Bayangkan transaksi ekspor-impor energi antarnegara besar, tapi tanpa dolar, tanpa bank internasional, bahkan tanpa SWIFT. Itulah yang sedang terjadi saat Rusia dan China mulai menggunakan stablecoin seperti USDT dalam perdagangan lintas batas. Dunia mungkin tak mendengar ledakan besar, tapi perubahan keuangan global sedang dimulai — secara diam-diam tapi pasti.
Artikel menarik lainnya untuk Anda: Stablecoin Adalah Solusi Fluktuasi Harga Pasar Kripto
Stablecoin Jadi Alat Dagang Minyak Rusia–China

Sumber Gambar: Statista
Menurut laporan Reuters (Maret 2025) dan data dari Statista, Rusia kini aktif menggunakan stablecoin seperti USDT dalam perdagangan minyak dengan China. Transaksi ini bukan sekadar eksperimen digital — ini strategi resmi untuk menghindari sistem keuangan Barat yang didominasi dolar dan SWIFT, seperti informasi yang kami kutip dari website reports.tiger-research.com
Skema transaksinya cukup sederhana:
- Pembeli China mengirim yuan ke perantara.
- Perantara menukar yuan ke stablecoin (seperti USDT).
- Stablecoin dikirim ke eksportir Rusia.
- Dana ditukar ke rubel.
Dengan cara ini, semua pihak bisa melewati bank AS atau sistem keuangan Barat, sehingga tidak terkena sanksi langsung. Ini juga membuat transaksi lebih cepat, murah, dan tahan gangguan politik.
USDT Jadi Primadona, Bitcoin Kurang Cocok
Meski Rusia kadang menggunakan Bitcoin atau Ethereum, keduanya dinilai terlalu volatil untuk transaksi bernilai besar seperti minyak. Sebaliknya, USDT jadi andalan karena:
- Stabil terhadap dolar
- Likuid tinggi
- Bisa dikirim cepat tanpa perantara bank
Fakta ini menjelaskan kenapa stablecoin bukan lagi alat spekulasi trader, tapi solusi transaksi antarnegara dalam situasi penuh tekanan politik.
Masih seputar topik ini, simak juga: Apa Itu Tether (USDT)? Stablecoin Andalan Crypto
China: Melarang Kripto Tapi Toleransi Stablecoin?
Sumber Gambar: Chainalysis
Secara resmi, China melarang penggunaan kripto untuk transaksi domestik. Tapi dalam konteks perdagangan energi dengan Rusia, otoritas terlihat menoleransi penggunaan stablecoin.
Kenapa? Karena:
- Perdagangan energi harus tetap jalan
- Ketergantungan pada dolar makin dihindari
- Sistem perbankan tradisional terlalu lambat dan rawan gangguan
Inilah yang disebut oleh Tiger Research sebagai “postur ganda”: secara publik melarang, tapi secara praktis membiarkan — demi kelangsungan ekonomi.
Iran, Venezuela & Negara Lain Juga Ikut
Menurut Chainalysis, Rusia bukan satu-satunya negara yang mengandalkan stablecoin untuk tetap berdagang. Iran dan Venezuela juga menggunakan cara serupa untuk:
- Tetap bisa ekspor-impor meski disanksi
- Hindari pembekuan dana di sistem perbankan
- Manfaatkan kecepatan transaksi blockchain
Bahkan jika sanksi mereda nanti, kemungkinan besar skema ini akan tetap digunakan karena terlalu efisien untuk ditinggalkan.
Kesimpulan
Perdagangan energi kini tak lagi hanya bergantung pada bank sentral dan mata uang fiat. Stablecoin seperti USDT mulai membentuk tulang punggung sistem pembayaran global baru, terutama di kawasan yang terdampak sanksi atau tekanan geopolitik.
Dengan efisiensi, kecepatan, dan kemandirian dari sistem lama, stablecoin telah naik kelas menjadi instrumen strategis antarnegara — bukan cuma alat lindung nilai bagi trader retail.
Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
Itulah informasi terkini seputar berita crypto hari ini, Jangan lupa untuk mengaktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan pembaruan terbaru mengenai berbagai informasi menarik yang kami sajikan di Akademi crypto hanya di INDODAX Academy, sumber terpercaya untuk belajar tentang dunia kripto
Dan jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain melalui Google News.
Selain itu untuk mempermudah kamu untuk trading crypto dengan mudah dan aman kamu dapat mendownload aplikasi crypto terbaik dari INDODAX melalui Google play store maupun melalui App Store sekarang juga!
Agar tidak ketinggalan informasi terupdate tentang dunia crypto Jangan lupa juga untuk mengikuti sosial Media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
1.Kenapa Rusia memilih USDT, bukan Bitcoin?
Karena Bitcoin terlalu fluktuatif. USDT nilainya stabil terhadap dolar, cocok untuk transaksi bernilai besar seperti minyak.
2.Apakah penggunaan stablecoin ini ilegal?
Tidak selama negara tersebut tidak melanggar hukum domestik. Rusia dan China menggunakannya dalam ruang abu-abu yang sah untuk kepentingan perdagangan.
3. Kenapa China melarang kripto tapi pakai stablecoin?
Karena untuk ekspor-impor strategis seperti energi, pemerintah China lebih fleksibel. Ini soal pragmatisme, bukan ideologi.
4. Negara mana lagi yang memakai stablecoin dalam ekspor?
Iran, Venezuela, dan bahkan India mulai memanfaatkannya untuk menjaga arus dagang tetap hidup, meski secara publik bersikap hati-hati.
Author: AL
Tag Terkait: #Berita Kriptp Hari Ini.