Analis teknikal senior Peter Brandt melontarkan kritik pedas terhadap komunitas kripto. Ia menyebut banyak investor bersikap terlalu fanatik dan mengambil risiko besar tanpa perhitungan matang.
A counter to the Bitcoin “Hodl-or-does-not-count” crowd
I began futures trading in 1975 at the Chicago Board of Trade with maybe a thousand dollars in my checking account and little to no savings
If Bitcoin has been around at the time and I would have put all my money into it I…— Peter Brandt (@PeterLBrandt) August 5, 2025
Sumber: CoinTurk
Sindiran Tajam: “Utang Demi Beli Pizza”
Dalam pernyataannya di media sosial, Brandt menyindir perilaku spekulatif investor kripto.
“Banyak dari kalian cukup bodoh untuk berutang hanya demi bisa beli pizza,” tulisnya dikutip dari CoinTurk.
Ucapan ini sontak menyulut perdebatan panas di antara 800 ribu pengikutnya. Menurut Brandt, Bitcoin dan aset kripto saat ini sering diperlakukan seperti agama.
Padahal, dari sudut pandangnya, kripto hanyalah aset biasa yang seharusnya diperdagangkan secara rasional. Harapan berlebihan bahwa Bitcoin bisa “menyelamatkan hidup” dianggapnya tidak realistis.
Kritik Terhadap Fanatisme & Pinjaman Spekulatif
Brandt menyoroti fenomena di mana investor kripto terlalu larut dalam euforia dan keyakinan ideologis, hingga mengabaikan prinsip-prinsip keuangan dasar.
Ia juga memperingatkan bahwa meminjam uang demi spekulasi kripto adalah langkah yang bisa menghancurkan kehidupan finansial seseorang.
Ia menegaskan bahwa membangun kekayaan seharusnya dilakukan melalui pendekatan yang lebih seimbang.
“Pergilah membangun hidup,” tambahnya. Kalimat ini menunjukkan bahwa menurut Brandt, kripto bukan segalanya.
Lihat juga berita lainnya dari kami: Mengenal Michael Saylor Pendiri MicroStrategy & Investasi Besar di Bitcoin
Saylor: Bitcoin Lebih dari Sekadar Aset
Di sisi lain, pernyataan Brandt langsung direspons oleh Michael Saylor, pendiri MicroStrategy dan salah satu pendukung paling vokal Bitcoin. Saylor menolak pandangan bahwa Bitcoin hanya sekadar aset keuangan.
“Bitcoin adalah sebuah aset yang beredar dalam jaringan berbasis ideologi, dikelola oleh protokol,” tegas Saylor.
Ia menekankan bahwa nilai Bitcoin tak hanya berasal dari harga pasar, tapi juga dari filosofi desentralisasi dan kebebasan finansial yang diusungnya.
Ideologi vs Realitas: Dua Sisi Komunitas Kripto
Pernyataan Brandt dan Saylor mencerminkan dua kutub besar dalam komunitas kripto:
- Di satu sisi, ada pendekatan konservatif yang mengedepankan logika finansial dan manajemen risiko.
- Di sisi lain, ada pandangan ideologis yang melihat Bitcoin sebagai simbol gerakan anti-sentralisasi dan proteksi nilai jangka panjang.
Perdebatan ini menunjukkan bahwa diskursus seputar kripto tak hanya soal teknikal dan profit, tapi juga soal makna yang lebih dalam di balik teknologi blockchain.
Kesimpulan
Debat panas antara Peter Brandt dan Michael Saylor membuka kembali perbincangan lama di komunitas kripto: apakah Bitcoin hanyalah aset untuk cuan, atau simbol perjuangan ideologis? Di tengah pasar yang fluktuatif dan komunitas yang penuh semangat, penting bagi investor untuk tetap menjaga kewarasan finansial. Fanatisme tanpa dasar bisa berujung petaka, tapi mengabaikan nilai fundamental Bitcoin juga berarti menutup mata dari potensi jangka panjangnya.
Sebagai investor, kuncinya adalah menyeimbangkan antara logika dan visi. Bitcoin bisa jadi alat, bisa juga simbol. Tapi pada akhirnya, keputusan finansial tetap ada di tangan masing-masing.
FAQ
- Apa yang dimaksud Peter Brandt dengan “naif dan ngotot”?
Brandt mengkritik investor yang terlalu fanatik pada Bitcoin dan bahkan berani berutang untuk investasi spekulatif, yang menurutnya tidak masuk akal secara finansial. - Mengapa Michael Saylor tidak setuju dengan Brandt?
Saylor percaya Bitcoin bukan sekadar aset, tapi bagian dari jaringan ideologis yang merepresentasikan kebebasan dan proteksi nilai dalam sistem terdesentralisasi. - Apakah kritik Brandt relevan bagi investor pemula?
Sangat relevan. Ia mengingatkan pentingnya manajemen risiko dan tidak menaruh seluruh harapan hidup pada kripto semata. - Apa pelajaran dari debat Brandt vs Saylor?
Investor perlu menyeimbangkan antara ideologi, keyakinan terhadap teknologi, dan prinsip realistis dalam mengelola uang.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia, #Berita bitcoin hari ini