Michael Saylor mengklaim perusahaannya, Strategy, meraup keuntungan sekitar $1,3 miliar atau setara Rp20 triliun dari Bitcoin (BTC) hanya dalam dua minggu pertama April 2026.
Dalam pernyataan terbarunya, Saylor menyebut keuntungan tersebut setara dengan 17.585 BTC, yang dihitung berdasarkan kenaikan nilai kepemilikan Bitcoin perusahaan di tengah penguatan harga pasar.

Sumber Gambar: X.com
Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan laba bersih dalam standar akuntansi tradisional.
Baca juga berita terbaru: Goldman Sachs Ajukan ETF Bitcoin “Income”, Ini Bedanya dengan ETF Biasa
Gunakan Metrik “Bitcoin Gain”
Saylor menjelaskan bahwa perusahaannya menggunakan metrik internal bernama Bitcoin Gain untuk mengukur kinerja.
Metrik ini tidak menghitung profit dari penjualan aset, melainkan kenaikan jumlah Bitcoin per saham yang dihasilkan dari strategi akumulasi.
Strategy selama ini mengumpulkan dana melalui penerbitan saham, obligasi konversi, serta instrumen keuangan lainnya, lalu mengalokasikannya untuk membeli Bitcoin dalam jumlah besar.
Ketika harga Bitcoin naik, nilai kepemilikan perusahaan ikut meningkat dan dicatat sebagai “gain”.
Kepemilikan Bitcoin Tembus 780 Ribu BTC
Data terbaru menunjukkan bahwa hingga 15 April 2026, Strategy telah menguasai 780.897 BTC.
Dengan harga pasar saat ini, total aset tersebut diperkirakan bernilai sekitar $58,1 miliar, memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di kalangan korporasi.
Besarnya kepemilikan ini membuat kinerja perusahaan sangat sensitif terhadap pergerakan harga Bitcoin di pasar.
Baca berita selanjutnya: Harga Bitcoin Bisa Sampai $10 Juta? Ini Penjelasan Kriptografer Hal Finney
Bukan Profit Realisasi
Meski menggunakan istilah “untung”, Saylor menekankan bahwa angka $1,3 miliar tersebut tidak berasal dari penjualan Bitcoin.
Nilai tersebut merupakan kenaikan valuasi aset (unrealized gain) yang dihitung berdasarkan pendekatan “Bitcoin standard”, bukan laporan keuangan konvensional.
Menurut Saylor, pendekatan ini dinilai lebih mencerminkan nilai yang dihasilkan bagi pemegang saham dalam strategi berbasis Bitcoin.
Kesimpulan
Lonjakan nilai hingga Rp20 triliun dalam dua minggu menegaskan besarnya dampak pergerakan harga Bitcoin terhadap perusahaan dengan eksposur besar di aset tersebut.
Namun, angka tersebut bukan keuntungan yang sudah direalisasikan, melainkan kenaikan valuasi dari kepemilikan Bitcoin yang belum dijual.
Strategi yang diterapkan Saylor menunjukkan pendekatan berbeda dalam mengukur kinerja perusahaan, di mana akumulasi Bitcoin menjadi indikator utama nilai bagi pemegang saham.
Di tengah volatilitas pasar kripto, model ini membuat kinerja perusahaan bisa berubah cepat mengikuti arah harga Bitcoin.
FAQ
- Apakah benar Saylor untung Rp20 triliun dari Bitcoin?
Ya, angka tersebut berasal dari kenaikan nilai kepemilikan Bitcoin, bukan dari penjualan aset. - Apa itu Bitcoin Gain dalam strategi Saylor?
Bitcoin Gain adalah metrik yang mengukur peningkatan jumlah Bitcoin per saham, bukan laba bersih perusahaan. - Apakah keuntungan ini sudah dicairkan?
Belum. Nilainya masih berupa unrealized gain atau keuntungan di atas kertas. - Berapa total Bitcoin yang dimiliki Strategy saat ini?
Per April 2026, Strategy memiliki sekitar 780.897 BTC. - Kenapa Strategy tidak menjual Bitcoin?
Perusahaan menerapkan strategi akumulasi jangka panjang, bukan trading jangka pendek.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- BitcoinSistemi – Michael Saylor Revealed That His Company Has Made $1.3 Billion from Bitcoin in Just the Last Two Weeks, diakses pada 16 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Michael Saylor, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


