Siapa Pony Ma: Dari Nol Bangun Tencent & WeChat
icon search
icon search

Top Performers

Siapa Pony Ma: Dari Nol Bangun Tencent & WeChat

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Siapa Pony Ma: Dari Nol Bangun Tencent & WeChat

Siapa Pony Ma Dari Nol Bangun Tencent & WeChat

Daftar Isi

Nama Pony Ma (Ma Huateng) mungkin tidak sepopuler beberapa tokoh teknologi Barat yang sering muncul di headline. Namun, pengaruhnya dalam kehidupan digital modern justru sangat besar. Sosok yang juga dikenal sebagai Pony Ma ini adalah pendiri Tencent, perusahaan teknologi asal China yang berada di balik WeChat, QQ, bisnis game global, layanan cloud, hingga berbagai layanan digital yang digunakan ratusan juta orang setiap hari.

Ma Huateng bukan tipe figur yang membangun citra lewat sorotan panggung. Ia dikenal lebih tenang, lebih strategis, dan cenderung membiarkan produknya berkembang tanpa banyak gimmick. Karena itu, banyak orang mengenal Tencent atau WeChat, tetapi tidak benar-benar tahu siapa sosok di balik perusahaan sebesar itu.

Kalau kamu melihat lebih dalam, perjalanan Ma Huateng bukan sekadar cerita membangun perusahaan besar. Yang terlihat justru cara ia membaca perubahan perilaku manusia, lalu menerjemahkannya menjadi produk yang benar-benar dipakai setiap hari.

 

Siapa Pony Ma (Ma Huateng)?

Ma Huateng adalah pengusaha teknologi asal China yang ikut mendirikan Tencent pada 1998 dan kemudian tumbuh menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di industri internet Asia. Banyak orang mengenalnya dengan nama Pony Ma, sebuah nama yang lebih sering muncul di media internasional. Di bawah kepemimpinannya, Tencent berkembang dari perusahaan internet yang awalnya fokus pada layanan pesan instan menjadi raksasa teknologi dengan bisnis yang menjangkau media sosial, game, iklan digital, fintech, cloud, dan kecerdasan buatan.

Kalau kamu hanya melihat Tencent dari permukaan, mungkin perusahaan ini terlihat seperti pemilik WeChat semata. Padahal, pengaruh Tencent jauh lebih luas dari itu. Dalam banyak hal, Tencent bukan sekadar perusahaan aplikasi, melainkan perusahaan yang membangun infrastruktur kebiasaan digital, termasuk di sektor seperti fintech yang mengubah cara orang bertransaksi secara online. Orang mengobrol, bermain game, melakukan pembayaran, mengakses layanan, hingga berinteraksi dengan bisnis lewat ekosistem yang dibentuk Tencent.

Karena itu, memahami siapa Ma Huateng berarti memahami satu hal yang lebih besar: bagaimana kekuatan teknologi hari ini tidak selalu datang dari tokoh yang paling berisik, tetapi bisa juga dari sosok yang pelan, rapi, dan sangat sabar membangun fondasi.

 

Awal Kehidupan Ma Huateng dan Pendidikan yang Membentuk Cara Berpikirnya

Ma Huateng lahir pada 29 Oktober 1971 di Chaoyang, Guangdong, lalu kemudian tumbuh di Shenzhen ketika ayahnya bekerja di kota itu. Ia menempuh pendidikan ilmu komputer di Shenzhen University dan lulus pada 1993. Latar belakang ini penting karena jalur hidupnya sejak awal memang dekat dengan teknologi, bukan semata-mata bisnis atau keuangan.

Dari sini, ada satu pola yang cukup jelas. Banyak pendiri perusahaan besar datang dari naluri dagang yang kuat, tetapi Ma Huateng tumbuh dari fondasi teknis. Ia memahami perangkat lunak, memahami logika sistem, dan terbiasa melihat masalah sebagai sesuatu yang bisa dipecahkan lewat produk. Pola pikir seperti ini nantinya terasa sekali dalam perkembangan Tencent. Perusahaannya tidak dibangun dari slogan besar, melainkan dari produk yang benar-benar dipakai orang.

