Harga Bitcoin (BTC) berhasil menyentuh kembali level US$70.000 setelah mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir.
Kenaikan tersebut memicu perdebatan di pasar mengenai apakah fase koreksi telah berakhir atau justru hanya reli sementara.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa penguatan ini berpotensi menjadi bear trap, yaitu kondisi ketika harga terlihat pulih tetapi kemudian kembali turun setelah menarik minat beli dari trader.
Di sisi lain, optimisme pasar sempat meningkat setelah harga Bitcoin menembus US$72.000 pada Kamis (5/3) yang dipicu oleh peluang Federal Reserve (The Fed) terhadap pemangkasan suku bunga.
Pernyataan pejabat The Fed, Stephen Miran, yang menyebut bank sentral masih memiliki ruang untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter, mendorong minat investor kembali ke aset berisiko seperti Bitcoin dan saham teknologi.
Bitcoin Menguat Setelah Data Ekonomi AS Dirilis
Momentum kenaikan Bitcoin dan aset kripto lainnya juga muncul setelah rilis data ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan pasar.
Pada Februari 2026, indeks PMI manufaktur tercatat di 52,4, sedikit turun dari 52,6 pada Januari, tetapi masih berada di atas ekspektasi pasar yang berada di angka 51,8. Angka di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.
Data ini langsung memicu sentimen positif di pasar. Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana bergerak naik dalam waktu singkat setelah laporan tersebut dirilis.
Tidak hanya kripto, saham yang memiliki eksposur terhadap industri kripto juga ikut melonjak. Beberapa di antaranya:
- MicroStrategy (MSTR)
- Marathon Digital (MARA)
- Coinbase (COIN)
- Robinhood (HOOD)
Sebagian saham tersebut mencatat kenaikan sekitar 5% hingga 7%, sementara saham Circle bahkan melonjak sekitar 15% pada periode yang sama.
Namun setelah reli singkat tersebut, harga Bitcoin kembali mengalami penyesuaian seiring investor menunggu data ekonomi penting berikutnya seperti ISM Services PMI dan laporan Nonfarm Payrolls dari Amerika Serikat.
Baca juga berita terbaru: Beli Lamborghini Pakai Bitcoin? Dealer Kini Terima 13 Mata Uang Kripto
Bitcoin Bergerak di Rentang Sempit
Saat ini Bitcoin bergerak dalam kisaran harga yang relatif sempit setelah fase volatilitas tinggi. Rentang pergerakan tersebut mencerminkan kondisi pasar yang masih menimbang arah berikutnya.
Beberapa faktor yang memberikan dukungan terhadap harga Bitcoin antara lain:
- arus masuk ETF Bitcoin spot
- perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat
- membaiknya beberapa indikator aktivitas on-chain
Meski demikian, pasar masih dihadapkan pada tekanan eksternal yang cukup besar. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, meningkatkan kekhawatiran investor terhadap inflasi global.
Situasi tersebut turut mendorong penguatan US Dollar Index (DXY) yang sempat naik ke sekitar 98,72. Penguatan dolar biasanya memberikan tekanan tambahan terhadap aset berisiko seperti kripto.
Analis Ingatkan Potensi Bear Trap
Firma riset pasar kripto 10x Research menilai bahwa kenaikan harga Bitcoin saat ini bisa saja hanya mencerminkan peluang trading jangka pendek, bukan perubahan tren jangka menengah.
Trader perlu membedakan antara rebound sementara dengan perubahan struktur pasar yang lebih besar. Lonjakan harga dapat dipicu oleh berbagai faktor jangka pendek seperti:
- pembukaan posisi long oleh trader
- arus dana ke ETF Bitcoin spot
- sentimen positif sesaat dari data ekonomi
Namun faktor-faktor tersebut belum tentu cukup kuat untuk menandai dimulainya tren bullish baru.
10x Research juga menekankan pentingnya melihat data pasar secara menyeluruh sebelum menyimpulkan bahwa koreksi telah berakhir.
Pelajaran dari Siklus Pasar Sebelumnya
Beberapa analis juga mengingatkan bahwa kondisi serupa pernah terjadi pada tahun 2022 ketika Rusia menginvasi Ukraina.

