Bitcoin (BTC) memasuki minggu kedua Maret 2026 dalam kondisi rawan volatilitas.
Sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS) dijadwalkan rilis beruntun sepanjang pekan ini, mulai dari laporan inflasi hingga indikator pasar tenaga kerja yang menjadi acuan kebijakan Federal Reserve.
Di tengah harga Bitcoin yang masih bertahan di sekitar $67.500, pelaku pasar kini menyoroti bagaimana rangkaian data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga dan arah pasar kripto.
Jika inflasi kembali memanas atau data ekonomi menunjukkan tekanan baru, volatilitas di pasar Bitcoin dan aset kripto berpotensi meningkat dalam waktu dekat.
Baca juga berita terkait: Bitcoin Segera Tambang Koin ke-20 Juta, Apa Artinya untuk Pasar?
Rangkaian Data Ekonomi AS Siap Menguji Pasar Kripto
Berikut daftar data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pada minggu kedua Maret 2026 dan berpotensi memengaruhi pergerakan Bitcoin.
1. CPI Jadi Data Inflasi yang Paling Ditunggu
Perhatian utama pasar tertuju pada Consumer Price Index (CPI) Februari yang dijadwalkan rilis pada Rabu (11/3).
CPI merupakan indikator utama untuk mengukur inflasi konsumen di Amerika Serikat. Pada laporan sebelumnya, inflasi tercatat lebih tinggi dari ekspektasi pasar, yang memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Jika CPI kembali menunjukkan inflasi yang tinggi, peluang penurunan suku bunga bisa semakin kecil. Kondisi tersebut biasanya menekan aset berisiko karena investor cenderung beralih ke instrumen yang lebih aman.
Sebaliknya, jika data menunjukkan inflasi mulai melambat, pasar bisa merespons positif. Ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya mendorong peningkatan likuiditas yang berpotensi mengangkat harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
2. PPI Akan Mengonfirmasi Arah Tekanan Inflasi
Sehari setelah CPI, pasar akan menerima laporan Producer Price Index (PPI) yang dijadwalkan rilis pada Kamis (12/3).
PPI mengukur inflasi di tingkat produsen dan sering dianggap sebagai indikator awal tekanan harga di masa depan. Jika CPI dan PPI sama-sama menunjukkan angka yang tinggi, pasar dapat menilai bahwa inflasi masih sulit dikendalikan.
Situasi ini berpotensi memperkuat sikap hawkish dari Federal Reserve. Ketika ekspektasi suku bunga tetap tinggi, aset berisiko seperti kripto sering mengalami tekanan karena biaya likuiditas di pasar meningkat.
3. Data Tenaga Kerja Turut Menjadi Perhatian
Selain inflasi, kondisi pasar tenaga kerja Amerika juga akan menjadi sorotan. Pada Kamis, pemerintah AS akan merilis data jobless claims atau klaim pengangguran mingguan. Indikator ini memberikan gambaran terbaru mengenai kesehatan pasar tenaga kerja.
Laporan sebelumnya menunjukkan sekitar 92.000 pekerjaan hilang, dengan tingkat pengangguran naik ke 4,4%. Jika data baru kembali menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dapat meningkat.
Pada hari yang sama, pasar juga akan memantau data neraca perdagangan AS yang dapat memberikan gambaran tambahan mengenai aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
4. Core PCE dan Revisi GDP Tutup Pekan Makro
Memasuki akhir pekan, pasar akan menerima beberapa indikator ekonomi penting lainnya yang tidak kalah berpengaruh.
Pada Jumat (13/3), beberapa data berikut dijadwalkan rilis:
- Core PCE, indikator inflasi yang menjadi acuan utama Federal Reserve
- Revisi GDP kuartal keempat
- JOLTS job openings atau data lowongan kerja di Amerika Serikat
Core PCE sering menjadi fokus utama bank sentral dalam menentukan arah kebijakan moneter. Jika inflasi tetap tinggi sementara pertumbuhan ekonomi mulai melambat, pasar bisa semakin khawatir terhadap skenario stagflasi.
