Perbedaan Emas UBS dan Antam, Mana Lebih Untung
icon search
icon search

Top Performers

Perbedaan Emas UBS dan Antam: Mana Lebih Menguntungkan?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Perbedaan Emas UBS dan Antam: Mana Lebih Menguntungkan?

Perbedaan Emas UBS dan Antam, Mana Lebih Untung

Daftar Isi

Emas batangan sering jadi pilihan pertama saat seseorang mulai tertarik menyimpan aset aman, apalagi kalau kamu sudah memahami karakter emas batangan sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang.

Bentuknya jelas, nilainya mudah dipahami, dan secara psikologis terasa lebih nyata dibanding instrumen lain. Masalahnya, ketika kamu sudah sampai di tahap mau beli, pertanyaan berikutnya hampir selalu sama: lebih baik pilih emas UBS atau Antam?

Sekilas, keduanya sama-sama emas murni 24 karat, sehingga penting juga memahami dulu bagaimana standar emas 24 karat dinilai dalam konteks investasi. Sama-sama dijual luas di Indonesia. Sama-sama sering dipakai untuk investasi emas jangka panjang. Karena itulah banyak orang mengira perbedaannya tidak terlalu penting. Padahal, justru di titik inilah banyak keputusan beli jadi kurang presisi. Selisih harga, bentuk fisik, sertifikat, kemudahan jual kembali, sampai persepsi pasar bisa mempengaruhi pengalaman investasimu ke depan.

Itu sebabnya perbandingan emas UBS dan Antam tidak cukup dijawab dengan kalimat singkat seperti “yang satu lebih mahal” atau “yang satu lebih terkenal”. Yang lebih penting adalah memahami konteks di balik perbedaannya. Saat konteksnya jelas, kamu tidak akan sekadar ikut-ikutan merek yang sedang ramai, tetapi benar-benar memilih logam mulia yang sesuai dengan tujuanmu.

 

Apa Itu Emas UBS dan Emas Antam?

Sebelum membahas mana yang lebih untung, kamu perlu memahami dulu siapa sebenarnya dua nama besar ini di pasar emas Indonesia.

Emas Antam adalah logam mulia yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk. Nama Antam sudah lama dikenal luas, bahkan sering dianggap sebagai standar default ketika orang menyebut emas batangan untuk investasi. Tidak sedikit pembeli pemula yang langsung mengasosiasikan emas batangan dengan Antam karena mereknya sudah begitu melekat di pasar.

Sementara itu, emas UBS diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera. Di pasar, UBS juga bukan pemain baru. Merek ini sudah lama hadir dan punya distribusi yang kuat, terutama di toko emas serta ekosistem penjualan emas fisik dalam negeri. Karena itu, meski persepsi publik sering menempatkan Antam sebagai pilihan paling populer, UBS bukan merek pinggiran. Ia tetap punya basis konsumen yang besar dan nyata.

Dari titik awal ini saja sudah terlihat bahwa perbedaan emas UBS dan Antam bukan soal satu lebih asli dan satu lagi kurang meyakinkan. Keduanya sama-sama dikenal, sama-sama diperdagangkan, dan sama-sama punya tempat di pasar. Yang membedakan adalah posisi merek, standar yang dibawa, serta cara pasar memandang masing-masing produk.

 

Perbedaan Emas UBS dan Antam yang Paling Sering Jadi Pertimbangan

Saat orang membandingkan emas UBS dan Antam, biasanya fokusnya jatuh pada beberapa hal yang berulang. Ini bukan kebetulan. Pasar memang menilai keduanya lewat aspek yang sama: produsen, sertifikasi, harga, bentuk fisik, dan kemudahan jual kembali. Dari sinilah keputusan beli biasanya mulai mengerucut.

 

Produsen dan persepsi pasar

Dari sisi produsen, Antam punya keuntungan besar dalam hal persepsi. Nama Antam sudah lama tertanam kuat di kepala banyak orang. Bagi pembeli pemula, merek yang lebih familiar sering dianggap lebih aman. Itu sebabnya, meski secara fungsi sama-sama emas batangan, Antam kerap mendapat posisi lebih unggul di mata pasar.

