Pasar kripto sempat mencapai rekor baru pada 2025 setelah dipicu oleh pemangkasan suku bunga The Fed, kebijakan pro-kripto di AS, serta hadirnya ETF kripto berbasis harga spot.
Namun memasuki awal 2026, pasar kembali mendingin karena kekhawatiran makro seperti konflik geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih lambat.
Di tengah kondisi tersebut, beberapa analis menilai periode pelemahan justru membuka peluang akumulasi.
Dilansir dari Motley Fool, Bitcoin, Ethereum, dan Solana disebut sebagai tiga aset yang berpotensi memimpin bull run kripto berikutnya.
1.Bitcoin Tetap Diunggulkan

Sumber: TradingView
Bitcoin (BTC) masih menjadi aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Salah satu faktor utama yang mendukung nilainya adalah pasokan yang terbatas hanya 21 juta koin.
Saat ini, hampir 20 juta BTC sudah ditambang, sehingga sisa pasokan yang tersedia semakin terbatas.
Selain itu, sistem halving Bitcoin yang terjadi setiap empat tahun juga membuat imbalan penambangan terus berkurang.
Kelangkaan ini membuat Bitcoin sering dibandingkan dengan emas digital, karena keduanya memiliki karakteristik yang sama sebagai aset langka yang dapat digunakan untuk melindungi nilai dari inflasi.
Baca juga: Bitcoin Reli ke $73.000, Analis Prediksi Harga Selanjutnya Ada di $82.000
2. Ethereum Unggul dari Ekosistem Developer

Sumber: TradingView
Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) menggunakan mekanisme proof-of-stake, sehingga tidak ditambang tetapi dapat di-stake untuk memperoleh imbal hasil.
Ethereum juga menjadi fondasi bagi banyak aplikasi blockchain seperti decentralized apps (dApps) dan aset kripto lainnya.
Menurut data ekosistem blockchain, pada akhir 2025 terdapat sekitar 31.869 developer aktif yang membangun aplikasi di jaringan Ethereum.
Jumlah ini menjadikan Ethereum sebagai ekosistem developer terbesar di industri blockchain.
Pertumbuhan jumlah pengembang ini sering dianggap sebagai indikator penting karena semakin banyak aplikasi yang dibangun, semakin tinggi pula potensi penggunaan jaringan tersebut.
3. Solana Menarik karena Kecepatan Transaksi

Sumber: TradingView
Sementara itu, Solana (SOL) dikenal sebagai salah satu blockchain tercepat di industri kripto. Solana menggunakan kombinasi mekanisme proof-of-stake dan proof-of-history, yang memungkinkan transaksi diproses lebih cepat dibanding banyak jaringan lain.
Selain mendukung staking dan smart contract, Solana juga memiliki ekosistem developer yang berkembang pesat.
Pada akhir 2025 terdapat sekitar 17.708 developer aktif di jaringan Solana, menjadikannya ekosistem developer terbesar kedua setelah Ethereum.
Menariknya, pertumbuhan jumlah developer di Solana disebut lebih cepat dibandingkan Ethereum dalam beberapa periode terakhir.
Kesimpulan
Meski pasar kripto mengalami volatilitas pada awal 2026, sejumlah analis menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari siklus pasar.
Dalam konteks jangka panjang, Bitcoin, Ethereum, dan Solana dinilai memiliki fondasi yang kuat.
Bitcoin didukung oleh kelangkaan pasokan, Ethereum oleh ekosistem developer terbesar, sementara Solana menawarkan teknologi blockchain berkecepatan tinggi.
Kombinasi faktor tersebut membuat ketiga aset ini sering disebut sebagai kandidat utama yang berpotensi memimpin fase bull run kripto berikutnya, meski arah pasar tetap dipengaruhi kondisi ekonomi global dan sentimen investor.
FAQ
1. Apa yang dimaksud bull run dalam kripto?
Bull run adalah periode ketika harga aset kripto mengalami kenaikan besar secara berkelanjutan karena meningkatnya minat investor.
2. Mengapa Bitcoin sering dianggap sebagai emas digital?
Bitcoin memiliki pasokan terbatas 21 juta koin, sehingga kelangkaannya membuatnya sering dibandingkan dengan emas sebagai penyimpan nilai.
3. Apa keunggulan Ethereum dibanding kripto lain?
Ethereum memiliki ekosistem developer terbesar, dengan puluhan ribu pengembang yang membangun aplikasi blockchain dan aset kripto di jaringan tersebut.
4. Mengapa Solana sering disebut blockchain cepat?
Solana menggunakan kombinasi proof-of-stake dan proof-of-history yang memungkinkan jaringan memproses transaksi lebih cepat dibanding banyak blockchain lain.
5. Apakah ketiga kripto ini pasti naik saat bull run?
Tidak ada jaminan pasti. Pergerakan harga kripto tetap dipengaruhi oleh adopsi teknologi, regulasi, kondisi ekonomi global, dan sentimen pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
The Motley Fool – My Top 3 Cryptocurrencies to Buy for the Next Bull Run, diakses pada 16 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Solana, #Berita Altcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
