Mengenal Adam Bém, Co-Founder Victoria VR
icon search
icon search

Top Performers

Mengenal Adam Bém, Co-Founder Victoria VR

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mengenal Adam Bém, Co-Founder Victoria VR

Mengenal Adam Be?m, Co Founder Victoria VR

Daftar Isi

Kalau kamu mengikuti perkembangan metaverse dan Web3, mungkin kamu lebih sering menemukan nama token, platform, atau jargon teknis dibanding sosok di balik keputusan besarnya. Padahal, di banyak proyek yang bertahan lama, ada figur yang bekerja bukan sebagai wajah kampanye, tapi sebagai penggerak operasional: orang yang memastikan visi tidak berhenti di presentasi, melainkan benar-benar jadi produk.

Adam Bém termasuk tipe tokoh seperti itu. Namanya tidak selalu paling ramai dibicarakan, tapi jejak perannya terlihat dari cara Victoria VR membangun metaverse yang menekankan realisme visual, integrasi blockchain, dan pendekatan yang lebih “siap pakai” untuk kebutuhan di luar hiburan.

 

Siapa Adam Bém dan Mengapa Perannya Penting

Adam Bém dikenal sebagai Co-Founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) di Victoria VR, proyek metaverse berbasis blockchain yang berpusat di Prague, Czechia. Posisi COO sering disalahpahami sebagai jabatan administratif. Padahal, pada proyek teknologi yang kompleks, COO biasanya menjadi penghubung antara gagasan besar, tim teknis, jadwal rilis, kebutuhan pengguna, sampai hubungan dengan mitra dan investor.

Itulah alasan kenapa perannya menarik buat kamu pahami. Ketika sebuah proyek mengklaim ingin membangun metaverse yang realistis, lintas platform, dan punya ekonomi aset digital di dalamnya, tantangan utamanya bukan cuma ide. Tantangannya adalah eksekusi: bagaimana ide itu dipecah jadi tahap pengembangan, diuji jadi produk, lalu dipelihara agar tetap relevan ketika tren bergeser.

Di Victoria VR, Adam Bém memegang peran penting pada sisi eksekusi itu. Setelah kamu mengenal posisinya, bagian yang lebih menarik justru muncul dari pertanyaan berikutnya: dari mana fondasi keahliannya terbentuk.

 

Latar Keahlian: Dari Keamanan Siber ke Web3

Sebelum mendirikan Victoria VR, Adam Bém sempat bekerja sebagai Cyber Security Specialist pada 2017 hingga 2018. Detail pendidikan formalnya tidak banyak dipublikasikan secara terbuka, namun jejak profesionalnya menunjukkan fondasi yang kuat di keamanan sistem. Ini relevan, karena Web3 dan metaverse yang membawa unsur kepemilikan aset digital selalu bersinggungan dengan isu keamanan, bukan hanya pada level aplikasi, tapi juga pada level kepercayaan.

Latar keamanan siber biasanya membentuk cara berpikir yang berbeda. Kamu terbiasa melihat sistem dari sisi risiko: titik lemah, celah, skenario penyalahgunaan, sampai bagaimana desain arsitektur sebaiknya dibuat sejak awal supaya tidak “ditambal” belakangan. Dalam konteks metaverse berbasis blockchain, cara berpikir ini berguna karena ekosistemnya memadukan beberapa lapisan sekaligus: grafis dan pengalaman VR, transaksi aset digital, identitas pengguna, hingga interaksi ekonomi di dalam platform.

Dari sini, peralihan Adam Bém ke ranah metaverse jadi terasa lebih masuk akal. Ia tidak datang hanya membawa ambisi visual, tetapi juga pengalaman mengelola aspek yang sering luput: keandalan dan keamanan ketika teknologi makin terhubung dengan uang, aset, dan kepemilikan.

