun, Amerika Serikat menunjukkan bahwa kripto tidak lagi dipandang sebagai sektor pinggiran.
Pemerintahan Trump memilih jalur tengah, tidak membebaskan kripto tanpa aturan, namun juga tidak menekannya hingga mati. Regulasi, kepemimpinan, dan infrastruktur keuangan dirancang ulang secara bersamaan.
Kilas balik ini menegaskan satu hal. Ketika negara sebesar AS mulai merapikan dan menarik kripto ke pusat sistem keuangan, arah industri global pun ikut bergeser.
FAQ
- Apa perubahan terbesar kebijakan kripto AS di era Trump?
Perubahan utamanya adalah pergeseran dari penegakan hukum agresif menuju integrasi kripto ke sistem keuangan resmi melalui aturan yang lebih jelas. - Apakah kripto kini sepenuhnya legal di Amerika Serikat?
Kripto tidak dilegalkan tanpa batas, tetapi diberi kerangka hukum yang lebih pasti, termasuk klasifikasi aset dan aktivitas yang diperbolehkan. - Mengapa pengakuan CFTC terhadap Bitcoin dan Ethereum penting?
Karena pengakuan sebagai komoditas memungkinkan aset ini digunakan dalam sistem keuangan tradisional, termasuk sebagai jaminan perdagangan derivatif. - Apa dampak izin bank trust nasional bagi perusahaan kripto?
Izin ini memungkinkan perusahaan kripto beroperasi secara nasional di bawah satu regulator, setara dengan bank konvensional, tanpa hambatan antar negara bagian. - Apakah stablecoin kini lebih aman di AS?
Dengan GENIUS Act, stablecoin diwajibkan memiliki cadangan penuh dan diawasi regulator federal, sehingga risiko terhadap pengguna jauh berkurang.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Donald Trump, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