Sebelum Tencent berdiri, Ma Huateng juga sempat bekerja di sektor telekomunikasi dan pengembangan perangkat lunak. Pengalaman ini membuatnya tidak berangkat dari ruang hampa. Ia melihat langsung bagaimana komunikasi digital berkembang, bagaimana orang mulai beradaptasi dengan internet, dan bagaimana teknologi bisa mengubah pola interaksi sehari-hari. Ketika banyak orang masih melihat internet sebagai hal baru, ia sudah melihatnya sebagai lahan besar yang belum selesai digarap.

Di sinilah pondasi penting itu terbentuk. Ma Huateng tidak datang dengan mimpi kosong tentang menjadi miliarder teknologi. Ia datang dengan pemahaman teknis, pengalaman industri, dan kepekaan terhadap perilaku pengguna. Tiga hal ini nanti jadi bahan bakar utama Tencent.

 

Dari QQ ke Tencent, Awal yang Tidak Langsung Besar

Tencent berdiri pada 1998. Pada fase awal, perusahaan ini belum terlihat seperti raksasa teknologi yang kita kenal hari ini. Produk yang menjadi pijakan awalnya adalah layanan pesan instan yang kemudian populer lewat QQ, yang tumbuh setelah Tencent mengembangkan OICQ, produk awal yang terinspirasi oleh gelombang layanan chat internet saat itu. Tencent tidak lahir sebagai perusahaan superapp, tidak juga langsung masuk ke banyak lini bisnis. Ia tumbuh dari satu kebutuhan yang sangat sederhana: orang ingin terhubung dengan orang lain secara cepat dan praktis.

Yang menarik, kekuatan awal Tencent bukan pada kemewahan produknya, melainkan pada kemampuannya membaca kebiasaan pengguna. Layanan komunikasi digital memang terlihat sederhana, tetapi di situlah pengguna membangun kebiasaan. Ketika sebuah platform sudah jadi tempat orang berkirim pesan, membangun identitas, dan berinteraksi setiap hari, nilainya jauh lebih besar daripada sekadar aplikasi biasa.

Ma Huateng tampaknya memahami hal itu lebih cepat daripada banyak pesaing. Ia tidak buru-buru menjadikan Tencent sebagai perusahaan yang ingin melakukan semuanya sekaligus. Sebaliknya, ia membangun satu titik masuk yang kuat, lalu mengembangkannya pelan-pelan menjadi ekosistem. Strategi ini terlihat biasa kalau dilihat belakangan, tetapi pada masanya itu adalah langkah yang cerdas. Banyak perusahaan internet tumbuh cepat lalu hilang cepat. Tencent tumbuh lebih disiplin.

Karena itu, fase awal Tencent penting untuk dibahas bukan karena dramanya, tetapi karena menunjukkan cara Ma Huateng membangun bisnis. Ia bukan tipe pendiri yang hanya mengejar sensasi pertumbuhan. Ia membangun kebiasaan pengguna dulu, baru memperluas nilai bisnis di atasnya.

 

WeChat Mengubah Tencent dari Perusahaan Internet Menjadi Ekosistem Hidup

Kalau QQ adalah pondasi, maka WeChat adalah lompatan yang benar-benar mengubah permainan. Saat Tencent meluncurkan WeChat, dunia digital sedang masuk ke era mobile. Perpindahan dari desktop ke smartphone bukan sekadar perubahan perangkat, tetapi perubahan cara manusia hidup bersama internet. Tencent membaca momen itu dengan tepat. WeChat lahir bukan hanya sebagai aplikasi chat, tetapi sebagai produk yang terus menempel pada kebutuhan harian penggunanya.

Inilah yang membedakan WeChat dari banyak aplikasi pesan lain. Di tangan Tencent, aplikasi komunikasi tidak berhenti pada fitur kirim pesan. WeChat berkembang menjadi tempat orang membaca kabar, mengikuti akun resmi, melakukan pembayaran, memesan layanan, membuka mini program, sampai menjalankan aktivitas bisnis. Pada akhir 2025, Weixin dan WeChat secara gabungan memiliki sekitar 1,418 miliar pengguna aktif bulanan. Skala ini menunjukkan bahwa WeChat bukan lagi sekadar aplikasi, tetapi ruang digital yang hidup dan terus bergerak.

