Singapura semakin serius memposisikan diri sebagai pusat stablecoin global dengan membuka penerbitan aset digital yang dipatok tidak hanya pada SGD, tetapi juga USD dan mata uang G10 lainnya.
Strategi ini dirancang untuk menarik perusahaan kripto, modal global, serta talenta teknologi finansial. Menurut laporan dari Tiger Research, sejumlah penerbit stablecoin pun memburu lisensi MPI (Major Payment Institution) agar dapat beroperasi di negara-kota tersebut.
Hingga Januari 2026, tercatat sekitar 6 hingga 8 operator utama yang aktif dalam ekosistem stablecoin Singapura.
Banyak Perusahaan Global Masuk Ekosistem Stablecoin

Sumber: Tiger Research
Beberapa penerbit yang telah memperoleh lisensi MPI antara lain StraitsX, Paxos, Ripple, dan Circle, bersama sejumlah perusahaan lokal.
Masing-masing perusahaan menghadirkan stablecoin dengan fungsi berbeda. StraitsX menerbitkan XSGD dan XUSD, yang terintegrasi dengan sistem pembayaran seperti Grab dan Alipay+. Sementara Paxos mengembangkan USDG dengan model berbagi hasil bagi pengguna.
Di sisi lain, Ripple mengembangkan RLUSD untuk mendukung infrastruktur pembayaran lintas batas, sedangkan Circle memperkuat likuiditas antara USDC dan SGD.
Keberagaman model bisnis ini memperlihatkan bagaimana Singapura mencoba membangun ekosistem stablecoin yang terbuka dan kompetitif.
Baca juga: Teori Lama Muncul Lagi: XRP Disebut Mata Uang Global IMF?
Regulasi Diperkuat Setelah Runtuhnya TerraUSD
Regulasi stablecoin di Singapura berkembang cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Payment Services Act (PS Act) lebih fokus pada stabilitas operasional dan perlindungan aset pelanggan.
Namun setelah runtuhnya TerraUSD pada 2022, regulator mulai meninjau kembali kerangka pengawasan terhadap stablecoin. Sebagai respons, pemerintah memperkenalkan kerangka SCS (Single-Currency Stablecoin) yang difinalisasi pada Agustus 2023.
Kerangka ini dirancang untuk memastikan stabilitas nilai stablecoin serta mencegah risiko depeg yang pernah menghapus puluhan miliar dolar dari pasar kripto global.
Meski kerangka tersebut telah difinalisasi, penegakan regulasi penuh diperkirakan baru berlaku pada pertengahan 2026.
Selama masa transisi ini, operator berlisensi MPI secara sukarela menyesuaikan operasional mereka dengan standar SCS.
Stablecoin Sudah Digunakan untuk Pembayaran Nyata

Sumber: Tiger Research
Salah satu contoh implementasi nyata datang dari StraitsX melalui stablecoin XSGD. Stablecoin ini dipatok 1:1 terhadap dolar Singapura dan digunakan dalam sistem pembayaran sehari-hari.
Dalam skema pembayaran merchant, pengguna dapat melakukan pembayaran melalui aplikasi seperti Grab atau Alipay.
Transaksi kemudian diproses melalui infrastruktur StraitsX, di mana XSGD dicetak (mint) dan ditransfer di blockchain sebelum dana diselesaikan ke merchant. Setelah transaksi selesai, merchant dapat menarik dana dalam bentuk SGD.
Model ini menunjukkan bagaimana stablecoin mulai digunakan untuk pembayaran ritel dan transaksi bisnis di dunia nyata.
Kesimpulan
Singapura membuka penerbitan stablecoin tidak hanya untuk SGD, tetapi juga USD dan mata uang G10 lainnya, sebagai bagian dari kerangka regulasi pembayaran digital yang lebih luas.
Melalui lisensi MPI (Major Payment Institution), beberapa perusahaan global dan lokal telah memperoleh izin untuk beroperasi dalam ekosistem tersebut.
Di sisi lain, regulator juga menyiapkan kerangka Single-Currency Stablecoin (SCS) untuk memperkuat pengawasan terhadap stabilitas nilai stablecoin.
Dengan kombinasi regulasi yang terus berkembang dan kehadiran beberapa operator aktif, Singapura kini menjadi salah satu yurisdiksi yang diperhatikan dalam perkembangan regulasi stablecoin.

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
1. Apa tujuan regulasi stablecoin di Singapura?
Regulasi ini bertujuan mengatur aktivitas penerbitan dan penggunaan stablecoin agar tetap berada dalam kerangka sistem pembayaran yang diawasi.
2. Apa itu lisensi MPI di Singapura?
MPI (Major Payment Institution) adalah izin yang diberikan kepada perusahaan untuk menjalankan layanan pembayaran digital dalam skala besar di bawah pengawasan regulator.
3. Apa yang dimaksud dengan Single-Currency Stablecoin (SCS)?
SCS adalah kerangka regulasi yang mengatur stablecoin yang dipatok pada satu mata uang, termasuk persyaratan cadangan dan pengelolaan risiko.
4. Mengapa regulasi stablecoin diperbarui setelah TerraUSD?
Peristiwa runtuhnya TerraUSD pada 2022 mendorong regulator untuk meninjau kembali aturan terkait stabilitas nilai stablecoin.
5. Bagaimana contoh penggunaan stablecoin di Singapura?
Beberapa stablecoin seperti XSGD digunakan dalam sistem pembayaran digital, termasuk transaksi merchant dan transfer dana berbasis blockchain.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Stablecoin, #Berita Kripto Asia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
