Siapa Pencipta AI Pertama? Ini Fakta Aslinya
icon search
icon search

Top Performers

Siapa Pencipta AI Pertama? Ini Fakta Aslinya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Siapa Pencipta AI Pertama? Ini Fakta Aslinya

Siapa Pencipta AI Pertama? Ini Fakta Aslinya

Daftar Isi

Saat kamu mengetik “pencipta AI pertama”, yang muncul sering hanya satu nama. Nyatanya, kelahiran AI tidak lahir dari satu sosok, melainkan dari rangkaian ide, penamaan, dan uji coba program yang saling terkait. Agar tidak misleading, kita akan memisahkan makna “pencipta” menjadi tiga hal: konsep yang merumuskan gagasannya, istilah yang menamai dan membingkai risetnya, serta implementasi awal yang benar-benar berjalan. Di sisi lain, kamu juga bisa memahami posisi AI dalam ekosistem blockchain yang sering bersinggungan di use case modern. Dengan kerangka ini, kamu akan melihat kelahiran AI modern secara jernih, lengkap dengan tanggal dan perannya masing-masing.

 

Jawaban cepat: bukan satu orang

Kalau yang kamu cari adalah jawaban singkat, inilah ringkasannya. Fondasi konseptual AI dibahas Alan Turing pada 1950. Istilah “artificial intelligence” dipopulerkan John McCarthy melalui proposal Dartmouth tahun 1955 dan lokakarya pada 1956. Kandidat program AI awal yang sering diakui adalah Logic Theorist, dipresentasikan pada 1956 oleh Allen Newell, Herbert A. Simon, dan J. C. Shaw. Tiga tonggak ini bersama-sama membentuk kelahiran AI modern. Setelah ini, kita uraikan konteksnya agar pemahamanmu lengkap.

 

Pondasi konsep: Alan Turing dan pertanyaan “bisakah mesin berpikir?” (1950)

Sebelum ada istilah AI, kamu sudah punya gagasan yang kuat tentang mesin cerdas lewat esai Alan Turing pada 1950. Turing menggeser perdebatan dari “apakah mesin bisa berpikir” menjadi pertanyaan operasional: jika sebuah mesin berinteraksi lewat teks dan tidak bisa dibedakan dari manusia, bukankah itu bukti kecerdasan? Pendekatan ini melahirkan kerangka evaluasi yang nantinya memandu riset awal, bahkan memengaruhi cara kita memandang percakapan mesin hingga hari ini.

Di satu sisi, pendekatan Turing tidak merinci algoritma yang harus dipakai. Namun justru di situlah kekuatannya. Ia memberi landasan filsafat dan metodologi yang membuat ilmuwan sesudahnya berani merancang eksperimen. Dari sini, kebutuhan berikutnya jelas: gagasan itu butuh nama, komunitas ilmiah, dan agenda penelitian yang terarah.

 

Penamaan dan agenda riset: John McCarthy serta proyek Dartmouth (1955–1956)

Agar ide tadi memiliki rumah, John McCarthy mengajukan proposal yang memperkenalkan istilah “artificial intelligence” pada 1955. Proposal itu mengundang para ilmuwan untuk berkumpul di Dartmouth pada musim panas 1956, dengan ambisi yang berani: jika kecerdasan merupakan prinsip yang bisa dijelaskan, maka sebagian darinya dapat disimulasikan oleh mesin. Di dalamnya, ada tema riset konkret seperti pemrosesan bahasa, machine learning, penalaran simbolik, hingga penyusunan program yang bisa memperbaiki dirinya sendiri.

Workshop ini penting karena menandai AI sebagai bidang riset berdiri sendiri, bukan sekadar cabang dari matematika atau teknik komputasi. Dari forum inilah jaringan peneliti terbentuk, ide-ide disaring, dan tantangan dirumuskan. Penamaan oleh McCarthy membuat disiplin ini punya identitas, payung metodologi, dan target kerja yang jelas untuk dekade-dekade berikutnya. Setelah nama dan arah ditetapkan, panggung siap untuk demonstrasi program yang menunjukkan kemampuan bernalar.

 

Implementasi awal yang berpengaruh: Logic Theorist (1956)

Setahun setelah proposal diajukan, Logic Theorist diperkenalkan sebagai program yang mampu membuktikan teorema dari buku Principia Mathematica. Bukan sekadar menampilkan aturan, program ini menggabungkan pencarian heuristik dan representasi simbolik untuk menguji langkah-langkah pembuktian. Dengan kata lain, ia memperlihatkan bagaimana penalaran formal bisa diotomatisasi dalam wujud kode yang berjalan—prinsip yang juga kamu temui saat mempelajari algoritma pencarian dan strategi heuristik.

