Dalam era digital yang berkembang pesat, dua pendekatan inovatif dalam layanan keuangan mulai menunjukkan pengaruh besar: Open Banking dan Decentralized Finance (DeFi). Keduanya menjanjikan efisiensi, keterbukaan, dan pengalaman pengguna yang lebih baik—namun dengan pendekatan dan fondasi teknologi yang sangat berbeda.
Apa Itu Open Banking?
Open Banking adalah sistem yang memungkinkan lembaga keuangan, seperti bank, untuk membuka data keuangan nasabahnya kepada pihak ketiga melalui Application Programming Interface (API). Dengan persetujuan nasabah, layanan pihak ketiga—seperti aplikasi keuangan, agregator akun, atau layanan pinjaman digital—dapat mengakses data ini untuk memberikan layanan tambahan yang lebih personal dan terintegrasi.
Regulasi seperti PSD2 di Eropa atau open API policy di Asia mendorong adopsi Open Banking untuk menciptakan kompetisi sehat dan mendorong inovasi di sektor keuangan tradisional.
Baca artikel lainnya: Crypto Vs DeFi: Memahami Perbedaannya dalam Dunia Blockchain & Potensinya
Apa Itu DeFi?
DeFi (Decentralized Finance) adalah ekosistem layanan keuangan yang berjalan di atas blockchain tanpa perantara, seperti bank atau lembaga keuangan tradisional. Melalui penggunaan smart contract, pengguna dapat mengakses layanan seperti pinjaman, perdagangan aset, staking, dan lainnya secara langsung, hanya dengan dompet kripto.
Tidak seperti Open Banking yang masih bergantung pada infrastruktur bank, DeFi membangun sistem keuangan baru yang sepenuhnya independen dari lembaga tradisional.
Integrasi Teknologi: API vs Smart Contract
Salah satu perbedaan utama antara Open Banking dan DeFi adalah teknologi yang digunakan untuk integrasi:
Open Banking: API Terpusat
- API dalam Open Banking bersifat terpusat dan diatur oleh lembaga keuangan atau regulator.
- Data pengguna hanya dibagikan setelah persetujuan eksplisit.
- Kelebihannya adalah keamanan yang terstandarisasi, integrasi yang stabil, dan akuntabilitas tinggi.
- Kekurangannya adalah potensi keterbatasan akses jika bank belum menyediakan API terbuka atau membatasi penggunaannya.
DeFi: Smart Contract Terdesentralisasi
- Smart contract dalam DeFi memungkinkan otomatisasi transaksi tanpa perantara.
- Terdesentralisasi dan dijalankan oleh jaringan blockchain seperti Ethereum atau Solana.
- Kelebihannya adalah transparansi penuh, eksekusi otomatis, dan global tanpa batas.
- Kekurangannya adalah risiko bug dalam kode smart contract, biaya gas, dan tidak adanya perlindungan dari regulator.
Perbandingan Open Banking vs DeFi
Aspek | Open Banking | DeFi |
Basis Teknologi | API | Smart Contract |
Struktur | Terpusat (bank & regulator) | Terdesentralisasi (blockchain) |
Akses Pengguna | Melalui izin dari nasabah | Bebas selama punya wallet kripto |
Transparansi | Terbatas | Penuh (semua transaksi tercatat di blockchain) |
Regulasi | Teratur oleh otoritas finansial | Belum memiliki regulasi global |
Risiko | Rendah (karena diawasi) | Tinggi (karena bug, scam, atau rugpull) |
Inklusi Finansial | Bertahap melalui bank | Instan secara global |
Kenal lebih dalam: Mengenal Nick Szabo Pencipta Smart Contract dan BitGold
Manfaat dan Tantangan
Manfaat Open Banking:
- Memperluas akses layanan keuangan melalui integrasi aplikasi.
- Memberikan pilihan personalisasi bagi nasabah.
- Menumbuhkan ekosistem startup fintech.
Tantangan Open Banking:
- Ketergantungan pada kesiapan infrastruktur bank.
- Isu keamanan data dan kepatuhan regulasi.
Manfaat DeFi:
- Memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas dana mereka.
- Tidak bergantung pada lembaga keuangan mana pun.
- Akses finansial terbuka bagi siapa pun dengan internet.
Tantangan DeFi:
- Kurangnya edukasi dan pemahaman pengguna umum.
- Minimnya perlindungan dari otoritas jika terjadi kerugian.
- Volatilitas dan spekulasi yang tinggi.
Skenario Masa Depan Layanan Keuangan
Beberapa skenario yang dapat terjadi dalam evolusi Open Banking dan DeFi:
- Koeksistensi dan Kolaborasi
Layanan keuangan terpusat dan terdesentralisasi dapat berkolaborasi. Contohnya, bank menggunakan smart contract untuk menjalankan program pinjaman mikro yang otomatis.
- Dominasi DeFi di Negara Berkembang
Di negara-negara yang belum memiliki sistem perbankan matang, DeFi dapat menjadi solusi utama untuk inklusi keuangan.
- Open Finance: Evolusi dari Open Banking
Open Banking bisa berkembang menjadi Open Finance, yang tak hanya mencakup data perbankan tetapi juga investasi, asuransi, hingga kripto, menciptakan jembatan langsung dengan ekosistem DeFi.
- Integrasi Identitas Digital
Untuk menjembatani kedua sistem, konsep identitas digital terverifikasi dapat diterapkan agar pengguna bisa mengakses baik layanan Open Banking maupun DeFi dengan mudah dan aman.
- Intervensi Regulator Terhadap DeFi
Jika DeFi terus tumbuh tanpa pengawasan, regulator global kemungkinan akan memperkenalkan standar baru untuk mengatur aktivitas DeFi guna melindungi pengguna.
Kesimpulan
Open Banking dan DeFi merupakan dua jalur yang menuju tujuan serupa: sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan user-friendly. Namun, perbedaan mendasar pada infrastruktur dan filosofi menjadikan keduanya bukan sekadar pesaing, melainkan pelengkap. Di masa depan, kemungkinan besar kita akan melihat perpaduan antara keterbukaan data dari Open Banking dan otonomi teknologi dari DeFi dalam satu ekosistem finansial global yang terhubung dan inklusif.
Itulah informasi menarik tentang Open Banking yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market. jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Apa perbedaan utama antara Open Banking dan DeFi?
Open Banking terpusat dan diawasi regulator, sedangkan DeFi bersifat terdesentralisasi dan berjalan di atas blockchain.
- Apakah DeFi lebih aman daripada Open Banking?
Tidak selalu. DeFi memberikan kontrol penuh kepada pengguna, tetapi juga memiliki risiko lebih tinggi seperti bug smart contract dan scam.
- Bagaimana cara kerja API dalam Open Banking?
API digunakan untuk menghubungkan sistem bank dengan aplikasi pihak ketiga secara aman setelah persetujuan pengguna.
- Apa itu smart contract dalam DeFi?
Smart contract adalah program otomatis yang berjalan di blockchain untuk mengeksekusi transaksi atau layanan tanpa perantara.
- Apakah kedua sistem bisa digabungkan?
Ya, ada potensi integrasi dalam konsep Open Finance, yang menggabungkan data keuangan terpusat dengan protokol DeFi.
Author: EH