Michael Saylor kembali mencuri perhatian. Di tengah tren transparansi lewat proof-of-reserves (PoR), bos besar Strategy, perusahaan pemilik Bitcoin terbanyak di dunia, justru menyebut transparansi tersebut adalah “ide buruk” yang bisa membahayakan keamanan institusi.
Komentarnya memicu kontroversi di komunitas kripto, mengingat banyak pemain besar saat ini justru mengandalkan PoR untuk menunjukkan akuntabilitas kepada publik.
I asked @saylor if @MicroStrategy has any plans to publish on-chain proof of reserves
His answer will SHOCK you
“It’s a bad idea.”
– Security Risk
– Irrelevant without also having Big 4-audited liabilitiesCheck it out ? pic.twitter.com/tIxUckgbEp
— Mitchell ???? (@MitchellHODL) May 27, 2025
Pelajari lebih dalam: Apa Itu Proof of Reserve dan Bagaimana Cara kerjanya?
Padahal, Proof-of-reserves sendiri diperkenalkan sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pengguna pasca skandal besar seperti FTX dan Mt. Gox. Konsepnya sederhana, yaitu perusahaan menunjukkan aset kripto yang mereka simpan dalam dompet on-chain agar publik tahu dana nasabah benar-benar ada.
Namun menurut Saylor, model ini memiliki risiko tinggi untuk kelas institusi sepertinya. Ia menilai bahwa transparansi tersebut bisa memancing peretas dan membuka potensi pelacakan aliran dana.
Saat ditanya apakah Strategy akan menerapkan PoR, Saylor tidak menjawab secara tegas. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ia sengaja menghindari transparansi, apalagi mengingat perusahaan yang ia pimpin menyimpan lebih dari 576 ribu BTC senilai lebih dari 62,6 miliar dolar AS.
Publik pun mulai bertanya, apakah Saylor menyembunyikan sesuatu atau memang benar-benar memprioritaskan keamanan di atas segalanya.
Strategy Masih Tambah Bitcoin, Meski Tolak Transparansi
Strategy has acquired 4,020 BTC for ~$427.1 million at ~$106,237 per bitcoin and has achieved BTC Yield of 16.8% YTD 2025. As of 5/25/2025, we hodl 580,250 $BTC acquired for ~$40.61 billion at ~$69,979 per bitcoin. $MSTR $STRK $STRF https://t.co/eAd03GIKam
— Michael Saylor (@saylor) May 26, 2025
Menariknya, penolakan terhadap PoR ini muncul setelah Strategy kembali membeli 122 BTC senilai 7,8 juta dolar AS (26/5). Data ini dikonfirmasi oleh laporan keuangan perusahaan dan dilansir BeInCrypto.
Dengan pembelian ini, total kepemilikan Strategy kini mencapai 576.230 BTC. Posisi ini menegaskan bahwa mereka masih menjadi korporasi pemegang Bitcoin terbesar di dunia.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa meskipun menolak PoR, Strategy tetap optimistis terhadap fundamental Bitcoin dalam jangka panjang.
Sementara Saylor menolak PoR, bursa besar dan manajer aset memilih menerapkan sistem ini. Tujuannya adalah membangun kepercayaan dan merespons trauma publik terhadap kegagalan exchange besar sebelumnya yang minim transparansi.
Baca juga: Michael Saylor Peringatkan Bitcoin Langka di 2035, Sisa 2%!
Kesimpulan
Pernyataan Michael Saylor menunjukkan bahwa perdebatan soal transparansi di dunia kripto belum usai. Di satu sisi, publik dan komunitas menuntut keterbukaan. Di sisi lain, institusi seperti Strategy memilih caranya sendiri dalam segi keamanan tanpa melakukan publikasi PoR yang bisa dilihat secara publik.
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan proof-of-reserves?
Proof-of-reserves adalah metode transparansi di mana perusahaan kripto menunjukkan aset yang mereka simpan secara on-chain untuk membuktikan dana pengguna benar-benar ada. - Apakah Strategy tidak transparan dengan asetnya?
Meskipun tidak menerapkan PoR, Strategy rutin melaporkan jumlah BTC yang mereka beli dan simpan dalam laporan keuangan resmi. Namun, mereka tidak membuka detail alamat dompet publik. - Apa kelebihan Proof of Reserves (PoR)?
Proof of Reserves membantu meningkatkan transparansi dengan menunjukkan bahwa aset pengguna benar-benar disimpan dan didukung oleh cadangan yang cukup. Dengan PoR, pengguna bisa melihat bukti bahwa dana tidak digunakan secara sembarangan, sehingga kepercayaan terhadap platform menjadi lebih kuat. - Di mana cek Proof of Reserves (PoR)?
Proof of Reserves biasanya bisa dicek melalui halaman resmi masing-masing platform, baik di website maupun blog transparansi mereka. Di sana tersedia laporan PoR, metode audit yang digunakan, serta data pendukung seperti wallet address atau hasil verifikasi dari auditor pihak ketiga.
Itulah informasi terkini seputar berita crypto hari ini, jangan lupa aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dari Akademi crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Pantau pergerakan harga aset digital secara real-time dan eksplorasi berbagai pilihan kripto langsung di INDODAX Market.
Maksimalkan juga aset kripto Anda dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang Anda simpan.
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: FFA
Referensi:
- CoinTelegraph – Saylor says onchain proof-of-reserves a ‘bad idea’ due to security risks, diakses pada 27 Mei 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Blockchain, #Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