Dampaknya besar untuk saat itu. Logic Theorist memberi bukti empiris bahwa “kecerdasan” tidak mesti berbentuk fisik seperti manusia, tetapi bisa diekspresikan sebagai manipulasi simbol yang efektif. Inilah alasan mengapa banyak sejarawan dan peneliti menyebutnya sebagai program AI pertama yang diakui luas. Dari sini, riset bercabang ke berbagai pendekatan, dan label “AI” bukan lagi sekadar nama, melainkan praktik yang nyata.

 

Tonggak yang sering disangka “pertama”, dan mengapa itu keliru tanpa konteks

Setelah 1956, lahir banyak karya berpengaruh yang sering dikira sebagai “yang pertama” karena popularitasnya. Perceptron yang diperkenalkan pada akhir 1950-an misalnya, menjadi dasar penting jaringan saraf. Ia memicu antusiasme pada pendekatan yang meniru neuron biologis, meski juga menuai kritik dan mengalami masa surut sebelum bangkit kembali. Lalu ada ELIZA di pertengahan 1960-an, program yang meniru percakapan terapis dan pasien dengan pola linguistik sederhana. ELIZA memikat perhatian publik karena terasa “hidup” saat diajak berinteraksi, meski secara teknik masih jauh dari penalaran mendalam.

Keduanya penting untuk sejarah, namun bukan “yang pertama” jika kamu memakai kerangka yang kita sepakati tadi. Perceptron datang sesudah komunitas AI terbentuk, sedangkan ELIZA adalah demonstrasi percakapan yang populer setelah fondasi konseptual, penamaan, dan implementasi awal lebih dulu hadir. Menempatkan karya-karya ini pada posisi yang tepat membantu kamu menghargai kontribusinya tanpa menutupi tonggak sebelumnya.

 

Mengapa atribusi “pencipta” sering berbeda

Perbedaan jawaban biasanya berangkat dari perbedaan definisi. Sejarawan teknologi cenderung menekankan gagasan dan tanggal dokumen penting, sehingga nama Turing dan tahun 1950 menjadi sorotan. Insinyur perangkat lunak mungkin menunjuk program yang benar-benar berjalan, sehingga Logic Theorist dianggap paling layak. Sementara artikel populer dan buku pengantar kerap memusatkan cerita pada sosok yang menamai dan membingkai bidang ini, sehingga John McCarthy lebih sering tampil di permukaan.

Kamu juga perlu melihat bahwa AI lahir dari kerja kolektif. Selain Turing, McCarthy, dan tim Logic Theorist, ada kontribusi lain yang memperkaya kanon awal, misalnya LISP sebagai bahasa yang memudahkan representasi simbolik, General Problem Solver yang berupaya merancang penalaran umum, serta riset awal pemrosesan bahasa dan visi komputer. Ketika kita menyadari mosaik ini, memberikan gelar “pencipta pertama” pada satu nama saja jadi tidak adil pada bukti historis.

 

Dampak ke gelombang modern: dari simbolik ke jaringan saraf dan seterusnya

Jejak awal AI banyak bertumpu pada penalaran simbolik. Namun gerak riset tidak berhenti di sana. Pada akhir 1950-an hingga 1960-an, jaringan saraf mulai diperkenalkan, lalu mengalami fase naik turun. Dekade 1980-an melahirkan kemajuan penting pada teknik pembelajaran yang memicu kebangkitan kembali minat pada jaringan saraf. Memasuki dekade 2010-an, lompatan performa pada pengenalan gambar dan pemrosesan bahasa mendorong gelombang baru yang kamu kenal sebagai pembelajaran mendalam yang kemudian bersinggungan dengan smart contract dan layanan on-chain di beberapa proyek.

Penting untuk melihat dua aliran ini bukan sebagai musuh, melainkan sebagai lensa yang melengkapi. Penalaran simbolik kuat pada struktur dan aturan, sementara jaringan saraf unggul pada pola dan generalisasi dari data. Banyak pendekatan modern mencoba menggabungkan keduanya. Dengan memposisikan AI modern sebagai kelanjutan dari fondasi yang telah dibahas, kamu bisa menilai klaim “baru” mana pun tanpa lepas dari konteks sejarahnya.

 

Kesimpulan

Kita sudah menempuh jalur yang lengkap: dari ide yang Turing rumuskan, ke penamaan dan agenda riset yang McCarthy bangun, hingga demonstrasi nyata lewat Logic Theorist. Di titik ini, kamu tidak perlu memilih satu nama sebagai “pencipta pertama”. Yang lebih penting adalah cara pandang: AI lahir ketika gagasan mendapat nama, lalu dibuktikan dengan kerja yang bisa diuji.

Supaya tidak mudah terseret narasi populer, simpan tiga pertanyaan ini setiap kali kamu melihat klaim tentang AI:

 

  1. Apa konsepnya dan seberapa jelas definisinya?

  2. Apa kerangka atau agenda risetnya sehingga bisa diteruskan orang lain?

  3. Apa buktinya—apakah ada demo, data, atau reproduksibilitasnya?
    Tiga pertanyaan ini bukan daftar hafalan. Ini kacamata yang membuatmu bisa memilah mana inovasi yang substansial dan mana yang sekadar kemasan.

