Harga Toncoin (TON) kembali berada di bawah tekanan setelah laporan menyebut Telegram menjual aset kripto tersebut senilai sekitar $450 juta sepanjang 2025.
Informasi ini memicu perdebatan di pasar, terutama terkait dampaknya terhadap kinerja harga dan kepercayaan investor.
Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh Financial Times yang dikutip dari Be(in)crypto. Nilai penjualan itu disebut setara dengan sekitar 10% dari kapitalisasi pasar Toncoin yang beredar, angka yang cukup besar untuk memengaruhi sentimen pasar.
Harga Toncoin Terus Melemah

Sumber Gambar: Coinmarketcap
Dalam setahun terakhir, kinerja harga Toncoin menunjukkan tren menurun tajam. Aset kripto ini telah turun lebih dari 75% dari puncaknya di 2024, serta merosot lebih dari 65% dari level tertinggi di 2025.
Sejumlah pelaku pasar mengaitkan pelemahan ini dengan aksi jual besar-besaran oleh Telegram. Beberapa investor menilai tekanan suplai dari entitas besar berkontribusi terhadap stagnasi harga yang berkepanjangan.
Kondisi ini membuat pergerakan Toncoin semakin sensitif terhadap kabar yang berkaitan langsung dengan Telegram, mengingat kedekatan ekosistem blockchain TON dengan platform pesan instan tersebut.
Baca berita terbaru lainnya: 2 Altcoin yang Jadi Pemimpin Reli Kripto di Awal 2026
Tujuan Penjualan Dipertanyakan Investor
Penjualan Toncoin oleh Telegram memunculkan pertanyaan soal tujuan penggunaan dana.
Kritik utama datang dari investor yang menilai penjualan tersebut lebih diarahkan untuk mendanai operasional perusahaan, bukan untuk mendorong pertumbuhan ekosistem TON.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh laporan lain yang menyebut sekitar $500 juta obligasi Telegram yang terkait Rusia dibekukan akibat sanksi Barat.
Meski tidak berkaitan langsung dengan TON, informasi tersebut menambah keraguan pasar terhadap stabilitas finansial perusahaan.
Sentimen negatif ini tercermin dari reaksi harga yang belum menunjukkan pemulihan berarti meski pasar kripto secara umum sempat bergerak fluktuatif.
Pembelaan dari Pihak Pendukung TON
Di sisi lain, sejumlah pihak membantah anggapan bahwa Telegram tengah melepas kepemilikan Toncoin secara agresif.
Executive Chairman TON Strategy Co, Manuel Stotz, menyatakan bahwa seluruh Toncoin yang dijual berada dalam skema vesting empat tahun, sehingga tidak langsung dilepas ke pasar.

Sumber Gambar: X.com
Ia juga menjelaskan bahwa TON Strategy Co menjadi pembeli terbesar, dengan pendekatan jangka panjang berupa akumulasi dan staking, bukan spekulasi jangka pendek.
Data CoinGecko menunjukkan entitas ini memegang lebih dari 4% total suplai Toncoin, meski saat ini masih mencatat kerugian dari sisi nilai investasi.
Pendukung lain menilai penjualan terbatas justru diperlukan untuk menjaga desentralisasi jaringan.
Menurut mereka, kepemilikan TON yang terlalu besar oleh Telegram berpotensi menimbulkan risiko sentralisasi, sehingga distribusi ke investor jangka panjang dianggap lebih sehat bagi ekosistem.
Baca selanjutnya: 3 Altcoin Ini Bergerak Paling Aktif di Minggu Pertama 2026
Arah Toncoin Masih Bergantung Kepercayaan Pasar
Telegram sendiri membantah isu eksposur finansial ke Rusia, dengan CEO Pavel Durov menyebut informasi tersebut tidak akurat. Namun, bagi pasar, perdebatan ini belum sepenuhnya mereda.
Ke depan, arah harga Toncoin akan sangat bergantung pada pemulihan kepercayaan investor, transparansi kebijakan penjualan token, serta sejauh mana ekosistem TON mampu berkembang secara mandiri tanpa tekanan suplai tambahan.
Kesimpulan
Laporan penjualan Toncoin senilai $450 juta menempatkan Telegram kembali di pusat perhatian pasar.
Di tengah pelemahan harga yang sudah berlangsung, aksi ini memperkuat sensitivitas Toncoin terhadap setiap kabar yang berkaitan langsung dengan Telegram dan strategi pengelolaan tokennya.
Meski pihak pendukung menilai penjualan dilakukan secara terkontrol dan tidak dilepas ke pasar bebas, sentimen investor masih menunjukkan kehati-hatian.
Bagi pasar, isu utama kini bukan hanya soal besaran penjualan, tetapi sejauh mana transparansi dan konsistensi strategi Telegram mampu menjaga kepercayaan terhadap ekosistem Toncoin ke depan.
FAQ
- Apa itu Toncoin dan hubungannya dengan Telegram?
Toncoin adalah aset kripto yang digunakan dalam ekosistem blockchain TON, yang terintegrasi dengan berbagai layanan di Telegram seperti pembayaran digital dan fitur premium. - Apakah Telegram masih memiliki Toncoin setelah penjualan ini?
Ya. Telegram dan entitas terkait masih tercatat memiliki Toncoin, termasuk melalui skema vesting dan kepemilikan oleh investor strategis jangka panjang. - Apakah penjualan Toncoin ini langsung dijual ke pasar?
Menurut pihak pendukung TON, token yang dijual tidak langsung masuk pasar bebas karena memiliki periode penguncian dan vesting hingga empat tahun. - Mengapa penjualan token oleh perusahaan besar bisa menekan harga?
Penjualan dalam jumlah besar meningkatkan suplai dan sering memicu kekhawatiran pasar, terutama jika investor menilai tujuan penjualan tidak mendukung pertumbuhan ekosistem. - Apakah harga Toncoin masih bisa pulih?
Pergerakan harga ke depan bergantung pada sentimen pasar, transparansi pengelolaan token, serta adopsi dan utilitas ekosistem TON dalam jangka menengah hingga panjang.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia, #Informasi & Berita Telegram Crypto Terkini Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