 

Keputusan Mendirikan Victoria VR

Pada 2018, Adam Bém mendirikan Victoria VR bersama Robert Haluska. Di fase itu, konsep metaverse mulai ramai, tetapi banyak produk masih terjebak di dua kutub: fokus visual yang impresif tapi miskin utilitas, atau fokus utilitas namun pengalaman pengguna terasa belum matang.

Victoria VR mengambil jalur yang cukup jelas sejak awal: membangun pengalaman virtual reality dengan grafis realistis, lalu menambahkan blockchain sebagai fondasi kepemilikan aset dan transaksi. Ambisinya tidak berhenti di satu use case. Platform ini diarahkan untuk penggunaan yang lebih luas, mulai dari hiburan, edukasi, e-commerce, sampai komunikasi bisnis.

Keputusan untuk menarget realisme visual sekaligus blockchain sebenarnya menaikkan tingkat kesulitan proyek. Kamu tidak hanya berhadapan dengan satu stack teknologi, melainkan kombinasi kompleks yang menuntut disiplin eksekusi. Di sinilah peran COO biasanya paling terasa, karena keputusan harian akan menentukan apakah proyek mampu bergerak dari konsep menjadi rangkaian rilis produk.

 

Adam Bém sebagai COO: Pengambil Keputusan di Balik Layar

Sebagai COO, Adam Bém menangani sisi operasional dan eksekusi. Peran ini dapat mencakup penyusunan roadmap, koordinasi lintas tim, pengelolaan prioritas produk, hingga memastikan rilis berjalan sejalan dengan tujuan platform. Pada proyek metaverse, operasional bukan sekadar mengatur jadwal. Operasional adalah proses mengubah target besar menjadi daftar keputusan kecil yang konsisten.

Di Victoria VR, pendekatan ini terlihat dari fokus pada produk yang dapat diuji, lalu diperluas. Ada fase rilis awal untuk menguji mekanik, ada produk yang menunjukkan kualitas realisme, ada pula komponen yang menurunkan hambatan kreator non-teknis. Ini bukan pola yang muncul karena kebetulan. Biasanya, pola seperti ini lahir dari kepemimpinan operasional yang memaksa tim untuk merilis, mengukur, dan memperbaiki.

Saat kamu melihat proyek Web3 yang mampu mempertahankan arah dan tetap merilis produk di tengah volatilitas pasar, sering kali yang bekerja di belakang layar adalah struktur operasional yang rapi. Dari titik ini, bagian berikutnya akan lebih konkret karena kita masuk ke produk yang sudah dirilis.

 

Produk Nyata yang Dilahirkan Victoria VR

Salah satu cara paling adil menilai proyek metaverse adalah melihat apa yang benar-benar berhasil keluar sebagai produk, bukan sekadar rencana. Di bawah pengembangan Victoria VR, beberapa produk dan fitur yang sering disebut antara lain Alpha, CQB Arena, VR AI Builder, serta aplikasi metaverse Web3 untuk Apple Vision Pro.

Victoria VR Alpha sering diposisikan sebagai fase pengujian awal untuk mekanik VR. Produk seperti ini biasanya bertujuan menguji pengalaman pengguna, performa, dan gameplay loop dasar. Bagi metaverse yang ingin dibangun jangka panjang, fase pengujian seperti ini penting karena menyelamatkan tim dari ilusi konsep yang bagus di atas kertas tapi rapuh saat dipakai.

Lalu ada CQB Arena, yang digambarkan sebagai simulator senjata realistis dan arena pelatihan di virtual reality. Produk ini menegaskan fokus Victoria VR pada realisme. Realisme di sini bukan hanya perkara tekstur grafis, tapi juga sensasi interaksi, presisi gerak, dan konsistensi lingkungan virtual.

Yang kemudian jadi pembeda besar adalah VR AI Builder, sebuah pendekatan pembuatan pengalaman VR tanpa perlu kemampuan coding. Jika kamu pernah melihat metaverse yang hanya diisi tim internal karena proses pembuatannya rumit, kamu akan paham kenapa fitur semacam ini bisa mengubah arah ekosistem.