Sumber Gambar: X.com/CrediBULL Crypto
Pada periode tersebut, banyak trader menganggap peristiwa geopolitik tersebut sebagai titik terendah pasar setelah harga Bitcoin melonjak sekitar 40% dalam waktu satu bulan.
Namun reli tersebut ternyata hanya bersifat sementara. Setelah kenaikan awal, Bitcoin kembali melanjutkan tren penurunan yang lebih panjang.
Peristiwa tersebut sering dijadikan contoh bagaimana relief rally dapat dengan mudah disalahartikan sebagai awal bull market baru.
Data On-Chain Masih Menunjukkan Kehati-hatian
Sementara itu, data on-chain dari beberapa penyedia analitik juga menunjukkan sinyal yang belum sepenuhnya bullish.

Sumber Gambar: Glassnode
Firma analitik blockchain Glassnode mencatat bahwa aktivitas on-chain mulai menunjukkan stabilisasi setelah tekanan jual berkurang. Beberapa indikator spot mulai meningkat, menandakan adanya minat beli di pasar.
Namun kondisi di pasar derivatif masih menunjukkan sikap hati-hati dari para trader.

Sumber Gambar: CryptoQuant
Selain itu, indikator Bitcoin Bull-Bear Market Cycle dari CryptoQuant masih menunjukkan kondisi yang identik dengan fase bear market.
Indikator tersebut berada di bawah level nol dan di bawah rata-rata pergerakan 365 hari, yang secara historis sering dikaitkan dengan periode pasar yang masih berada dalam tekanan.
Kombinasi data ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa indikator mulai membaik, pasar Bitcoin belum sepenuhnya keluar dari fase ketidakpastian.
Baca selanjutnya: Trump Tunjuk Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed, Katalis Baru untuk Pasar Kripto?
Pasar Menunggu Katalis Berikutnya
Ke depan, arah pergerakan Bitcoin kemungkinan besar akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal.
Investor saat ini menyoroti beberapa agenda ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk laporan ketenagakerjaan dan data sektor jasa. Data tersebut berpotensi mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Di saat yang sama, dinamika geopolitik global juga menjadi variabel penting yang dapat memicu perubahan sentimen secara cepat.
Selama faktor-faktor tersebut masih belum memberikan kepastian yang jelas, pergerakan Bitcoin diperkirakan akan tetap volatil dan sensitif terhadap berita baru di pasar global.
Kesimpulan
Kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir memang memunculkan optimisme bahwa fase koreksi telah berakhir. Namun berbagai indikator pasar menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.
Sebagian analis menilai rebound tersebut masih terlalu dini untuk disebut sebagai awal tren bullish baru. Data on-chain, kondisi pasar derivatif, serta ketidakpastian makroekonomi masih menjadi faktor yang membayangi pergerakan harga.
Dengan kata lain, reli terbaru Bitcoin bisa saja menjadi langkah awal menuju pemulihan, tetapi juga berpotensi menjadi bear trap yang menjebak trader terlalu cepat mengambil posisi bullish.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan bear trap dalam pasar kripto?
Bear trap adalah kondisi ketika harga aset terlihat mulai naik setelah penurunan, sehingga membuat trader mengira tren bearish telah berakhir. Namun kenaikan tersebut ternyata hanya sementara sebelum harga kembali turun. - Apa penyebab Bitcoin sering mengalami bear trap?
Bear trap biasanya terjadi karena kombinasi faktor seperti likuidasi posisi short, sentimen pasar yang berubah cepat, berita ekonomi, atau pergerakan trader besar yang memicu reli sementara di pasar. - Apakah data on-chain bisa memprediksi arah harga Bitcoin?
Data on-chain dapat memberikan gambaran tentang aktivitas jaringan, aliran dana, dan perilaku investor. Namun indikator ini tidak selalu menjadi prediksi pasti karena harga Bitcoin juga dipengaruhi faktor makroekonomi dan sentimen pasar global. - Mengapa data ekonomi AS mempengaruhi harga Bitcoin?
Data ekonomi seperti inflasi, PMI, dan laporan ketenagakerjaan dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve. Perubahan suku bunga biasanya berdampak pada minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto. - Apa perbedaan koreksi pasar dengan bear market pada Bitcoin?
Koreksi pasar biasanya merujuk pada penurunan harga jangka pendek setelah kenaikan yang cukup besar. Sementara bear market adalah periode penurunan harga yang lebih panjang dan disertai sentimen negatif yang luas di pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Coingape – Is the Bitcoin Price Correction Really Over or Is This a Bear Market Trap?, diakses pada 6 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