UBS berada di posisi yang sedikit berbeda. Bukan karena kualitasnya dipandang rendah, tetapi karena persepsi publiknya tidak sekuat Antam. Di pasar lokal, UBS tetap dipercaya. Hanya saja, ketika berbicara soal gengsi merek, tingkat familiaritas, atau kemudahan menjelaskan ke orang awam, Antam biasanya lebih mudah diterima.

Ini penting dipahami karena investasi emas tidak hanya soal kandungan logamnya, tetapi juga soal bagaimana pasar merespons merek tersebut. Semakin kuat persepsi pasar terhadap suatu merek, biasanya semakin mudah pula produk itu dipasarkan kembali.

 

Sertifikasi dan standar yang dibawa

Setelah melihat siapa produsennya, pembeli biasanya mulai masuk ke urusan sertifikasi. Di sinilah perbedaan emas UBS dan Antam terasa lebih teknis.

Antam dikenal punya sertifikasi yang memberi nilai tambah dari sisi pengakuan pasar. Faktor ini membuat banyak orang melihat Antam sebagai pilihan yang lebih kuat untuk kebutuhan penyimpanan nilai jangka panjang. Ada rasa tenang karena produk tersebut dianggap lebih mapan dari sisi standar dan penerimaan pasar.

UBS lebih menonjol sebagai produk yang kuat di ranah domestik. Untuk kebutuhan investasi emas di Indonesia, UBS tetap relevan dan banyak dipilih. Namun, ketika pembahasan mulai mengarah ke likuiditas lintas pasar atau persepsi standar internasional, Antam biasanya unggul di kepala banyak investor.

Meski begitu, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa UBS otomatis kalah. Buat investor yang fokusnya memang di pasar lokal, sertifikasi yang lebih dekat dengan kebutuhan domestik justru bisa terasa cukup. Artinya, nilai sebuah sertifikasi sangat bergantung pada tujuan penggunaan emas itu sendiri.

 

Harga beli dan alasan kenapa Antam biasanya lebih mahal

Bagian ini hampir selalu jadi pusat perhatian. Banyak orang bertanya, kenapa emas Antam lebih mahal daripada UBS padahal sama-sama emas murni?

Jawabannya bukan karena kandungan emas UBS lebih rendah. Secara umum, keduanya sama-sama dikenal sebagai emas murni 24 karat. Perbedaan harga lebih banyak muncul karena merek, persepsi pasar, standar sertifikasi, dan premi yang bersedia dibayar pembeli untuk faktor-faktor tersebut.

Antam sering dipandang sebagai opsi yang lebih mapan. Karena permintaannya tinggi dan mereknya kuat, harga belinya pun cenderung berada di atas UBS. Dalam bahasa yang lebih sederhana, pembeli Antam bukan cuma membayar logamnya, tetapi juga membayar reputasi dan tingkat penerimaan pasarnya.

Sebaliknya, UBS sering lebih menarik bagi orang yang ingin masuk ke investasi emas dengan harga awal lebih hemat. Buat sebagian investor, selisih harga beli ini terasa penting karena bisa mempengaruhi jumlah gram yang didapat saat dana terbatas. Dalam situasi seperti itu, UBS terlihat lebih efisien.

Namun, harga beli saja tidak cukup untuk menjawab mana yang lebih untung, , karena kamu juga perlu memahami cara kerja buyback emas sebelum menilai selisih untung secara lebih realistis. Yang menentukan hasil akhir justru spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual kembali. Karena itu, keputusan investasi emas yang matang tidak berhenti pada pertanyaan “mana yang lebih murah”, tetapi lanjut ke “mana yang paling masuk akal untuk tujuan saya”.

 

Bentuk fisik, ukuran, dan pengalaman memegang produk

Banyak orang baru menyadari hal ini setelah melihat produknya langsung. Untuk gramasi yang sama, tampilan fisik emas Antam dan UBS bisa terasa berbeda.