Di titik ini, peran Ma Huateng menjadi semakin jelas. Ia tidak hanya ikut membangun produk yang populer, tetapi ikut membentuk cara teknologi dipakai dalam rutinitas harian. Saat sebuah aplikasi berhasil masuk ke komunikasi, pembayaran, layanan, dan interaksi bisnis dalam satu alur, perusahaan di baliknya bukan lagi pemain biasa. Ia berubah menjadi bagian dari infrastruktur kehidupan digital.

Hal penting lain dari WeChat adalah pendekatan Tencent yang tidak memisahkan layanan secara kaku. Banyak platform digital membangun banyak aplikasi untuk banyak fungsi. Tencent justru mendorong integrasi. Hasilnya, pengguna tidak merasa sedang berpindah dari satu layanan ke layanan lain. Mereka merasa tetap berada dalam satu pengalaman yang utuh. Ini kelihatannya sederhana, padahal justru di situlah kekuatan produk digital modern.

Dengan kata lain, keberhasilan WeChat menunjukkan satu hal besar: Ma Huateng tidak membangun Tencent hanya untuk menjadi perusahaan teknologi besar, tetapi untuk menjadi perusahaan yang sulit dipisahkan dari kebiasaan digital penggunanya.

 

Mengapa Tencent Sangat Besar dalam Ekonomi Digital

Setelah WeChat menguat, Tencent tidak berhenti sebagai perusahaan komunikasi. Ia berkembang menjadi pemain besar di banyak sektor sekaligus. Ada bisnis game yang sangat kuat, ada iklan digital, ada layanan cloud, ada fintech, dan ada investasi di banyak area teknologi. Inilah yang membuat Tencent punya posisi unik. Banyak perusahaan teknologi unggul di satu sektor. Tencent unggul karena bisa menghubungkan banyak sektor di bawah satu ekosistem.

Dalam ekonomi digital, model seperti ini sangat kuat. Saat satu perusahaan punya kanal komunikasi, distribusi konten, sistem pembayaran, dan basis pengguna besar, ia tidak hanya menjual produk. Ia membentuk jalur perilaku. Itulah sebabnya Tencent sering dianggap sebagai salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh dari China. Pengaruhnya tidak lahir dari satu produk viral, tetapi dari jaringan layanan yang saling mengunci dan saling memperkuat.

Dari sisi bisnis, kekuatan itu masih terasa sampai sekarang. Dalam hasil tahunan 2025 yang diumumkan pada Maret 2026, Tencent membukukan pendapatan sekitar 751,8 miliar yuan untuk setahun penuh, dengan pertumbuhan yang ditopang oleh bisnis inti, iklan, game, cloud, dan pengembangan AI. Ma Huateng sendiri menegaskan bahwa kemampuan AI telah membantu efektivitas penargetan iklan, meningkatkan engagement game, dan mendukung pertumbuhan bisnis cloud.

Angka itu penting bukan hanya karena besar. Angka itu menunjukkan bahwa Tencent sampai sekarang masih relevan dan masih bertumbuh. Banyak perusahaan internet besar akhirnya stagnan karena gagal menemukan babak baru. Tencent justru sedang berusaha menulis babak berikutnya.

 

Ma Huateng Bukan Cuma Bangun Aplikasi, tapi Bangun Kebiasaan

Di sinilah kisah Ma Huateng terasa lebih dalam daripada sekadar biografi bisnis. Banyak orang sukses bisa membangun produk bagus. Yang lebih jarang adalah orang yang bisa membangun kebiasaan digital yang bertahan lama. Tencent berhasil melakukan itu. Penggunanya tidak hanya datang lalu pergi, tetapi terus menempel karena layanan yang disediakan ikut masuk ke ritme hidup mereka.