Terakhir, Victoria VR juga disebut merilis Web3 Metaverse App untuk Apple Vision Pro pada Q2 2024. Langkah ini bukan sekadar ikut tren perangkat baru. Secara simbolik, dukungan pada platform premium menandakan kesiapan teknologi untuk beroperasi di ekosistem VR generasi baru yang menuntut kualitas pengalaman dan optimasi yang lebih ketat.

Setelah melihat daftar ini, pertanyaan yang paling menarik biasanya bukan “apa saja produknya”, tetapi “mana yang paling menentukan”. Dari konteks Victoria VR, VR AI Builder sering muncul sebagai titik yang mengubah cara platform berkembang.

 

Mengapa VR AI Builder Jadi Titik Balik Victoria VR

Metaverse yang ingin bertahan sering menghadapi masalah klasik: konten. Kalau hanya tim internal yang membangun ruang virtual, skala pertumbuhannya akan lambat. Tapi kalau kamu membuka ruang bagi kreator eksternal, tantangannya adalah bagaimana membuat proses pembuatan konten tidak terasa seperti pekerjaan developer.

VR AI Builder diposisikan sebagai jawaban untuk masalah ini, karena mengarah pada pembuatan lingkungan VR secara codeless. Artinya, lebih banyak orang bisa membangun pengalaman di dalam metaverse tanpa harus menguasai bahasa pemrograman atau toolchain teknis yang rumit.

Dalam ekosistem platform, fitur seperti ini mengubah permainan. Platform tidak lagi bergantung sepenuhnya pada output internal. Ia mulai bergerak ke arah ekosistem kreator. Bagi kamu yang melihat metaverse sebagai alat edukasi atau ruang bisnis, pendekatan codeless juga memperbesar peluang adopsi. Banyak institusi atau tim kecil ingin membuat ruang virtual untuk kebutuhan spesifik, tetapi tidak punya sumber daya engineering besar.

Jika Alpha dan CQB Arena menunjukkan aspek realisme dan mekanik, VR AI Builder berpotensi menjadi mesin pertumbuhan konten. Dari sini, masuk akal jika Victoria VR kemudian menekankan bahwa metaverse mereka bukan hanya hiburan, melainkan bisa punya aplikasi praktis.

 

Keamanan sebagai DNA Proyek

Dalam proyek yang memadukan VR dan blockchain, keamanan bukan sekadar tambahankarena pada akhirnya kamu sedang berhadapan dengan keamanan aset digital dan risiko penyalahgunaan di ekosistem terdesentralisasi. Ia menjadi syarat dasar, karena blockchain membawa konsep kepemilikan aset digital. Ketika aset bisa dibuat, dibeli, dijual, dan diperdagangkan, potensi penyalahgunaan juga ikut naik.

Salah satu alasan Adam Bém sering dikaitkan dengan aspek keamanan adalah perannya di luar Victoria VR, yakni sebagai anggota Security Committee di Lossless, protokol yang berfokus pada keamanan DeFi. Keterlibatan ini memberi sinyal bahwa keahliannya tidak hanya relevan di lingkungan internal, tetapi juga diakui dalam diskusi keamanan di ranah yang lebih luas.

Di Victoria VR, latar keamanan siber dapat memengaruhi cara platform menempatkan blockchain sebagai lapisan kepemilikan. Konsep verifiable ownership, ekonomi aset, dan transaksi di dalam metaverse memerlukan desain yang mempertimbangkan risiko sejak awal. Pada titik ini, keamanan bukan lagi topik teknis yang dibicarakan di belakang. Ia menjadi bagian dari cara platform memposisikan dirinya.

Ketika kamu menyatukan realisme visual, kreator codeless, dan ekonomi aset digital, satu hal yang tidak bisa dihindari adalah token dan struktur distribusinya. Itu membawa kita ke bagian berikutnya.

