Pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, resmi mengajukan permohonan sidang ulang dalam kasus FTX dan menuduh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menekan serta membungkam saksi yang dinilai dapat meringankan posisinya di pengadilan.
Permohonan itu diajukan pada Selasa (10/2) berdasarkan Rule 33 Federal Rules of Criminal Procedure, aturan yang memungkinkan terdakwa meminta persidangan ulang jika ditemukan bukti baru yang berpotensi memengaruhi hasil putusan.

Sumber Gambar: X.com
“Bukti baru menunjukkan bahwa DOJ di era Presiden Biden mengancam sejumlah saksi agar tetap diam atau mengubah kesaksian mereka. Vonis terhadap saya seharusnya dibatalkan,” tulis Bankman-Fried di platform X dikutip CoinPedia.
Saat ini, pendiri FTX tersebut tengah menjalani hukuman 25 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan penipuan federal. Kasus ini berkaitan dengan runtuhnya FTX pada 2022 yang menyebabkan kerugian sekitar US$8 miliar dana pelanggan.
Baca berita lainnya: Google Cloud Temukan 7 Malware Baru Serang Perusahaan Kripto
Tiga Saksi yang Disebut
Dalam dokumen pengajuan, Bankman-Fried menyebut tiga nama yang menurutnya dicegah untuk memberikan kesaksian yang menguntungkan pembelaan, yakni Daniel Chapsky, Ryan Salame, dan Nishad Singh.
Chapsky, mantan orang dalam FTX yang tidak pernah tampil di persidangan, disebut siap menyatakan bahwa FTX masih dalam kondisi solvabel saat krisis likuiditas November 2022.
Ia juga diklaim akan menjelaskan bahwa dana pelanggan dapat dibayarkan kembali serta bahwa akun Alameda Research di FTX mencatat saldo bersih positif miliaran dolar sepanjang 2022.
Ryan Salame disebut tidak pernah naik ke kursi saksi. Sementara itu, pernyataan awal Nishad Singh kepada penyidik disebut berubah setelah mendapat tekanan dari jaksa, menurut klaim dalam dokumen tersebut.
Bankman-Fried menilai tekanan terhadap saksi ini berdampak langsung pada narasi yang dibangun di ruang sidang.
Tuduhan Manipulasi Data Keuangan
Pengajuan sidang ulang itu juga menyinggung dugaan manipulasi data oleh tim pengelola kebangkrutan FTX. Bankman-Fried menyebut data keuangan perusahaan disusun sedemikian rupa untuk mendukung dakwaan penuntutan.
Ia turut menuduh pemerintah salah merepresentasikan arti saldo negatif dalam ledger fiat tertentu yang digunakan sebagai bagian dari bukti di pengadilan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari DOJ terkait tudingan tersebut dalam dokumen publik yang beredar.
Baca selanjutnya: Mantan CEO SafeMoon Dipenjara 100 Bulan, Terbukti Tipu Investor
Minta Hakim Mundur
Selain meminta sidang ulang, Bankman-Fried juga mengajukan permintaan agar Hakim Lewis Kaplan tidak menangani permohonan ini.
Ia menilai terdapat pola praduga terhadap terdakwa dalam sejumlah perkara besar yang ditangani hakim tersebut.
Langkah ini memperluas strategi hukum Bankman-Fried setelah vonis dijatuhkan dan banding awal bergulir.
Kesimpulan
Permohonan sidang ulang yang diajukan Sam Bankman-Fried membuka fase baru dalam perkara FTX yang belum sepenuhnya mereda.
Dengan membawa isu tekanan terhadap saksi dan dugaan kesalahan representasi data keuangan, ia berupaya menantang fondasi putusan yang telah menjatuhkan hukuman 25 tahun penjara.
Keputusan pengadilan atas permohonan ini akan menjadi penentu apakah kasus FTX hanya berlanjut sebagai proses banding biasa, atau kembali memasuki ruang sidang dengan dinamika baru.
FAQ
- Apa itu Rule 33 dalam hukum pidana Amerika Serikat?
Rule 33 adalah aturan federal yang memungkinkan terdakwa meminta sidang ulang jika terdapat bukti baru yang sebelumnya tidak tersedia dan dinilai dapat memengaruhi hasil putusan. - Mengapa Sam Bankman-Fried meminta sidang ulang?
Ia mengklaim adanya bukti baru yang menunjukkan DOJ menekan atau membatasi saksi yang dapat memberikan kesaksian menguntungkan dalam kasus FTX. - Siapa saja saksi yang disebut dalam pengajuan tersebut?
Beberapa nama yang disebut antara lain Daniel Chapsky, Ryan Salame, dan Nishad Singh, yang diklaim memiliki informasi terkait kondisi keuangan FTX dan Alameda Research. - Berapa besar kerugian dalam kasus runtuhnya FTX?
Jaksa menyebut kerugian pelanggan dan investor FTX mencapai sekitar US$8 miliar. - Seberapa besar peluang sidang ulang dikabulkan?
Permohonan sidang ulang berdasarkan Rule 33 secara historis jarang dikabulkan. Keputusan sepenuhnya berada di tangan pengadilan federal yang menangani perkara tersebut.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Tokoh Kripto Dunia, #Berita Scam Crypto, #Berita Cryptocurrency Exchange, #Berita Scam Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