Itu juga menjelaskan kenapa Ma Huateng sering terlihat lebih strategis daripada bombastis. Ia tampaknya paham bahwa yang paling mahal dalam ekonomi digital bukan sekadar teknologi, melainkan kebiasaan pengguna. Ketika sebuah platform berhasil menjadi tempat orang berkirim pesan, membayar, bermain, dan mengakses layanan, maka nilai perusahaannya tidak hanya dihitung dari fitur, tetapi dari frekuensi kehadiran dalam hidup penggunanya.

Cara berpikir ini relevan banget kalau kamu sedang mempelajari bisnis digital hari ini. Banyak startup terlalu sibuk mengejar fitur, terlalu sibuk mengejar pendanaan, atau terlalu sibuk mengejar citra inovatif. Padahal, yang paling menentukan justru pertanyaan yang lebih sederhana: apakah produkmu dipakai terus? Apakah ia punya tempat tetap dalam hidup pengguna? Ma Huateng memberi pelajaran bahwa pertumbuhan yang tahan lama biasanya lahir dari jawaban atas pertanyaan itu.

Karena itu, keberhasilan Tencent bukan cuma soal skala. Keberhasilan Tencent adalah bukti bahwa perusahaan digital yang kuat biasanya dibangun lewat kebiasaan, bukan sekadar hype.

 

Fokus Baru Tencent di Era AI

Kalau dulu Tencent dikenal sangat kuat di chat, game, dan ekosistem digital, maka sekarang arah berikutnya semakin jelas: artificial intelligence (AI) yang mulai diintegrasikan ke berbagai lini bisnis mereka. Dalam laporan hasil 2025 dan pernyataan publik terbaru, Tencent menegaskan bahwa mereka akan meningkatkan investasi AI pada 2026, termasuk pengembangan model sendiri, perekrutan talenta, dan penguatan infrastruktur. Ma Huateng menyebut bahwa bisnis inti Tencent yang kuat memberi ruang bagi perusahaan untuk terus membiayai investasi AI secara agresif. Reuters juga melaporkan bahwa Tencent berencana menaikkan investasi AI setelah pertumbuhan pendapatan kuartalan keempat 2025 tetap solid.

Perubahan arah ini penting karena menunjukkan bahwa Ma Huateng tidak puas menjaga warisan lama. Ia melihat bahwa persaingan teknologi tidak berhenti pada aplikasi mobile atau media sosial. Medannya sekarang bergeser ke AI. Di fase ini, Tencent berusaha memastikan bahwa mereka tidak sekadar menjadi perusahaan besar yang bertahan, tetapi perusahaan besar yang masih relevan dalam gelombang teknologi berikutnya.

Menariknya, Tencent tidak masuk AI dari posisi nol. Mereka sudah punya basis pengguna besar, distribusi luas, data interaksi yang masif, cloud, dan banyak titik integrasi. Artinya, tantangan Tencent bukan membangun panggung dari awal, tetapi memutuskan bagaimana AI ditempelkan ke ekosistem yang sudah sangat besar. Itulah mengapa arah AI Tencent banyak dibaca sebagai evolusi, bukan sekadar eksperimen.

Bagi pembaca yang mengikuti teknologi, ini membuat figur Ma Huateng semakin menarik. Ia bukan sekadar pendiri generasi lama yang menjaga aset lama. Ia masih aktif mengarahkan perusahaan ke fase berikutnya, dan itu membuat kisahnya tetap relevan dibahas sekarang, bukan hanya sebagai tokoh sejarah internet.

 

Apakah Tencent Punya Hubungan dengan Blockchain dan Crypto?

Pertanyaan ini sering muncul karena Tencent identik dengan skala digital yang besar, sementara blockchain dan crypto identik dengan masa depan infrastruktur digital. Jawabannya perlu dijelaskan dengan hati-hati. Tencent bukan perusahaan crypto dalam arti seperti bursa aset digital atau penerbit token. Namun, Tencent punya keterlibatan di lapisan teknologi yang beririsan dengan perkembangan blockchain, terutama melalui layanan infrastruktur berbasis cloud.

Salah satu contohnya adalah Tencent Cloud yang menawarkan layanan Blockchain as a Service atau TBaaS. Lewat layanan ini, Tencent menyediakan infrastruktur yang membantu perusahaan dan organisasi membangun serta mengelola jaringan blockchain secara lebih mudah. Platform itu mendukung beberapa engine blockchain dan diposisikan untuk penggunaan enterprise, bukan untuk spekulasi retail.