 

Token, Governance, dan Kedewasaan Proyek

Victoria VR disebut mencatat peluncuran token yang sangat sukses di KuCoin, dengan trading volume dan minat investor yang tinggi. Dalam konteks proyek Web3, momen peluncuran token sering kali jadi ujian besar. Banyak proyek bisa ramai saat peluncuran, tetapi kehilangan arah setelahnya. Karena itu, indikator penting bukan hanya hype awal, melainkan apakah struktur ekonomi dan hubungan investor dikelola secara berkelanjutan.

Salah satu detail yang sering muncul adalah implementasi skema vesting, termasuk pembukaan vault pada Maret 2024 dan jadwal pelepasan token bertahap selama 12 bulan. Skema seperti ini biasanya digunakan untuk menekan tekanan jual mendadak dan menjaga stabilitas distribusi. Bagi pembaca yang lebih teknis, ini juga memberi sinyal bahwa proyek mencoba menyeimbangkan kebutuhan pendanaan dengan kesehatan ekonomi token.

Di luar angka, yang membuat bagian ini penting untuk profil tokoh adalah peran operasional, karena keputusan terkait tokenomics dan vesting biasanya memengaruhi insentif, ritme distribusi, hingga persepsi pasar. Tokenomics bukan sekadar keputusan marketing. Ia menyentuh desain insentif, ritme distribusi, hingga persepsi pasar. Pada proyek yang serius, pengelolaan token dan komunikasi investor biasanya menjadi area yang membutuhkan koordinasi ketat, dan di sinilah posisi COO kembali relevan.

Setelah memahami fondasi ekonomi, kamu akan lebih mudah menilai kemitraan strategis. Partner bukan hanya nama besar. Partner sering menjadi jalur percepatan teknologi dan ekspansi ekosistem.

 

Kemitraan Strategis dan Validasi Industri

Victoria VR dikaitkan dengan sejumlah mitra dan investor dari ranah teknologi dan Web3, termasuk nama seperti KuCoin Spotlight, DAO Maker, serta entitas teknologi seperti Dell Technologies, juga beberapa firma investasi dan venture di ekosistem kripto.

Kemitraan seperti ini penting karena dua hal. Pertama, ia memberi validasi bahwa proyek mampu meyakinkan pihak luar untuk terlibat, baik lewat dukungan finansial maupun dukungan ekosistem. Kedua, kemitraan sering membuka akses: jaringan komunitas, jalur distribusi, akses perangkat keras, atau kolaborasi pengembangan.

Untuk pembaca umum, daftar mitra kadang terlihat seperti pajangan. Namun kalau kamu menilainya dari kacamata operasional, kemitraan adalah pekerjaan berat yang menuntut konsistensi rilis dan kejelasan arah. Mitra tidak akan bertahan pada proyek yang hanya bergerak di tataran narasi. Dari sini, masuk akal jika Victoria VR terus mendorong milestone produk dan ekspansi platform.

Meski begitu, ada satu hal yang wajib dibahas agar profil tokoh terasa utuh: tantangan. Metaverse bukan jalan mulus, dan pembaca biasanya lebih percaya pada kisah yang mengakui kerumitan.

 

Tantangan Nyata di Balik Pengembangan Metaverse

Metaverse berbasis VR memiliki tantangan unik: adopsi perangkat dan kebiasaan pengguna tidak berkembang secepat hype narasinya. Banyak orang tertarik, tetapi tidak semua punya akses perangkat, ruang, atau waktu untuk memakai VR secara rutin. Ditambah lagi, ekosistem Web3 sendiri bergerak dalam siklus pasar yang naik turun.

Di tengah kondisi seperti itu, proyek yang serius biasanya memilih strategi yang lebih tahan banting: merilis produk bertahap, menguji mekanik, memperluas use case, dan membangun alat yang memperbesar kontribusi kreator. Pola rilis Victoria VR yang mencakup fase Alpha, produk yang menonjolkan realisme, serta alat codeless memberi gambaran bahwa platform mencoba menjawab tantangan skala dan adopsi lewat pendekatan produk, bukan sekadar kampanye.

Bagi profil tokoh, bagian tantangan ini penting untuk menempatkan Adam Bém pada konteks yang realistis. COO tidak bekerja ketika kondisi mudah. COO justru diuji ketika tim harus memilih prioritas, memangkas fitur, menjaga ritme, dan tetap merilis sesuatu yang bisa dipakai.

Dengan memahami tantangan ini, kamu akan lebih siap menilai fokus Adam Bém dan Victoria VR pada fase paling baru.

 

Fokus Adam Bém Hingga 2026

Hingga 2025, Adam Bém masih disebut aktif sebagai COO Victoria VR. Fokus yang sering muncul adalah pengembangan produk dan ekspansi pengalaman metaverse, termasuk dukungan untuk Apple Vision Pro melalui aplikasi metaverse Web3 yang dirilis pada 2024.

Masuknya Victoria VR ke ekosistem Apple Vision Pro dapat dibaca sebagai penanda arah: platform ingin berada di jalur perangkat VR premium yang menuntut kualitas pengalaman tinggi. Di saat bersamaan, keberadaan VR AI Builder menunjukkan bahwa platform juga berusaha mengurangi hambatan kreator, sehingga konten di dalam metaverse bisa berkembang tanpa bergantung sepenuhnya pada tim internal.

Jika kamu melihat garis besarnya, fokusnya konsisten: realisme visual, alat untuk memperbesar ekosistem konten, dan integrasi blockchain untuk kepemilikan aset. Kombinasi ini membuat profil Adam Bém lebih dari sekadar biodata co-founder. Ia tampil sebagai figur operasional yang membantu proyek bertahan dan berevolusi di area teknologi yang perubahannya cepat.

Setelah semua bagian ini, simpulan yang paling masuk akal bukan sekadar mengulang jabatan atau daftar produk, melainkan menarik benang merahnya.

 

Kesimpulan

Membahas Adam Bém pada akhirnya bukan soal jabatan Co-Founder atau COO semata, melainkan soal peran yang sering luput terlihat dalam proyek Web3: menjaga agar visi besar tetap berpijak pada realitas teknis dan operasional. Di industri yang kerap bergerak lebih cepat daripada kesiapan teknologinya, peran seperti ini justru menentukan apakah sebuah proyek bisa bertahan atau hanya lewat sebagai tren sesaat.

Latar belakang Adam Bém di keamanan siber memberi konteks penting pada cara Victoria VR dibangun. Pendekatan security-first, perhatian pada stabilitas sistem, serta kehati-hatian dalam mengelola kepemilikan aset digital menunjukkan bahwa metaverse tidak diperlakukan sebagai ruang eksperimental semata, melainkan sebagai lingkungan digital yang memiliki konsekuensi nyata bagi penggunanya. Di titik ini, metaverse tidak lagi sekadar visual, tetapi infrastruktur.

Rangkaian produk yang dirilis Victoria VR juga memperlihatkan pola yang konsisten. Mulai dari fase pengujian melalui Alpha, penekanan realisme lewat CQB Arena, hingga pembukaan akses kreator melalui VR AI Builder, semuanya mengarah pada satu tujuan: membuat metaverse yang bisa digunakan, dikembangkan, dan diperluas tanpa bergantung pada hype. Ekspansi ke Apple Vision Pro memperkuat kesan bahwa proyek ini tidak hanya mengikuti tren, tetapi mencoba menempatkan diri pada jalur teknologi yang lebih matang.

Bagi kamu yang melihat Web3 dan metaverse bukan sekadar sebagai narasi masa depan, tetapi sebagai sistem yang harus bekerja hari ini, profil Adam Bém memberi sudut pandang yang relevan. Ia merepresentasikan tipe tokoh yang tidak banyak bicara di depan, tetapi menentukan arah dari balik keputusan operasional. Dalam konteks industri kripto yang terus berubah, justru figur seperti inilah yang sering menentukan apakah sebuah proyek bisa bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

 

Itulah informasi menarik tentang Adam Bem yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

 

1. Siapa Adam Bém dan mengapa ia dikenal di industri metaverse?

Adam Bém dikenal sebagai Co-Founder dan COO Victoria VR, sebuah proyek metaverse berbasis blockchain yang berfokus pada pengalaman virtual reality realistis. Ia dikenal bukan karena tampil sebagai figur pemasaran, melainkan karena perannya dalam memastikan pengembangan platform berjalan stabil dan terarah. Di tengah banyak proyek metaverse yang berhenti di konsep, keterlibatannya menonjol karena fokus pada eksekusi produk yang benar-benar dirilis dan digunakan.

2. Apa peran Adam Bém dalam perkembangan Victoria VR?

Sebagai COO, Adam Bém bertanggung jawab pada sisi operasional dan pengambilan keputusan strategis di Victoria VR. Perannya mencakup penyusunan roadmap, koordinasi antar tim teknis dan non-teknis, serta memastikan visi platform diterjemahkan menjadi produk nyata. Kontribusi ini terlihat dari lahirnya fitur-fitur inti seperti VR AI Builder dan ekspansi Victoria VR ke ekosistem perangkat VR generasi baru.

3. Apa latar belakang Adam Bém sebelum terjun ke metaverse dan Web3?

Sebelum mendirikan Victoria VR, Adam Bém bekerja sebagai Cyber Security Specialist pada periode 2017 hingga 2018. , dan pengalamannya jadi relevan ketika kamu masuk ke ekosistem Web3 yang bertumpu pada sistem terdesentralisasi dan kepemilikan aset digital. Pengalaman ini membentuk pendekatan teknologinya yang sensitif terhadap risiko dan stabilitas sistem. Dalam konteks Web3, latar belakang tersebut relevan karena metaverse berbasis blockchain menuntut desain yang memperhatikan keamanan aset digital dan keandalan infrastruktur.

4. Apa kontribusi terbesar Adam Bém terhadap Victoria VR?

Kontribusi terbesar Adam Bém terlihat dari pendekatannya yang mendorong Victoria VR menjadi platform, bukan sekadar proyek eksperimental. Ia terlibat dalam strategi pengembangan produk yang bertahap, mulai dari fase Alpha hingga pengembangan alat codeless seperti VR AI Builder. Pendekatan ini membuka peluang adopsi lebih luas karena memungkinkan kreator non-teknis membangun pengalaman virtual di dalam metaverse.

5. Mengapa Adam Bém sering dikaitkan dengan isu keamanan blockchain dan Web3?

Adam Bém kerap dikaitkan dengan isu keamanan karena latar belakangnya di bidang keamanan siber serta keterlibatannya sebagai anggota Security Committee di Lossless, sebuah protokol yang fokus pada keamanan DeFi. Kombinasi pengalaman ini memperkuat posisinya sebagai figur yang memahami tantangan keamanan dalam sistem terdesentralisasi, sekaligus menjelaskan mengapa aspek keamanan menjadi bagian penting dari pendekatan Victoria VR.

6. Apa relevansi Adam Bém dan Victoria VR hingga saat ini?

Hingga 2026, Adam Bém masih aktif menjabat sebagai COO Victoria VR dan terlibat dalam pengembangan platform, termasuk ekspansi ke perangkat seperti Apple Vision Pro. Relevansinya terletak pada konsistensi membangun metaverse yang menekankan realisme visual, keamanan, dan kemudahan adopsi, di tengah industri yang terus berubah mengikuti tren teknologi.

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Metaverse

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
AIH/IDR
AIHub
799.000
74.21%
MOVE/IDR
Movement
333
46.7%
ALITAS/IDR
Alitas
4
33.33%
GWEI/IDR
ETHGas
3.013
31.74%
Nama Harga 24H Chg
H/IDR
Humanity P
2.196
-83.07%
SAHARA/IDR
Sahara AI
277
-60.37%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
DLC/IDR
Diverge Lo
275
-40.99%
DVI/IDR
Dvision Ne
2
-33.33%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026