Mayoritas aset global kompak melemah dalam satu hari terakhir. Saham, obligasi, emas, hingga Bitcoin sama-sama tertekan, menandakan sentimen pasar yang sedang tidak kondusif.
Di tengah kondisi ini, hanya komoditas yang mampu bertahan stabil bahkan mencatat kenaikan dalam jangka bulanan.
Hampir Semua Aset Global Tertekan
Data terbaru per Jumat (27/3) menunjukkan tekanan terjadi secara luas di berbagai kelas aset.

Sumber: Trefis
Saham global yang direpresentasikan oleh ETF SPY turun -1,8% harian, mencerminkan tekanan yang terus berlanjut. Obligasi melalui ETF AGG juga ikut melemah menunjukkan investor belum sepenuhnya berpindah ke aset defensif.
Emas yang selama ini dikenal sebagai safe haven justru turun tajam -3,8% harian dan -15,4% bulanan. Sektor properti global yang diwakili ETF VNQ ikut tertekan dengan penurunan -0,1% harian dan -6,5% bulanan.
Bitcoin pun tidak sepenuhnya kebal, turun -0,2% harian, meski masih mencatat kenaikan 4,7% dalam sebulan.
Baca juga: Tether Gold Masuk BEP-20, Dijamin Emas Asli di Swiss
Komoditas Bertahan karena Efek Perang

Harga indeks komoditas DBC hari ini (27/3) | Sumber: Yahoo! Finance
Berbeda dari aset finansial, komoditas tetap stabil dengan pergerakan 0% harian dan mingguan, serta naik 5,6% dalam sebulan.
Dalam kondisi konflik geopolitik, komoditas sering mendapatkan dorongan dari gangguan suplai dan distribusi. Ketika jalur logistik terganggu atau muncul risiko sanksi, pasokan menjadi tidak pasti.
Situasi ini menciptakan supply shock, yaitu kondisi di mana harga naik karena kekhawatiran kekurangan pasokan.
Komoditas energi seperti minyak biasanya bereaksi paling cepat. Harga bisa melonjak hanya karena sentimen eskalasi konflik. Selain itu, ekspektasi inflasi juga memperkuat posisi komoditas.
Ketika biaya energi naik, harga barang lain ikut terdorong, membuat komoditas tetap relevan sebagai aset lindung nilai.
Emas Tidak Selalu Jadi Pelindung

Harga emas saat perang Timur Tengah | Sumber: tradingeconomics
Menariknya, emas yang sering dianggap sebagai aset aman justru ikut turun.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu, emas tidak selalu menjadi pilihan utama investor.
Pergerakan emas juga dipengaruhi faktor lain seperti likuiditas dan kondisi makro, sehingga tidak selalu bergerak berlawanan dengan pasar saham.
Meski demikian, dalam jangka panjang emas tetap dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian.
Kesimpulan
Pasar saat ini menunjukkan tekanan yang merata di hampir semua aset global.
Namun, komoditas menjadi pengecualian karena didukung oleh faktor fundamental seperti gangguan suplai dan risiko geopolitik.
Kondisi ini menegaskan bahwa dalam situasi konflik, aset berbasis kebutuhan fisik cenderung lebih tahan dibanding aset finansial.
FAQ
1. Kenapa saham global turun bersamaan?
Karena sentimen pasar sedang negatif akibat faktor makro dan geopolitik, sehingga investor mengurangi risiko di berbagai aset.
2. Kenapa komoditas bisa tetap stabil saat aset lain turun?
Karena komoditas dipengaruhi oleh suplai fisik dan gangguan distribusi, terutama saat terjadi konflik.
3. Apa itu supply shock dalam komoditas?
Supply shock adalah kondisi ketika pasokan terganggu sehingga harga naik akibat kekhawatiran kekurangan barang.
4. Kenapa emas tidak selalu naik saat krisis?
Karena emas juga dipengaruhi faktor lain seperti likuiditas, suku bunga, dan kondisi ekonomi global.
5. Apakah komoditas selalu aman saat perang?
Tidak selalu. Komoditas bisa sangat volatil karena dipengaruhi sentimen dan perubahan kondisi konflik.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #info emas 2026, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
