Makin Canggih! Raksasa Asuransi Global Mulai Bayar Premi Pakai Stablecoin
icon search
icon search

Top Performers

Makin Canggih! Raksasa Asuransi Global Mulai Bayar Premi Pakai Stablecoin

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Makin Canggih! Raksasa Asuransi Global Mulai Bayar Premi Pakai Stablecoin

Makin Canggih! Raksasa Asuransi Global Mulai Bayar Premi Pakai Stablecoin

Daftar Isi

Industri keuangan kembali mencatat langkah baru dalam pemanfaatan teknologi blockchain. Broker asuransi global Aon berhasil menyelesaikan uji coba pembayaran premi asuransi menggunakan stablecoin, salah satu eksperimen institusional pertama di sektor ini.

“Posisi kami sebagai salah satu pihak pertama yang menerima stablecoin untuk pembayaran premi asuransi menunjukkan komitmen kami untuk terus berinovasi demi memenuhi kebutuhan klien dengan lebih baik,” kata Tim Fletcher, CEO Financial Services Group Aon dikutip dari PRNewsWire.

Dalam proyek tersebut, pembayaran dilakukan menggunakan USDC di jaringan Ethereum (ETH) dan PayPal USD (PYUSD) di jaringan Solana (SOL)

Model ini menguji apakah stablecoin dapat digunakan sebagai jalur pembayaran alternatif untuk transaksi premi asuransi lintas negara yang selama ini bergantung pada sistem perbankan konvensional.

 

Aon Uji Pembayaran Premi Asuransi Berbasis Blockchain

Uji coba ini melibatkan dua perusahaan kripto besar sebagai klien, yaitu Coinbase dan Paxos. Kedua perusahaan tersebut dipilih karena sudah memiliki infrastruktur kripto yang matang, sehingga pengujian dapat difokuskan pada mekanisme pembayaran stablecoin.

Dalam skenario pertama, premi asuransi diselesaikan menggunakan USDC melalui jaringan Ethereum. Sementara itu, transaksi kedua menggunakan PYUSD di jaringan Solana.

Penggunaan dua jaringan blockchain sekaligus dilakukan untuk melihat apakah sistem pembayaran ini dapat bekerja secara konsisten di infrastruktur yang berbeda, bukan hanya di satu ekosistem teknologi saja.

“Dengan menyelesaikan pembayaran premi asuransi menggunakan stablecoin, termasuk USDC, kami membantu Aon meningkatkan skala operasional keuangannya dengan lebih cepat, transparan, serta didukung infrastruktur institusional yang dapat berkembang sesuai kebutuhan,” lanjutnya.

 

Baca juga berita terkait: Warga Iran Beralih ke USDT Saat Rial Anjlok dan Inflasi Melonjak

 

Stablecoin Dinilai Lebih Cepat untuk Transaksi Lintas Negara

Selama ini, pembayaran premi asuransi internasional biasanya melalui sistem correspondent banking, yaitu jaringan bank perantara yang memproses transaksi antarnegara. Proses ini dapat memakan waktu beberapa hari sebelum transaksi benar-benar selesai.

Dalam uji coba tersebut, pembayaran menggunakan stablecoin dapat diselesaikan lebih cepat karena dana dikirim langsung melalui jaringan blockchain tanpa melibatkan rantai bank perantara.

Selain mempercepat proses penyelesaian transaksi, sistem ini juga menawarkan transparansi yang lebih tinggi karena seluruh transaksi tercatat secara on-chain dan dapat diverifikasi secara publik.

 

Regulasi Stablecoin Mulai Memberi Kepastian

Aon menyebut bahwa uji coba ini dimungkinkan setelah Amerika Serikat mengesahkan GENIUS Act pada 2025, yang memberikan kerangka hukum bagi penerbit stablecoin.

Kepastian regulasi menjadi faktor penting bagi institusi besar sebelum menggunakan teknologi baru dalam transaksi klien. Tanpa landasan hukum yang jelas, penggunaan stablecoin dalam proses pembayaran institusional akan menghadapi hambatan kepatuhan yang signifikan.

Dengan adanya regulasi tersebut, perusahaan kini mulai mengevaluasi kemungkinan penggunaan stablecoin dalam berbagai jenis transaksi keuangan.

 

Sinyal Adopsi dari Perusahaan Skala Global

Aon merupakan salah satu broker asuransi terbesar di industri keuangan global. Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 120 negara dan melayani banyak perusahaan besar, termasuk klien dari daftar Fortune 500.

Secara keseluruhan, perusahaan ini juga memberikan layanan konsultasi bagi klien yang mengelola aset sekitar US$5 triliun.

Langkah uji coba ini menunjukkan bahwa stablecoin mulai dilihat sebagai infrastruktur pembayaran potensial untuk transaksi keuangan institusional.

Meski demikian, Aon menegaskan bahwa proyek ini masih berada pada tahap proof of concept, sehingga penerapan secara luas masih memerlukan evaluasi lanjutan.

 

Baca berita selanjutnya: Setelah Libra Gagal, Meta Siap Luncurkan Stablecoin Baru di 2026

 

Tantangan Menuju Implementasi Skala Besar

Walau hasil uji coba menunjukkan potensi efisiensi, adopsi stablecoin dalam pembayaran institusional masih menghadapi sejumlah tantangan.

Beberapa di antaranya mencakup perbedaan regulasi antarnegara, kesiapan sistem keuangan perusahaan untuk menangani aset digital, serta standar akuntansi yang belum sepenuhnya seragam.

Faktor-faktor tersebut akan menentukan seberapa cepat stablecoin dapat digunakan secara luas dalam transaksi bisnis berskala besar.

 

Kesimpulan

Eksperimen yang dilakukan Aon menunjukkan bahwa stablecoin mulai diuji sebagai jalur pembayaran alternatif dalam transaksi institusional. 

Dengan memanfaatkan USDC dan PYUSD di dua jaringan blockchain berbeda, perusahaan ini mencoba membuktikan bahwa sistem pembayaran berbasis blockchain dapat bekerja dalam skenario bisnis nyata.

Meski masih berada pada tahap uji coba, langkah ini memperlihatkan bagaimana teknologi blockchain perlahan mulai masuk ke proses keuangan perusahaan besar.

Jika perkembangan regulasi dan infrastruktur terus berjalan, penggunaan stablecoin berpotensi memainkan peran yang lebih besar dalam sistem pembayaran lintas negara di masa depan.

 

FAQ

  • Apa itu stablecoin dalam sistem pembayaran keuangan?
    Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dipatok pada aset stabil seperti dolar AS. Karena nilainya relatif stabil, stablecoin sering digunakan sebagai alat pembayaran digital dalam transaksi blockchain.
  • Mengapa stablecoin mulai digunakan dalam transaksi institusional?
    Stablecoin menawarkan penyelesaian transaksi yang lebih cepat dibandingkan sistem perbankan tradisional, terutama untuk pembayaran lintas negara. Selain itu, transaksi dapat diverifikasi secara transparan melalui jaringan blockchain.
  • Apa peran USDC dan PYUSD dalam uji coba pembayaran premi ini?
    Dalam proyek percontohan tersebut, USDC digunakan di jaringan Ethereum, sedangkan PYUSD digunakan di jaringan Solana. Kedua stablecoin ini dipakai untuk menguji apakah sistem pembayaran dapat berjalan di lebih dari satu jaringan blockchain.
  • Apakah pembayaran premi asuransi dengan stablecoin sudah digunakan secara luas?
    Belum. Saat ini penggunaan stablecoin untuk pembayaran premi asuransi masih berada pada tahap uji coba. Institusi keuangan masih menilai aspek regulasi, sistem operasional, serta standar akuntansi sebelum mengadopsinya secara luas.
  • Apakah stablecoin berpotensi menggantikan sistem pembayaran bank?
    Stablecoin memiliki potensi sebagai alternatif pembayaran, terutama untuk transaksi lintas negara yang membutuhkan kecepatan dan transparansi. Namun, peran bank tetap penting karena sistem keuangan global masih bergantung pada infrastruktur perbankan dan regulasi yang berlaku.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Stablecoin

Lebih Banyak dari Berita

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
EPIC/IDR
Epic Chain
10.582
38.4%
SYN/IDR
Synapse
2.130
34.81%
STRM/IDR
StreamCoin
8
33.33%
SIREN/IDR
siren
13.181
29.23%
Nama Harga 24H Chg
DODO/IDR
DODO
1.129
-33.59%
MYX/IDR
MYX Financ
5.251
-27.78%
PORTAL/IDR
Portal
325
-25.63%
CVC/IDR
Civic
450
-22.55%
RVM/IDR
Realvirm
4
-20%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Michael Saylor Unggah ‘Back to Work’, Siap Borong Bitcoin Lagi?
04/06/2026
Michael Saylor Unggah ‘Back to Work’, Siap Borong Bitcoin Lagi?

Pendiri Strategy, perusahaan pemegang Bitcoin (BTC) Michael Saylor, kembali menjadi

04/06/2026
Ternyata Ini 3 Penyebab Kenapa Harga Bitcoin (BTC) Terus Melemah
04/06/2026
Ternyata Ini 3 Penyebab Kenapa Harga Bitcoin (BTC) Terus Melemah

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan tajam, kehilangan lebih dari

04/06/2026
Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah
03/06/2026
Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah

Pasar kripto mendapat sorotan baru terkait pembahasan CLARITY Act di

03/06/2026