Antam sering dikenal punya bentuk yang relatif lebih kecil dan lebih tebal. UBS, untuk gramasi tertentu, sering tampak lebih lebar dan lebih tipis. Bagi sebagian orang, ini hanya urusan desain. Namun bagi sebagian lain, bentuk fisik justru ikut memengaruhi preferensi karena berkaitan dengan cara menyimpan, rasa nyaman saat memegang, dan persepsi visual terhadap produknya.

Kalau kamu tipe pembeli yang suka detail, aspek fisik seperti ini bisa jadi cukup penting. Ada orang yang merasa produk lebih tebal terlihat lebih solid. Ada juga yang justru menyukai bentuk yang lebih lebar karena terasa lebih proporsional secara visual. Selera ini memang subjektif, tetapi tetap berpengaruh pada keputusan beli.

Di titik ini, terlihat bahwa investasi emas bukan semata urusan hitung-hitungan. Faktor pengalaman sebagai pengguna juga ikut bermain, meski sering dianggap sepele.

 

Gramasi dan variasi ukuran

Hal berikutnya yang sering dicari calon pembeli adalah pilihan gramasi, karena perbedaan gramasi emas bisa mempengaruhi fleksibilitas beli, efisiensi harga per gram, dan cara kamu mengatur modal. Ini masuk akal, karena tidak semua orang membeli emas dengan pola yang sama. Ada yang ingin mulai dari nominal kecil, ada yang langsung mengincar gram besar untuk efisiensi.

Antam dikenal punya pilihan gramasi yang luas dan sangat familiar di pasar. Itu membuatnya lebih mudah disesuaikan dengan berbagai kebutuhan, mulai dari pembeli pemula sampai investor yang memang mengakumulasi emas dalam jumlah besar.

UBS juga hadir dengan beragam pilihan gramasi dan cukup kompetitif di pasar. Buat pembeli yang ingin fleksibel, UBS tetap menawarkan opsi yang menarik. Perbedaannya lebih terasa pada preferensi merek dan saluran pembelian dibanding pada fungsi dasarnya sebagai emas batangan.

Yang perlu dicatat, pilihan gramasi akan berhubungan langsung dengan strategi beli. Semakin kecil gramasi, biasanya harga per gram relatif lebih tinggi. Semakin besar gramasi, efisiensinya bisa lebih baik, tetapi dana masuk awal juga lebih besar. Jadi, saat membandingkan UBS dan Antam, yang dilihat bukan hanya mereknya, tetapi juga kombinasi antara merek dan ukuran yang paling sesuai dengan ritme keuanganmu.

 

Kemasan dan sertifikat fisik

Sering kali pembeli fokus pada harga, tetapi mengabaikan kemasan dan bentuk sertifikat. Padahal, dua hal ini punya pengaruh langsung terhadap rasa aman dan kemudahan saat ingin menjual lagi.

Antam cukup dikenal dengan sistem kemasan yang memberi rasa praktis dan meyakinkan bagi banyak pembeli. Di pasar, kemasan seperti ini sering dianggap menambah kepercayaan karena identitas produk terasa lebih rapi dan mudah diverifikasi.

UBS punya karakter kemasan yang sedikit berbeda tergantung ukuran gramasi. Untuk ukuran kecil, bentuknya bisa menyatu dengan kartu atau laminasi. Untuk gramasi tertentu yang lebih besar, sertifikatnya dapat hadir terpisah. Bagi sebagian orang, ini bukan masalah. Namun bagi pembeli yang sangat memperhatikan kemudahan verifikasi visual saat transaksi ulang, model kemasan bisa ikut mempengaruhi kenyamanan.

Kemasan memang bukan inti nilai emas, tetapi dalam praktik jual beli, detail seperti ini bisa memberi efek psikologis yang besar. Saat transaksi terjadi cepat dan keputusan pembeli dipengaruhi kesan pertama, kemasan yang familiar sering jadi nilai plus.

 

Mana yang Lebih Untung untuk Investasi?

Setelah semua perbedaannya dibuka satu per satu, pertanyaan yang paling penting justru baru muncul di sini: mana yang sebenarnya lebih untung, emas UBS atau Antam?

