Resistance
icon search
icon search

Top Performers

Home / Kamus / judul_artikel

28 indodax indodax academy glossary poster Resistance e1591329671202

Resistance adalah garis mendatar atau agak miring pada grafik pergerakan harga yang umumnya menjadi acuan para pembeli untuk tidak membeli ketika harganya sudah hampir menyentuh garis resistance. Jika support dianggap sebagai batas bawah harga, maka resistance adalah batas atasnya.

Resistance terdiri dari level di mana harga suatu aset gagal ditembus karena tekanan jual yang kuat. Dalam beberapa kasus, terjadinya level resistensi mungkin juga terkait dengan dinding jual besar, yang mencegah harga naik lebih jauh.

Jadi level resistance diharapkan bertindak sebagai “plafon”, yang disebabkan oleh pasokan besar penjual di area harga tersebut. Dengan demikian, pedagang dapat menafsirkan resistensi sebagai level yang hanya dapat dilampaui dengan tekanan beli yang signifikan.

Biasanya, analis teknis menarik garis resistensi berdasarkan tertinggi sebelumnya. Teknik seperti itu mungkin berguna saat mencoba memprediksi titik potensial pembalikan harga. Secara umum, level resistensi digambarkan sebagai garis horizontal lurus, tetapi juga dapat digambarkan sebagai diagonal. Namun, diagonal sering disebut sebagai garis tren.

Penting untuk dicatat bahwa level resistance, ketika dilampaui, cenderung menjadi level support – yang pada dasarnya adalah konsep yang berlawanan. Sementara garis resistensi sering bertindak sebagai batas atas, mencegah harga naik lebih jauh, level dukungan bertindak sebagai “lantai” yang cenderung menahan harga di atasnya. Biasanya, peluang perdagangan yang baik muncul ketika level resistance atau support ditembus.

Support dan Resistance saling terhubung dan memilik manfaat yang terbagi dalam 3 hal berikut:

1. Untuk Menunjukkan Terjadinya

Tren Support dan Resistance bisa menunjukkan dimulainya tren, setelah harga menembus salah satu batas tersebut. Pada umumnya, breakout terkonfirmasi dari Support bisa memulai pergerakan Downtrend, sementara penembusan valid dari Resistance kerap mengawali pergerakan Uptrend. Dengan mengetahui kapan terjadinya sebuah tren, risiko kerugian karena asal Open atau Close posisi dapat dihindari.

2. Untuk Menentukan Posisi Entry

Jika mengandalkan Support dan Resistance, maka posisi entry biasanya ditentukan setelah harga tertutup di atas atau di bawah SR. Apabila harga telah gagal menembus Support misalnya, maka entry buy bisa dilakukan setelah harga selesai tertutup di atas Support. Sementara apabila harga tampak menembus Support, maka sebaiknya jangan entry sell sebelum harga benar-benar tertutup di bawah Support untuk mengkonfirmasi breakout.

3. Untuk Mengetahui Posisi Exit

Support dan Resistance bisa dijadikan patokan exit, terutama dalam hal menentukan Stop Loss dan Take Profit. Misalkan kita sudah menggariskan Support dan Resistance di chart, maka entry buy di area Support bisa menargetkan level Resistance sebagai target Take Profit. Sementara jika menggunakan harga ternyata breakout ke bawah, maka bisa mencari Support berikutnya sebagai target Take Profit, dan menggunakan Support yang telah tertembus tadi sebagai area Stop Loss.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!