 

Jika kamu mengikuti kacamata ini, label “pencipta AI pertama” berubah dari perdebatan nama menjadi pelajaran berpikir: ide yang tepat, penamaan yang tajam, dan pembuktian yang jujur. Itulah bekal yang kamu perlukan saat menilai apa pun yang hari ini mengklaim diri sebagai “AI”—dari riset akademik sampai produk yang kamu pakai sehari-hari –termasuk saat kamu menilai peluang dan risiko investasi kripto yang mengklaim memakai AI.

 

Itulah informasi menarik tentang “Pencipta AI pertama” yang  bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market. jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.

 

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

 

1. Siapa “Bapak AI”?
Julukan “Bapak AI” sering disematkan kepada John McCarthy karena ia menamai bidang ini, menginisiasi pertemuan penting, dan berkontribusi pada perangkat yang mendukung riset awal. Namun istilah “bapak” di sini bersifat kultural, bukan klaim bahwa ia bekerja sendirian.

2. Apa program AI pertama yang diakui luas?
Logic Theorist pada 1956 sering disebut sebagai program AI pertama karena menunjukkan penalaran otomatis untuk membuktikan teorema. Ia memadukan representasi simbolik dan pencarian heuristik agar pembuktian bisa ditelusuri secara sistematis.

3. Kapan istilah “artificial intelligence” muncul?
Istilah ini diperkenalkan dalam proposal yang mengundang lokakarya musim panas di Dartmouth. Proposal bertanggal 1955, sedangkan pertemuannya berlangsung pada 1956. Sejak saat itu, AI memiliki identitas dan agenda riset yang lebih tegas.

4. Apa peran Alan Turing dalam AI?
Turing menyediakan dasar konseptual dan metode evaluasi melalui esai tahun 1950. Ia tidak menamai bidang ini, tetapi pertanyaan dan uji yang ia rumuskan mendorong ilmuwan lain untuk membuktikan kemampuan mesin secara nyata.

5. Kenapa Perceptron dan ELIZA sering dikira “yang pertama”?
Keduanya mudah dipahami publik dan berpengaruh pada masanya. Perceptron menandai fokus pada jaringan saraf, sedangkan ELIZA menunjukkan interaksi bahasa yang terasa realistis. Keduanya hadir setelah fondasi konseptual, penamaan, dan program awal terbentuk.

6. Apakah ada satu kriteria mutlak untuk menyebut “pencipta pertama”?
Tidak ada. Jika kamu menekankan gagasan, nama Turing menonjol. Jika kamu menekankan penamaan dan pembingkaian disiplin, McCarthy adalah kunci. Jika kamu menekankan program yang berjalan, Logic Theorist patut disebut. Memahami pembedaan ini membuat diskusi lebih akurat.

7. Apa relevansi memahami sejarah ini untuk kamu sekarang?
Dengan memahami asal-usul, kamu bisa menilai klaim, tren, dan lompatan baru tanpa terjebak hype. Sejarah memberi standar pembanding: mana pendekatan yang benar-benar baru, mana yang mengulang ide lama dengan konteks terkini, dan bagaimana keduanya saling menguatkan.

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Blockchain

Koin Baru dalam Blok

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 10.84%
bnb BNB 0.3%
sol Solana 5.23%
eth Ethereum 1.84%
ada Cardano 1.25%
pol Polygon Ecosystem Token 1.93%
trx Tron 2.39%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
MPRO/IDR
Max Proper
998
51.9%
LRC/IDR
Loopring
1.741
21.41%
MULTI/IDR
Multichain
1.609
18.75%
COL/IDR
Clash of L
5.556
14.96%
MAV/IDR
Maverick P
1.228
13.28%
Nama Harga 24H Chg
KOK/IDR
Kok
2
-33.33%
VIDYX/IDR
VidyX
3
-25%
CNG/IDR
CoinNaviga
73.499
-14.04%
VOLT/USDT
Volt Inu
0
-12.5%
IO/IDR
io.net
9.378
-11.93%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Boom Treasury Kripto? Pakar Ingatkan Risiko Tersembunyi
31/08/2025
Boom Treasury Kripto? Pakar Ingatkan Risiko Tersembunyi

Tren perusahaan menimbun kripto di neraca meroket lagi menjelang akhir

31/08/2025
Jan van Eck: Mengapa ETH “Token Wall Street”

Kalau kamu mengikuti arus besar 2025, satu pola mulai terlihat

Siapa Pencipta AI Pertama? Ini Fakta Aslinya
31/08/2025
Siapa Pencipta AI Pertama? Ini Fakta Aslinya

Saat kamu mengetik “pencipta AI pertama”, yang muncul sering hanya

31/08/2025