Jawabannya tidak bisa dipukul rata. Yang lebih untung bukan selalu yang paling murah, dan bukan juga selalu yang paling terkenal. Untung dalam investasi emas bergantung pada cara kamu masuk, berapa lama kamu menyimpan, dan ke mana kamu akan menjualnya kembali.

Kalau tujuanmu adalah menyimpan emas jangka panjang dengan fokus pada rasa aman, penerimaan pasar yang luas, dan merek yang lebih familiar di mata banyak orang, Antam sering terasa lebih nyaman. Ada premi yang kamu bayar di depan, tetapi premi itu dibarengi dengan persepsi pasar yang kuat. Dalam banyak kasus, itu membuat pemiliknya lebih percaya diri saat suatu hari ingin menjual kembali.

Sebaliknya, kalau kamu lebih sensitif pada harga beli awal dan ingin mengoptimalkan jumlah gram yang didapat dari dana terbatas, UBS bisa terasa lebih menarik. Selisih harga beli yang lebih ramah sering membuat UBS tampak efisien, terutama bagi pembeli yang fokusnya masih di pasar domestik.

Jadi, pertanyaan yang lebih tepat sebenarnya bukan “mana yang terbaik untuk semua orang”, melainkan “mana yang paling cocok dengan pola investasiku”. Begitu sudut pandangnya diubah, jawabannya jadi jauh lebih jernih.

 

Kapan Sebaiknya Memilih Antam?

Antam biasanya cocok untuk kamu yang ingin bermain aman dari sisi persepsi pasar. Merek ini terasa pas untuk investor yang ingin produk dengan nama besar, lebih mudah dikenali, dan nyaman disimpan dalam horizon waktu panjang.

Kalau kamu termasuk orang yang tidak ingin repot menjelaskan merek saat menjual emas, Antam juga cenderung lebih praktis. Nama besar membantu mempercepat proses kepercayaan di banyak situasi. Buat sebagian investor, faktor ini sangat penting karena investasi bukan cuma soal angka, tetapi juga soal kemudahan saat exit.

Antam juga terasa lebih cocok bagi kamu yang melihat emas sebagai penyimpan nilai jangka panjang, bukan sekadar alat parkir dana sementara. Dalam skenario seperti ini, premi harga beli di awal sering dianggap wajar karena dibayar demi reputasi dan likuiditas yang lebih kuat.

 

Kapan Sebaiknya Memilih UBS?

UBS lebih cocok untuk kamu yang mengutamakan efisiensi harga beli. Saat selisih nominal terasa penting, UBS bisa memberi jalan masuk yang lebih realistis tanpa harus mengorbankan tujuan utama, yaitu memiliki emas murni untuk investasi.

Bagi investor yang fokusnya tetap di pasar dalam negeri, UBS juga sangat masuk akal. Produk ini sudah dikenal luas di toko emas dan ekosistem penjualan lokal. Artinya, kamu tetap berada di jalur yang aman selama strategi investasimu memang tidak menuntut faktor gengsi merek setinggi Antam.

UBS juga menarik untuk pembeli yang ingin menyesuaikan alokasi dana lebih disiplin. Ketika selisih harga per gram membuat kamu bisa mendapatkan porsi lebih banyak atau menjaga cash flow tetap sehat, keunggulan UBS menjadi terasa lebih nyata.

 

Simulasi Cara Berpikir Supaya Tidak Salah Menilai Untung

Banyak orang menilai keuntungan emas terlalu cepat. Mereka melihat harga UBS lebih murah, lalu langsung menyimpulkan UBS lebih untung. Ada juga yang melihat Antam lebih populer, lalu langsung menganggap Antam pasti pilihan terbaik. Dua-duanya bisa keliru kalau konteksnya tidak dibuka.

Bayangkan kamu punya dana terbatas dan tujuanmu hanya menabung emas secara bertahap. Dalam situasi ini, selisih harga beli akan terasa penting. Kamu mungkin lebih nyaman masuk lewat UBS karena nominalnya lebih ringan. Buat strategi akumulasi, itu bisa terasa lebih efektif.

