Bitcoin (BTC) membuka pekan ini dengan tekanan baru di pasar. Sejumlah analis menyoroti sinyal bull trap, tren turun jangka pendek, serta kemunculan CME gap yang kini jadi perhatian utama trader.
Kondisi ini membuat arah pergerakan BTC dalam waktu dekat masih penuh ketidakpastian.
Bitcoin Tertekan, Sinyal Bull Trap Muncul
Analis pasar Ted Pillows menyebut bahwa pergerakan Bitcoin saat ini masih berada dalam fase downtrend jangka pendek.

Sumber Gambar: X.com/TedPillows
Kenaikan harga sebelumnya dinilai berpotensi sebagai bull trap, yaitu kondisi ketika harga sempat naik namun gagal mempertahankan momentum dan kembali melemah.
“$BTC masih berada dalam tren turun. Kenaikan saat ini hanyalah bull trap, bukan awal dari bull market baru,” tulis Ted.
Dari sisi teknikal, Bitcoin masih bergerak di bawah garis resistance menurun. Selama level ini belum ditembus, tekanan turun dinilai masih valid.
Hal ini memperkuat pandangan bahwa reli sebelumnya belum cukup kuat untuk mengubah arah tren dalam waktu dekat.
Meski begitu, pola ini bukan hal baru. Dalam siklus sebelumnya, Bitcoin juga sempat bergerak di bawah tren turun sebelum akhirnya breakout dan melanjutkan kenaikan. Artinya, kondisi saat ini masih bisa dikategorikan sebagai fase koreksi, bukan perubahan tren besar.
Baca juga berita terkait: Iran Pilih Bitcoin untuk Bayar Minyak, Tapi Faktanya USDT Masih Dominan
Pola Lama Terulang, Tapi Belum Ada Konfirmasi
Jika melihat struktur historis, Bitcoin sering mengalami pola yang serupa setelah mencapai puncak harga. Biasanya, harga akan turun, membentuk garis tren menurun, lalu mencoba menembusnya sebelum melanjutkan tren naik.
Saat ini, BTC memang menunjukkan pola yang mirip. Namun, perbedaannya terletak pada belum adanya breakout yang jelas. Harga masih tertahan di bawah resistance, sehingga pasar belum mendapatkan konfirmasi arah berikutnya.
Situasi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati. Tanpa dorongan volume dan momentum yang kuat, potensi pergerakan sideways atau bahkan penurunan lanjutan masih terbuka.
CME Gap Baru Jadi Sorotan Pasar
Selain tekanan teknikal, pasar juga memperhatikan kemunculan CME gap baru di kisaran US$74.900 hingga US$77.500.

Sumber Gambar: X.com/DaanCrypto
Gap ini terbentuk karena perbedaan harga antara penutupan pasar futures pada Jumat dan pembukaan kembali setelah akhir pekan. Bitcoin futures dibuka lebih rendah, meninggalkan area harga yang belum tersentuh oleh aktivitas trading.
“$BTC menciptakan CME gap baru akhir pekan ini. Futures saham dibuka melemah, sementara harga minyak justru kembali naik setelah sejumlah berita muncul selama akhir pekan. Pekan ini diperkirakan akan jadi periode yang menarik,” tulis analis DaanCrypto.
Dalam banyak kasus, CME gap sering menjadi area yang “dituju” harga. Trader menganggap zona ini sebagai referensi penting, baik sebagai target kenaikan maupun area potensi tekanan jual.
Saat ini, posisi Bitcoin masih berada di bawah gap tersebut. Ini berarti:
- Jika harga naik, area gap bisa menjadi target berikutnya
- Jika momentum lemah, gap tersebut bisa berubah menjadi resistance tambahan
Baca selanjutnya: Arthur Hayes Peringatkan Harga Bitcoin Bisa Mandek, Ini Penyebabnya
Pemulihan Lemah, Pasar Masih Wait and See
Sejauh ini, upaya pemulihan Bitcoin terlihat terbatas. Harga memang sempat rebound setelah pembukaan pasar, namun belum menunjukkan lanjutan kenaikan yang kuat.
Posisi harga yang masih jauh di bawah area CME gap menandakan bahwa tekanan belum sepenuhnya mereda.
Di sisi lain, faktor makro juga masih membayangi pergerakan pasar, menambah ketidakpastian dalam jangka pendek.
Kondisi ini membuat banyak trader memilih untuk menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil posisi besar.
Kesimpulan
Bitcoin saat ini berada dalam fase krusial. Sinyal bull trap, tren turun jangka pendek, dan keberadaan CME gap menciptakan kombinasi tekanan yang tidak bisa diabaikan.
Di satu sisi, struktur jangka panjang belum sepenuhnya rusak dan masih membuka peluang kenaikan. Namun di sisi lain, selama harga belum mampu menembus resistance utama, tekanan jangka pendek tetap mendominasi.
Pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan Bitcoin dalam membangun momentum baru. Tanpa itu, pasar berpotensi melanjutkan fase konsolidasi atau bahkan koreksi lebih dalam.
FAQ
- Apa itu bull trap dalam pergerakan Bitcoin?
Bull trap adalah kondisi ketika harga Bitcoin terlihat naik dan memberi sinyal bullish, tetapi kemudian berbalik turun. Ini sering membuat trader yang membeli di atas mengalami kerugian karena harga tidak melanjutkan kenaikan. - Kenapa CME gap sering diperhatikan trader kripto?
CME gap sering dianggap sebagai area yang berpotensi “ditutup” oleh harga. Banyak trader menggunakan gap ini sebagai acuan target pergerakan atau zona penting dalam analisis teknikal Bitcoin. - Apakah Bitcoin masih dalam tren naik atau sudah bearish?Dalam jangka pendek, Bitcoin masih menunjukkan tekanan dan tren turun. Namun secara jangka panjang, struktur pasar belum sepenuhnya berubah menjadi bearish dan masih bisa dianggap dalam fase koreksi.
- Apa arti resistance dalam analisis harga Bitcoin?
Resistance adalah level harga yang sulit ditembus karena banyak tekanan jual. Jika Bitcoin berhasil menembus resistance, biasanya ada peluang untuk melanjutkan kenaikan. - Apakah sekarang waktu yang tepat untuk beli Bitcoin?
Keputusan membeli Bitcoin bergantung pada strategi masing-masing. Dengan kondisi pasar yang masih belum pasti, banyak trader memilih menunggu konfirmasi arah sebelum masuk ke pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPaper – Bitcoin Price Prediction: Charts Signal Short-Term Pressure, diakses pada 21 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar

