Dogecoin (DOGE) mulai menggeser narasinya dari sekadar meme coin. Pada Kamis (26/2), Director Dogecoin Foundation Timothy Stebbing mengungkap roadmap 2–3 tahun untuk mendorong DOGE masuk ke sektor tokenisasi real world asset (RWA), dengan ambisi menjadikannya mata uang transaksi berbasis aset dunia nyata.
Rencana ini dikembangkan selama 12 bulan terakhir dan berpusat pada sistem sidechain bernama Fractal Engine, sebuah rules engine yang seluruh transaksinya menggunakan denominasi Dogecoin.
“Rencana yang telah saya kerjakan selama 12 bulan terakhir adalah menjadikan Dogecoin sebagai mata uang berbasis aset dalam 2–3 tahun ke depan dengan mengalihkan pasar tokenisasi RWA ke Fractal Engine, yakni sistem rules engine khusus tokenisasi aset yang seluruhnya menggunakan denominasi Dogecoin,” tulis Timothy.
Di tengah pengumuman tersebut, harga DOGE berada di kisaran US$0,09602, turun sekitar 7,49% dalam 24 jam terakhir. Artinya, pasar belum merespons secara euforia. Namun secara strategis, arah yang diambil Foundation menunjukkan reposisi besar terhadap fundamental Dogecoin.
Apa yang Diusulkan Dogecoin Foundation?
Inti dari proposal ini adalah menjadikan Dogecoin sebagai mata uang utama dalam perdagangan aset dunia nyata yang ditokenisasi. Seluruh transaksi di sistem tersebut dirancang menggunakan DOGE sebagai alat tukar.
Fractal Engine dirancang bukan sebagai blockchain umum, melainkan sistem khusus untuk menangani tokenisasi aset seperti:
- Hotel
- Bisnis
- Mineral
- Minyak dan gas
- Aset komersial lainnya
Seluruh perdagangan token aset tersebut harus dilakukan menggunakan DOGE.
Stebbing menyatakan secara tegas bahwa jika seseorang ingin memperdagangkan aset tokenisasi di sistem ini, maka transaksi dilakukan dengan Dogecoin. Logika ekonominya jelas: menciptakan permintaan utilitas langsung terhadap token.
Baca berikutnya: 3 Meme Coin yang Layak Dipantau di Akhir Februari 2026
Kenapa Menggunakan Sidechain?
Dalam tahap awal, Fractal Engine akan dijalankan sebagai sidechain terpisah dari jaringan utama Dogecoin.
Skema ini memungkinkan pengujian tokenisasi aset tanpa melakukan perubahan langsung pada protokol inti.
Stebbing menyebut, jika model tersebut terbukti efektif, tokenisasi RWA akan dipindahkan ke Layer 1 melalui peningkatan protokol. Langkah ini menandai pendekatan bertahap sebelum integrasi penuh ke jaringan utama.
“Setelah model ini terbukti berjalan, tahap berikutnya adalah memigrasikan tokenisasi RWA dari sidechain ke Layer 1 melalui peningkatan protokol. Jika berhasil, langkah ini akan menjadikan Dogecoin sebagai platform utama tokenisasi aset dengan denominasi DOGE,” jelasnya.
Mengapa Tokenisasi RWA Jadi Isu Besar?
Tokenisasi aset dunia nyata kini masuk radar institusi global. Dalam surat tahunan 2025, CEO BlackRock Larry Fink menyatakan bahwa saham, obligasi, hingga reksa dana berpotensi ditokenisasi di masa depan.
Ia menilai model ini dapat memangkas waktu penyelesaian transaksi dari hitungan hari menjadi detik serta meningkatkan efisiensi likuiditas.
Dengan dukungan pemain keuangan besar, tokenisasi RWA dipandang sebagai salah satu arah pengembangan infrastruktur pasar berikutnya. Dogecoin, melalui proposal Fractal Engine, berupaya mengambil posisi di segmen tersebut.
Apa Dampaknya terhadap Harga DOGE?
Secara langsung, belum ada dampak signifikan. Harga DOGE justru terkoreksi dalam 24 jam setelah berita muncul.
Meski demikian, proposal tersebut menandai upaya mengubah fondasi permintaan terhadap Dogecoin. Selama ini, pergerakan harga DOGE lebih banyak dipengaruhi sentimen komunitas dan siklus spekulatif.
Melalui skema tokenisasi RWA, Foundation mencoba menciptakan sumber permintaan baru berbasis utilitas. Jika model ini berjalan dan menarik partisipasi institusi, setiap transaksi aset tokenisasi di ekosistem tersebut akan membutuhkan DOGE sebagai alat tukar.
Langkah ini menunjukkan upaya reposisi Dogecoin dari sekadar aset berbasis sentimen menuju infrastruktur transaksi aset digital.
Baca selanjutnya: Pippin Konsisten Jadi Top Gainer di Crypto Bubbles, Siap Cetak ATH?
Tantangan yang Harus Dilewati
Meski terdengar ambisius, ada beberapa tantangan besar:
- Implementasi teknis sidechain dan integrasi Layer 1
- Adopsi institusi terhadap ekosistem Dogecoin
- Regulasi tokenisasi aset di berbagai yurisdiksi
- Kompetisi dari blockchain lain yang lebih dulu masuk sektor RWA
Roadmap 2–3 tahun memberi ruang pengembangan, tetapi keberhasilan akan sangat bergantung pada eksekusi dan respons pasar.
Kesimpulan
Dogecoin sedang mencoba mendefinisikan ulang identitasnya. Proposal tokenisasi RWA lewat Fractal Engine membuka peluang bagi DOGE untuk memiliki utilitas berbasis aset dunia nyata dan menarik permintaan institusional.
Langkah ini belum menggerakkan harga secara instan. Namun jika roadmap berjalan sesuai rencana, Dogecoin berpotensi masuk ke arena yang selama ini didominasi blockchain dengan citra lebih serius.
Perubahan terbesar bukan pada harga hari ini, melainkan pada arah strategis yang sedang dibangun.
FAQ
- Apa itu tokenisasi RWA dalam kripto?
Tokenisasi RWA adalah proses mengubah aset dunia nyata seperti properti, saham, atau komoditas menjadi token digital di blockchain. Token ini merepresentasikan kepemilikan atau hak atas aset tersebut dan bisa diperdagangkan secara digital. - Apa fungsi Fractal Engine dalam rencana Dogecoin?
Fractal Engine adalah sidechain khusus yang dirancang untuk menangani tokenisasi aset dunia nyata dengan denominasi penuh menggunakan DOGE. Sistem ini bertindak sebagai mesin aturan transaksi untuk perdagangan RWA di ekosistem Dogecoin. - Apakah rencana ini berarti Dogecoin akan didukung aset fisik?
Belum. Proposal ini tidak langsung menjadikan DOGE sebagai stablecoin berbasis aset. Fokusnya adalah menjadikan DOGE sebagai mata uang transaksi untuk aset yang telah ditokenisasi, bukan sebagai jaminan fisik langsung. - Mengapa institusi tertarik pada tokenisasi aset?
Institusi melihat tokenisasi sebagai cara meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kecepatan penyelesaian transaksi. Tokenisasi juga membuka akses likuiditas yang lebih luas terhadap aset yang sebelumnya sulit diperdagangkan. - Apakah rencana ini bisa membuat harga DOGE naik?
Secara teori, jika tokenisasi RWA berjalan dan volume transaksi meningkat, permintaan terhadap DOGE bisa terdorong oleh utilitas riil. Namun saat ini roadmap masih tahap pengembangan dan belum berdampak langsung pada harga. - Berapa lama roadmap tokenisasi Dogecoin ini?
Dogecoin Foundation menargetkan implementasi dalam 2–3 tahun ke depan, dimulai dari pengembangan sidechain hingga kemungkinan integrasi ke Layer 1 melalui upgrade protokol.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Coinpaper – Dogecoin Price Could Surge as RWA Tokenization Plan Targets Institutional Demand, diakses pada 27 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Meme Coin, #Berita Dogecoin






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