Sekarang bayangkan situasinya berbeda. Kamu ingin menyimpan emas dalam waktu lama dan merasa lebih tenang jika produknya punya merek yang sangat familiar di pasar. Dalam konteks seperti itu, membeli Antam bisa jadi terasa lebih menguntungkan secara psikologis dan praktis, meski harga belinya lebih tinggi.

Dari sini kelihatan bahwa untung tidak selalu datang dari angka yang paling murah di hari pembelian. Kadang untung datang dari keputusan yang paling cocok dengan kebutuhanmu. Itulah kenapa perbandingan emas UBS dan Antam tidak boleh berhenti di harga beli saja.

 

Faktor yang Sering Diabaikan Saat Membandingkan Emas UBS dan Antam

Ada satu kesalahan yang cukup sering terjadi. Orang terlalu fokus pada merek, lalu lupa bahwa hasil investasi emas tetap dipengaruhi kebiasaan investornya sendiri.

Misalnya, kapan kamu beli. Kalau kamu masuk saat harga sedang tinggi lalu berharap untung cepat, apa pun mereknya hasilnya bisa mengecewakan. Begitu juga dengan cara simpan. Produk yang bagus tetap perlu dijaga kondisi fisik dan kelengkapan sertifikatnya kalau ingin nilai jualnya optimal.

Faktor lain yang kerap diabaikan adalah tujuan likuiditas. Ada orang membeli emas untuk disimpan lama, ada juga yang ingin fleksibel mencairkan saat butuh dana. Perbedaan tujuan ini akan mengubah cara melihat UBS dan Antam. Merek yang terasa paling tepat untuk satu orang belum tentu paling tepat untuk orang lain.

Karena itu, keputusan terbaik biasanya muncul saat kamu tidak hanya membandingkan produknya, tetapi juga membandingkan kebutuhanmu sendiri. Saat dua hal itu bertemu, pilihanmu akan jauh lebih presisi.

 

Jadi, Emas UBS atau Antam yang Lebih Untung?

Kalau pertanyaannya dibuat sesederhana mungkin, jawabannya begini: Antam biasanya unggul dari sisi persepsi pasar, kenyamanan psikologis, dan citra sebagai pilihan investasi emas yang lebih mapan. UBS biasanya unggul dari sisi efisiensi harga beli dan relevansi untuk kebutuhan investasi domestik yang lebih hemat.

Artinya, yang lebih untung bukan ditentukan oleh satu merek yang menang mutlak. Yang lebih untung adalah pilihan yang paling sesuai dengan strategi kamu.

Kalau kamu ingin merek yang lebih familiar, lebih mudah diterima banyak orang, dan terasa lebih mantap untuk simpanan jangka panjang, Antam sering jadi jawaban yang kuat. Kalau kamu ingin membeli emas dengan pendekatan yang lebih hemat dan tetap rasional untuk pasar lokal, UBS justru bisa menjadi keputusan yang lebih cerdas.

Di sinilah letak inti perbandingannya. Bukan memilih berdasarkan merek yang paling sering disebut orang, tetapi memilih berdasarkan fungsi yang paling cocok buat tujuanmu. Saat logika itu yang dipakai, keputusan beli emas tidak lagi terasa membingungkan.

Di sisi lain, fleksibilitas instrumen juga mulai jadi pertimbangan penting, terutama ketika cara orang menyimpan nilai ikut berubah. Selain emas fisik, sekarang sudah ada alternatif seperti emas digital yang diperdagangkan di pasar kripto, termasuk PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT) di Indodax market.

Instrumen seperti ini memungkinkan kamu memiliki eksposur terhadap emas tanpa harus menyimpan fisiknya secara langsung. Nominalnya bisa lebih kecil, tetap mengikuti harga emas global, dan bisa dicairkan dengan lebih cepat ketika dibutuhkan.

Dengan pendekatan seperti ini, emas fisik dan emas digital tidak perlu dipertentangkan. Keduanya justru bisa saling melengkapi, memberi ruang bagi kamu untuk menyesuaikan strategi penyimpanan nilai tanpa harus terpaku pada satu bentuk aset saja.