Di sinilah letak pembacaan yang lebih matang. Kalau kamu melihat Tencent hanya dari kacamata “apakah punya koin atau tidak”, jawabannya terasa sempit. Tetapi kalau kamu melihat perannya dalam infrastruktur digital, cloud, identitas, pembayaran, dan teknologi enterprise, maka Tencent tetap punya relevansi dalam percakapan yang lebih luas soal blockchain. Mereka mungkin bukan pemain yang menjual narasi crypto secara langsung, tetapi mereka berada di sekitar fondasi teknologinya.

Sudut pandang seperti ini penting supaya artikel tentang Ma Huateng tidak misleading. Menghubungkannya dengan blockchain boleh, selama posisinya tepat. Ia bukan tokoh crypto murni. Ia adalah tokoh teknologi yang membangun perusahaan dengan pengaruh besar pada fondasi ekonomi digital, termasuk area-area yang bersinggungan dengan infrastruktur blockchain.

 

Mengapa Ma Huateng Menarik untuk Dipelajari di Tengah Ramainya Tokoh Teknologi Lain

Saat membahas tokoh teknologi, publik sering tertarik pada figur yang paling vokal, paling kontroversial, atau paling sering jadi headline. Ma Huateng justru menarik karena bergerak dari arah yang berbeda. Ia tidak membangun ketokohan lewat sensasi. Ia membangunnya lewat hasil, skala, dan daya tahan.

Hal ini penting karena banyak orang masih menilai tokoh teknologi dari seberapa besar personal branding-nya, bukan dari seberapa dalam pengaruh bisnisnya. Ma Huateng mengajarkan hal yang berlawanan. Kamu tidak harus jadi figur paling gaduh untuk menciptakan dampak besar. Kamu juga tidak harus tampil dominan di ruang publik untuk membangun perusahaan yang membentuk kebiasaan jutaan orang.

Bahkan dari sisi kekayaan, namanya tetap konsisten berada di jajaran miliarder teratas global. Forbes per Maret 2026 menempatkannya di sekitar posisi 34 orang terkaya di dunia dengan kekayaan lebih dari US$53 miliar, meski angka itu bisa berubah mengikuti pergerakan pasar.

Namun, nilai terbesar dari kisahnya bukan pada angka kekayaan itu sendiri. Nilai terbesarnya justru terletak pada caranya membaca momen. Dari internet awal, ke era mobile, ke super app, lalu masuk ke AI, Ma Huateng berulang kali menunjukkan bahwa keberhasilan jangka panjang lahir dari kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan arah dasar bisnis.

 

Pelajaran yang Bisa Kamu Ambil dari Perjalanan Ma Huateng

Kalau kisah Ma Huateng diperas sampai tinggal intinya, ada beberapa pelajaran yang terasa sangat relevan. Pertama, fondasi teknis itu penting. Punya visi besar memang bagus, tetapi tanpa pemahaman nyata tentang produk dan perilaku pengguna, visi sering berhenti di presentasi. Ma Huateng membuktikan bahwa pemahaman teknis bisa menjadi landasan kuat untuk membangun bisnis besar.

Kedua, tidak semua pertumbuhan harus berlangsung heboh. Tencent tidak lahir sebagai raksasa dalam semalam. Ia tumbuh melalui tahapan yang masuk akal, dari komunikasi, ke komunitas, ke layanan, ke ekosistem. Dalam konteks bisnis digital, pertumbuhan semacam ini sering justru lebih tahan banting karena dibangun di atas kebiasaan nyata.

Ketiga, perusahaan besar yang ingin tetap hidup harus berani masuk ke babak baru. Hari ini babak itu bernama AI. Besok bisa saja babaknya berubah lagi. Ma Huateng menunjukkan bahwa mempertahankan perusahaan besar tidak cukup dengan menjaga apa yang sudah berhasil. Kamu juga harus tahu kapan waktunya mendorong arah baru.

Dan yang terakhir, pengaruh paling besar sering lahir dari hal yang tampak sederhana. Tencent tidak memulai segalanya dari teknologi yang rumit di mata publik. Mereka memulai dari komunikasi. Dari situ, mereka menempel pada keseharian pengguna, lalu perlahan membangun lapisan-lapisan bisnis di atasnya. Pelajaran ini sederhana, tetapi justru sangat mahal.

 

Kesimpulan

Ma Huateng bukan hanya pendiri Tencent dan bukan hanya sosok di balik WeChat. Ia adalah contoh bagaimana perusahaan teknologi besar dibangun bukan dengan kebisingan, melainkan dengan ketepatan membaca kebiasaan manusia. Dari latar belakang teknis, ia membangun Tencent pelan-pelan, memperluasnya dari layanan pesan menjadi ekosistem digital, lalu membawa perusahaan itu masuk ke fase baru seperti cloud, fintech, dan AI.

Itulah yang membuat kisahnya tetap relevan dibaca sekarang. Saat banyak artikel hanya berhenti di level biografi singkat, perjalanan Ma Huateng justru memberi gambaran yang lebih besar tentang bagaimana teknologi tumbuh, bagaimana platform menjadi kebiasaan, dan bagaimana perusahaan besar tetap bergerak saat gelombang baru datang. Kalau kamu ingin memahami arah ekonomi digital modern, memahami sosok seperti Ma Huateng bukan pelengkap. Itu justru titik masuk yang sangat kuat.

 

FAQ

1. Siapa Ma Huateng?

Ma Huateng adalah pengusaha teknologi asal China yang ikut mendirikan Tencent pada 1998. Ia dikenal juga sebagai Pony Ma dan sampai sekarang masih memimpin Tencent sebagai chairman dan CEO.

2. Apa hubungan Ma Huateng dengan WeChat?

Ma Huateng adalah tokoh utama di balik Tencent, perusahaan yang mengembangkan WeChat. Di bawah kepemimpinannya, WeChat berkembang dari aplikasi pesan menjadi super app dengan fungsi yang jauh lebih luas.

3. Tencent itu perusahaan apa?

Tencent adalah perusahaan teknologi besar asal China yang bergerak di banyak bidang, termasuk media sosial, game, iklan digital, cloud, fintech, dan pengembangan AI.

4. Apakah Ma Huateng sama dengan Pony Ma?

Iya. Pony Ma adalah nama yang umum dipakai media internasional untuk merujuk ke Ma Huateng. Keduanya adalah orang yang sama.

5. Apakah Tencent terlibat di blockchain?

Tencent bukan perusahaan crypto retail, tetapi melalui Tencent Cloud mereka punya layanan blockchain enterprise bernama TBaaS. Jadi, keterlibatannya lebih ke sisi infrastruktur teknologi daripada perdagangan aset kripto.

 

Itulah informasi menarik tentang Pony Ma yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
CBG/IDR
Chainbing
10
66.67%
BICO/IDR
Biconomy
710
49.47%
ALICE/IDR
MyNeighbou
2.332
34.64%
AXS/IDR
Axie Infin
20.800
25.96%
Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
WNXM/IDR
Wrapped NX
717.110
-25.09%
ACT/IDR
Act I : Th
170
-20.56%
LOOKS/IDR
LooksRare
4
-20%
UB/IDR
Unibase
1.300
-18.5%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Monad vs Solana: Mana Lebih Kuat di Dunia Crypto?
19/06/2026
Monad vs Solana: Mana Lebih Kuat di Dunia Crypto?

Dinamika blockchain Layer-1 dalam beberapa tahun terakhir berkembang sangat cepat.

19/06/2026
Duel Maut S&P 500 vs Bitcoin, Mana Lebih Untung?
19/06/2026
Duel Maut S&P 500 vs Bitcoin, Mana Lebih Untung?

Dunia investasi modern punya dua kubu yang sama-sama yakin bahwa

19/06/2026
Cara Cek Tipe HP dan Kelayakan untuk Trading
19/06/2026
Cara Cek Tipe HP dan Kelayakan untuk Trading

Banyak orang memakai HP setiap hari tanpa benar-benar memahami perangkat

19/06/2026