Bagi Bitcoin yang saat ini berada di area teknikal penting, kombinasi data tersebut dapat memicu pergerakan harga yang lebih tajam.
Baca berikutnya: Alarm untuk Bitcoin: Indeks US Dollar Naik Tajam, BTC Terancam Tertekan
Perkembangan Regulasi Kripto Ikut Dipantau
Selain data ekonomi, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat.
Pada awal Maret, SEC dilaporkan telah mengirim kerangka interpretasi baru terkait aset digital ke Gedung Putih untuk proses peninjauan antar lembaga. Kerangka tersebut bertujuan menentukan token mana yang dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas.
Jika klasifikasi tersebut diperjelas, dampaknya bisa langsung terasa pada berbagai proyek kripto yang selama ini berada di wilayah abu-abu regulasi.
Sementara itu, pembahasan Digital Asset Market Structure CLARITY Act masih tertahan di Senat. Pasar menunggu apakah pemerintah akan memberikan dorongan baru untuk melanjutkan pembahasan regulasi tersebut.
Di sisi lain, panduan bersama dari Federal Reserve, OCC, dan FDIC yang memungkinkan bank menyimpan aset yang ditokenisasi di neraca mereka juga memicu aktivitas baru di sektor perbankan.
Jika bank besar mulai meluncurkan produk berbasis kripto, sentimen pasar dapat berubah dengan cepat.
Kesimpulan
Rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada minggu kedua Maret 2026 datang pada saat yang sensitif bagi pasar kripto. Inflasi, kondisi tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi akan membentuk ekspektasi baru terhadap arah kebijakan Federal Reserve.
Dengan Bitcoin bertahan di sekitar $67.500 dan berada di area teknikal penting, hasil dari data CPI, PPI, hingga Core PCE berpotensi memicu pergerakan harga yang lebih tajam dalam waktu dekat.
Bagi pelaku pasar, pekan ini menjadi momen penting untuk memantau bagaimana data makro Amerika Serikat membentuk sentimen baru di pasar kripto.
FAQ
- Mengapa data ekonomi AS bisa memengaruhi harga Bitcoin?
Data ekonomi Amerika Serikat memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve. Ketika inflasi tinggi atau ekonomi kuat, suku bunga biasanya tetap tinggi. Kondisi ini dapat menekan aset berisiko seperti Bitcoin karena likuiditas di pasar menjadi lebih ketat. - Apa itu CPI dan mengapa penting bagi pasar kripto?
CPI atau Consumer Price Index adalah indikator inflasi konsumen di Amerika Serikat. Jika CPI meningkat, peluang penurunan suku bunga biasanya menurun. Hal ini sering membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko seperti kripto. - Apa perbedaan CPI dan PPI dalam laporan inflasi?
CPI mengukur perubahan harga dari sisi konsumen, sedangkan PPI mengukur perubahan harga di tingkat produsen. PPI sering digunakan untuk melihat tekanan inflasi yang berpotensi muncul di masa depan. - Apa itu Core PCE yang sering disebut oleh Federal Reserve?
Core PCE adalah indikator inflasi yang menjadi acuan utama Federal Reserve dalam menentukan kebijakan moneter. Data ini tidak memasukkan harga makanan dan energi yang cenderung lebih volatil. - Mengapa pasar kripto sensitif terhadap kebijakan suku bunga AS?
Suku bunga memengaruhi jumlah likuiditas yang beredar di pasar global. Ketika suku bunga tinggi, investor cenderung menghindari aset berisiko. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, minat terhadap aset seperti Bitcoin dan kripto biasanya meningkat.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- ETHNews – Most Important U.S. Developments This Week That Could Move Crypto Markets, diakses pada 9 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Regulasi Crypto, #Berita The Fed, #Berita SEC, #Berita consumer price index,






Polkadot 4.42%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