 

FAQ

1. Apa perbedaan emas UBS dan Antam yang paling utama?

Perbedaan utamanya ada pada produsen, persepsi merek, sertifikasi, harga beli, bentuk fisik, dan kemasan. Antam biasanya dipandang lebih kuat dari sisi reputasi pasar, sedangkan UBS lebih dikenal sebagai pilihan yang lebih hemat untuk pembelian awal.

2. Kenapa emas Antam lebih mahal daripada UBS?

Emas Antam umumnya lebih mahal karena faktor merek, tingkat familiaritas pasar, dan premi yang melekat pada persepsi kualitas serta penerimaannya. Jadi, selisih harga bukan semata soal kadar emas, melainkan juga soal nilai merek dan posisi produk di pasar.

3. Apakah emas UBS aman untuk investasi?

Ya, emas UBS tetap aman untuk investasi selama kamu membelinya dari saluran yang tepercaya dan memahami tujuan investasimu. UBS sudah lama dikenal di pasar emas Indonesia dan banyak dipilih oleh investor yang mengutamakan efisiensi harga beli.

4. Mana yang lebih bagus untuk investasi jangka panjang, UBS atau Antam?

Untuk investasi jangka panjang, banyak orang cenderung merasa lebih nyaman dengan Antam karena reputasi mereknya kuat dan penerimaan pasarnya luas. Namun, kalau fokusmu adalah akumulasi emas dengan harga masuk yang lebih efisien, UBS juga tetap layak dipertimbangkan.

5. Apakah buyback emas Antam selalu lebih baik daripada UBS?

Tidak selalu harus dilihat seperti itu. Yang lebih penting adalah melihat spread antara harga beli dan harga jual kembali, lalu menyesuaikannya dengan tujuan investasimu. Ada kondisi ketika premi Antam terasa masuk akal, ada juga kondisi ketika UBS terasa lebih efisien.

6. Lebih baik beli emas UBS atau Antam untuk pemula?

Untuk pemula, jawabannya bergantung pada prioritas. Kalau kamu ingin merek yang sangat familiar dan terasa aman di benak banyak orang, Antam cocok. Kalau kamu ingin mulai investasi emas dengan harga beli yang lebih ringan, UBS bisa jadi langkah awal yang lebih nyaman.

7. Apakah emas UBS dan Antam sama-sama 24 karat?

Secara umum, keduanya sama-sama dikenal sebagai emas murni 24 karat dengan kadar tinggi untuk kebutuhan investasi. Karena itu, fokus perbandingan biasanya bukan pada murni atau tidaknya, tetapi pada harga, sertifikasi, kemasan, dan persepsi pasar.

8. Bagaimana cara memilih emas yang paling cocok untuk investasi?

Mulailah dari tujuanmu. Kalau kamu mengutamakan nama besar dan kenyamanan saat menjual kembali, Antam cenderung unggul. Kalau kamu ingin efisiensi harga beli dan tetap bermain di pasar lokal, UBS bisa lebih cocok. Pilihan terbaik selalu dimulai dari kebutuhan, bukan dari tren.

9.Apakah UBS lebih aman dari Antam?

Kedua emas aman, UBS punya sertifikat internasional, Antam resmi LM di Indonesia. Pilih sesuai preferensi investasi.

10.Bagaimana cara jual kembali UBS?

Jual UBS melalui dealer resmi atau platform resmi UBS dengan buyback terkontrol. Antam langsung di kantor cabang.

11.Apakah Antam lebih likuid daripada UBS?

Antam punya likuiditas tinggi di pasar lokal lewat buyback resmi, UBS tergantung jaringan dealer.

 

Itulah informasi menarik tentang Perbedaan emas UBS dan Antam yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
MYRO/IDR
Myro
75
50%
H2O/IDR
H2O DAO
9
50%
PUFFER/IDR
Puffer
365
44.27%
ZRO/IDR
LayerZero
21.986
30.64%
UAI/IDR
UnifAI Net
6.898
29.18%
Nama Harga 24H Chg
GICT/USDT
GICTrade
1
-43.08%
ALITAS/IDR
Alitas
2
-33.33%
TLM/IDR
Alien Worl
63
-27.59%
UW3S/IDR
Utility We
3
-25%
LOOKS/IDR
LooksRare
3
-25%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026